Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 12: Mantan pacar Dion Tinggal Serumah dengan Caca


__ADS_3

Di tengah perjalanannya Caca hanya Termenung Memikirkan Pernikahannya Yang Hanya Sah Di atas Selembar kertas Saja.


"Apa pun Yang terjadi, Aku harus tetap Kuat dan Semangat Demi ayah." ungkapnya Sambil Terus Melangkah Menuju Ke rumah Milik Dion.


Sesampainya Di Depan Rumah Caca melihat Kirana Bersama Dion Sedang Berciuman Di depan Pintu. Membuat Hati Caca Semakin Tidak Bisa menahan Semua Perlakuan Dion dan Kirana.


Ia pun Bersembunyi Di balik Pohon yang tidak terlalu jauh Dari Rumah Kediaman Mereka Berdua.


"Kenapa aku harus melihat Semua ini? Apa aku bisa Bertahan Dengan Perlakuan Mereka sama Aku?" Batin Caca Terisak


Tiba-tiba Seseorang Menepuk Punggungnya Membuat Caca Terkejut Dan berbalik Ke arah Orang yang sedang berdiri di Belakangnya.


"Kamu Siapa?" Tanya Caca Sambil Mengusap Air Matanya.


Pemuda itu menatap Caca Penuh rasa kagum Akan Kecantikan Gadis yang Sedang berdiri di depannya Itu


"Mas!" panggil Caca


"I--iya, Maafkan aku. Namaku Rehan Aliando Wijaya. Tapi kamu bisa Memanggilku Dengan Sebutan Rehan." Ucap Pemuda tampan Yang Berdiri Di Depan Caca


"Kamu Sedang apa disini, Kenapa kamu Menatap Ke arah Rumah Itu?" tanya kembali


"Aku tinggal di rumah itu. Dan Yang itu adalah Suami aku," Jawab Caca Dengan Sedikit Keliru


"Suami kamu?" tapi kenapa dia sama Gadis lain?


"Itu mantan pacarnya. Dan aku juga tidak berhak untuk Melarang mereka." Ungkap Caca kembali Berlinang air mata.


"Apa?? Hei. Itu cuma mantannya Dan kamu istri sah nya. Seharusnya kamu yang Masih berhak Atas Suami kamu bukan Gadis itu."


"Entahlah. aku juga Bingung Kenapa aku bisa Menikah sama Dia,"


"Ya sudah, Sebaiknya Kita duduk Di sana dulu Untuk menenangkan Pikiran kamu," Ajak Rehan


Caca Pun Mengikuti Pemuda itu Dan mereka duduk Di taman yang tidak jauh dari Rumah Dion.


"Oya, nama kamu Siapa?" Tanya Rehan Menatap Gadis itu


"Namaku Clarissa putri Suhendra. Dan aku biasa di panggil Caca."

__ADS_1


"Wahh. Nama kamu Sangat Cantik Sama Kayak orangnya," Rayu Rehan


"Mas Rehan, Kenapa Bisa berada Di Situ tadi?" Tanya Caca


"Oh, Tadi aku Tak Sengaja melihat kamu Dari Depan sana. ya sudah dari pada aku penasaran Lebih baik Aku samperin saja." ucap Rehan Tertawa Dan membuat Caca Ikut tertawa dengan Sikap Pemuda yang baru ia kenal itu.


"Kenapa ya, Aku bertemu dengan Mas Rehan Setelah aku sudah nikah sama tuan muda?" Andai saja tuan muda Baik Seperti Mas Rehan." Gumam Caca Menatap Rehan


"Hei. jangan menatapku Seperti itu Ntar aku Bisa Jatuh Hati lagi sama kamu. Hehehehe."


Rehan berusaha menghibur Caca Dengan Berbagai macam Cara agar gadis itu tidak lagi Larut dalam Kesedihannya


"Mas Rehan bisa saja Bercandaannya. Mas, aku pamit duluan ya. Takutnya Tuan Muda mencariku lagi."


"Tuan muda?" Siapa itu Caca? Merasa Bingung


"Maksud aku Suamiku, Mas."


"Oh. Kirain majikan kamu, Ya sudah Yuk Kita bareng saja Kan Rumah kita Bersebelahan Dan apabila kamu Perlu sesuatu Kamu bisa Mencari aku Ya, anggap saja aku Sebagai Abang kamu."


Caca Mengangguk Pelan Sambil tersipu malu dengan ketampanan Pemuda itu.


"Siapa kamu? Kenapa bisa Jalan Berdua dengan Istriku!" menatap Rehan Penuh Kekesalan


Rehan hanya Mengerutkan Dahinya lalu Pergi Meninggalkan Mereka.


"Caca, aku pamit dulu ya." Ucap rahan Melambaikan tangannya pada Caca.


"iya mas," Singkat Caca Membalas Lambaian Tangan Pemuda itu. namun dengan cepat Di Tarik oleh Dion


"Kamu ini Kenapa si? tadi Kamu bilang mau Buang Sampah Sekarang Mala Jalan Berdua Dengan Pemuda lain, Mau kamu apa si?" Dion Berusaha menutupi Kesalahannya di Depan Caca


Namun Caca hanya tersenyum Jijik pada Suaminya yang Sok Baik itu.


"Caca!! Teriak Dion Dengan sangat kuat. hingga membuat Caca Terkejut


"Kenapa si tuan? Memangnya kenapa jika aku Jalan Bareng sama mas Rehan. Apa masalah Dengan Tuan?" Tanya Caca


"Jelas itu akan Menjadi masalah Caca. Jika sampai Mama tau kamu jalan sama pria Lain." Tegas Dion yang sudah mengajak Ribut

__ADS_1


"Oh Seperti Itu?" Lalu apa Pendapat kamu Jika Mama kamu Tahu kalau Anaknya Baru saja Berciuman Dengan Wanita lain Di depan Istrinya?" menatap Serius pada Dion. Membuat Dion Merasa Gugup pada Caca


"Kenapa? Apa kamu tidak bisa menjawabnya?" Atau tuan Mau bilang Kalau itu Bukan Mba Kirana?? Caca semakin bertambah marah Hingga membuat Dion Tidak bisa Berkutik lagi


"Dengar ya Tuan, Mulai saat Ini Sebaikanya Kita Masing-masing Jalan Saja. Dan Tidak Perlu sok Baik Sama Aku, Dan Satu lagi Aku minta Tuan Membayarku Untuk Tetap berpura-pura menjadi Istri tuan Di depan Kedua Orang Tua mu!" Tegas Caca


"kenapa jadi seperti ini Si ca? Kamu sendiri sudah tau aku tidak punya uang Lalu Gimana aku bisa membayar Kamu?"


"Pokoknya aku tidak mau tau Tuan. Itu terserah tuan."


"Biar nanti aku saja yang akan Membayarnya!! Sambung Kirana Yang Tiba-tiba keluar dari Kamar Milik Dion dan Caca. Membuat Caca Semakin Sakit hati ketika melihat Kamar Milik mereka Sudah Di tempati wanita Lain.


Caca Menatap Suaminya dengan Tatapan yang Sangat Benci. Lalu ia pergi Ke Dapur untuk menyelesaikan Pekerjaannya di sana.


Sementara Dion Merasa Senang dengan Semua yang terjadi antara Mereka.


"Sebentar lagi Kamu pasti akan Mengalami Nasip Yang Buruk." Ucap Dion Tersenyum Dalam Hatinya.


"Sayang, Makasih ya. karena kamu sudah Mengajak aku Tinggal bersama Kamu di sini." ucap Kirana Sambil Menciumi Jenjang Leher Dion.


"Iya sayang, Kamu kan pacar aku. Jadi sudah sewajarnya kamu Tinggal di sini." Jawab Dion Berusaha membuat Caca Semakin Sakit hati.


Walaupun Ia sudah tidak sanggup melihat Pemandangan Yang Berada di depan matanya. Namun Caca Berusaha kuat Menghadapi semua itu.


"Mau sampai kapan Aku harus seperti ini?" Gumam Caca Sambil terus mengerjakan Pekerjaannya Hingga akhirnya Tangannya Terluka Dengan pisau yang sedang ia pakai mengiris Daging ayam.


"Auuuwww.. Rinti Caca Ketika Tangannya Sudah berdarah. Membuat Dion terkejut Ketika Mendengar Suara Caca


Dengan Pelan Pemuda itu Melepaskan tubuh Kirana ke sofa. karena kirana sudah tertidur


"Tanganmu Kenapa ca? Kenapa bisa banyak Darah Gitu si?" Tanya Dion Dengan Ketakutan


Namun Caca Tidak Menghiraukan Kebaikan Suaminya itu. Ia pergi meninggalkan Dion Di Dapur


Setelah ia Selesai Mengobati Luka Di tangannya Itu. Caca Kembali Bekerja Di Dapur


Dion masih Menatap Caca Yang Sedang Memotong Daging Ayam.


Setelah Semua Makanan Masak Caca Melepaskannya di Meja makan dan Ia Mengambil Piring untuk dirinya sendiri Lalu mengambil Nasi dan juga Daging ayam yang Sudah ia goreng itu. Lalu Caca Membawah makanannya ke halaman belakang rumah.

__ADS_1


__ADS_2