Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 47: Perubahan Dion.


__ADS_3

Setelah kembali dari Sungai. Dion bersama Verry langsung duduk di depan meja makan Sambil menunggu Pak Yanto Keluar dari Kamarnya.


Dan Tidak lama kemudian Lelaki Tua Itu Segera menemui mereka yang Sedang Duduk Menunggunya di Meja makan.


"Kenapa kalian tidak makan Duluan saja. Kan Paman Masih bisa Cari sendiri." ujar Lelaki itu.


"Tidak paman. Kami harus tetap menunggu paman, Agar kita bisa makan Bersama." Sambung Caca.


Lalu mereka pun makan Malam bersama.


****


Malam Berlalu begitu cepat. Bakan hari-hari yang Mereka lewati sungguh tidak terasa. Dan Tak Terasa Usia Kandungan Caca kini sudah Delapan bulan dua Minggu. Semakin hari wanita itu sudah merasa kesulitan untuk berjalan Dan membantu suaminya yang sudah bekerja di dapur bersama verry. Pagi itu Caca melihat Dion Sedang memasak bersama Asisten pribadinya Di dapur. caca merasa Senang Atas perubahan Dion yang sekarang sudah mulai Berpengalaman Dalam Urusan memasak dan juga Pekerjaan yang lainnya. Dion yang ia kenal Dulu Sebagai pemuda Dingin dan Juga Egois. Kini Berubah Menjadi seorang yang Sangat Peduli Dan Rajin Dalam Segala Pekerjaannya.


"Pagi. Sayangku," Sapa Dion. Ketika melihat Istrinya yang sudah duduk Di meja makan.


dan Wanita itu hanya bisa Tersenyum. melihat Suaminya yang saat ini Sudah Menjadi Koki Di Rumah Keluarga pak Yanto.


"Pagi, Juga mas." Sahut Caca. Sembari tersenyum menatap Dion. yang serba Sibuk Di Dapur.


"Kamu mau Minum Apa sayang? Apa Kamu Mau Minum Teh. Kopi, Atau Susu." Tanya Dion.


"Aku mau minum Air biasa Saja Mas," Jawab Caca.


"Kok Mala Air biasa? Memang Sayang, Nggak pengen Cobain Teh buatan aku Ya?" melirik Istrinya.


"Nggak mas. Aku Pengen Minum itu Saja,"


"Baik. Bentar aku ambilkan Dulu Ya," kemudian pemuda itu langsung Pergi Mengambil air putih Yang hangat untuk Istrinya.


"Minumannya datang." ucap Dion.


"Makasih. Mas," Singkat Caca. Lalu ia langsung Meminum Air hangat yang Sudah di bawahkan Oleh Suaminya Itu.


Setelah Selesai memasak pemuda itu langsung Menyiapkan meja makan Terlebih dahulu. Untuk Menyajikan Masakannya yang Sudah matang Itu.


Sementara Caca Menatap Suaminya dengan penuh Kebingungan. Karena Dion Hari ini Begitu rajin Bakan Ia Sendiri tidak Tahu Kalau suaminya itu Bisa memasak Begitu Banyak di pagi ini.

__ADS_1


Kini Semua makanan sudah Tertata Rapi di atas Meja makan.


"Mas, Memangnya mas bisa masak Sebanyak ini Ya?" Merasa heran


Pemuda itu hanya Tersenyum Menatap Istrinya.


"Iya Dong Sayang, Kan Aku Belajar dari Bi Fatma. Jadi Hari ini Aku Langsung praktekin Masakan Aku Sendiri."


"Sejak Kapan Mas, Belajar Sama Bi Fatma?" Kan selama ini Mas, Selalu Bersama Dengan aku?"


"Waktu Kamu Minggat dari rumah sayang, Di Situ aku mulai Melampiaskan Semua Penyesalan aku Ke Dapur. makanya sekarang aku bisa Memasak Sebanyak ini."


"Ternyata kamu Hebat juga ya Mas, Bakan Aku tidak pernah menduga Kalau suami aku, Bisa masak Sebanyak ini."


"Hmm. Udah, Mending Kamu Makan duluan Saja. Biar Dede bayinya juga Nggak lapar." Ujar Dion.


"Iya mas, Aku juga nggak sabar. Pengen Nyobain masakan Mas," ucap Caca. Tersenyum hangat menatap Suaminya


Gadis muda itu sangat menikmati masakan Buatan Suami tercintanya itu. Bakan ia tidak bisa berhenti untuk mengunyah karena masakan itu Sangat enak.


"Sayur Bu," Teriak Kirana dari Luar sana.


Membuat Fatma langsung keluar Dari dalam rumah untuk Membeli Sayuran Dari Wanita Tersebut.


"Mau Belih Sayur, Bu?" Tanya Kirana. Dengan Nada Suaranya yang Pelan.


"Iya Mba. Apa sayurannya Masih segar-segar Mba?" Tanya Fatma yang tidak mengenali Kirana.


"Iya Bu, Sayurannya Masih Segar-segar. Ibu, Mau belih sayuran apa saja, Biar nanti aku Bantu Pilihkan buat ibu." Ucap kembali Kirana.


"Bayam Saja mba, Ini Lebih Segar." Ucap Fatma Sambil mengambil Sayuran itu.


Lalu Fatma Langsung Memberikan Uang Untuk membayar Sayur yang sudah ia ambil Itu.


"Apa cuma itu Bu, Kan Masih banyak Sayuran yang lainnya di Sini."


"Ini Sudah Cukup mba. Karena hanya Kami Bertiga saja Di rumah," Jawab Fatma. Sembari tersenyum Pada penjualan sayuran abal-abal itu.

__ADS_1


"Oh, Gitu ya Bu. Memangnya Yang lain pada kemana Bu, Masa iya Rumah Segede ini. Hanya Tinggal Bertiga di Rumah." Tanya Kirana. dengan Kelicikannya.


"Tuan muda, Sama Istrinya lagi di luar kota Mba, Tapi Nggak lama Lagi mereka akan Segera pulang ke rumah ini lagi." Ucap Fatma.


"Ya sudah, Mba. Saya kembali ke dalam Dulu," Ucap Fatma. Lalu ia kembali Menutup jeruji Besi yang Amat tinggi itu.


Sementara di luar sana. Kirana masih Tidak Bisa menemukan Tanda apa-apa dari Dion Dan Istrinya. Bakan Wanita tua tadi Tidak Memberitahukan Alamat Tempat tinggal Kedua Suami-istri itu Sekarang.


Kirana merasa Kebingungan harus mencari cara Bagaimana lagi Untuk bisa menemukan Keberadaan Dion Dan Istrinya itu.


"Aku harus bisa menemukan mereka! Karena aku ingin membalas Semua perbuatan mereka terhadap ku!" Ucap Kirana. menatap Penuh kebencian ke arah Rumah besar itu


Lalu Gadis itu Kembali berjalan menuju ke mobilnya yang Sengaja ia Tinggalkan Di Ujung Jalan atas. Namun ketika ia Hendak Masuk Ke Dalam mobilnya. Tiba-tiba Datang mobil milik Sandro Dari Arah Yang berlawanan. Gadis itu Langsung Bergegas masuk ke Dalam Mobil Miliknya. Sebelum sandro Melihat penampilannya yang sangat Memalukan itu.


Sandro yang merasa mengenali Mobil Hitam yang sedang terparkir Di Jalan. Langsung menghentikan mobilnya. Dan ia pergi mendekati Mobil tersebut.


"Ini kan Mobil Milik Kirana? kenapa bisa terparkir di sini ya?" gumam Sandro. Penuh Kebingungan.


pemuda itu sama sekali tidak melihat kalau Kirana Sedang ada dalam mobil itu.


"Gawat! kenapa sandro, Bisa Kesini!" Jika sampai dia Tahu Penampilan aku kayak gini kan bisa membuat dia Curiga sama Aku," Ucap Kirana. Di dalam mobilnya Sambil terus menatap Sandro yang Masih Berdiri tepat di Depan mobil Miliknya.


"Kemana perginya Kirana Ya, apa Mungkin Mobil ini mengalami kerusakan Hingga dia pergi Dan Meninggalkan Mobilnya di Sini?"


Pemuda itu masih menatap sekeliling Jalan Raya. Namun ia masih saja tidak melihat Kirana di sekitar situ.


"Sebaiknya Aku Hubungi Dia saja. siapa Tahu Dia Memang Sedang berada di Sekitar Sini."


Lalu pemuda itu langsung Mengambil Ponsel Miliknya di dalam saku Celana. Ia pun langsung Menghubungi Nomor telepon milik Kirana.


Dan untungnya Gadis itu Sudah mematikan Dering Ponsel Miliknya. Sehingga saat Pemuda itu Menghubungi Dia. Tidak Terdengar dari luar sana.


"Kenapa Dia tidak mengangkat panggilan dariku. Apa dia sedang sibuk?" Lalu pemuda itu memutuskan untuk pergi Dari Tempat itu. Karena Ia Harus Segera bertemu Kliennya Di Kantor.


Setelah melihat Mobil Milik Sandro Sudah pergi. Kirana Langsung Melajukan Mobilnya Dengan Sangat Cepat.


"Untung saja Dia Tidak Mengetahui Aku Di dalam mobil. Kan Aku bisa repot Jika Harus Bertemu dengan dia, Dalam keadaan Seperti ini." Gumamnya Sambil terus menyetir.

__ADS_1


__ADS_2