Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 19: Pengakuan Dion


__ADS_3

Suara tangisan Caca Membuat Dion Merasa Sangat bersalah atas semua yang sudah ia perbuat pada Istrinya Selama ini. Ia berusaha Menenangkan Caca Agar tidak Larut dalam tangisannya.


"Maafkan aku ca, Mungkin aku Bukanlah Laki-laki Yang Baik Untuk kamu. Seharusnya aku Bisa menjadi imam Dalam Rumah tangga Kita Tapi nyatanya aku Mala Membuat kamu Menderita." Gumam Dion Dalam Hatinya Sambil terus Membelai rambut sang Istri.


"Jika itu memang mau kamu, aku akan mengabulkannya ca. Asalkan kamu bahagia itu sudah cukup Bagiku." ujar Dion kembali


Namun ia tidak Bisa mengungkapkannya Pada Caca Karena ia tidak ingin membuat Caca Semakin Sedih.


"Maafkan saya ca, Sekarang tidurlah. Biar nanti aku yang akan memikirkan Perceraian kita." Ucapnya Sambil mengajak Caca ke tempat tidur.


Gadis itu hanya Diam Karena Ia sudah terlalu banyak Mengeluarkan Air matanya hanya untuk lelaki seperti Dion.


"Apa Tuan Janji, akan segera Menceraikan Aku?" tanya Caca


Dan Dion Mengangguk secara paksa. agar Istrinya Tidak lagi merasa Sedih.


"Makasih tuan," Singkat Caca Lalu ia segera tidur Sambil di Jaga oleh Dion


"apapun Permintaan kamu. aku akan mengabulkannya, Karena sekarang aku baru Sadar ternyata Selama ini kamu benar-benar Tulus sama aku, Maafkan aku ca." Ucap Dion lalu Mengecup Kening sang istri dan ia segera keluar Dari dalam kamar itu dengan Perlahan agar tidak di ketahui oleh Orang Tuanya.


Suara ayam berkokok tanda hari sudah mulai Pagi. Dengan mata yang masih sedikit berat Gadis itu Bangun Dan Melihat sekeliling Ruangan Di dalam Kamarnya Itu. Ia merasa bingung karena Dion tidak berada di dalam Kamarnya.


"Kemana Perginya tuan Dion ya?" Gumam Caca Yang Masih duduk di Ranjang Tempat tidur.


Dengan cepat ia bangkit Dan Mencari Dion ke dalam Kamar mandi. namun Tak nampak Wajah pemuda itu di dalam Sana. Caca menjadi Khawatir dengan Keberadaan Dion yang Tiba-tiba menghungi dari kamarnya.


"Apa mungkin tuan muda sudah keluar dan Meminta maaf pada Ibu dan bapa ya? tapi Bagaimana bisa tuan melakukan Itu tanpa sepengetahuan Aku," Gadis itu bertamba Bingung Dan ia langsung keluar dari Kamarnya untuk mencari Tahu keberadaan di luar sana.


Namun ketika ia pergi ke Luar tidak ada seorangpun yang Duduk di sana. membuat Caca harus Pergi ke kamar Suaminya berharap bisa menemukan Pemuda itu di dalam kamarnya


akan tetapi Tetap saja Dion tidak berada di kamar Tersebut.


"Selamat pagi Caca!" ucap Siska yang baru saja bangun.

__ADS_1


"Pagi. ma," Sahut Caca Dengan Lembut.


"Bagaimana keadaan kamu, Apa sudah Membaik?" tanya Siska sambil mengambil Sebotol air mineral.


"Iya ma." Singkat Caca Yang masih Kepikiran dengan Suaminya itu


"Ma, Apa aku boleh bertemu dengan Mas Dion?" lirih Caca dengan penuh permohonan pada Ibu mertuanya.


"Apa kamu tidak benci dengan Dion, yang Sudah Menelantarkan kamu selama ini?" Tanya Siska Kembali.


Gadis itu Menggelengkan Kepalanya dengan Cepat.


"Tidak ma. Aku tidak pernah menyimpan Rasa benci sama Mas Dion, Walaupun Begitu dia tetap Suami aku ma." Pangkas Caca


Wanita Dewasa itu hanya tersenyum melirik Caca Yang Sedang Merindukan Suami tercintanya. Siska sama sekali belum menyadari Bahwa Selama ini Dion Sudah tinggal Serumah dengan mereka.


"Baiklah. Kalau memang kamu Sangat merindukan Dia, Mama tidak bisa melarang kamu Untuk pergi menemuinya. Tapi ingat akan satu hal. Jika Dion melakukan hal Yang sama pada kamu, maka mama tidak Segan-segan Memisahkan kalian berdua." Ujar Siska Menatap serius pada Menantunya itu


"I--iya Ma." Singkat Caca Yang terlihat gugup Saat Di tatap oleh Siska.


Caca berjalan menyusuri Sepanjang jalan Raya Berharap bisa bertemu dengan Dion. Gadis itu Terus Berjalan tanpa mengenal lelah. Hingga ia bertemu dengan Rehan Di depan Supermarket.


"Hai Caca!" sapa Rehan Yang Baru saja Keluar dari Dalam supermarket itu.


Gadis itu menoleh Ke Samping Dan melihat Pemuda yang Sedang berjalan Mendekatinya.


"H-hai Juga mas." Sahut Caca


"Kok, Kamu bisa di sini? Apa kamu Sedang bersama Suami Kamu ya?" Tanya Rehan Sambil Menatap sekeliling jalan Itu.


Dengan Terpaksa Caca harus berbohong agar Rehan Tidak Mengetahui Tentang Perselisihan di Dalam rumah Tangganya.


"I--iya mas. Aku lagi sama Mas Dion," Jawab Caca Memelas

__ADS_1


"Oh. Gitu ya, Ya sudah cepat pergi ntar Suaminya bisa marah Lo." Ujar Rehan. Sembari tersenyum


"Iya mas, Makasih. Kalau begitu aku Masuk dulu." Ucap Caca Dengan Penuh kebohongan Dan Ia Segera masuk kedalam Supermarket itu.


Sementara Rehan Langsung Pergi ke mobilnya Dan Meninggalkan supermarket itu.


Setelah melihat Mobil Rehan Sudah pergi. Gadis itu kembali Berjalan ke Luar Karena ia memang Tidak ingin masuk Ke supermarket Tersebut.


"Maafkan aku mas Rehan. Terpaksa aku harus bohong. Karena aku nggak mau Mas rehan Tau Tentang Masala Keluarga Aku," gumam Caca


Caca Kembali melanjutkan perjalanannya Ke rumah Milik Dion Yang Pernah mereka Tempati.


Gadis itu sangat berharap bisa menemukan Dion Di rumahnya itu.


Walaupun ia sudah terasa Lelah Dan Letih Karena Berjalan Cukup jauh. Namun Caca Berusaha Tetap kuat demi bisa Membawah Suaminya ke Rumah milik Yudianto dan Istrinya.


Akhirnya ia sampai juga Di rumah Dion.


"Semoga Tuan Ada di dalam rumah itu." Gumam Caca Sambil Berjalan Dengan cepat Menuju Halaman Rumah Tersebut.


Dari luar sana Ia Mulai memanggil Dion dengan suaranya yang Kuat.


"Tuan. Apa tuan Sedang berada di dalam? aku Mau Masuk tolong bukain pintunya tuan!" Teriak Caca Dari Luar sana.


Dan memang ternyata Dion Sedang berada di dalam Rumah tersebut. Mendengar Suara istrinya yang Sedang memanggil Namanya Dari Luar sana. Pemuda itu langsung Kebingungan Karena Caca Bisa tahu ia Sedang berada di rumah Ini.


"Gimana dia bisa tau kalau aku Sedang berada di Sini?" Ucap Dion bingung.


Lalu ia pergi Membukakan Pintu rumah itu. Agar istrinya bisa masuk. Dion Sengaja Mencuri Kunci Cadangan rumah itu Agar kapan pun ia ke situ tidak ada kendala lagi.


"Sudah kuduga Tuan memang Berada di sini." Ucap Caca Lalu Segera menerobos ke dalam


Membuat Dion bertambah Bingung dengan Sikap Gadis itu

__ADS_1


"Memangnya Kamu Tau dari mana, Kalau aku di Sini." Lirih Dion Penasaran


Caca Menatap Wajah Suaminya dengan Tatapan yang amat berbeda dari biasanya. Membuat detak jantung Dion. Berdenyut Kencang saat Berada di samping Istrinya. Ia Bakan Merasa Ada yang lain Pada Dirinya saat ini.


__ADS_2