
Mentari bersinar Dengan sangat cerah. Wanita Muda itu sudah bangun lebih awal dari Bu Fatma. Ia Membersihkan semua Perabotan di rumah itu hingga bersih. Dan Ia Juga mengepel Lantai hingga berkali-kali walaupun lantainya sudah terlihat bersih namun Caca terus mengepel lantai itu terus-menerus. Fatma merasa Heran melihat sikap Caca Di pagi ini Sangat berbeda dari biasanya.
"Non Caca, Kamu kenapa non, Lantai ini sudah terlihat bersih Tapi kenapa non, masih Mengepelnya?" Tanya Fatma.
"Tidak Bu, Lantai ini masih kotor. Aku harus mengepelnya hingga bersih Bu," Jawab Caca. Sambil berlinang air matanya.
Namun Fatma Mengetahui kesedihan Caca. Hingga ia Mengajak wanita muda itu Pergi ke dapur.
"Bibi tahu saat ini Hati non Lagi Tidak Terlalu baik. Tapi bukan berarti non Caca, melampiaskan semua kesedihan non Di Pekerjaan, Itu sangat tidak baik non, Apa lagi Saat ini Den geral Masih kecil." ucap Fatma menasihati Istri majikanya itu
Caca pun segera memeluk Fatma kemudian ia Menangis tersedu-sedu Di Pelukan Fatma. Membuat Fatma Merasa Kasihan Kepada Caca.
"Bibi yakin Non dan Den Dion, bisa melewati semua ini Dengan baik. Bibi harap non Caca Terus bersabar dalam menghadapi segala ujian ini."
"Tapi Bu, Aku sudah tidak kuat lagi Bu, Aku merasa Seperti Orang asin di rumah ini. Bakan Suami aku sendiri tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk aku dan anakku, Bu." ujar Caca Yang masih dalam pelukan Fatma.
Ketika Dion mendengar semua pembicaraan Istrinya dan juga Fatma. Pemuda itu merasa bersalah Karena ia tidak pernah bisa mengerti Dengan perasaan Istrinya sendiri. Dion hanya bisa menatap kesedihan Caca yang Kini tidak bisa ia mengerti.
Fatma menatap Dion yang sedang berdiri di depan mereka. namun Caca tidak melihat Dion yang juga ada di Dekat mereka karena Caca Sedang Membelakangi suaminya.
Kemudian Fatma Memberikan isyarat pada Dion. agar Meninggalkan Mereka Berdua di dapur. Dion pun mengangguk pelan dengan isyarat yang sudah Diberikan oleh Fatma kepadanya. dan ia segera pergi dari Dapur meninggalkan Caca bersama dengan Fatma.
"Apa rencana kamu hari ini Dion?" tanya Yudianto. mengejutkan Dion yang sedang duduk menyendiri di Ruang tamu.
"Aku juga belum tahu pa, Mungkin untuk saat ini aku di rumah dulu pa, mau menemani Caca Dan Geral," Jawab Dion Menatap Ayahnya.
"Ajaklah istri dan anakmu, Pergi dari rumah ini." Pinta Yudianto
"Tapi Mau pergi kemana lagi ayah? Aku mala bingung harus membawa mereka kemana," Jawab Dion. Dengan Pelan
"Kalian Pergilah ke kampung halamannya Istrimu. tinggallah Selama beberapa hari di sana Hingga keadaan membaik," ucap Kembali Yudianto.
__ADS_1
Dan di anggukan oleh Dion.
Setelah Dion berhasil membujuk Istrinya untuk segera meninggalkan rumah Itu. mereka langsung bergegas menuju ke kampung halamannya Caca. Verry selalu setia mengantarkan anak majikannya tanpa
Mengelu. Dan setelah melewati Perjalanan yang Cukup panjang. Akhirnya mereka Tiba di kampung Caca. Kini Mobil itu langsung Terparkir tepat dihalaman Rumah Heru.
Melihat kedatangan Menantu dan anaknya. Lelaki Dewasa itu langsung menyambut Kedatangan Mereka dengan sangat Bahagia.
Karena selama ini Caca Dan Suaminya sangat jarang Mengunjungi Rumahnya.
"Caca, Dion, Kenapa kalian tidak mengabari ayah Terlebih dahulu Nak, Kan Ayah bisa Mempersiapkan segalanya untuk kalian." Ucap Lelaki Dewasa itu Dengan Senangnya.
Caca Tersenyum hangat menatap ayahnya.
"Nggak apa-apa ayah, Lagian kami Sangat Terburu-buru. Sehingga kami tidak mengabari ayah, terlebih dahulu." Jawab Caca. Dengan Pelan
"Ayah sangat senang, Karena kalian bisa Datang berkunjung ke rumah ini lagi. Ayah harap Kalian bisa Lama di sini." Kembali Menatap putrinya.
Dua Minggu Sudah Berlalu Dion dan Istrinya tinggal bersama Heru di kampung. Caca Merasa tenang karena bisa kembali Ke kampung halamannya. Dan di sana Ia juga merasakan ketenangan Yang Selama ini tidak pernah ia rasakan saat berada di rumahnya Dion.
Dan Selama beberapa hari ini Dion dan Verry Sering bertemu tanpa sepengetahuan Orang Lain. Dion sengaja tidak memberitahu Caca dan Kedua Orang Tuanya. Karena ia tidak ingin mereka kecewa dengan apa yang sedang ia Rencanakan Itu. dan Dion meminta Verry Agar tidak memberitahu Tentang pertemuan mereka Kepada Kedua orang tuanya.
Sepulangnya dari bertemu dengan Verry lelaki muda itu hanya menatap wajah istrinya yang kini Jauh berbeda saat mereka masih tinggal di rumahnya di kota. Dion terus menatap istrinya sambil melamun Memikirkan Keadaan rumah tangganya yang tidak pernah Merasakan Kedamaian sejak Dulu hingga sekarang.
"Mas, Kamu kenapa Melamun?" Tanya Caca. saat duduk di Samping suaminya.
Namun Dion masih tetap saja Melamun. Ia Tak Menjawab setiap pertanyaan istrinya yang sejak tadi sedang Bertanya padanya.
Gadis itu merasa aneh dengan sikap Dion Yang tiba-tiba Menjadi Seperti itu.
"Mas," Caca pun menepuk pundak Suaminya, Dan Seketika Dion langsung tersadar dari lamunannya itu dan ia Pun Terkejut melihat istrinya sudah duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Eh, Sayang Ada apa?" Tanya Dion Kembali pada Istrinya.
"Mas Memangnya kamu tidak mendengar saat aku Bicara sama mas tadi?"
Pemuda itu terlihat kebingungan Karena ia memang tidak mendengarkan apa-apa.
"Memangnya Tadi kamu Bicara apa sayang?" mengulang Pertanyaannya pada Istrinya.
Tuh kan, Mas Dion Memang tidak mendengarkan Pertanyaan aku tadi, Berarti mas Memang benar sedang Melamun kan?"
"Nggak kok sayang, Lagian aku Melamun untuk apaan?" elak Dion. Menatap istrinya
"Tadi aku tanya mas Mala nggak jawab satu pun Dari pertanyaan aku,
"Apa mas Sedang Melamun Tentang Mba Mila, ya?" Menatap Dion Dengan Tatapan yang Sangat Kesal.
"Yeeee, Apaan si sayang, Siapa juga yang Sedang Melamun Tentang dia. Bikin Otak aku tambak sesak saja." Jawab Dion Dengan Cepat.
"Lalu mas melamun tentang apa?" tanya Kembali Caca.
Lelaki itu pun mendekati Istrinya dan Menangkup Wajah Istrinya hingga menatap ke arahnya.
"Aku sedang memikirkan Tentang kita sayang, Karena aku Belum tahu caranya Untuk membahagiakan Kamu dan anak kita."
"Seharusnya sebagai Laki-laki, Aku bisa membahagiakan Kalian berdua, Tapi kenyataannya Apa? aku Mala membuat Kalian Menderita seperti ini." ucap Dion dengan Tatapannya yang amat serius kepada istrinya.
Caca pun Merasa bersalah atas Pikirannya yang sudah salah menduga tentang Suaminya.
"Maafkan Aku mas Dion," Batin Caca Meminta maaf pada suaminya.
"Mas, Aku minta maaf ya, Karena aku selalu Berpikiran yang Buruk Tentang kamu mas," ucap Caca Meminta maaf pada suaminya.
__ADS_1
Dion pun Segera Memeluk Istrinya dan Kini keduanya saling berpelukan. Membuat hati Heru Merasa tenang Setelah melihat Putrinya yang Terlihat sangat bahagia bersama Suaminya.