Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 88: Di usir Dari rumah majikannya


__ADS_3

Seminggu telah berlalu begitu saja Suasana Hati Dion masih terlihat Sedih dan Kecewa Karena Kehilangan istri yang sangat ia cintai. Entah apa yang bisa ia lakukan agar bisa menemukan Istrinya kembali. Dua hari lagi adalah ulang tahun putra semata wayang mereka. Namun Dion tidak terlihat bahagia. Ia sangat berharap Bisa Menemukan istrinya secepat mungkin agar mereka bisa berkumpul kembali dan merayakan hari ulang tahun anak mereka bersama-sama.


"Den Dion, Dua hari lagi ulang tahun Den Kecil. Apa den Terus akan Berdiam diri seperti ini?" tanya Fatma.


"Bagaimana bisa aku Merayakan hari kelahiran anak kami. Jika dia tidak ada di sini Bi, Aku Bakan tidak bisa Berbuat apa-apa Tanpa dia." Ucap Dion


"Tapi seharusnya den harus lebih kuat demi den kecil. Karena Hanya den Dion yang ia miliki selain kami. Pesan bibi, Sebaikanya den Berusaha untuk tetap sabar dan kuat untuk menerima semua cobaan ini,"


Dion hanya Menundukkan kepalanya sambil terus menatap layar ponselnya Yang sejak tadi sudah berada di tangannya.


Mila selalu berusaha untuk Membuat Dion Mempercayainya. Sehingga beberapa foto Wanita lain Yang sengaja Mila kirimkan kepada Dion. berusaha Membuat Dion Membenci Istrinya. Mila Sengaja Mengirimkan foto seorang wanita Langsing Berpenampilan seperti Caca. Agar Dion Bertambah Benci terhadap istrinya.


"Aku Harap Dia bisa melupakan Wanita Kampung itu. Dan bisa kembali sama aku!" Cetus Mila Tertawa kecil di dalam kamarnya.


sambil menatap Foto seorang wanita yang mirip dengan Istrinya Dion itu yang sedang berciuman dengan Seorang Lelaki muda.


Karena ia merasa Penasaran Dengan perasaan Dion Ketika mendapatkan Foto yang ia kirimkan tadi. Wanita itu pun segera menghubungi Dion


"Dion, Apa kamu sudah melihat Foto yang aku kirim sama kamu?" Tanya Mila dengan Nada suaranya yang sedikit di buat-buat Sedih.


("Apa maksudmu Mengirimkan foto yang tidak jelas ini sama aku? Apa Menurut kamu, Aku bisa mempercayai semua Yang Ingin kamu katakan sama aku?") Balas Dion Dengan kasar dari sebrang sana.


"Dion. Kamu ini kenapa si! Aku udah Susa payah Agar bisa mendapatkan Foto Istrimu itu. tapi kamu Masih saja tidak mempercayai aku,"

__ADS_1


("Terserah kamu saja! Yang Jelas sampai kapan pun. Aku tidak akan pernah terpengaruh dengan Perkataanmu lagi!") Bentak Dion.


"Ya sudah. jika memang kamu Tidak mau percaya sama aku, Semoga saja kamu cepat sadar kalau istrimu itu adalah wanita yang tidak baik."


("Cukup! Dia bukan wanita yang seperti kamu pikirkan. Dia adalah Istri dan ibu yang baik Untuk aku, dan anak kami. Jadi kamu tidak pantas berkata seperti itu kepada istriku. Sebaiknya kamu Introspeksi diri kamu terlebih dahulu!") Tegas Dion lalu Sambungan Panggilan Teleponnya pun Terputus.


Gadis itu Hampir Saja membanting Ponsel Miliknya itu karena ia merasa di Permalukan oleh Dion.


"Baik Dion! Kita lihat saja nanti. Apa kamu akan Bisa Menemukan Istrimu itu atau tidak! Karena aku Sangat yakin tubuh Istrimu kini sudah membusuk atau di makan Binatang buas di tengah hutan!" Ucap Mila dengan sangat marah.


Sementara di rumah kediaman Bapak Mehendra Ariyanto Kusuma. Seorang gadis muda sedang Bersih-bersih di halaman rumah yang sangat Luas halamannya. Wanita itu terlihat Sangat rajin Mengerjakan setiap pekerjaan Di rumah itu. walaupun ia sudah terlihat sangat lelah namun ia tetap bekerja demi mendapatkan uang Untuk bisa kembali ke tempat suami dan anaknya berada. dari dalam sana seorang wanita berusia sekitar Tiga puluh tahun lebih. sedang mengintip Caca yang sedang Bersih-bersih di halaman rumah besar itu.


wanita itu terlihat sangat Kesal Dan Marah pada Caca Yang Baru saja di terima Bekerja di rumah itu.


"Apa yang sedang kamu lihat Bi Nita?" Tanya Stefan Dari arah belakang wanita itu.


"Ah. Tidak tuan, Aku sedang melihat Pembantu baru itu. soalnya sejak tadi aku perhatikan dia tidak bekerja dengan baik!" Ucap Nita Mencari Perhatian dari Stefan.


"Benarkah? Lalu di mana dia. kenapa dia tidak menyediakan teh di kamarku?" Tanya Stefan


Lalu Wanita itu menunjuk ke arah halaman Dan Pemuda itu melihat Caca sedang duduk Di halaman rumahnya. Caca Sengaja beristirahat karena Hari itu ia sangat kelelahan. Namun Stefan Sudah terpengaruhi oleh Perkataan Nita. Yang menjelekkan Caca di depannya.


Dengan wajah yang sangat marah dan Kesal Pemuda itu pergi Menghampiri Caca yang tengah beristirahat dan ia pun melemparkan batang kayu tepat di kepalanya Caca. membuat Caca Terkejut dan merasa kesakitan akibat benturan Kayu yang dilemparkan oleh Stefan.

__ADS_1


"Oh. Jadi ini yang kamu lakukan saat jam kerja ya! apa kamu pikir di sini tempatnya Orang pemalas Seperti kamu!" bentak Pemuda itu. tanpa Bertanya terlebih dahulu.


"Maksud Tuan Apa ya?" kembali bertanya dengan sedikit kesakitan di bagian kepalanya


"Kamu ini Tidak mengerti dengan kalimat yang aku katakan barusan sama kamu ya? Atau memang kamu Saja yang tidak mau bekerja di sini?" menatap Caca Dengan tajam.


"Tuan. sejak tadi Aku sudah bekerja dengan baik. Bakan aku baru selesai bersih-bersih di luar sini. tapi karena saya merasa lelah habis menyapu saya duduk di sini untuk beristirahat sebentar Tuan." Ucap Caca. berusaha menjelaskan apa yang ia sudah kerjakan kepada majikannya. Akan tetapi pemuda itu sudah termakan hasutan dari Nita yang sangat membenci kehadiran Caca di rumah itu.


"Cukup! Saya tidak mau mendengarkan Semua penjelasan kamu lagi. Sebaiknya kamu Pergi dari rumahku ini, Sebelum saya benar-benar marah sama kamu!" Ujar Stefan penuh kebencian menatap Caca.


"Baik Tuan. Jika memang saya harus pergi dari rumah ini Saya akan pergi. Tanpa di perintahkan oleh Kamu." Balas Caca. lalu ia pun segera berjalan Keluar Meninggalkan Halaman rumah itu. sambil memegangi kepalanya yang sakit


Setelah melihat Gadis itu sudah pergi Stefan pun masuk ke dalam rumah. dan tanpa nita sadari Stefan sudah berada di belakangnya sedang menyaksikan Kemenangannya yang sudah berhasil Mempengaruhi Stefan agar bisa mengusir wanita muda itu dari rumah majikannya.


"Akhirnya aku berhasil Membuat kamu Tersingkirkan dari rumah ini Wanita Bodoh!!


"Lagi pula Siapa suruh datang ke rumah ini! Di sini hanya aku yang berhak kerja agar aku bisa Terus mendapatkan perhatian dari Tuan Stefan." Ucap Nita. tanpa sadar Stefan sudah semakin dekat di Belakangnya.


"Oh. Jadi bibi yang sudah merencanakan semua ini ya!! Bagus. aku sangat salut kepada bibi. Ternyata orang yang saya percayai Selama ini Bisa juga menjadi Seorang pembohong ya!" Ujar Stefan.


dan membuat Nita Terkejut ketika melihat Stefan sedang berdiri di belakangnya.


"T--tuan?" Tuan. tolong Dengarkan penjelasan aku dulu tuan, maksud aku bukan seperti itu, Aku cuma tidak mau Wanita itu Tinggal Gratisan di rumah ini tuan. Karena Selama seminggu ini Dia tidak pernah melakukan apapun di sini saat tuan tidak berada di rumah. Bakan dia selalu Tiduran di kamarnya tuan," Jawab Nita Dengan wajah yang penuh dengan Kebohongan.

__ADS_1


"Apa kamu yakin Nita? atau, Kamu Cuman Ingin Menyingkirkan dia karena kamu merasa tersaingi kan! Jujur saja nita. saya sangat membencinya tapi bukan berarti kamu bisa mempengaruhi saya. Untuk bisa mengusir dia dari sini!" bentak Stefan dengan sangat marah kepada wanita itu.


__ADS_2