
Setelah beberapa jam Perjalanan kini Mobil milik Dion sudah Memasuki Halaman pabrik. Namun Caca Masih Tertidur Lelap Sehingga membuat Dion Tidak Tega untuk membangunkan Istrinya.
"Sayang, Bangun. Kita sudah sampai di Pabrik," Membangunkan Caca.
Perlahan Caca Membuka Kedua Matanya.
"Apa kita sudah sampai mas?" Tanya Caca. sambil Mengusap Matanya dengan Tangannya.
Dion Mengangguk Seraya Tersenyum
"Ayok sayang, Kita turun," Ajak Dion.
Kini mereka sudah berjalan memasuki pabrik Verry Mengikuti Kedua majikanya itu hingga ke dalam sana.
Lalu mereka langsung Masuk ke dalam kantor untuk menemui para staf di sana. Dion Mengenalkan Istrinya pada Semua staf yang bekerja di Pabrik Milik ayahnya. Karena selama ini Dion tidak pernah Mengajak Caca ke pabrik itu Jadi mereka tidak pernah tau dengan Istrinya Dion.
Setelah Usai berjabat tangan dengan semua orang yang berada di kantor. Kini Dion Kembali Mengajak Istrinya untuk keliling Di pabrik Sambil melihat-lihat Hasil produksi.
Ini pertama kalinya Caca melihat pabrik Milik Keluarga Dion. Dan hasil produksinya juga sangat Baik.
Kini Dion Melepaskan genggaman tangan Istrinya dan melihat Hasil produksinya dan meneliti satu demi satu Coklat yang sedang di produksi.
"Tetap jaga kebersihan di sini. Saya sangat senang dengan hasil kinerja kalian Sangat Bagus,"
"Siap Pak," Ucap Para staf yang bekerja di situ.
lalu Dion kembali berjalan Mengelilingi Pabrik itu.
Namun Seketika Ia berhenti ketika melihat istrinya tidak berada di Dekatnya.
"Sayang," Panggil Dion. Namun Caca Tidak ada Di belakangnya. membuat Lelaki muda itu Merasa Kebingungan Ketika melihat istrinya tidak ada di Sekitarnya.
"Kemana Caca." Ucap Dion
"Verry."
Suara Dion memanggilnya. dengan cepat Verry Menghampiri Dion.
"Ada apa bos." Ucap Verry. ketika berada di dekat Dion.
"Apa kamu tidak melihat Caca. Dia Tiba-tiba dia Menghilang dari Sini."
Verry Menggelengkan kepalanya.
"Cepat temukan dia." Pinta Dion
__ADS_1
Verry Segera berjalan ke luar untuk mencari Caca di Luar sana.
Sementara Dion masih mencari di dalam. Karena ia sangat yakin kalau Istrinya Sedang berada di dalam Sana.
"Caca?" Menatap Istrinya yang sedang Berbicara dengan seorang lelaki muda di depan sana.
Dengan cepat Dion berjalan ke arah Caca Dan Lelaki itu.
Saat ini Hati Dion benar-benar terbakar karena melihat istrinya Sedang Bicara Berdua Dengan Pria Lain
"Sedang apa kamu di sini Sayang?" Tanya Dion Menatap sinis pada Pemuda yang sedang berdiri di depan Caca.
"Ini mas. aku lagi ngobrol dengan sahabat lamaku Dari kampung, ternyata dia juga Kerja di sini mas" Jawab Caca Sambil Tersenyum. Ia bahkan tidak menyadari kalau suaminya sudah cemburu pada Lelaki itu.
"Sahabat lama? memangnya sudah berapa lama kalian tidak Bertemu." Menatap istrinya
"Sekitar Tujuh tahunan ya Mas Arya?" Tanya Caca Pada Sahabat lamanya itu. Yang tidak Sengaja juga bekerja di Pabrik Milik Keluarga Dion.
"Iya, Ca." Jawab Arya. Sembari tersenyum pada Caca. Membuat hati Dion semakin menggebu-gebu Dengan api kecemburuannya.
"Aku tu nanya sama kamu sayang. Kenapa Kamu Mala Tanya sama Dia!" Cetus Dion
Membuat Caca menjadi Heran dengan Sikap Suaminya yang tiba-tiba Emosional seperti itu.
"Maaf pak Bos. Saya tidak bermaksud untuk Membuat pak Bos marah-marah Pada Mba Caca, Tapi kami memang sahabatan sejak masih di kampung pak Bos," tutur Arya. dengan Sopan
"Diam kamu! Aku tidak Bicara denganmu. Lebih Baik kamu Segera kembali bekerja!" Bentak Dion. menatap tajam pada Arya.
"Kamu Ini kenapa si mas. Aku jadi Kecewa dengan sikap kamu seperti ini Sama Temanku sendiri." Ucap Caca.
"Aku mengajak kamu kesini bukan untuk pergi ngobrol dengan Siapapun sayang. Yang aku mau kamu tetap Berada di samping aku," Ucap Dion.
"Tolong pak bos, Jangan Marahin Caca, Dia tidak salah pak," Memohon pada Dion
Para staf yang berada di Dekat mereka merasa Kebingungan dengan sikap Dion. yang tiba-tiba Memarahi istrinya tanpa sebab.
karena merasa sangat marah Dion Segera melayangkan Satu pukulan ke arah wajah Arya. Seketika Arya Langsung terjatuh ke lantai.
Caca menutup Mulutnya dengan kedua tangannya. karena ia merasa sangat Terkejut ketika melihat Dion yang tiba-tiba Memukuli Arya.
"Bos Dion?" Verry Berlari Menuju Dion Yang sudah Memukuli stafnya.
"Mas?" Cukup mas." ucap Caca Berusaha Menenangkan Suaminya yang sangat marah itu.
"Arya?" Verry membantu Arya untuk berdiri.
__ADS_1
Arya sangat Bingung karena Dion tiba-tiba Memukulinya.
"Kamu kenapa si mas, Tiba-tiba main tangan sama Orang Dengan sembarangan seperti itu?" Tanya Caca. akan tetapi dion Hanya diam sambil menatap Arya Yang Sedang bersama Verry.
"Kenapa dengan Ceo Kita ya, Kenapa tiba-tiba dia Memukuli Arya?" Ucap Salah satu Staf kepada yang lainnya.
"Huttsss. Diam, Jangan Terlalu Banyak tanya jika Kita Masih ingin tetap bekerja di sini." Ucap Staf yang lainnya.
"Kamu mau tau kenapa aku Memukulinya? Apa kamu ingin Tahu Kenapa tiba-tiba aku Sangat Marah sama kamu?" Menatap istrinya.
Caca Hanya menggelengkan kepalanya.
"Karena aku nggak suka kamu bicara dengan Pria lain di sini. Ingat Kamu itu adalah istriku. Bukan lagi Teman baiknya!" Ucap Dion.
"Astaga Mas. Kenapa Pikiran kamu Mala Jadi Seperti ini, Memangnya apa yang sudah Aku Dan Mas Arya perbuat sama kamu mas, Kami Kan Hanya ngobrol biasa saja Karena kami memang udah lama Tidak Ketemu."
"Tetap sama saja. Aku Tetap tidak Suka Kalau kamu Terlalu Dekat Dengan Dia, Ataupun pria Lainnya."
Caca menatap Dion Dengan sangat Kesal.
"Maafkan saya Pak Bos. Mungkin semua ini Adalah kesalahan saya, Karena semenjak saya Meninggalkan kampung. Kami tidak pernah bertemu lagi,"
"Kamu saya Pecat!" tegas Dion.
"Bos?" Kenapa aku harus di pecat. lagi pula aku tidak Melakukan kesalahan selama bekerja di Sini," Ucap Arya.
"Kamu sangat keterlaluan mas. Aku kecewa sama kamu!" Menatap Dion
"Pak bos, Tolong jangan Pecat aku. Bagaimana aku bisa menghidupi Istri dan anakku. Jika aku Di pecat dari sini." Keluh Arya. Memohon pada Dion.
Caca Terkejut ketika mendengar Arya Sudah memiliki Istri dan anak.
"Kamu sudah nikah mas?" tanya Caca. penasaran
Arya Mengangguk Pelan.
"Lalu di mana istri dan anakmu. Kenapa Kamu tidak pernah Bawah ke kampung."
"Mereka di rumah kontrakan Ca, Selama ini aku Tidak pernah Membawah Istri dan anakku ke kampung. Karena aku tidak mau orang tuaku Menghawatirkan Keadaanku yang Seperti ini Ca, Tapi sekarang Aku benar-benar Sudah tidak punya harapan lagi." Menundukkan wajahnya.
"Mas. Apa kamu tega memecat Mas Arya. yang sudah memiliki Tanggung jawab yang besar atas keluarganya mas? Apa Kamu tidak pernah merasa kasihan pada istri dan anaknya?"
"Bos Dion, Saya bukannya Ikut campur dalam Masala kalian ini. Tapi Sebaiknya Bos Dion, pikirkan baik-baik lagi untuk memecat Arya Dari sini. Karena istrinya cacat Bos." Bisik Verry Pada Dion.
Membuat Dion melotot pada Verry. Dan Verry hanya Mengangguk kepalanya.
__ADS_1