
Mentari Pagi Belum menampakkan Sinarnya. Udara pagi Hari masih terasa dingin. Caca sudah Bangun Sejak Subuh tadi. Sedangkan Dion. Masih Seperti Biasanya, Pemuda itu masih Tidur Nyenyak di kasur Kamar Mereka. Pagi itu Caca Sengaja Bangun Lebih awal karena ia harus Memasak Sarapan pagi Untuk Mereka. Setelah usai Mengerjakan Semua Pekerjaannya di Dapur Gadis Cantik itu kembali Ke kamar Untuk melihat Suaminya yang masih tertidur nyenyak Di Dalam sana. Melihat Ketampanan Dion Yang Masih tidur. Caca Tersenyum Bahagia Karena kini Dion bisa Menerimanya Dengan baik. Dengan pelan Tangan Caca Mengelus Wajah Suaminya yang masih Tertidur itu.
"Makasih Tuan, Karena kamu. Sudah Membuat aku Percaya Kalau kamu memang orang Yang baik Dan memiliki Rasa tanggung jawab." Ujar Caca dalam Hatinya.
Lalu Gadis itu Langsung Bergegas Masuk ke dalam Kamar Mandi Untuk Membersihkan Dirinya di dalam Sana.
Dan tak lama Kemudian Gadis itu Keluar dari kamar mandi. Dan Langsung Berganti pakaian.
Sambil menunggu Suaminya bangun Gadis itu duduk di depan cermin Sambil Menyisir rambutnya yang panjang dan masih basah itu.
Ia masih Belum percaya dengan perubahan Dion yang tiba-tiba Mengingkari Janji mereka dulu. Sesaat gadis itu mulai terbayang Dengan semua perkataan Dion, Pada saat baru menikah dengannya. Caca Merasa takut jika suatu saat nanti Dion Kembali Membuatnya Terluka.
"Aku yakin Mas Dion, sudah berubah." Ucapnya Dengan Penuh Senyuman menatap dirinya di dalam Cermin.
Lalu ia mulai Mengoleskan Make up tipis di wajahnya. Sehingga ia terlihat lebih cantik Dari biasanya.
Setelah Usai berdandan. Gadis cantik itu berjalan Mendekati suaminya yang Masih Tertidur Nyenyak itu.
Lalu ia Mulai Menjahili Sang suami dengan Mencubit-cubit Ujung Hidung Dion. Sehingga membuat Dion terbangun
"Kamu sudah bangun Ya? Tumben Pagi ini Istriku sudah terlihat Cantik," rayu Dion kepada istrinya Membuat Caca Salting Dan Wajahnya Memerah Bagaikan tomat yang Sudah masak.
"Masih pagi Sudah berani gombal. Ayo bangun, Udah Pagi tuh." ucap Caca Menarik Tangan Suaminya agar segera bangun.
Namun yang Terjadi Dion menarik Tubuh Istrinya dan Kemudian ia mulai ******* Bibir seksi yang Sudah menjadi Favoritnya Setiap saat. Caca Hanya bisa pasrah dengan perlakuan sang Suami yang Sudah Semakin menjadi-jadi.
Karena sudah tidak tahan dengan Kelakuan suaminya. Caca Langsung mendorong tubuh Dion Hingga Terbaring Di sampingnya.
"Masih bau Ewek Tau mas. Sana mandi, biar Wangi dan Segar." Ejek Caca Menertawai Suaminya.
Dion pun tertawa kecil melihat wajah polos istrinya.
__ADS_1
"Mandi bareng yuk,"Goda Dion. Membuat Caca Semakin Salting
"Mandi saja Sendiri. udah besar masih saja Cengeng," Balas Caca Yang Sudah merasa malu Di depan sang suami.
Lalu Dion Segera beranjak dari tempat tidurnya dan Pergi ke kamar mandi Untuk Membersihkan Dirinya. Sementara Caca Hanya Tersenyum Melihat Sang suami yang Mulai Manja di depannya.
Karena Menunggu Dion Yang tak kunjung Keluar dari Dalam Kamar mandi. Gadis itu Langsung keluar untuk menyiapkan sarapan Untuk mereka Sekeluarga. Wanita muda itu terlihat Sangat Bahagia Di pagi itu. Siska dan Suaminya yang Baru saja Bangun Langsung menyapa Menantu Mereka yang Tengah sibuk Menyediakan Makanan Untuk mereka.
"Selamat Pagi Caca!" Sapa Siska, Sembari Tersenyum
"Pagi. Juga ma," Sahut Caca.
"Masak Apa kamu ca? Kelihatannya sangat Sibuk," Melirik Caca
"Ini ma. Aku masak Nasi sama Sayuran dan Ikan Saja, Udah Bosan tiap hari makan Nasi goreng sama Telur." Ujar Caca Dengan Lembut.
"M'mm. Pasti rasanya enak," puji Siska Lalu Mereka Langsung duduk di meja makan.
"Mas Dion sedang mandi pa. Katanya hari ini Mas Dion mau Ke kantor bareng Papa dan mama." Jawab Caca
Yudianto hanya bisa Mengerutkan Dahinya Sambil Menatap Siska. Karena mereka Sangat bersyukur Caca bisa mengubah Sikap keras Dari Dion Yang Selama ini Tidak ada yang Bisa Melawannya.
Beberapa menit kemudian Dion datang Menghampiri Mereka yang Sudah makan Bersama Di meja makan. Pemuda itu terlihat Sangat tampan. Membuat Sang Istri Menatap Dion Tanpa Berkedip.
"Pagi. Pa, ma." Sapa Dion," Sambil Menarik kursi Dan duduk Di Samping Istrinya.
"Pagi dion." Sahut Siska Kembali mengunyah makanannya.
Gadis muda itu mengambil Piring dan Menuangkan Nasi Sama Sayuran dan juga ikan. Ke Piring suaminya. Siska Sangat senang melihat Caca yang begitu Memperhatikan Dion.
"Ini mas, Makan yang banyak. Biar punya Tenaga Untuk kerja nanti." Ucap Caca. tersenyum pada Suaminya.
__ADS_1
"Makasih Sayang," Singkat Dion.
Yudianto bersama Siska Ikut Bahagia melihat Anak mereka yang Sudah mulai Menerima Istrinya dengan baik.
Sesaat kemudian Yudianto Dan istrinya sudah selesai makan. Kini Tinggal Caca Dan Suaminya yang masih duduk di meja makan. Dion Terlihat Sangat Menikmati Makanannya itu hingga ia Lupa Dengan Waktu yang sudah menunjukkan Pukul Tujuh Lewat Lima belas menit.
"Mas, Bukannya mas mau ikut Sama Papa dan mama ke kantor hari ini?" lirik Caca
"Astaga. Aku sampai lupa, Karena Masakan kamu Sangat enak dan Lezat," Ujar Dion Mencubit Pipi Sang Istri.
Wajah Cantik itu Tiba-tiba Memerah bagaikan Tomat Yang Masak. Ia Bakan merasa paling bahagia Karena Baru pertama kalinya Dion Memuji Masakannya Sendiri.
"Aku Ke siap-siap Dulu ya," Ucap Dion Langsung Bergegas masuk ke dalam Kamar.
Caca Hanya Menggelengkan Kepalanya Sambil tertawa-tawa Melihat Punggung Suaminya itu.
Beberapa saat kemudian Pemuda itu keluar dari Kamar Sambil Membawah Tas hitam yang berisikan Segala pekerjaan Kantornya. Pemuda itu terlihat sangat Tampan dengan Jas Putih dan bawahan Putih. Membuat Istrinya Merasa Paling Beruntung memiliki Suami setampan Dion Itu.
walaupun awalnya mereka Tidak pernah Jatuh cinta. Namun kini Perlahan Rasa Itu sudah mulai ada di dalam Hati Caca.
"Sayang, Aku Pamit dulu ya. Kamu jagain rumah dengan Baik, Dan ingat jangan kemana-mana Tanpa Mengabari aku dulu." ujar Dion Sambil Menciumi Dahi kening sang istri.
Gadis itu hanya mengangguk Pelan sambil Membalas mencium Punggung tangan Suaminya.
"Iya Mas, Aku Janji Tidak Akan kemana-mana kok," Sahut Caca Sembari Tersenyum
"Hmm. Tiba-tiba Suara Seseorang Sedang berdeham di belakang mereka. Membuat Caca Dan Dion Tertawa Malu ketika Melihat Kedua orang tuanya sedang menatap Kemesraan Mereka.
"Mama Sama papa, Ikut Bahagia Melihat Kalian seperti ini." Ucap Siska Sembari Tersenyum pada Dion dan Menantunya itu. Lalu mereka bertiga langsung menuju ke mobil dan Berangkat ke Kantor.
Sedangkan Caca Hanya Berdiri Menatap mobil yang Sudah melaju meninggalkan Halaman Rumah Mereka.
__ADS_1
Lalu ia Langsung masuk ke Dalam Dan Menutup semua Pintu Di rumah itu.