Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 39: Mencari Leon.


__ADS_3

Di tempat lain Kirana Sudah Menunggu Hasil Dari Kedua Pemuda yang Sudah ia perintahkan. Ia sangat berharap agar kedua pria itu bisa menjalankan Tugas mereka dengan baik. Karena ia Tidak ingin Gagal Lagi Untuk Kesekian kalinya.


"Semoga saja Kalian Berdua bisa Membawah Wanita itu Ke Hadapanku!" Tersenyum sinis. Sambil Menatap Layar ponselnya.


Ia Bakan Tidak tahu kalau Leon Dan Iwan Sudah Pergi dari Kota itu. Selepas Pulang dari Rumah Yudianto. Kedua pemuda itu langsung mengajak Orang tua Leon Untuk pinda ke Bogor. Kampung halamannya Iwan. Dan hal Itu tanpa sepengetahuan oleh kirana.


"Kenapa Mereka belum juga datang membawa Gadis itu? Ini sudah tiga jam lebih Saya menunggu mereka di sini!" Gumam Kirana. Sedikit Marah


Lalu ia meraih ponselnya Yang berada di Tas Kecilnya. Lalu Menghubungi kontak Milik Leon. Namun Wanita itu Sudah berulang-ulang kali mencoba menghubungi Kontak Leon. Akan tetapi nomor itu Sudah tidak bisa di hubungi lagi.


"Sial!! Kemana mereka? Kenapa nomor ponsel milik Leon, Tidak bisa di hubungi lagi!" gerutu Kirana. lalu ia segera pergi Meninggalkan Rumah kosong itu.


Dengan raut wajahnya yang sangat marah. Kirana Mencari Leon hingga ke rumah mereka.


Tok Tok!


Wanita itu Terus menerus Mengetuk Pintu Rumahnya Leon. Hingga Salah satu tetangga Yang tidak jauh dari Rumahnya Leon Datang Menghampirinya


"Maaf mba. Mba ini mau Cari Siapa ya?" tanya Pria Dewasa yang Sudah Berdiri di belakang Kirana.


Dengan sedikit Terkejut Kirana Memalingkan Wajahnya Ke arah Belakang.


"Saya mencari Leon, pak." Jawab Kirana.


"Oh. Mas Leon? Mereka sudah tidak tinggal di sini Lagi mba. Karena sejam Yang lalu Leon, Bersama Kedua orang tuanya. Sudah pergi Dan Kami Juga tidak tahu kalau mereka akan Pergi kemana." ucap Pria itu.


Kirana Terkejut Ketika Mendengar Penjelasan Pria itu. Bakan Ia Merasa Bingung dengan Leon. Yang tiba-tiba Pergi tanpa Memberikan alasan yang Tepat padanya.


"Dari mana Dia bisa punya uang untuk bisa pergi dari Sini? sementara aku belum kasih Uang pada mereka." Cetus Kirana Dengan sedikit Bingung


"Ya sudah mba. saya permisi dulu." ujar pria itu


"Iya pak." Singkat Kirana. Memaksakan senyumannya.


"Sebaiknya aku harus segera mencari Iwan. Untuk mencari tahu Tentang semua ini." Gumam Kirana. Lalu ia kembali ke Mobilnya.


Akan tetapi setibanya di Rumah kontrakan milik Iwan. wanita itu juga tidak menemukan Iwan di sana, Membuat Ia merasa sangat Geram Atas Perbuatan Iwan dan Leon. Yang sudah pergi dan tidak memberitahu kepadanya.


"Jadi kalian berdua Mencoba untuk Kabur dariku! Baiklah. Jika memang Itu kemauan Kalian, Aku akan Mencari tahu di mana Tempat tinggal kalian Yang sekarang!"


"Kirana! Sedang apa kamu di sini?" lirik Sandro. Anaknya Bu Fatma yang kebetulan lewat dari tempat itu.

__ADS_1


Ternyata Sandro dan Kirana saling kenal saat mereka sedang Duduk di Bangku SMA dulu. dan mereka adalah Teman Baik.


"Sandro?" astaga!" Aku hampir saja tidak mengenali kamu lagi. Sekarang kamu Tinggal di mana Si?" kembali bertanya pada Sandro.


"Sekarang Aku tinggal Di ujung jalan sana. Tidak jauh dari sini kok, Kamu sendiri kenapa bisa berada di sini?"


"Aku mencari Temanku yang kebetulan dia ngontrak di rumah ini. Tapi ternyata dia sudah pindah kontrakan." ucap Kirana. Mengerutkan seblah keningnya.


"Oya? memangnya siapa nama Teman kamu itu. Siapa tau aku bisa Bantu mencari dia,"


"Tidak penting kok, Lagian Aku sudah ketemu kamu Disni. Dan alangkah baiknya kita Ngobrol di tempat lain Saja." Mengajak Sandro untuk pergi ke Cafe.


Setelah menempuh perjalanan yang Singkat. Akhirnya Sandro dan Kirana Tiba di Cafe Tempat Ia bertemu dengan Dion Waktu dulu.


"Kedua orang itu. langsung duduk dan Memesan Beberapa minuman untuk mereka berdua.


"Sepertinya kamu sudah sukses juga ya," lirik Kirana. Menatap Sandro dengan Senyumannya yang hangat untuk Memikat pemuda itu.


"Biasalah. Hanya Menjalankan Beberapa saham Saja. Itu pun kalau saya punya waktu untuk Mengerjakan semuanya." Ucap sandro. dengan Keegoisannya.


"Wah Hebat tu. Lalu Ibu kamu Kemana? apa Dia Tinggal bersama kamu?" lirik Kirana


Menatap Kirana Dengan tajam.


dan Kirana Hanya Mengerutkan Dahi keningnya.


"Sejak kita sekolah dulu. Aku Bakan tidak pernah mengenal ibumu. Ataupun Adik kamu itu," ujar Kirana Tersenyum


"Jangan Sampai Kamu bertemu Dengan Mereka. Bisa-bisa Kamu di jadikan Tumbal Dalam Keluarga kami." ujar sandro, Tertawa Kecil.


Setelah Berbincang dengan Cukup lama Kedua Orang Sombong itu. kembali ke rumah mereka masing-masing. Sebelumya sandro Mengantarkan Kirana ke rumahnya Terlebih dahulu. Karena ia ingin tahu Bagaimana Situasi rumah Gadis itu saat ini.


Sandro Sama Sekali tidak memberitahu kalau ia sudah menikah Dengan Seorang Gadis yang Bernama Maharani kianti Susanto. karena ia Tidak ingin Kirana Mengetahui Bahwa ia Sudah memiliki seorang istri.


"Jadi ini Rumahnya. Rupanya dia Juga sudah semakin sukses." gumam Sandro, ketika melihat Rumah milik Kirana yang mewah itu.


"Makasih ya, Karena sudah repot-repot Mengantarkan aku ke rumah." Ujar Kirana. Tersenyum hangat pada Sandro.


Dan Lelaki itu juga membalas Senyuman Gadis itu.


"Iya. Kapan-kapan Kita jalan lagi ya," Lirik Sandro.

__ADS_1


Kirana Hanya mengangguk Pelan. Ia Bakan Tidak menyangka bisa bertemu dengan Sahabat lamanya itu. dan Ternyata Sekarang ia Sudah semakin sukses.


Setelah sandro sudah pergi. Dengan cepat Gadis itu masuk ke dalam Rumahnya. Karena ia harus Kembali Menghubungi Leon Dan Iwan.


Walaupun ia Sudah berusaha untuk menghubungi kontak mereka. Namun Masih saja Tidak Bisa di hubungi. Membuat gadis itu semakin marah Pada Kedua Lelaki Tersebut.


"Jangan Sampai aku bertemu kalian lagi! Aku bersumpah akan Membuat perhitungan pada kalian berdua Leon!" Geram Kirana.


\*\*\*\*\*


Sementara di rumah kediaman Yudianto. Fatma dan Juga Caca. Masih duduk Di ruang tamu Sambil Menunggu Kedatangan Dion, Bersama Kedua Orang Tuanya. Yang hingga saat ini Belum juga Pulang dari Kantor.


Sesekali Caca Merasa Khawatir Dengan Suaminya. Yang Seharian ini Tidak Menghubungi Dia lagi.


"Bu, Apa mereka masih lama Pulang ya? Aku sudah ngantuk banget Bu." Ucap Caca. Yang Sudah merasa Mengantuk.


"Mungkin mereka Masih dalam Perjalanan non, Sebaikanya Non, Masuk ke kamar Dulu. biar nanti bibi yang menunggu ibu Sama Bapa. dan Juga Den Dion."


"Baik Bu. Aku Masuk duluan ya Bi,"


Dengan Langkah Perlahan Gadis itu mulai Memasuki Kamarnya.


Sedangkan Fatma masih duduk sambil menikmati Secangkir Kopi Hangat. Untuk menghilangkan Rasa ngantuk nya.


Entah kenapa malam Itu Tiba-tiba Fatma Mengingat Kedua putranya. yang Hingga saat ini Tidak pernah mencarinya atau pun mencemaskan Keberadaannya.


"Ternyata kalian benar-benar Sudah melupakan Saya. Semoga kalian Lebih dewasa Dan bisa Berubah menjadi Orang yang lebih baik Lagi." Gumam Fatma. Merasa sedih dengan Tingkah Kedua putranya itu.


Sementara ia masih dalam lamunannya. Tiba-tiba Terdengar Suara klakson mobil dari Luar sana. Membuat Wanita dewasa itu segera keluar sambil Berlari Menuju Halaman.


Setelah Pagar Halaman rumah itu Terbuka. Mobil Milik Dion Dan kedua orangtuanya Kembali Melaju dengan Mulus ke dalam halaman Rumah mereka.


"Selamat malam Bi!" sapa Siska Dengan Ramah. kepada pembantunya itu.


"Malam. Juga Bu," Sahut Fatma dengan lembut.


"Apa Caca sudah tidur?" Tanya Dion. Yang baru saja keluar dari mobilnya.


"Sudah den, Sejak tadi Non caca. Menunggu aden pulang. namun ia Sudah tidak bisa menahan Rasa ngantuk dan Akhirnya ia pun Masuk tidur." Ucap Fatma


"Kasihan Caca. Aku Bakan seharian ini aku Belum menghungi Dia." Ucap Dion, lalu ia Langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2