Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 69: Sebuah rencana


__ADS_3

Setelah beberapa Menit kemudian Dua orang Wanita Muda Dan dewasa datang Ke ruangan Yudianto. Kedua wanita itu langsung Duduk Di sofa Di mana Bimo dan Noldy Bersembunyi.


Kedua wanita itu Menatap Yudianto dengan ramah dan Sopan. Terkecuali Mila, Wanita muda itu menatap Yudianto Dengan Rasa Bingung karena Tiba-tiba Yudianto mendadak memanggil mereka ke Kantor.


"Saya memanggil ke sini. karena ada Sesuatu yang harus kalian berdua tandatangani." Ujar Yudianto dengan Serius Menatap Kedua Wanita yang sedang duduk Di depannya.


"Apa itu Om?" Tanya Mila dengan singkat


"Beberapa dokumen penting yang harus kalian Segera tandatangani. Kita akan Mendapatkan Proyek baru dari Perusahaan lain Yang sedang Mengajak Kita untuk Kerja sama,"


"Wah Hebat Itu Om, Kita bisa Mendapatkan Banyak keuntungan Dari Mereka." Sambung Mila.


Dan di anggukan oleh Yudianto.


Sementara Bimo Melihat Wajah Kedua Wanita itu Sili berganti. Dan kini Tatapannya Tertanam pada Gadis muda yang memakai baju Merah Muda Dan bawahannya Rok pendek berwarna hitam.


Bimo Sangat Mengingat Wajah Wanita yang masuk ke ruangan Yudianto beberapa hari yang Lalu. ia pun segera Menarik Kepala Noldy untuk menatap wanita muda itu.


"Itu dia! Wanita itu Yang sudah masuk ke ruangan Pak Yudianto," Ucap Bimo Berbisik di telinga Noldy dengan sangat pelan.


"Apa kamu yakin? itu adalah Anak dari pak Bima Pratama Yang sangat sukses Di luar negeri itu," Menatap Bimo dengan serius.


Bimo Mengangguk dengan Antusias.


Membuat Noldy merasa Bingung


"Kalau memang Benar apa yang di katakan oleh Bimo, Lalu apa tujuan Wanita itu terhadap perusahaan Milik Pak Yudianto?" Gumam Noldy Dalam hatinya. Sambil terus menatap Wajah Polos Dari Gadis itu.


"Apa kalian bisa ke Ruang meeting? Lima menit lagi Saya akan Menyusul kalian di sana." Ucap Yudianto.


Segera di anggukan oleh Kedua Wanita itu.


Setelah kedua wanita itu sudah keluar dari tempat itu. Bimo dan Noldy Langsung keluar dari tempat persembunyian mereka.


"Bagaimana Bimo? Apa kamu Mengenali salah satu dari mereka berdua?" Lirik Yudianto.


"Iya pak. Wanita muda itu Dialah yang sudah masuk ke ruangan bapak," Jawab Bimo Dengan cepat.


"Maksud kamu, Mila?" Tanya Yudianto dengan Heran.

__ADS_1


"Iya pak, Saya masih mengingat dengan sangat jelas wajahnya." Sahut kembali Bimo. dengan Serius.


"Sebenarnya apa yang dia lakukan di ruangan ini? Apa dia Yang sudah mencuri uang milik perusahaan?" Ucap Yudianto penuh Kebingungan di dalam hatinya.


"Apa kali bisa membantuku?" Menatap Bimo dan Noldy Sili berganti.


"Bisa pak. Apa yang harus kami Lakukan?"


Lalu Yudianto segera menyusun sebuah strategi untuk mengetahui Rencana Kedatangan Wanita itu Ke ruang kerjanya.


Kedua pemuda itu Menjalankan perintah Yudianto dengan baik. Dan tidak ada satupun yang mengetahui tentang rencana mereka bertiga.


\*\*\*\*


Di tempat lain Caca Sedang Bermain di halaman rumah bersama Putranya. Wanita Muda itu terlihat sangat Sibuk Dengan Buah hatinya. yang sudah berusia Sembilan bulan dua Minggu. Dari jarak Lima meter tempat Caca dan anaknya Bermain. Tiga orang lelaki bertubuh besar sedang Mengawasi mereka dari Mobil Mereka.


Mereka adalah Gerombolan orang yang pernah mengejar Dion dan Caca seminggu yang lalu.


Mereka sengaja di tugaskan oleh Fatma. Untuk Mengawasi Caca dan keluarganya.


Saat Dion Hendak Memasuki jalan Menuju Rumah Heru. Ia mendapati mobil hitam yang pernah mengejar mereka seminggu yang lalu. Terparkir di Depan Warung yang tidak jauh dari rumah Istrinya.


"Siapa kalian! Kenapa kalian selalu Membuntuti Keluarga ku!" Ucap Dion dengan sangat Tegas di depan para lelaki itu.


Ketiga lelaki yang sedang berada dalam mobil merasa terkejut dengan Kehadiran Dion yang tidak di ketahui oleh mereka.


"Maaf pak. Jangan salah paham dulu, Kami adalah Suruhan dari Bu Fatma, Untuk mengawasi Keluarga bapa," Jawab lelaki yang bertubuh besar dengan cepat.


"Bu Fatma? Maksud kalian Bu Fatma yang mana?" Merasa Bingung.


"Wanita yang bekerja di rumah Bapa. Itu adalah Bu Fatma. pemilik Hotel Ternama di kota ini." Ujar Lelaki itu kembali


Dion tercengang dengan cerita mereka. Karena selama ini yang ia ketahui Bi fatma adalah Seorang Pembantu di rumah Keluarganya.


"Saya masih belum yakin, Jika memang kalian adalah Suruhan bi Fatma. Coba saya minta Nomor teleponnya." Ucap Dion.


Lalu mereka segera memberikan Nomor Ponsel Wanita tua itu. Dion merasa terkejut karena itu memang benar nomor kontak dari Bi fatma.


"Tapi kenapa Dia bisa jadi pembantu di rumah Kami?" Tanya Dion. Menatap ketiga lelaki itu

__ADS_1


"Bu Fatma Sengaja Bekerja di rumah Bapa. Karena Ia telah di usir oleh anak Dan menantunya." Jawab Lelaki itu.


"Di usir? kok bisa mereka sekejam itu sama Ibu mereka? Siapa nama anaknya Siapa tahu aku Kenal."


"Pak Sandro Wijaya dan adiknya Pak Rehan Aliando Wijaya. Itulah nama Kedua anak dari Bu Fatma."


"Rehan?" kenapa bisa Sama dengan nama Pemuda yang selalu mendekati Caca Dulu ya?" gumam Dion dalam hatinya.


"Ok. Baiklah, Mungkin aku Tidak terlalu paham situasi ini. Tapi kenapa seminggu yang lalu kalian mengejar kami!" menatap ketiga lelaki itu kembali.


"Sebenarnya kami Mengejar mobil Bapa sama Ibu. karena hanya ingin mengatakan Sesuatu sama kalian, tapi kami Mala kehilangan jejak Kalian." Jawab Lelaki itu kembali.


"Aku harap kalian Tidak memberitahu istriku Terlebih dahulu tentang Bi fatma,"


"Siap pak." singkat Lelaki itu.


"Dan satu lagi. Jika kalian mau Menjaga mereka, Jangan sampai istriku melihat kalian disini. Karena dia masih trauma dengan kejadian seminggu yang lalu." ujar Dion Kembali


Dan di anggukan oleh ketiga lelaki itu dengan Pelan.


Setelah berbincang dengan lelaki-lelaki itu. Dion Kembali Ke mobil miliknya Dan melanjutkan Perjalanannya ke rumah Heru.


Sementara orang-orang suruhan Dari Fatma masih berada di mobil Milik mereka.


Setibanya di rumah pemuda itu langsung Mendekati Istri dan anaknya. Yang sedang bermain di halaman rumah.


"Halo sayang, Kalian lagi apa?" Tanya Dion.


"Eh. Papa Udah pulang, Dede Geral Lagi main papa," Jawab Caca. Dengan nada suaranya di Kecilkan Seperti suara anak-anak.


"Kita masuk yuk sayang, aku laper." ucap Dion Langsung Menggendong Anaknya masuk ke dalam rumah. Pemuda itu sengaja mengajak Caca dan juga anaknya untuk segera masuk. Karena Dion tidak ingin Caca melihat Ketiga lelaki itu sedang berada di area Jalan menuju rumah mereka.


"Gimana kabarnya papa sama mama, mas?" Tanya Caca Dengan Lembut.


"Aku nggak mampir ke rumah papa Sama mama. Karena aku Cuma ke Supermarket saja sayang," Jawab Dion. Tersenyum hangat menatap istrinya.


"Kok nggak mampir si mas, Memangnya Kenapa?"


"Aku Nggak mau Ada yang melihat aku Kesana, Makanya aku sengaja tidak mampir." ucap Dion Kembali.

__ADS_1


Caca Hanya Mengerutkan Dahinya Sambil Menatap Ke arah Dion dan anaknya.


__ADS_2