
Setelah beberapa Hari Berbaring di tempat Tidur. Caca Merasa Bosan Karena ia tidak bisa Keluar Halaman Untuk mencari Udara Segar. Gadis itu merasa Dirinya Sudah di Kurung oleh Suami Dan Mertuanya. Bakan Ia tidak boleh berpergian Sendirian.
Dion Melarang Istrinya untuk Keluar dari Kamarnya karena ia tidak ingin Kejadian beberapa hari lalu Terulang kembali pada Istrinya.
"Kenapa aku selalu Di Larang ke luar rumah Sama Mas Dion Dan Bu siska. Pada hal kan aku Pengen jalan-jalan Di halaman saja," Gumam Caca Menatap ke arah luar dari sudut Jendela kamar.
Di tempat lain Dion Tengah sibuk Mengurus beberapa Saham Milik ayahnya. Sejak Kejadian yang menimpa Istrinya. Dion Selalu merasa Khawatir dengan Keadaan Caca Yang Hanya tinggal sendirian di rumah. pemuda itu pun Mengambil Sebuah Benda Tipis yang berada di atas Meja Kerjanya. dan ia pun Segera Menghubungi Salah satu sahabatnya Untuk Menjaga Caca Di rumah.
"Halo. wulan," Sapa Dion. pada Sahabatnya
("Iya Dion. Ada apa? Tumben kamu Mau Menghubungi aku?") Tanya Wanita itu.
"Aku butuh bantuan kamu." Ujar Dion Kembali
("Bantuan apaan Dion?" Bikin Penasaran Saja kamu Ini.") balas Wulan.
Bisakah Kamu Pergi ke Rumahku? Untuk Menemani Istriku di rumah. Aku sangat menghawatirkan Keberadaan Dia Sekarang," Ujar Dion Memohon pada sahabat baiknya itu.
("Ya sudah. Nanti aku Temui dia dan aku ajak Ke Salon saja ya, Habisnya Hari ini Aku Banyak Antrian.")
"Ok. Terserah kamu saja. Yang penting Jagain dia Baik-baik, Awas jika sampai terjadi apa-apa lagi Sama Istriku."
("Ya Elaaa.. Sampai segitunya, Iya-iyaa. Nanti aku jagain Istri kamu Dengan baik.")
"Makasih Wulan." lalu ia Menutup Panggilan Telepon itu dan Tersenyum Sendiri di dalam Ruangan Kerjanya Dan Kembali Mengerjakan Pekerjaan Yang belum terselesaikan.
Tiba-tiba dari Depan Pintu Seorang Gadis Sedang berdiri Sambil Menatap Ke arah Dion. Gadis itu adalah Kirana yang Sengaja datang ke kantor Milik Keluarga Dion. Untuk Menemui Dion di Sana.
Melihat Gadis itu Dion Merasa Terkejut hingga menatap tajam Ke arah Kirana.
"Mau apa lagi Kamu datang ke kantor Ayahku." Ujar Dion, Dengan tatapan yang Sangat Benci pada gadis itu
Namun Dengan Lembut Gadis itu berjalan Mendekati Dion yang Sedang duduk.
"Memangnya Kenapa, Aku kan Juga pengen Ketemu Dengan kamu. Sudah lama kita tidak pernah Saling kabar Aku Juga sudah kangen sama Kamu Dion," Rayu Kirana. Sambil Duduk Di atas meja Depan Dion.
__ADS_1
"Pergi kamu. Karena saya Tidak mau lagi berurusan dengan Wanita licik Seperti kamu!" Bentak Dion.
"Oya? Lalu kamu Semacam apa ya, Bukannya Kamu juga Lebih licik Dari aku Dion?" Tersenyum Tipis menatap pemuda itu.
"Itu dulu. Sekarang aku Tidak Ingin lagi Jatuh dalam Permainanmu Kirana. Dan Saya minta Kamu Cepat pergi. Sebelum aku Benar-benar marah sama Kamu." Menatap Kirana.
Namun gadis itu sama Sekali tidak mempedulikan Perkataan Dion. Ia Bakan Terus berusaha untuk Merayu pemuda itu agar bisa kembali Padanya.
"Upppsss... Jangan Terlalu marah Sayang, Nanti Semua Orang akan Datang ke sini. Dan melihat Kita sedang Berduaan." Ujar Kirana Tersenyum Menggoda Dion.
"Biarkan Saja. Memangnya Kamu pikir saya Takut Dengan ancaman Busuk Kamu itu!" Balas Dion.
"Benarkah. Tapi bagaimana ya? Jika Wanita Kampung itu Tau kalau Suaminya sedang berduaan Dengan Wanita lain di dalam Sebuah Ruangan Yang Sangat tertutup ini." Ujar Kembali Kirana.
"Apa Maumu Kirana!! Jangan Buat aku Dan Istriku Bertengkar lagi. Karena ulah mu." ucap Dion. dengan nada Suaranya Yang Kasar
"Simpel Saja, Aku mau Kamu Jadi milik aku lagi Dion. Apa itu Sudah Cukup untuk menjawab Semua pertanyaan Kamu?" melirik Dion
"Itu tidak akan Pernah terjadi Lagi Kirana. Karena aku Sudah Mencintai Caca," Ungkap Dion Dengan Santai.
"Tapi aku tidak perduli. Mau kamu sudah Mencintai Gadis itu ataupun sudah Meniduri nya. aku Sama Sekali tidak perduli!" Kembali menatap Dion.
"Tapi aku maunya kamu Dion, bukan Mereka."
"Terserah kamu. Sampai kapan pun Aku tidak akan Pernah Kembali sama kamu. Karena aku Hanya Mencintai Istriku bukan wanita Jahat Seperti mu.
"Jadi saya Tegaskan sekali lagi Sama kamu. Untuk segera meninggalkan tempat ini, Sebelum aku Panggilkan Security Ke sini." Bentak Dion
"Jadi itu mau kamu Dion? Ok Fine. Kita lihat saja Siapa yang akan Lebih menderita setelah ini." Mengancam Dion Sambil tertawa Kecil
"Apapun rencana kamu. Aku tidak akan pernah takut lagi Kiran!"
Lalu ia pun Memanggil Security untuk Mengeluarkan Gadis itu dari dalam ruangan Kerjanya.
Kirana Sangat Marah ketika Dion Mengusirnya dengan Cara paksa dari tempat itu.
__ADS_1
"Awas saja Kamu Dion. Kamu akan Menerima Semua Perbuatan kamu sama aku Hari ini!!
Ujar Kirana Menatap Dion Dengan sangat Geram.
"Cepat bawah Dia Keluar!! Pinta Dion Pada Security-nya Itu.
"Baik Pak." Sahut Lelaki bertubuh besar. dan Ia pun segera Menarik lengan tangan Gadis itu dan Membawanya pergi dari Ruangan Dion
"Lepaskan Aku!! Jangan pernah menyentuh aku lagi." Ujar Kirana yang sudah Malu ketika di Lihat Oleh para karyawan di Kantor Yudianto.
Gadis itu pun Berjalan Keluar Menuju Mobilnya. Ia merasa sangat di permainkan Oleh Dion. Dan ia juga akan Membalas Apa yang sudah Dion Perbuat padanya.
Setelah kepergian Kirana. Dion Kembali Mencari tahu keberadaan Istrinya. Karena ia khawatir Kirana akan Melakukan Hal yang lebih kejam Lagi pada Caca.
Namun ketika ia Membaca Pesan dari Wulan. Bahwa istrinya sudah bersama Sahabatnya itu. Dion merasa lebih lega lagi.
"Semoga kamu Baik-baik Saja Di Sana Sayang," Gumam Dion. Menatap foto istrinya Di ponselnya.
Caca Merasa Sangat Bahagia karena bisa Di Ajak Oleh Wulan Ke tempat kerjanya. Walaupun Ia hanya Duduk Sambil Menatap Wulan Yang Sedang Melayani Pelanggannya. Namun Perasaannya Jauh Lebih baik Ketimbang Berada di Rumah tadi.
"Ca, Apa kamu Mau Smoothing?" tanya Wulan Melirik ke arah Istri sahabatnya itu.
Namun Caca Dengan cepat Menggelengkan Kepalanya. Karena ia tidak terlalu Terbiasa dengan Hal-hal yang Seperti itu. karena baginya Tampil apa adanya itu lebih baik Dari pada Mengubah dirinya menjadi ada apa-apanya.
"Kok kamu tidak mau si?" Pada hal Itu untuk Kesehatan Rambut kamu. Biar Mas Dion Tamba Sayang Sama kamu loh." Tersenyum menatap Caca
"Aku tidak terbiasa seperti itu mba, Lagian Untuk apa Aku Mau Smoothing. Hanya Bikin Kepalaku Rasa aneh saja," Balas Caca.
Membuat Wulan tertawa Kecil
"Mba Wulan. Apa Mba Wulan tidak Capek kerja Seperti ini?" tanya Caca
"Kadang aku memang merasa Lelah, Tapi mau Gimana lagi. Kerjaan aku cuma Kayak Gini." Jawab Wulan, Menarik Napas kasar
Caca Hanya Tersenyum Mendengar Perkataan Wulan.
__ADS_1
"Bagaimana Si ceritanya Sampai kamu Dan Dion Tiba-tiba Nikah? Aku Jadi kepo Sama Kalian Berdua loh, Karena yang aku Tau. Dion Itu Punya Pacar yang namanya Kirana." kembali bertanya pada Caca
Membuat Caca Menjadi Serba Kebingungan untuk Menjawab Pertanyaan Gadis itu.