Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 106: Kemarahan dion


__ADS_3

Setelah Meniduri anaknya di dalam kamar. Caca Segera Keluar dan Menemui Mahendra juga Heru di dalam kamar sebelah. Sesampainya Di dalam Kamarnya Mahendra. Caca Merasa Kebingungan Dengan Keakraban Ayahnya dan Juga Mahendra Yang seakan sudah kenal Lama.


"Kemarilah Nak, Ayah mau memberitahu sesuatu sama kamu." ucap Heru Tersenyum hangat pada Caca.


Lalu wanita Muda itu berjalan pelan ke arah ayahnya dan pria itu.


"Ini Adalah Sahabatnya ayah waktu dulu kami bekerja di Perusahaan di Balikpapan. Dan Om Hendra ini selalu Menjadi sahabat terbaik ayah. di saat susah maupun Senang," ucap Kembali Heru.


"Jadi Tuan Mahendra ini adalah sahabat baiknya ayah, Juga?" lirik Caca


Dan di anggukkan oleh Heru.


"Iya. Nak Caca, Dulu ayahmu Ini Selalu membantu Saya, Baik di Masalah keuangan ataupun Makanan. ayahmu selalu Berbagi dengan Om. Dan mulai sekarang, kamu tidak usah Memanggilnya saya Dengan Sebutan tuan Lagi," Ungkap Mahendra. tersenyum menatap Caca


"I--iya, Tuan. Eh, maksudku Om." Balas Caca Penuh Rasa malu.


****


Keesokan Paginya. Dion bangun lebih awal dari semua Orang-orang yang ada di rumah itu. Ia Sengaja tidak membangunkan Verry agar Ia bisa bertemu dengan Istrinya.


Di tengah perjalanan Dion Berharap Agar Caca Bisa memaafkan Semua kesalahannya Yang sudah Membuat Hati Caca kecewa. Ia juga akan Memperbaiki Semua yang sudah Membuatnya jauh dari istri dan anaknya.


"Semoga saja Kamu bisa memaafkan aku lagi ca," Gumam Dion. Sambil memarkirkan mobilnya di Samping halaman rumah istrinya.


"Kelihatannya mereka belum bangun Semua, Ini kesempatan aku. Untuk Membangunkan Caca dan Dede," Ucap Dion Lalu ia Segera Keluar Dari dalam mobilnya dan Berjalan Ke arah pintu.


Dion mencoba mengetuk pintu Berulang-ulang Kali Akan tetapi belum ada jawaban dari dalam sana. Namun Dion tidak Menyerah. Ia terus Mengetuk Pintu Rumah istrinya Dengan Sedikit kuat agar yang di dalam sana Bisa Mendengarkan Ketukan Pintu dari luar. Namun tetap sama saja Tidak ada yang keluar dari Dalam.


"Kemana Mereka? Kenapa Pagi-pagi Begini sudah tidak ada orangnya?" Ucap Dion Berbicara Sendirian di luar rumah.

__ADS_1


"Mungkin mereka Kecapean jadi Masih tertidur semua, Sebaikanya aku Menunggu mereka di luar sini saja hingga mereka bangun." Ucap Kembali Dion. lalu ia pun duduk di kursi yang panjang berada di samping rumah.


Mata pemuda itu menatap sekeliling halaman rumah sambil berharap akan ada yang keluar dari dalam rumah itu. Akan tetapi sudah hampir Tiga jam Dion Menunggu di halaman rumah Caca. masih tidak terlihat Caca ataupun Ayah mertuanya yang bangun.


Membuat dion merasa Khawatir dengan keberadaannya mereka. pemuda itu kembali Mengetuk Pintu Sambil memanggil-manggil nama Istrinya dan juga anaknya.


"Sayang, Sayang, Apa kalian ada di dalam? Dede. Ini ayah Nak, Tolong bukain pintunya sayang. Aku minta maaf." Ucap Dion


"Ca. Aku tahu kamu di dalam kan, Tapi Kamu masih tidak Mau bertemu denganku. karena kamu masih marah sama aku,"


"Permisi!" Sapa Seorang Lelaki muda yang tinggal di rumah bersebelahan dengan rumahnya Caca.


"Ada apa?" Tanya Dion Menoleh ke Pemuda itu.


"Apa Kamu Sedang Mencari Pemilik rumah Ini? Semalam aku Melihat mereka Menaiki mobil seorang pemuda. Mungkin mereka tidur di rumah pemuda itu." Tutur Lelaki muda itu.


"Aku tidak tahu." Jawab Pemuda itu. lalu ia segera kembali ke rumahnya.


Sedangkan Dion masih berdiri Di depan pintu rumahnya Caca. Saat ini Ia benar-benar Menyesal Karena sudah membiarkan Istrinya pergi dari kehidupannya.


"Kemana lagi aku harus mencari Kalian Ca, Aku Sungguh menyesal karena sudah Mengecewakan kamu dan anak kita, sekarang aku baru sadar. Betapa berartinya kalian berdua di dalam hidupku," Keluh Dion


Dengan langkah Kakinya yang Sedikit berat Dion Berjalan Menuju mobilnya. Dan kini Ia Pergi Meninggalkan halaman rumah Istrinya dengan perasaan yang sangat Kecewa pada dirinya sendiri.


Sepulangnya dari rumah Caca. Dion langsung masuk ke dalam rumah dan ia menemukan kinan Sedang Duduk Ruang tamu sambil menonton Televisi. wanita itu sama sekali tidak memiliki aturan di dalam dirinya ia sama sekali tidak menghargai kedua orangtuanya Dion yang sedang duduk di sampingnya. Melihat sikap Kinan yang sudah keterlaluan itu. Dion Pun segera Mendekati Kinan dan Menarik Kakinya Hingga wanita itu Terjatuh ke bawah lantai. Dion terus menarik Kaki wanita itu ke halaman rumah.


"Dion. Ada apa denganmu? Tolong lepaskan aku!" keluh Kinan. Yang sudah merasa kesakitan karena Dion menarik kakinya.


Yudianto Bersama Siska langsung berdiri dan melangkah Ke luar untuk melihat apa yang sedang dion perbuat pada Kinan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Dion? kenapa kamu menyiksanya?" Tanya Siska.


"Sekarang juga Kamu Pergi dari rumah ini! dan jangan Pernah Kembali. Aku tidak Sudi Melihat Wanita Yang tidak memiliki Aturan seperti Kamu!" Bentak Dion. Sambil meludahi wajah Kinan.


Membuat Kinan Merasa jijik dengan ludah Dion yang memenuhi Wajahnya. Dengan penuh amarah wanita itu berdiri dan Berjalan ke arah Dion.


"Jangan pernah kamu Meludahi di wajahku Dion! karena kamu Tidak akan pernah bisa mengusir aku, Dari Rumah ini. Sekalipun kamu akan Menyingkirkan aku dari sini! Tapi aku akan Kembali lagi, Karena Aku tidak akan pernah tinggal diam atas perlakuan Kamu Kepadaku hari ini. Ingat itu!" Tegas Kinan. lalu ia segera Masuk.


Namun Dion mengejarnya dan Kembali menarik pakainya Hingga Sobek. Pemuda itu terlihat sangat Emosi sehingga ia tidak bisa memaafkan Kinan atas Apa yang sudah terjadi pada Rumah tangganya.


"Mau Kemana kamu! Cepat keluar dari rumahku ini!" ulang kembali Dion Sambil menyeret Kinan hingga ke pintu gerbang Tinggi di halaman rumah mereka.


"Lepaskan aku Dion!! Jangan pernah memaksaku untuk pergi dari rumah ini. Aku tidak akan pernah pergi!" Teriak Kinan Sambil berusaha melepaskan tangan Dion dari Pakaiannya.


Namun Dion sama sekali tidak melepaskan Wanita itu. Ia terus menarik Kinan Hingga Ke depan pagar halaman rumah mereka.


"Verry!" Bawahkan koper dan semua Barang-barang wanita licik ini ke Luar!" pinta Dion.


"B--baik, Bos." Sahut Verry. Lalu ia segera mengemasi semua barang-barang milik Kinan dari kamarnya dan membawahnya ke luar.


"Ini Bos." Melepaskan Koper Pakaian dan beberapa tas Kecil milik Kinan Di depan Dion.


"Cepat bukakan Pagar itu Agar aku bisa segera Melemparkan Wanita ini keluar sana!" pinta kembali Dion.


Dan Segera Di anggukkan oleh Verry.


"Lepaskan kataku Dion! Aku tidak mau pergi dari sini!" Teriak Kinan.


Sementara Yudianto dan Siska hanya menatap dari Depan Pintu bersama Bi Fatma dan juga Pak Yanto. Mereka Hanya diam tanpa berkutik ketika Dion Menyeret Wanita itu dari dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2