Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 70: Ancaman Mila


__ADS_3

"Dimana Kamu Melihat Ibuku!" Tanya Sandro menatap Istrinya.


"Tadi aku Sengaja mampir ke Supermarket Didepan sana. dan Aku melihat Ibu sedang Berjalan Dengan Seorang Pemuda Tinggi bertubuh besar," Jawab Tania


"Siapa Pemuda itu? Apa kamu mengenalinya?"


Wanita muda itu Hanya Menggelengkan Kepalanya.


"Kita harus mencari Tempat tinggal ibu sekarang. Sebelum Rehan Menemukan keberadaan Ibu," Menatap Istrinya


Dan Hanya di anggukan oleh wanita itu.


Kecemasan Sandro mulai terlihat di raut wajahnya. Ia merasa Tidak tenang jika Rehan akan Menemukan ibunya Terlebih dahulu. karena Selama ini Rehan tidak pernah tahu Hal yang sudah ia perbuat pada Fatma. Ibu Tirinya itu Sandro hanyalah anak Tiri dari Fatma. Dan ia Sangat berambisi untuk menguasai Semua hartanya Fatma dan juga Rehan.


Sepulangnya dari pasar Fatma segera masuk ke dapur untuk Memasak.


Sementara Verry dan ayahnya juga sudah bekerja di Halaman belakang rumah.


Wanita tua itu bekerja dengan sangat baik Selama Beberapa bulan ini. Ia Bakan Tidak Pernah Berpikir untuk kembali ke Rumahnya. Ia lebih Merasa tenang di rumah keluarga Yudianto.


"Halo. Selamat Pagi!" Sapa seorang wanita dari Arah belakang.


Membuat Fatma Menoleh ke arah belakangnya.


"Pagi juga. Non Mila, Tumben Masih pagi datang ke sini." Jawab Fatma Menautkan Dahi keningnya saat menatap Mila.


"Memangnya kenapa Bi? Apa aku tidak boleh datang kesini?" Lirik Mila Menatap sinis Pada Fatma.


"Tidak apa-apa. Hanya merasa heran Saja," Ucap Kembali Fatma. tersenyum Sinis Pada Wanita itu.


"Memangnya kamu Siapa? bisa Menatap aku Seperti itu! Aku tu Wanita Karir Dan kaya raya. Sementara kamu, Hanya Seorang Pembantu Tua Di rumah Ini." Ucap Mila Tertawa


"Wanita kaya? Tapi kenapa aku merasa Kalau Orang kaya itu Tidak Pernah memakai Tas Kawe Seperti itu," Singgung Fatma.


"Maksud kamu Apa! siapa yang pakai Tas Kawe? Ini Tas Aku harganya Ratusan juta. dan kamu Tidak Mungkin bisa mampu membelinya Dengan Gaji sebulan kamu!"


"Oya? Tapi tidak apa-apa Non, Saya tidak pernah Menginginkan Hal-hal Seperti itu. Bagi Saya Hidup Sederhana lebih baik Dari pada Hidup Banyak keinginan Yang nyatanya Tidak bisa kita penuhi." Menatap Mila Sembari Tersenyum Hangat

__ADS_1


"Ya iyalah. Mana mungkin Pembantu seperti kamu bisa memiliki keinginan, Kan pendapatan Sebulan kamu Hanya Dua Jutaan. Jadi wajarlah Kamu Tidak Tertarik pada apa yang aku miliki." ucap Mila


"Maksud Kamu apa Mila?" kenapa kamu Berkata Seperti itu sama Bi Fatma!" Sambung Siska Yang sejak tadi Sudah Berada di Belakangnya.


"Eh Tante, Ini loh Tante. Pembantu Tante ini terlalu Banyak Keinginan Makanya aku Tuh Berusaha untuk menyadarkan dia agar tidak Terlalu Bermimpi." Ucap Mila Di depan Siska.


"Mila, Saya Harap Kamu tidak perlu Berlebihan Untuk Mengatakan Hal seperti itu kepada Bi Fatma. Karena Bi Fatma ini bukan Bekerja di rumah kamu, Jadi Kamu Tidak berhak Mengatai Bi Fatma Dengan kasar seperti itu!" tegas Siska


"Tante, Aku Hanya Mengingatkan Dia saja kok. Lagian apa Tante Tidak pernah Curiga sama Dia?" berusaha mempengaruhi Siska.


"Maaf Mila. Sebaiknya kamu Segera pergi dari rumah ini. Tante tidak ingin kamu terlalu Berlebih-lebihan Mengatur orang-orang di Dalam rumah ini!" Tegas Siska kembali.


"Tante pasti akan menyesal karena tidak Mau mendengarkan Penjelasan dari aku, Suatu saat nanti Tante pasti akan tahu Bagaimana Kelakuan Pembantu Tante Ini!! Ucap Mila Menatap Siska Dengan Sangat Kesal.


"Saya Tidak pernah salah memilih orang untuk bekerja di rumah Saya! Jadi Kamu tidak Pantas Mempengaruhi saya untuk Berbuat Hal yang tidak baik Pada mereka."


"Ok. Fine, Saya akan Pergi dari rumah Tante ini. Dan Saya akan Segera membatalkan Semua Kerja sama di antara kita!" Ancam Mila Lalu ia Berjalan Keluar.


"Kapan Kamu akan Memutuskan Kerja samanya Mila!" Ucap Yudianto saat melihat Gadis itu keluar dari rumahnya.


"Secepatnya om." Singkat Mila.


"Baguslah. Saya juga tidak keberatan untuk segera memutuskan kerja sama dengan kamu! karena Saya sudah tahu akal Busukmu Datang ke kantor saya!" Menatap Mila


"Maksud om, Gimana ya!"


"Kamu sudah mencuri uang Milik Perusahaanku. Dan Kamu juga sudah memalsukan Semua berkas kerja sama itu kan!! Yudianto Merasa marah Pada Gadis itu.


"Maaf ya om! Saya bukan wanita seperti itu. Dan saya bisa mengadukan hal ini kepada pihak yang berwajib!" Ancam Kembali Mila.


"Silakan! Saya tidak takut. Karena saya mempunyai bukti yang cukup kuat untuk Membuat kamu Menekam di tahanan nanti!"


Mila terkejut dengan perkataan Yudianto ia pun Segera Masuk ke dalam mobil Dan segera pergi meninggalkan Halaman Rumah Yudianto


"Apa maksudnya! Apa mereka sudah tahu tentang semua rencanaku?" Gumam Mila dalam hatinya sambil terus Menyetir.


Sementara Di rumah Yudianto. Siska menjadi Bingung dengan apa yang baru saja Di Ucapkan Oleh Yudianto kepada Gadis itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan Perusahaan Milik kita pa?" Tanya Siska Penasaran.


"Wanita itu sudah mencuri uang milik perusahaan kita. dan Ia juga sudah Memalsukan Semua Berkas Dari kantor kita sehingga Perusahaan kita Mengalami Konflik dengan Perusahaan yang lainnya." Jawab Yudianto Dengan Cepat.


"Apa? Kok bisa Pa?" Lalu bagaimana nasip perusahaan kita sekarang pa!" Menatap Suaminya dengan Cemas.


"Sekarang ini Bimo dan Noldy sedang memperbaiki Nama baik dari Perusahaan kita ma. Semoga mereka bisa segera mengatasinya."


"Wanita itu sudah benar-benar keterlaluan! mama Sudah curiga pada saat ia Mengajak kerja sama Dengan kita, Karena mama bisa Melihat cara ia Berbicara berkas yang ia bawakan itu."


"Semoga kita bisa segera menuntaskan semua permasalahan ini. agar wanita itu segera di tangkap!" sambung Yudianto.


Dan dianggukan oleh istrinya.


\*\*\*\*


Di tempat lain Dion Sibuk Menjemur pakaian di luar rumah. sementara Caca dan Anaknya Bermain di dalam kamar. Suara Ponsel Milik Dion Bergetar di saku celananya Pemuda itu langsung Mengambil dan Melihat Panggilan masuk di Layar ponselnya.


"Papa! Kenapa tiba-tiba menelponku ya?" Gumam Dion Terus Menatap layar ponselnya itu. Lalu ia Segera Menerimanya.


"Halo. Pa," Sapa Dion dengan lembut.


("Dion. Gimana kabar Istri dan anakmu Disana?") Tanya Yudianto dari Sebrang sana.


"Mereka baik-baik saja pa, Sebaliknya Gimana kabar papa dan mama, Juga Semua yang ada." Kembali bertanya.


("Kabar semuanya baik. Apakah kamu bisa Ke kota hari ini? Ada hal penting yang harus papa Bicarakan dengan kamu.") Ucap Yudianto.


"Baiklah Pa. Nanti aku Akan Ijin sama Caca terlebih dahulu."


("Baik. Papa tunggu Kamu di rumah.")


Balas Yudianto lalu ia segera Mematikan Sambungan Panggilan itu.


Sementara Dion Merasa Penasaran dengan sikap ayahnya yang tiba-tiba. Memaksanya untuk datang ke kota.


"Apa yang terjadi sama papa ya?" gumam Dion Yang masih Tidak Tahu dengan permasalahan yang sudah terjadi di Perusahaan Milik keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2