Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
139: Pertemuan Heru dan Saudaranya


__ADS_3

Sementara di Kediaman Heru. Seorang wanita sudah Sibuk Memasak Di dapur. Wanita itu Sudah terbiasa Melakukan Setiap aktivitasnya Di Dapur Setiap hari.


Tidak lama Kemudian Dion Datang ke Dapur Sambil Menatap Istrinya yang sedang Terlihat Sangat sibuk memasak.


Di sisi lain Dion merasa Heran Karena Sejak Kemarin Caca Tidak Mau Mencium Bau masakan di Dapur. Namun kini Dion Melihat Istrinya Tenga Memasak Makanan Kesukaannya.


"Selamat Pagi Sayang. Hem... Enak banget... Kamu lagi Masak apa Sayang?" Tanya Dion. Sambil berdiri di Samping Istrinya.


"Pagi juga mas. Ini aku Lagi masak nasi Goreng Kesukaan Kamu mas,"


"Hem.. Pasti enak Nasi Goreng buatan Istriku," Puji Dion.


"Tapi sayang.. Bukannya Kemarin Kamu nggak bisa Masak kayak Ginian ya, Lalu Kenapa sekarang kamu Mala Buatin Nasi goreng. Memangnya Penciuman kamu Udah membaik Lagi?" Menatap Istrinya. Caca Mengangguk.


"Apa Ayah Sudah Bangun?" Tanya Kembali Dion.


"Iya mas, Ayah Dan Mas Verry Udah Di depan rumah Tu. Mereka sedang Minum Kopi," Jawab Caca.


"Wah... Nasi gorengnya udah masak, Sini biar aku Bantu saja Sayang,"


Dion membantu Istrinya menyiapkan sarapan Di meja makan. Caca Membuatkan Kopi untuk Sang Suami Dion Merasa sangat Senang karena Caca bisa kembali Memasak di dapur. Walaupun Sebelumnya Dion sangat mencemaskan Keadaan sang istri yang Hanya bisa Memakan Makanan Sisa di Pinggiran jalan.


"Pa, Kita sarapan bareng Yuk," Ajak Dion


Lalu Heru dan Verry segera Masuk ke dalam dan mereka Menikmati Sarapan pagi Bersama-sama.


"Silahkan di makan Mas Verry," Ucap Caca. dan Verry Mengangguk.


"Iya Non," Ucap verry.


Setelah Usai sarapan Bersama Ayahnya. Caca Langsung Meminta ayahnya untuk bersiap-siap Ikut bersama mereka kembali ke Surabaya.


Heru Yang tidak mengerti dengan Kemauan Putrinya hanya bisa Mengikuti saja apa yang Caca Minta.


"Sayang, Apa Kamu yakin kalau kita akan kembali Ke Surabaya pagi ini. Apa Kita tidak kerumah dulu untuk melihat Dede?" Tanya Dion.


"Nggak mas. Aku Harus segera Melaksanakan tugasku Dengan Baik, Agar aku tidak merasa Bersalah lagi," Dion Langsung tercengang


"Tugas apa sayang. Memangnya kamu punya Misi apa Sehingga mengajak ayah Ke Surabaya,"


"Nanti juga kamu akan Segera tahu mas," Dion Mengerutkan dahinya dengan Sangat bingung.


Setelah Usai bersiap-siap Mereka Segera Berangkat Ke Surabaya untuk Menemui Bu Anisha Yang tidak lain Adalah adik Kandung dari pak Heru. setelah bertahun-tahun Anisha dan Heru Bakan saudaranya Yang lain tidak pernah bertemu. Dan Ini Pertama Kalinya Caca Membawah Ayahnya untuk menemui Keluarga ayahnya di Surabaya.

__ADS_1


Kini mobil Milik Dion Sudah Berjalan Memasuki Halaman Rumah Bu Anisha. Dan Di dalam sana Anisha Sudah Berdiri di depan pintu Karena Ia Mengira Caca datang untuk Kembali Makan Di Rumahnya.


Setelah Memarkirkan Mobil Mereka Langsung Keluar Satu persatu dari dalam mobil Tersebut.


"Mas Heru?" Panggil Anisha. Dengan Pelan


Membuat Heru terkejut ketika melihat Wanita dewasa yang sedang berdiri di depan pintu.


"Nisha," ucap Heru.


lalu Anisha Langsung Menghampiri kakaknya dan memeluk Heru melepaskan Kerinduan Mereka yang sudah Puluhan tahun tidak pernah bertemu.


"Mas Heru kemana Saja, Kami Sangat Merindukan Kamu Mas," Ucap Anisha.


"Bagaimana kabar Kalian. Apa Kalian baik-baik Saja." Menatap adik Perempuannya.


"Kami semua baik Mas, Hanya Saja Ayah Kita Sudah Tiada mas."


Heru hanya Menundukkan Wajahnya.


"Kenapa mas Heru Bisa Datang bersamaan Dengan Caca Dan Suaminya. Mas?" Tanya Anisha Penasaran.


"Apa kamu mengenal Caca. Dia adalah Putriku," Ujar Heru. Anisha Langsung terkejut Dan Ia Kembali menarik Caca Dan memeluknya.


"Tunggu. Ini maksudnya Bagaimana, Apa Ayah Ini Adalah saudara Tertua dari Bu Anisha Yang Sudah lama Tidak Bertemu itu?" Tanya Dion Penuh Kebingungan.


"Iya Nak Dion, Dia adalah Kakak Tertua kami. Yang selama ini Kami Cari-cari." Jawab Anisha.


"Jadi Ini alasan Kamu mengajak Ayah Ke sini Ya sayang." Menatap istrinya. Caca Ikut Tersenyum


Sambil Mengangguk Pelan.


"Kok Kamu nggak kasih tahu sama aku Si sayang. Biar aku nggak Ikutan terkejut seperti ini,"


"Kan aku Mau Kasih kejutan Sama Kalian Semua," Ungkap Caca Sembari Tersenyum.


Lalu ia segera Mencari Makanan Di dapur.


"Tante, Aku mau makan Dulu Ya," Ucap Caca.


Dion Hanya Mengerutkan Dahi keningnya.


Dion Pergi Menemani Istrinya di dapur sana. Sementara Heru dan Anisha masih berbincang Di ruang Tamu. Kedatangan Heru di rumah itu Membuat Suasana Rumah kembali Ramai. Tidak Lama Kemudian sebuah Mobil Memasuki Halaman Rumah Anisha Dan mobil berhenti Di depan rumahnya.

__ADS_1


Seorang pria muda Keluar dari dalam Sana Bersama seorang lelaki dewasa Yang berusia sekitar Lima Puluh tahun.


Kedua pria itu langsung masuk Ke dalam rumah dan menemukan Anisha Sedang bersama Dengan Heru di ruang tamu.


"Selamat Siang, Bu." Sapa Darwin Susanto. Suami dari Bu Anisha.


"Siang Juga pak," Ucap Anisha Penuh Senyuman.


"Rupanya kita sedang kedatangan tamu Ya Bu," Ucap kembali Darwin. Sembari tersenyum


Menatap istrinya.


"Iya pak. Ini adalah Mas Heru, Kakak tertua Yang sering aku ceritakan sama Bapa," Ucap Anisha kembali.


Lalu Darwin Segera mengulurkan tangannya Dan Menyambut Kedatangan Iparnya Dengan hangat


"Ini adalah Ponakanmu mas," Ucap Anisha. Memperkenalkan putra Semata wayangnya pada Heru.


"Halo. Om, Saya Arjuna Putra Susanto. Senang bisa Bertemu dengan Om." Ucap Pria muda tampan Yang Berdiri di depan Heru.


Heru Ikut Senang bisa Bertemu Dengan Suami dan anak Dari adik perempuannya.


"Siapa ini? Apa ini Anakmu?" Tanya Darwin. ketika melihat Verry sedang duduk di Samping mereka.


"Bukan. Dia adalah Asisten Pribadinya Suami dari Anak Saya," Jawab Heru tertawa kecil.


Lalu Caca bersama Dion Kembali Ke ruang tamu


Caca Terkejut ketika melihat pemuda Yang Sedang berada di Dekat ayahnya.


"Itu anak Saya. Namanya Caca," Ucap Heru


Dan Caca Segera Menemui mereka Dan Memperkenalkan Dirinya Kepada Darwin dan Juga Arjuna. Begitu pun Dengan Dion


Kini Arjuna dan Juga Caca Saling Bertatapan Membuat Dion merasa cemburu Pada Tatapan Mereka Berdua.


"Hemm... Kamu Kerja di mana Arjun?" Tanya Dion Sengaja Membuat Istrinya Menoleh kepadanya.


"Di Kantor Kak," Jawab Arjuna dengan Pelan.


"Kamu Kok Nanya gitu si mas. Memangnya Kamu mau kerja Bareng dengan Mas Arjuna?" Menatap suaminya Sembari Tertawa kecil.


"Nggak kok. Hanya pengen Tahu saja Sayang, Kan Biar Kita lebih Akrab," Ungkap Dion Yang berusaha Menyembunyikan Perasaannya.

__ADS_1


Kini Keluarga Heru Kembali berkumpul seperti Dulu Lagi. Suara canda Tawa Memenuhi Isi Rumah itu. Caca merasa Bahagia karena bisa Mempertemukan Ayahnya dengan Saudara-saudaranya Di Surabaya.


__ADS_2