
Setelah Keluarganya Kinan Pulang. Yudianto Memutuskan untuk kembali ke Rumah lama Milik mereka Yang sudah Lama Di tinggalkan. Rumah itu sangat jauh Dari Keramaian dan pemukiman Masyarakatnya Juga Sedikit. Sehingga suasana di sana lebih tenang Dan Damai. Selama ini Yudianto Memang tidak pernah Berkunjung ke sana. Karena Terlalu Jauh untuk Menjalankan Aktivitas Mereka. Namun saat ini Demi Ketentraman Keluarganya. Yudianto Memutuskan untuk Tinggal di sana Dalam Beberapa Bulan kemudian Hingga Suasana kembali Membaik.
Namun sebelum Mereka ingin Pindah ke rumah itu. Mereka pergi ke rumah Sakit terlebih dahulu Untuk melihat Keadaan Arista yang masih dalam Penanganan Dokter.
"Bagaimana keadaan Istrimu Bima? Apa sudah ada Perubahannya?" Tanya Yudianto. Sambil Duduk di samping Bima,
"Iya. Sekarang dia Bisa Menggerakkan Kakinya dengan baik, Terimakasih banyak. Karena Keluarga Mu, Sudah membantu istriku untuk menjalani pengobatan Disini." ucap Bima.
"Sudahlah. Terpenting sekarang Istrimu sudah membaik. Dan kalian bisa Segera pulang Jika Dokter sudah mengijinkannya," Ujar Yudianto.
"Iya Yudi, Sekali lagi terimakasih Banyak." Tersenyum Menatap Yudianto Dan Istrinya.
"Apa setelah keluar dari rumah sakit Kalian akan kembali ke rumah Sewaan Itu lagi?" Tanya Siska
"Iya Siska, Itulah tempat tinggal yang kami Miliki Sekarang ini." Jawab Bima.
"Sebaiknya Kalian Berdua tinggal saja di rumah Kami Bima, Agar kalian bisa Tenang tanpa Gangguan Mila." Balas Yudianto
Namun Bima Menggelengkan kepalanya. Karena Ia Sudah merasa Malu Pada Yudianto,
"Tidak apa-apa Yudi, Saya tidak bisa menerima Tawaran kalian Lagi, Karena Kami Sudah sangat merepotkan keluargamu," Ujar Bima. menundukkan kepalanya Di depan Yudianto dan Istrinya.
"Tidak apa-apa. Anggap saja Itu Adalah Hadia saya untuk kamu, Dan jika Kamu mau,
Kamu bisa Tinggal untuk selamanya di rumah itu." Ucap Kembali Yudianto.
"Tapi Yudi, Saya tidak Bisa Menerima semua itu. Tanpa saya Bekerja Terlebih dahulu pada kalian,"
"Bima. Kamu adalah sahabat Terbaikku Sejak dulu, Bagaimana saya Bisa Tenang Jika Kamu sendiri sedang menderita seperti ini. Biarkan saja Mila Mencari kalian, Agar dia Bisa Menyadari Akan Kesalahannya Pada Kalian Berdua," Ungkap Yudianto Kembali.
"Baiklah Yudi. jika itu memang Maumu, Aku akan terima. Dan jika nanti aku Kembali Mendapatkan Pekerjaan Yang baik. Maka aku Akan Membalas semua kebaikan Keluargamu Pada kami," Tersenyum Pada Yudianto.
Dan Yudianto hanya Mengangguk Pelan Menatap Bima Dan Istrinya.
Setelah itu Yudianto Bersama Siska Segera Pulang ke kerumah Untuk Mengemasi Semua barang-barang Mereka. Karena Sore ini mereka akan Segera Meninggalkan Rumah itu.
Setibanya Di rumah. Yudianto Sangat Terkejut Ketika melihat Kinan Sedang Duduk Di luar rumah Menunggu Kedatangan mereka.
"Mau apa lagi Wanita itu ke Rumah kita!" Ucap Siska. Melotot pada Wanita yang sedang duduk Di Teras rumah.
__ADS_1
"Entahlah Bu, Aku juga tidak mengerti dengan Kemauan Kinan. Kenapa dia Masih Tidak mau Melepaskan Dion."
"Sebaiknya kita Temui Saja dia Pa, Dan Kita usir saja Dia Dari Sini. Karena jika Dia tetap di sini Maka Kita tidak bisa Pindah." Ucap Kembali Siska.
Dan Di anggukkan oleh Suaminya.
Setelah melihat Mobil Milik Yudianto Sudah kembali. Kinan segera Berdiri Menunggu Kedua orang tuanya dion, keluar dari dalam mobil.
Setelah mobil terparkir Yudianto segera keluar dari mobil dan Berjalan Ke arah rumahnya.
"Selamat Sore Om, Dari mana Saja?" Ucap Kinan Tersenyum Ramah pada Yudianto.
Namun Siska Menatap Tajam pada Kinan.
"Apa urusannya dengan Kamu! Memangnya Kalau Kami mau berpergian harus Bilang Sama kamu Dulu!" Timpal Siska Yang baru saja Keluar dari Dalam Mobil.
"Baisa Aja kali Tante, Nggak Usa Sensi Kayak Gitu. Lagi pula aku Nanya Baik-baik Kok, Mala Jawabnya kayak Gitu?"
"Mau apa lagi Kamu ke sini?! Apa kamu masih mau Memaksa Dion Untuk segera menikah Denganmu?! Suara Siska Semakin Kuat. Karena ia Sudah geram Dengan Sikap Kinan. Yang tidak pernah berhenti untuk Mengusik Rumah Tangga Anaknya.
"Tante Udah tahu, Kenapa Masih Tanya si?"
Membuat Kinan tertawa Kecil Pada Siska yang sudah emosian itu.
"Itu menurut Tante! tapi Tidak menurut dengan aku. Karena aku, tidak akan pernah berhenti Untuk Datang ke sini Sampai kalian mau Menikahkan Dion Sama aku!" Ujar Kinan.
"Itu tidak akan pernah Terjadi Kinan! Karena Aku, Tidak akan pernah Menyetujui Hubunganmu Dengan anak Saya!" Bentak Siska.
Melihat kemarahan Istrinya. Yudianto segera Mengajak Siska Masuk kedalam Rumah. Sementara Kinan Di biarkan Di Luar sana.
"Loh, Kenapa aku di tinggalkan di Luar Sini Si! Harusnya Aku di ajak masuk kedalam Kan?" Gumam Kinan. lalu ia Segera mengikuti Yudianto dan Siska.
Setelah melihat Kinan Masuk ke dalam Rumah. Siska bertamba marah. Dan Ia pun Segera Menemui Kinan Yang sudah Duduk di sofa ruang tamu.
"Pergi kamu! Mau apa kamu Masuk ke rumah Ini!" Bentak Siska. Penuh kemarahan menatap pada Kinan.
"Tante,, Aku Tidak akan Pergi Sebelum aku Ketemu Dengan Dion. Karena urusanku Dengan Dion, Bukan Dengan Tante!" Ujar Kinan.
"Apa kamu tidak melihat Kalau saat ini Dion Dan Istrinya Sudah tidak Ada di rumah ini? apa kamu masih mau menunggu Mereka Sampai Kembali?! Melotot pada Kinan.
__ADS_1
"Iya!" singkat Kinan. Lalu ia kembali Duduk di sofa. Sambil Mengangkat Kedua Kakinya.
"Biarpun kamu menunggu Hingga Sampai Kamu Tua Di sini. Dion Dan Istrinya tidak akan pernah Kembali lagi. Karena mereka sudah Pergi Jauh Dan Kamu Sudah Kehilangan mereka!"
Mendengar Perkataan Siska. Kinan Langsung berdiri dan berjalan ke arah Siska Yang Sedang Berdiri.
"Kemana perginya mereka Tante! Jangan berusaha Menyembunyikan Dion, Dariku. Jika Tante Dan om Ingin Selamat!" Tegas Kinan Sambil Menatap tajam Pada Siska. membuat Siska Semakin Bertambah kesal melihat Wajah Wanita itu.
"Saya Tidak akan pernah memberitahukan Keberadaan mereka Kepada wanita sepertimu. Karena Saya tidak ingin kebahagiaan anakku Di Rusak oleh Kamu!"
Kinan segera berjalan ke dapur sambil memanggil Dion Dengan nada Suaranya yang Kuat.
"Dion, Dion. dimana kamu Dion!" Teriak Kinan.
"Bi Fatma! Kalian Dimana. kenapa Tidak ada seorang pun di dapur!" ujar Kinan. Lalu ia kembali Berjalan menuju kamarnya Fatma. Namun Sesampainya di sana. Ia Menemukan Kamar itu sudah kosong Tidak ada orangnya.
"Kemana perginya Pembantu Tua itu! Kenapa semua barang-barangnya Tidak ada Di kamar!" Ucap Kinan. Lalu ia kembali Menemui Siska yang sedang Tertawa Menatapnya
"Di mana Pembantu Tua Itu Tante?! Apa dia juga Ikut bersama Dion? atau Kalian Sengaja Bersekongkol untuk Menyembunyikan Dion Dari Aku?! Tegas Kinan.
"Percuma kamu mencari Mereka. Karena mereka Semua sudah tidak ada di rumah ini! Kini yang tersisa hanyalah aku, Dan Suamiku Di rumah ini. Jadi Sebaiknya kamu segera Pulang ke Rumahmu!"
"Saya tidak akan Pulang! Saya akan tetap menunggu Dion Kembali!" Tegas Kinan. melotot Menatap Siska.
Dari dalam kamar Yudianto hanya Menggelengkan kepalanya. menatap Kinan Yang Masih Tidak ingin Pulang kerumahnya.
"Apa kamu pikir Rumahku Ini Adalah Tempat penampungan wanita Kotor Sepertimu Kinan? saya tidak Sudi jika kamu Tetap berada di dalam Rumahku." ujar Siska Lalu ia segera menarik Kinan keluar dari dalam rumah.
"Pergi Kamu!" Ucap Siska Mendorong Kinan Ke Tengah jalan. Lalu dengan cepat Siska Menutup Pintu pagar halaman Rumahnya. agar Wanita itu tidak bisa masuk kedalam lagi.
"Tante! bukain Pintunya Tante!! Teriak Kinan dengan sangat Kuat Dari luar sana. Namun Siska Tidak Menghiraukan Teriakan Wanita itu.
"Rupanya kalian mau Bermain-main Denganku. Tunggu saja apa yang akan aku Perbuat untuk Memisahkan Dion Dan Istrinya Itu!" Ucap Kinan Yang masih berdiri di luar sana.
"Apa dia sudah pergi?" tanya Yudianto.
"Dia masih Di sana Pa, Terus bagaimana kita bisa keluar dari rumah ini. sementara Wanita gila Itu masih berdiri Di luar sana," Ucap Siska. Sambil mengintip Kinan dari Cela-cela Jendela di Ruang tamu.
"Sebaiknya kita tunggu saja sampai Malam Nanti. dia pasti akan segera Pulang," ujar Yudianto.
__ADS_1
Dan kembali Di anggukkan oleh Istrinya.