
Setelah Menyadari kalau Ayah Sahabatnya itu sudah tidak ada. Mila Memaksa Aurelia untuk ikut ke kota bersamanya. karena ia ingin aurelia Menjadi Umpan dalam permainannya Nanti.
"Sebaiknya kamu ikut sama aku saja ke kota. Biar kamu Bisa menikmati suasana di kota lagi," Ucap Mila dengan penuh keangkuhan.
"Saya tidak bisa ikut dengan kamu mil, Karena saya tidak ingin meninggalkan Rumah ini." Jawab Aurelia dengan pelan.
Membuat wanita licik itu Melotot pada Gadis yang sedang Berdiri di depannya.
"Mau sampai kapan kamu tetap berada di tempat kayak gini rel? apa Kamu tidak pernah memikirkan masa depan kamu ya?" Ucap Kembali Mila
"Aku nggak peduli mau seperti apa Masa depanku Nanti, Terpenting bagi aku. Selalu bisa Menjaga rumah ini dengan Baik," Menatap Mila
"Kamu ini Kenapa Si Rel? apa kamu Tidak ingin mencari perubahan dalam diri kamu, Atau kamu Akan tetap di sini sampai ajal kamu!"
"Iya Mila, Karena aku sudah berjanji sama ayah. untuk selalu menjaga rumah ini dengan baik, Jadi kalau kamu merasa keberatan Kamu bisa pergi sekarang," Ucap aurelia
"Kamu mengusir aku, Rel? Aku tuh cuma mau Kasih saran sama kamu saja. tapi kamu Mala Seperti ini."
"Maaf Mila, Mungkin Kehidupan kita memang sangat berbeda, dan cara berpikir kita juga beda. Jadi sebaiknya kamu pergi dari tempat ini sebelum Aku bertindak lebih kasar sama kamu," Menatap Mila dengan tajam.
"Ok. Saya akan pergi Dari rumah Kumu ini! Dan saya Akan pastikan Kamu akan menyesal dengan perbuatan kamu ini, Camkan itu Baik-baik!" lalu Wanita itu segera berjalan menuju mobilnya dengan Sangat marah karena ia tidak berhasil Membawah Gadis itu bersamanya.
Sekembalinya dari kantor. Dion segera menuju ke supermarket tempat biasanya Dia Berbelanja Dengan Istrinya dulu. Lelaki muda itu terlihat sangat Sibuk memilih beberapa Barang untuk ia bawah Ke kampung, Karena selepas ini Ia akan Pergi untuk Menemui istri dan anaknya yang sudah Beberapa hari ini tidak ada kabarnya.
Didalam supermarket Dion tiba-tiba melihat Arista sedang berbelanja Di Tempat itu juga. Dion pun merasa heran dengan wanita dewasa itu. Tidak seperti biasanya mereka Belanja di supermarket seperti ini.
"Kenapa Tante Arista, bisa Belanja di sini Ya? Pada hal Sejak dulu mereka tidak pernah Belanja di tempat seperti ini." Gumam Dion. Terus mengawasi wanita dewasa itu.
Nampaknya Arista sangat terburu-buru Karena ia khawatir jika akan ada yang melihatnya di Supermarket itu. Setelah usai Berbelanja Wanita dewasa itu segera Keluar dan Menaiki sebuah taksi online yang sudah Sejak tadi Menunggu di luar. Sementara Dion bergegas Keluar dan mengikuti Mobil Yang di tumpangi oleh wanita dewasa itu.
"Kenapa dia naik Taksi online ya? apa Mobil mereka Sedang rusak?" ucap Terus Dion Yang sudah mengikuti Mobil berwarna hitam itu.
__ADS_1
Setelah beberapa Menit Melaju dalam perjalanan Kini mobil yang di tumpangi oleh Arista berhenti tepat di depan apartemen milik keluarga mereka. Dengan sedikit Terburu-buru wanita itu segera masuk ke apartemennya. Dion merasa aneh dengan sikap ibunya Mila yang nampak terlihat Gugup Ketika keluar dari mobil itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Tante Arista. Kenapa dia terlihat sangat Ketakutan Seperti itu," Ucap Dion yang masih berada dalam mobilnya.
Karena merasa ada yang Aneh dalam keluarga Mila. Pemuda itu langsung Memutar balik Mobilnya dan Kembali ke supermarket yang tadi untuk menjemput Verry yang Sengaja ia tinggalkan di sana.
"Kemana perginya bos Dion Ya? Kenapa dia Tidak mengajakku." Ucap Verry yang sudah menunggu Dion.
"Itu dia mobilnya Bos Dion," Menatap ke arah mobil yang sedang Melaju ke arahnya.
"Masuk Ver," pinta Dion dari dalam mobil.
Lalu dengan cepat lelaki Muda itu Masuk ke dalam mobil dan kini mobil milik Dion Kembali Melaju dengan mulus Meninggalkan tempat itu.
"Sebenarnya Bos dari mana saja, Kok tidak mengajakku?" ulang Verry Bertanya Pada majikannya itu.
"aku baru saja mengikuti ibunya Mila. dan aku merasa curiga dengan keluarga itu. Kenapa Mereka Terlihat Sangat ketakutan ketika berada di depan umum." Ucap Dion.
Dan di anggukan oleh Dion
"Aku juga belum tahu pasti ver, Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dari Kita."
"Apa menurut bos, keluarga itu sedang menyembunyikan Sesuatu dari Semua Orang yang mereka kenal?"
"Mungkin saja Ver, Tapi apa ya?"
Kini mereka terlihat canggung dan Dion Terus menyetir dengan kecepatan yang tinggi. agar mereka bisa segera sampai di rumah Istrinya.
Suasana kampung Halaman Caca Terlihat sangat sepi dan Canggung. Berbeda Saat mereka Datang ke tempat itu sebulan yang lalu. Kedua lelaki Muda itu Terus mengikuti jalan Kecil yang Menuju rumah Caca.
"Kenapa suasana kampung ini terlihat sepi seperti ini ya bos, apa mereka sedang Di Kebun?" Tanya Verry. dengan Penasaran
__ADS_1
"Mungkin mereka Lagi Istirahat, kan ini waktunya orang-orang istirahat makan siang." Jawab Dion.
Namun Verry masih merasa Lain Ketika melihat beberapa rumah warga yang terlihat sudah Rusak Akibat angin yang sangat kencang Dan beberapa rumah Warga juga sudah tertimbun longsor.
"Bos, Tunggu Bos." Ucap Verry.
"Ada apa Ver?" singkat dion. lalu segera menghentikan mobil mereka
"Rumah Non Caca kan di sini bos, Tapi kenapa sudah tidak ada ya?" Ucap Verry dengan Sangat Gugup. ketika melihat rumah istrinya Dion sudah tertimbun longsor.
lalu Lelaki muda itu menatap sekeliling halaman di sekitarnya. Ia pun baru menyadari Bahwa Tempat itu memang Letak rumah istrinya. yang sudah terlihat Kosong.
Dion Merasa Histeris ketika melihat rumah Istrinya sudah tertimbun longsor Ia sangat Putus asa dan tidak mempunyai kemampuan untuk Hidup ketika melihat Rumah itu sudah tiada.
"Sayang. Kalian dimana! Ayah!! Dimana Istri dan anakku, ayah!" teriak Dion Sambil Berlinang air matanya. menyusuri sekitar Rumah yang sudah tertimbun oleh longsor itu.
Sementara Verry Ikut Merasa Sedih dengan apa yang menimpa keluarga Caca yang kini tidak mereka ketahui dimana Keberadaannya.
"Bos, Sebaikanya kita ke Kampung sebelah saja bos. Siapa tahu dari sana kita akan mendapat petunjuk tentang Keberadaan Orang-orang di kampung ini bos," Ajak Verry. dengan pelan.
Sambil Membujuk Lelaki muda itu.
Namun dion Masih Saja Menatap Sekitar halaman rumah itu. Yang kini hanya tersisa Bekas Rumah yang sudah tertutup rata dengan Tanah.
"Maafkan aku ca, Seharusnya Aku ada Bersama Dengan kalian di saat Seperti ini." Ucap Dion Dalam hatinya sambil terus menatap sekelilingnya.
Ia Bakan Tidak bisa percaya Kalau Hal ini bisa Menimpa Keluarganya.
"Kenapa Hidup kami selalu Mendapatkan Ujian seperti ini. apa Kami tidak pantas bahagia!"
Ia terus Menyalahkan dirinya Atas apa yang Terjadi kepada Istri dan anaknya juga ayah mertuanya.
__ADS_1