
Kini Mobil Milik Stefan Sudah Terparkir di Depan Rumah Caca. Pemuda itu segera keluar dari dalam mobilnya Dan Pergi Menemui Caca.
"Selamat Sore." Ucap Stefan Dari Luar sana Sambil Mengetuk Pintu depan.
Dan tidak lama Kemudian Pintu segera Terbuka Dan Seorang Lelaki dewasa Keluar dari dalam rumah itu.
"Sore Nak, Apa ada yang bisa kami bantu?" ucap Heru. Menatap Pemuda yang sedang berdiri di depan pintu.
"Om. Maaf saya Stefan, Om. Apa Caca Ada di Rumah?" ucap Pemuda itu dengan ramah.
"Caca sedang tidur di dalam bersama anaknya." Jawab Kembali Heru.
"Masuklah Dulu. Kita Bicara di dalam saja," Ucap Heru
Lalu pemuda itu segera masuk ke dalam bersama Ayahnya Caca.
"Apa Kamu yang sudah membantu Anakku, selama ini?" Menatap Stefan.
Dan Stefan Hanya membalasnya dengan Senyuman Yang tipis.
"Selama ini Dia menghilang dari Kami semua, Bahkan suaminya tidak pernah Mencari Keberadaan Istrinya. Mereka selalu sibuk dengan urusan pekerjaan Mereka saja, Sampai Mereka melupakan Anakku. Saya sungguh Kecewa pada Suaminya." Ucap Heru.
"Sudahlah Om. Terpenting Sekarang Dia sudah kembali Dengan om dan juga anaknya, Aku sangat Bersyukur Bisa kenal dengannya. dia adalah wanita Yang Sangat kuat dan Tabah dalam menghadapi Semua permasalahannya."
"Aku khawatir dengan Anakku, Anaknya masih terlalu kecil untuk ia tinggalkan Sementara Rumah tangganya Di ambang kehancuran Yang akan membuat mereka Akan berpisah."
"Kok Sampai Segitunya om? Memangnya Suaminya tidak pernah Berusaha untuk memperbaiki Hubungan mereka lagi?" Tanya Stefan.
Dan Heru hanya menggelengkan Kepalanya.
"Saat ini Selingkuhannya Dion. Sudah berapa di Rumah mereka, Dan Itu Akan Menambah Masala jika Anakku sampai mengetahuinya." Menatap Stefan.
__ADS_1
"Astaga. Ternyata Suaminya Caca Seburuk itu juga," Gumam Stefan dalam Hatinya.
"Saya harap kamu Bisa membantu Anakku untuk mencarikan Pekerjaan Sampingan untuknya. Agar dia Tidak akan terpikirkan dengan Masalanya lagi."
"Baiklah Om. Aku akan mencoba untuk mencari Pekerjaan untuk Caca, Dan Semoga dia bisa Menyukai Pekerjaannya Dengan baik." Sahut Stefan Tersenyum Menatap Heru.
"Terimakasih Banyak Nak Stefan." Ucap Heru.
Dan di anggukkan oleh Stefan.
"Tuan Stefan?" Ucap Caca Ketika melihat Stefan sudah duduk bersama Ayahnya di ruang makan.
"Bagaimana kabarmu? apa kamu Baik-baik Saja?" Tersenyum ke arah Caca.
"I--iya. Tuan, Apa Tuan Sudah lama Di sini?" Kembali bertanya.
dan Segera di anggukkan oleh Stefan.
"Iya ca," Singkat Stefan
Suara Tangisan Anaknya Caca Terdengar hingga Ke telinga Stefan. Pemuda itu segera Berdiri dan Mencari Sumber tangisan itu berada.
Lalu ia segera Membuka Pintu kamarnya Caca dan juga anaknya. kemudian ia langsung Menggendong Geral Kecil Hingga ke Luar Sana. Heru sangat Senang karena pemuda itu sangat Menyukai cucunya. akan tetapi sebagai orang Tua. Ia juga tidak bisa membiarkan Rumah tangga Putrinya Hancur Dengan begitu saja. Tapi Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena Putri semata wayangnya sudah Terlanjur sakit hati dengan perlakuan Dion yang Tidak pernah Dewasa.
"Halo sayang. Apa kabarmu, Bolehkah Paman bertanya Sama Adik kecil Yang tampan ini?" Ucap Stefan mencumbui anaknya Caca.
Melihat Kelucuan Stefan Dan Juga anaknya. Caca terbayang saat bersama Dengan Suaminya. Ia sangat Sedih Ketika semuanya sudah berakhir seperti ini.
"Andaikan saja Laki-laki Yang Menggendong Dede, Itu adalah Mas Dion. mungkin aku Tidak Akan sesedih ini." Gumam Caca Memperhatikan Stefan dan anaknya yang sedang bermain di Halaman Rumah.
Sementara Dari Sebrang jalan sana. Dion dan Verry Sedang melihat Stefan bersama Anaknya sedang bermain Di Halaman rumah Kediaman Heru. Dion sangat menyesal karena ia tidak bisa Bersama Dengan istri dan anaknya. Melainkan hanya orang lain yang kini ada di Samping mereka.
__ADS_1
Tidak lama Kemudian Caca Datang Mendekati Stefan dan Juga Dede. Stefan Berusaha untuk Membuat Caca ketawa Seperti dulu Lagi. ia pun Melakukan Berbagai macam Cara agar Caca Bisa Tersenyum kembali. Dan Dion hanya bisa menyaksikan Senyuman manis istrinya dari Sebrang sana. Ia Menatap Istrinya yang kini Sudah Bahagia tanpa Dirinya.
"Ternyata Dia sudah melupakan aku, Verry. Bahkan Sekarang dia Sudah Tertawa dengan sangat Gembira bersama lelaki itu, Semua ini salahku. Coba saja Aku tidak melakukan hal Bodo itu Mungkin Hubungan kami sekarang masih baik-baik Saja,
"Selama ini Aku tidak pernah memikirkan dia. Aku selalu Sibuk dengan Pekerjaan, Hingga aku lupa Kalau aku harus mencarinya," Keluh Dion Sambil Berlinang air matanya.
Verry Ikut terharu melihat kesedihan Dion.
Saat ini Dion benar-benar Menyesal dengan apa yang sudah ia perbuat kepada istrinya. Akan tetapi ia tidak bisa Berbuat apa-apa lagi. karena Caca tidak ingin melihat wajahnya Lagi.
"Kenapa Bos Tidak Menemui Non Caca Saja, Akui Semua Kesalahan Bos sama Non Caca. Jangan sampai Bos Menyesal di kemudian hari." usul Verry.
"Nggak Verry. Aku tidak bisa merusak Kebahagiaan Caca lagi, Coba kamu Perhatikan Dia Sangat Senang Senyumannya Terukir indah di wajah cantiknya. Mana mungkin aku Tega menghancurkan Semuanya dengan kehadiranku Di sana." Balas Dion.
"Tapi Bos. Non Caca itu masih sah istrinya bos Dion, Dan bos Masih berhak untuk Menemui Non Caca."
"Tidak Usah Ver, Kita pulang saja." Ucap Dion Menatap ke arah Caca dan Stefan yang sedang Bermain bersama anaknya.
"Baiklah Bos." Singkat Verry. lalu mereka segera Pergi dan Dion hanya bisa menatap Caca dan anaknya dari mobilnya saja.
Kini Penyesalannya sudah tidak berguna lagi. Karena Wanita yang ia sangat Cintai tidak akan pernah bisa memaafkannya lagi
"Saran Dari saya, Sebaikanya Bos Segera mencari waktu yang Tepat untuk Pergi Menemui Non Caca Lagi. Karena Menurut saya Pribadi Bos Masih bisa Kok Memperbaiki Diri bos Dengan Baik, Agar Non Caca Bisa kembali Memaafkan Semua kesalahan Yang pernah Bos Perbuat Kepada Non Caca Dan Juga Keluarganya." Menatap Dion
"Itu kan Menurut kamu Ver, Belum tentu Dengan Perasaannya Caca." Ucap Dion Kembali.
"Aku tahu bagaimana Perasaannya Non Caca. Saat ini Dia mungkin Terlihat Bahagia di depan Semua Orang, Tapi tidak dengan hatinya. Karena Mungkin non Caca Masih Terluka Dengan apa yang sudah terjadi, akan tetapi Jika Bos Tidak Ada usaha Sedikit pun untuk Mengobati hati Non Caca, Maka bos Akan kehilangan istri dan anaknya Bos Sendiri. Dan Jangan sampai ada lelaki lain Yang bisa Mengobati Hati Non Caca, Karena Sekali Wanita Sakit hati Jika Ada yang membuat mereka merasa nyaman Maka di situlah hati mereka Di Tanamkan untuk Orang yang sudah membuatnya nyaman." Ucap Verry.
Membuat Dion Tertegun Ketika mendengar Ceramahnya Verry.
"Mungkin apa yang di katakan Oleh Verry, Memang ada benarnya juga. Aku harus bisa mencari waktu untuk Menemui Caca Untuk meminta maaf pada mereka, Apa pun yang terjadi aku Adalah suaminya. Dan aku juga bisa kembali padanya." Ucap Dion dalam hatinya.
__ADS_1