
Yudianto Merasa Cemas karena pada Saat mereka ingin makan Siang Bersama.
Heru tidak nampak di meja makan pada Siang hari itu. Membuat Yudianto Bertanya-tanya dalam hatinya.
"Pak Yanto, Kenapa pak Heru tidak ikut makan siang bersama kita, apa Dia lagi Sakit?" Tanya Yudianto.
"Maaf Tuan. Sebenarnya Pak Heru dan cucunya sudah pergi dari Pagi-pagi Sekali." Timpal Bi Fatma dari seberang Dapur.
"Apa? Pergi kemana mereka bi, Dan kenapa Pak Heru tidak memberitahu Saya Terlebih dahulu." ucap kembali Yudianto.
"Kenapa pak Heru Membawah cucu Kita tanpa Sepengetahuan Kita pa." Sambung Siska.
"Aku juga tidak tahu Bu, Apa mungkin karena Dion sudah Melakukan kesalahan sama Caca. Sehingga pak Heru Merasa kecewa dengan kita?" menatap istrinya.
"Pasti mereka kembali ke rumah di Cibubur. Kan cuma di sana tempat tinggal mereka saat ini," Ujar Siska.
Lalu Kinan Datang ke meja makan Itu sambil memainkan ponselnya. Siska Menatap penuh sinis pada Wanita itu.
"Bi. Bi Fatma, Tolong Buatkan aku Teh hangat Bi!" Pinta Kinan. Tanpa sopan sedikitpun.
Membuat Yudianto Menatap Wanita itu Dengan penuh amarah.
"Turunkan kakimu dari Atas Kursi itu Kinan! Kamu tidak berhak Mengangkat kakimu di rumah Saya!" Tegas Yudianto Menatap tajam pada Wanita itu.
"upsss. Aku lupa ada ayah dan ibu mertuaKu di meja makan, Tapi aku sudah terbiasa di rumahku Seperti Loh Pa, Bu. Dan aku tidak bisa menuruti perintah Bapa dan ibu!" Menatap Yudianto dan siska. Sambil Tersenyum Tipis
Kali ini Yudianto benar-benar di buat marah oleh Kinan. Sehingga ia langsung meninggalkan meja makan tanpa menghabiskan sisa Makanannya terlebih dahulu.
"Kamu benar-benar wanita kurang Waras Kinan!" Ucap Siska. lalu ia juga pergi dari meja makan itu.
Sementara Kinan Hanya Tertawa Kecil Menatap Mereka.
__ADS_1
"Memangnya siapa kalian bisa Mengubah Sikapku!" Ucap Kinan Tertawa-tawa di meja Makan.
"Ini non, Teh hangatnya." Ucap Fatma. sambil meletakkan segelas teh hangat di Samping Wanita itu.
"Apa Dion Sudah bangun Bi? Tanya Kinan
"Aku juga tidak tahu Non, Sejak pagi aku Kerja di dapur jadi tidak melihat Den Dion." Jawab Fatma
"Dasar Wanita Tua tidak berguna! Untuk apa kamu kerja di sini Kalau Tidak becus seperti dalam pekerjaan kamu. Lebih baik aku Pecat saja kamu!" Ucap Kinan.
"Non Kinan Tidak berhak memecat saya. Lagi pula Yang memperkerjakan Saya di sini Bukan non Kinan Tapi Bu Siska dan Non Caca!" Sindir Fatma Tersenyum Menatap Kinan.
"Awas saja kamu Bi. Saya bersumpah setelah menikah dengan Dion, Saya tidak akan segan-segan Memecat kamu!" Ulang kembali Kinan.
"Memangnya Den Dion mau menikah dengan Non Kinan, Yang saya tahu den Dion hanya mencintai non Caca. bukan non Kinan."
"Kamu ini kenapa si Bi? selalu membela Wanita jelek itu! Apa kelebihan dia di rumah ini Sehingga Kalian semua selalu Menghormati dia!"
"Sialan kamu Wanita tua! aku bersumpah akan melemparkan kamu Ke jalanan jika aku sudah menjadi nyonya Pranata di dalam rumah ini!" Geram Kinan Penuh Emosi.
lalu ia keluar mencari Udara Segar di luar sana. Sebuah mobil melaju dengan Mulus memasuki halaman rumah Yudianto pranata. Kinan menatap Tegang pada mobil itu. Lalu ia sangat terkejut ketika melihat Alexa dan Rani, Yang keluar dari dalam mobil itu.
"Tante, Om!" Sapa Kinan. menyambut kedua Orang Tuanya itu.
"Kinan?" Apa yang kamu lakukan di sini!" Menatap penuh Heran.
"Santai Saja Tante. Tidak Usah Emosi, aku di Sini bukan Sebagai Tamu. tapi sebagai Nyonya di rumah ini Tanteku yang Cantik," Jawab Kinan Dengan penuh Percaya diri.
Alexa dan Rani Saling bertatapan Penuh
Kebingungan.
__ADS_1
"Apa maksudmu Kinan!" tanya kembali Alexa.
"Om, Sebentar lagi aku akan menikah dengan Dion. Jadi aku tinggal di sini!" Tersenyum Hangat pada Alexa.
"Apa kamu sudah gila Kinan! Dion sudah beristri. Dan Dia tidak akan mungkin menikahi kamu!" Cetus Rani.
"Tapi nyatanya yang ada di rumah ini Kan aku, Tante. bukan Istrinya itu. Udahlah Tante, Sebaikanya Tante sama om, bantuin aku saja Agar aku bisa secepatnya Menikah Dengan Anak Kolong merat itu!"
"Itu tidak akan pernah terjadi Kinan! Aku sama tanteMu tidak akan pernah membantumu untuk Merusak Rumah tangganya Dion dan Istrinya, Lagi pula Keluarga ini sudah cukup banyak membantu Kami. Dan itu tidak bisa kami lupakan," Menatap Kinan penuh amarah.
"Kalian ini kenapa si? Apa kalian tidak pernah berpikir untuk bisa menguasai harta mereka? apa selamanya kalian akan menjadi budak mereka?? menatap tajam pada Alexa dan Rani.
"Lebih baik kami menjadi budak keluarga ini. Dari pada harus merampas hak yang bukan seharusnya menjadi milik kami!" Ujar Rani. Lalu mereka segera masuk ke dalam Rumah untuk menemui Yudianto dan Istrinya.
"Bu Siska," Sapa Rani Dengan lembut pada Siska
"Rani, Alexa. Syukurlah kalian bisa Kesini, Saya sudah benar-benar mau gila dengan Ulah ponakan kalian, Dia benar-benar Sudah Membuatku Pusing dengan Sikapnya yang sudah menyakiti hati banyak orang di Sini. Bahkan dia sudah mengusir Heru dan cucuku dari rumah ini!" ucap Siska
"Apa Bu? Kinan Memang benar-benar kelewatan. Sebaiknya Usir saja dia dari rumah Ini Bu, Jangan Biarkan dia melakukannya Kejahatannya di sini!" Sambung Rani.
Dan Di anggukkan oleh Alexa.
"Benar bu. Kami tidak ingin melihat Kehancuran di dalam keluarga ini setelah kehadiran Kinan, Alangkah baiknya Segera Usir dia!" timpal Alexa.
"Kami sudah melakukan itu. Akang tetapi dia selalu Kembali sambil Berteriak-teriak dari luar sana. Sehingga membuat Yudianto Merasa Kesal dan membiarkannya Tinggal di sini untuk sementara waktu saja." ucap Siska.
"Oh. Jadi kalian sedang berencana untuk mengusir saya Dari rumah ini? Kalian sangat hebat Aku tidak pernah menduga Hati kalian itu lebih busuk dari aku, Apa kalian pikir kalian bisa mengusirku dari rumah ini dalam kondisiku yang sedang mengandung anaknya Dion? itu tidak akan pernah terjadi Paham kalian!!"
"Kamu sedang mengandung anaknya Dion? bagaimana bisa Kinan? Setahu saya Kamu tidak terlihat sedang mengandung, Kamu nampak biasa-biasa Saja!" Ujar Alexa. penuh kekeliruan Menatap Kinan.
"Ya iyalah Om. mana mungkin aku terlihat seperti wanita mengandung, Kan usia kandunganku baru sebulan. jadi tidak mungkin sudah terlihat dengan jelas kan," Protes kembali Kinan.
__ADS_1
Namun Wajah Alexa Terlihat Sangat Ragu dengan kehamilan Kinan yang sangat mendadak itu. Ia sama sekali tidak bisa mempercayai kalau Kinan sedang Mengandung anaknya Dion.