Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 11: Kamar pengantin


__ADS_3

Dion Alexander pranata, Atau yang Biasa Di sapa Dengan Nama Dion. Kini Sudah sah Menjadi Suami Dari Clarissa Putri Suhendra, atau yang Di kenal sebagai Caca.


"Ku harap Kamu Tidak mencampuri Setiap Urusanku Dengan Kirana."


Caca Hanya mengangguk pelan tanpa Berkata apa-apa lagi. Karena Walaupun mereka sudah sah Menjadi Suami-istri. Namun Dion Sama Sekali tidak Menganggapnya Sebagai Istrinya.


Dion Tersenyum sinis menatap Tubuh Gadis itu.


"Dengan gayamu seperti Itu Aku juga tidak Akan Pernah Menyentuhmu, Jadi Sebaiknya Kita Pisa Ranjang. Kamu Di Bawah Lantai dan aku Tetap Di Kasurku." Ujar Dion. Menatap Datar pada Gadis itu


Caca hanya bisa Mengikuti Perintah sang Suami Agar ia Tidak Menjadi Istri yang durhaka Terhadap Suaminya.


Suasana malam Itu membuat Caca Merasa Kedinginan karena ia tidur di Bawah Dengan beralaskan Selimut tebal Tanpa kasur. Sementara Dion Belum Juga kembali ke kamar Itu.


"Kenapa Tuan Muda, Belum juga kembali ke kamar Ya?" Gumam Caca Sambil Menatap Jam Dinding di kamar itu.


"Tempat tidurnya sangat empuk dan lembut, Apa lagi Di penuhi oleh Bunga-bunga Yang masih segar di atas Kasur ini. Andaikan aku Bisa Tidur Seranjang Dengan suami yang Benar-benar Mencintai Aku, Mungkin aku Akan Bahagia Dalam Pelukannya." Batin Caca, Mengelus Kasur Yang Di penuhi oleh Bunga mawar Yang Masih segar.


Dan Akhirnya Gadis itu pun Tertidur Kembali Di lantai yang Hanya Beralaskan Selimut.


Tepat Pukul Dua belas tengah Malam. Dion Kembali Ke kamarnya.


Pemuda itu menatap Ke samping kirinya dan Ia Melihat Caca yang Sudah Tertidur Nyenyak di sana.


"Makanya Jangan Mau Menyiksa Dirimu hanya Untuk Menikah Dengan ku!" Ucap Dion, Tersenyum Sinis pada Caca Yang sudah tertidur Pulas itu.


Dion sama sekali tidak mempunyai hati nurani. ia membiarkan Caca kedinginan di bawah Sementara ia Mala keenakan Tidur di kasur yang empuk.


Tiba-tiba Suara ponsel milik Dion bergetar di atas meja kecil samping Tempat Tidurnya. Dengan cepat pemuda itu merai ponselnya dan menjawab Panggilan masuk dari Kekasihnya.


"Halo. Sayang," Sapa Dion dengan nada suaranya Di pelankan agar Caca tidak terbangun


("Kenapa kamu melakukan ini sama aku Dion? kenapa?") Balas Gadis itu dari sebrang sana


"Sayang, Dengarkan aku dulu. Semua yang ku lakukan Hanya untuk kebaikan kita berdua Sayang,"

__ADS_1


("Kebaikan kita berdua?? Maksud kamu kebaikan Yang Seperti apa? Kamu senang dengan Istrimu Sementara aku, Menahan Cemburu Di sini.") tegas Kirana.


"Aku terpaksa nikah sama Dia. Karena semua Itu adalah desakan Mamaku. Jika aku tidak Menikah Dengannya Maka Semua Fasilitas yang aku Miliki Akan Di tarik Sama mama, Sayang."


("Pokoknya aku tidak mau Mendengarkan Alasan dari kamu lagi Dion, Yang aku mau Besok Kamu harus Menemui ku di Restoran.")


"Tapi sayang? Gimana caranya aku Bisa ke sana. Pasti mamaku akan Menanyakan Keberadaan Aku Disini." Ungkap Dion


("Memangnya Kamu Di mana Si? Kenapa kamu Tidak bisa Mencari alasan buat Ketemu aku Dion!)


"Sekarang aku sama Caca Sedang berada di Rumah Baru Pemberian dari papa sama Mamaku, Sebagai Kado Pernikahan kami."


("Apa?? Jadi kalian hanya tinggal Berdua saja?")


Kirana merasa Marah Dan Ia Pun segera Mematikan Sambungan Panggilannya itu.


"Halo. Halo sayang. Halo!" Suara Dion Akhirnya membuat Caca Terbangun.


"Kamu Kenapa Tuan?" Tanya Caca Sambil mengusap Kedua Matanya.


"Semua ini Gara-gara kamu Gadis Bodoh!! Coba saja Kamu tidak datang Di hidup kami Mungkin Hubungan Aku sama Kirana tidak akan Menjadi Berantakan seperti ini." Bentak Dion


"Pokoknya Mulai besok Kirana Akan aku bawah kesini." Ujar Dion Dengan kasar pada Istrinya


Membuat Hati Caca Seperti Teriris Oleh Sesuatu Benda tajam.


Setelah melihat Pemuda itu sudah tidur. Caca Pun Segera bangkit Dari tempat ia Tidur dan Menarik Selimutnya.


"Aku akan Tidur di luar saja, Jika memang Ini Sudah menjadi Keputusan Kamu Maka Aku yang akan Keluar Dari kamar ini." Ucap Caca Pada Dion Yang Sudah Tertidur


Caca Pergi Ke kamar Paling Belakang Khusus untuk Para pembantu.


"Mungkin di sini aku bisa Tidur Nyenyak Dan Tidak Mengganggu Ketenangan Tuan muda." Ucap Caca Berlinang air mata.


Dan Mereka pun Tertidur di kamar yang berbeda-beda.

__ADS_1


Keesokan Paginya Caca Bangun lebih awal lagi Seperti yang ia lakukan Sebelum menikah dengan Dion. Gadis itu sudah memasak Untuk Suaminya Yang Mungkin Masih tidur di kamar Pengantin Yang Seharusnya di tempati oleh Mereka Berdua. Namun nasipnya Tidak Seperti Para wanita yang Lainnya.


Walaupun ia sudah resmi menjadi Istri dari Anak Seorang Pengusaha penting di kota itu. Namun Caca tidak pernah mengharapkan Apapun Dari Suaminya itu. Ia hanya berharap Dion bisa Memberikannya gaji Untuk Membiayai Kebutuhan Ayahnya yang Hanya tinggal sebatang kara di Kampung.


Setelah Dion sudah bangun. Caca Hanya menyediakan Sarapan di atas meja Makan. Tanpa Memanggil Dion Atau pun Menyapanya.


"Ternyata kamu Sudah Masak ya?" Tanya Dion Sambil Meneguk Segelas air mineral.


Namun Caca sama Sekali tidak Mempedulikannya.


"Sarapan Bareng yuk, Aku juga Sudah lapar." ajak Dion. Namun Sikap Gadis itu Tetap saja Tidak Memperdulikannya lagi.


"Apa kamu Marah sama aku?


Caca Pergi Ke kamar Dion untuk mengambil kertas dan Menulis Semua keperluan Dapur yang Harus Dion Belih bersama Kirana. Lalu ia kembali ke dapur lagi dan Melepaskan Selembar Kertas putih yang Sudah berisi tulisan itu Di dekat Dion.


Membuat Pemuda itu menatap Caca Dengan Bingung


"Ini Maksudnya apa ya? Kamu nyuruh aku sama Kirana untuk membelikan Semua Keperluan Dapur? Apa kamu sudah gila Ca?" ungkap Dion Menatap Caca dengan Serius


"Caca!" Kamu ini kenapa si? Kalau kamu marah Sama aku, Jangan Seperti ini Dong. Semua orang Tau kalau kamu itu adalah Istri sah Aku. Dan Jika Aku Jalan Sama Kirana, apa menurut Kamu Mamaku Tidak akan memarahi Kita?"


"Itu urusan kamu Tuan. Bukan Urusanku, Paham!! Jawab Caca lalu ia Segera Berlalu Dari Hadapan Pemuda itu.


Dengan cepat Dion Mengejar Caca Yang sudah Keluar Rumah Sambil Membawah Kantong plastik yang Berisi Sampah.


Pemuda itu menarik tangan Caca Dang Membawahnya Kembali Masuk Kedalam Rumah.


"Kamu mau kemana? Kita sudah sah Menjadi Suami-istri. Dan kamu tidak boleh kemana-mana tanpa Seijin ku dulu." Tegas Dion.


"Memangnya Kamu siapa? Kamu itu hanya Sebatas Suami yang mengejar Harta. Dan Kamu Tetap majikanku!!


Dion Terkejut Ketika Melihat Caca Yang Sudah Berani Di Depannya.


"Maksud kamu apa ca? kembali bertanya

__ADS_1


"lepaskan Aku. Karena aku mau membuang Sampah di depan." Menatap Dion


Dion pun Merasa malu Saat Mengetahui Bahwa Caca Ingin membuang Sampah.


__ADS_2