Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 137: Mencari Istrinya


__ADS_3

"Kemana Caca, Ver?" Tanya Dion Pada Asisten pribadinya yang sedang Duduk Sambil Meminum kopi panas.


"Memangnya non Caca tidak berada di dalam Kamar Bos."


"Dia tidak ada di kamar. Kalau dia tidak ada di dalam Rumah ini Jangan-jangan Dia pergi ke rumah Kemarin lagi," Ucap Dion Kembali.


"Betul bos. Lagian Non Caca Udah janji mau Ke rumah itu. Pasti sekarang non Caca Sedang Ada di rumah itu bos,"


"Kita Segera Kesana." Ujar Dion


Verry pun segera meminum kopinya yang masih panas itu. Dan ia mengikuti Dion ke mobil.


Setibanya di rumah itu Dion dan Verry segera keluar dari mobil dan mereka langsung menuju rumah wanita Yang sudah menjanjikan makanan Untuk Caca.


Setelah menekan Tombol Bel Di samping Pagar halaman rumah milik wanita itu. Dion dan Verry Masih Menunggu hingga akhirnya seorang wanita keluar dari dalam sana Dan Membukakan Pintu pagar halaman rumahnya.


"Maaf Bu. Apa Istriku berada Di sini?" Tanya Dion dengan Sedikit cemas.


wanita itu mengangguk dan segera mengajak kedua lelaki muda itu masuk ke dalam Rumahnya.


Dion Menemukan Caca Sedang makan Makanan Yang baru di buatkan oleh wanita itu. Dion Merasa Bingung ketika melihat istrinya yang Sedang memakan makanan buatan wanita itu Dengan sangat lahap.


"Bagaimana mungkin Istriku bisa memakan makanan yang baru di masak Bu, Beberapa hari ini Dia sama sekali tidak suka dengan makanan seperti ini." Ujar Dion.


"Ibu Sengaja Memasak Ini untuknya agar dia bisa memakannya dengan baik. Karena Menurut Ibu Istrimu ini Membutuhkan masakan Sederhana dari orang lain bukan dari Rumahnya ataupun dari Restoran," Ungkap Wanita itu Sembari Tersenyum Menatap Caca.


"Terimakasih Banyak bu. Karena ibu sudah Memberikan Yang terbaik untuk istriku,"


"Sama-sama Nak,"


"Mas Dion, coba cicipin masakan buatan Ibu Anisa Mas. ini sangat enak dan lezat," Ujar Caca.


Dion hanya mengangguk sambil tersenyum menatap istrinya.


"Kemana Anak Dan Suami Ibu, Kenapa Rumah ini Terlihat Sangat Sepi." Ucap Verry.


"Anak Saya Sedang bekerja di luar kota bersama Suamiku, Mungkin Esok mereka baru kembali ke sini." Jawab Bu Anisha dengan Lembut.


"Memangnya mereka kerja Di mana Bu?" Ulang Verry. Membuat Dion Menatap tajam pada Asistennya yang sudah terlalu banyak Bicara.


"Mereka Sedang berada di Jakarta," Jawab Kembali wanita itu.


Dan Verry Hanya Mengangguk Pelan.


"Makasih Bu, Hari ini aku Sangat kenyang," Ujar Caca Sambil Memeluk wanita dewasa itu. Membuat Dion Dan Verry saling bertatapan.


"Besok Kamu bisa ke sini lagi. Nanti Ibu Buatkan makanan yang lebih enak Untuk kamu,"

__ADS_1


Caca Mengangguk dengan antusias. seakan ia Sudah Sangat Akrab dengan wanita itu.


Setelah usai menghabiskan makanannya. Caca Pergi ke Ruang tamu Sambil melihat-lihat Foto yang bergantungan di atas dinding rumah itu.


"Wahh Dia sangat tampan, Sama persis dengan Ibunya." Ujar Caca.


Dan Dion Menatap Istrinya yang Sedang memuji foto pria lain di depannya.


"Hmmm. Tapi masih gantengan aku Tau," Protes Dion. berdiri di samping Istrinya.


"Hehehe. Iya Masih gantengan suami aku kok," Ucap Caca Tertawa Kecil Menatap Suaminya.


lalu Caca kembali melihat foto yang Berada di sudut Belakang Tv. Wanita itu Mengambil foto Tersebut dan menatapnya Penuh Keanehan.


Ia sangat terkejut ketika melihat Ayahnya sedang berdiri Di dekat Bu Anisha di dalam Foto itu.


"Ini kan ayah? Kenapa bisa Berfoto dengan Bu Anisha ya?" Ucap Caca.


"Itu foto Saat Aku baru berusia Dua sembilan tahun Nak, Saat itu Aku masih belum Menikah. Dan Di Samping kiri itu adalah Kakak Tertua Kami. Namun kini Dia menghilang bagaikan di Telang Bumi. Bahkan kami tidak pernah Mendapatkan Kabar Darinya." Ungkap Bu Anisha Membuat Caca Terkejut.


"Memangnya kemana kakak Tertua Ibu Anisha?" Sambung Verry. yang ingin tahu tentang Keberadaan Saudara Lelaki dari Wanita itu.


"Dulu Dia Menyukai seorang Wanita Cantik dari kampung. Dan Pada saat itu ayah kami Tidak menyetujui Hubungan mereka karena Saudara kami itu masih Kulia. Namun ketika ayah kami mendengar kabar bahwa wanita itu sudah Mengandung. ayah kami Benar-benar marah dan Menyuruh Saudara lelaki kami pergi dari rumah. hingga pada saat Orang Tua kami Meninggal Dia tidak pernah kembali lagi, Selama ini Kami selalu Merindukan dia," Ucap wanita itu Sambil Bercucuran air matanya.


Dion Dan Verry sangat terharu mendengar Cerita Dari Keluarga Bu Anisha. Sementara Caca terus menatap Foto itu Dengan penuh kesedihan Karena Ia tidak pernah tahu kalau ayahnya Seorang Yang memiliki Segalanya Dan Juga Berasal dari kota ini. Selama ini Ayahnya selalu Mengatakan Padanya kalau Kehidupan di kota Tidak Terlalu baik.


"Tidak nak. Kami sama sekali Tidak pernah Bertemu dengannya lagi."


"Memangnya Berapa saudaranya Bu Anisha. Maaf Bu, jika kami sudah terlalu banyak bertanya." Ucap Dion.


"Kami bersaudara ada Lima orang. Tapi Hanya Dia Saudara lelaki kami yang hingga saat ini belum kami Temukan keberadaannya." Ujar Kembali Anisha. Caca Menatap pada Wanita itu seakan ia ingin memberi tahukan sesuatu namun ia kembali mengurungkan niatnya. karena ia tidak ingin Membuat Ayahnya Kecewa.


Lalu Caca Kembali meletakkan Bingkai foto itu pada Tempatnya yang semula. Perlahan ia mulai Berjalan Keluar dari rumah itu Seakan ia merasa sangat Malu datang ke dalam rumah itu. Bahkan ayahnya sendiri tidak pernah berkunjung ke rumah Saudara-saudaranya.


Entah kenapa kini perasaan Caca Menjadi Sedih Ketika Mendengar Cerita Dari Wanita itu.


Melihat Istrinya yang sudah keluar rumah Tanpa Berpamitan pada Bu Anisha. Dion Segera menyusul ke luar sana.


Sementara Verry masih berbincang Dengan Bu Anisha.


"Kamu kok Keluar ke sini sayang. Memangnya kamu Tidak Suka ya Kita bicara Seperti itu." Menatap istrinya.


Caca Menatap Wajah Suaminya Dengan serius Tanpa Mengedipkan Kedua Matanya. membuat Dion Merasa Bingung


"Apa yang terjadi sama kamu sayang. Apa kamu Lapar, Atau kamu sakit perut?" Tanya Dion


"Mas, Apakah kamu akan percaya jika aku Mengatakan Sesuatu sama kamu, Ataukah Kamu akan Menertawai aku?" menatap Suaminya.

__ADS_1


Dion Segera Menangkup Wajah Istrinya. hingga menatap ke arahnya.


"Aku pasti akan percaya apapun yang akan kamu Katakan sama aku sayang, Untuk apa aku menertawai kamu."


Ujar dion. Menatap serius pada Istrinya.


"Apa kamu mau Mengantarkan aku ke rumah ayah?" Kembali bertanya.


Membuat Dion merasa Kebingungan pada Istrinya.


"Memangnya kamu rindu sama ayah Ya,"


"Tidak mas. Ada hal yang penting harus aku tanyakan pada ayah."


Dion bertambah Penasaran Karena Istrinya tidak ingin Terbuka padanya.


"Baiklah. Lalu kapan Kita ke Rumah ayah."


"Sekarang mas." Sahut Caca. Dion Melotot


"Sekarang? Tapi ini kan udah hampir Sore sayang,"


"Aku ingin segera menemui ayah, Mas."


"B--baiklah. Sayang, Kita Temui Bu Anisha terlebih dahulu Baru kita bisa Kesana ya Sayang,"


Caca Mengangguk. lalu mereka kembali masuk ke dalam rumah Bu Anisha.


Saat masuk ke dalam Sana. Caca hanya menundukkan Wajahnya Seakan Ia Merasa Sangat malu Di depan Wanita itu. Ia tidak sanggup dengan apa yang Ada di Depannya saat ini. Entah kenapa ia bisa mengenal Bu Anisha.


"Ada apa denganmu Nak, Apa kamu Ingin memakan Sesuatu?" Tanya Wanita itu dengan Lembut pada Caca.


"Nggak Bu. Aku Sudah kenyang," Sahut Caca. dengan Sangat Malu.


"Bu. Kami Pamit dulu," Ujar Dion berpamitan kepada Anisha.


"Iya Nak. Kapan-kapan mampir ke sini lagi ya,"


Dion Mengangguk Sementara Caca hanya Menatap wajah wanita itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu Sayang. Kenapa kamu tiba-tiba Jadi pendiam seperti ini." Masih penasaran


Namun Caca Tidak Mendengarkan Suara Suaminya yang sedang Berbicara padanya. Karena ia Sedang Melamun masalah Ayahnya dan Wanita itu.


"Bos. Apa kita langsung ke Rumahnya Paman Heru?" Tanya Verry.


"Iya Ver. Kita segera kesana Sebelum Lebih Larut," jawab Dion Yang masih memperhatikan Sikap istrinya sejak Dari rumah Bu Anisha.

__ADS_1


__ADS_2