Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 113: Kemarahan Dion


__ADS_3

Dion Mengajak Caca untuk menjemput Anaknya Dan juga Heru yang masih berada di rumahnya Stefan. Dan Mereka berencana Untuk Kembali Ke rumah Dion. Melihat Hubungan Pasangan Suami-istri itu sudah kembali Membaik Stefan Pun Tersenyum lega Dengan apa yang sudah ia Rencanakan Bersama Dion Sebelumnya.


"Wah-wah. Ternyata ada yang Sudah Baikan Ni," Ujar Stefan Sembari Tersenyum melihat Caca Dan Dion yang kembali Akur.


"Makasih Bro. Semua ini Berkat Kamu, Dan aku Sangat Bersyukur Karena bisa Mengenal kamu Dengan Baik." Balas Dion.


"Sama-sama. Lalu apa rencana Kalian selanjutnya, Apa kalian akan Kembali ke rumah orang Tuamu?" Tanya Stefan.


Dan Di anggukkan oleh Dion.


"Lalu bagaimana dengan wanita Yang berada di RumahMu itu, Apa dia akan Juga tetap tinggal di sana Bersama kalian?"


"Aku akan segera mengusirnya Keluar dari rumah Kami." Ucap Dion


Stefan hanya mengerutkan dahi keningnya.


"Apa kamu Yakin Akan Kembali ke rumah itu lagi Nak Dion?" Sambung Heru yang tidak Sengaja mendengarkan Pembicaraan Dion dan Stefan Bersama Caca Di ruang tamu.


"Iya. ayah, Aku akan Memperbaiki semuanya Dengan Secepatnya." Jawab Dion.


"Baiklah. Ayah harap Kalian bisa Segera menyelesaikan Masala kalian dengan baik. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman di dalam rumah tangga kalian,"


"Iya ayah." Singkat Dion Menatap Serius pada ayah mertuanya.


Setelah berpamitan pada Mahendra dan juga Stefan, Dion Membawah istri dan anaknya, bersama Heru. Kembali Kerumah orang tuanya.


Yudianto Dan Siska merasa Senang Ketika melihat Menantu dan Cucu mereka kembali Bersama Dion Ke Rumah mereka lagi.


"Cucu opa Tersayang udah tidur ya?" Ucap Yudianto Sambil Menciumi Pipi Cucunya Yang Sedang Tertidur di pelukan Dion.


"Nak Caca, Maafkan kami Jika Selama ini kami selalu Mengecewakan Kamu nak," Ujar Siska. Memeluk Menantunya itu.

__ADS_1


"Aku yang seharusnya minta maaf Sama Papa dan Mama, karena Sikap aku Beberapa hari Ini Tidak terlalu baik Pada Kalian Berdua," Balas Caca.


Dari dalam kamar Kinan mendengar Suara Dion dan Kedua orang tuanya sedang Berbincang di Luar sana. Ia pun segera bangkit dari tempat tidurnya dan pergi menemui Mereka Di luar sana.


Dan setibanya di Ruang tamu Kinan Merasa Terkejut ketika melihat Caca Sudah kembali Bersama anaknya Dan Juga Dion sedang Bersama Mereka di sana.


"Apa-apaan Ini? Kenapa Wanita ini bisa kembali ke Rumah ini Lagi!" Ujar Kinan Menatap tajam pada Caca.


"Memangnya ada apa Denganmu Kinan? Apa Kamu Tidak senang dengan Kehadiran Istrinya Dion, di rumah ini? Lagi pula Siapa yang Berhak Tinggal di rumah ini. Kamu apa Caca?" Balas Siska Menatap Sinis pada Kinan.


"Akul dong, Tante. Kan aku Juga sudah mengandung Anaknya Dion. Lagian Kenapa juga Wanita ini kalian bawah ke sini lagi. Apa Dia Ingin Menyaksikan Pernikahan aku sama Dion?"


Menatap kembali pada Caca.


Namun Caca Sama sekali tidak merasa Takut dengan Tatapan Mata Kinan yang seakan Ingin Menerkamnya.


"Oya? Lalu Bisakah kamu Tunjukkan Bukti kehamilan kamu sama Kami Semua? Jika Kamu Memang benar-benar Hamil Lalu Kenapa wajah kamu kok tidak terlihat sedang hamil?" Singgung Siska


"Itu benar Bu. Tadi aku melihat Non Kinan Sedang Membersihkan Bajunya yang Dipenuhi oleh Tetesan Darah. Mungkin Non Kinan, Lagi Datang bulan Bu," Timpal Fatma.


"Siapa bilang aku datang Bulan? Apa Bibi Punya bukti kalau aku Memang sedang Menstruasi? Dengar ya Wanita tua! jika kamu tidak memiliki Bukti yang Nyata. Jangan pernah Memfitnah Orang dengan sembarangan!" Menatap Fatma.


"Lalu apa yang sedang non Kinan Bersihkan tadi, Apa itu Semacam Saus atau sambal yang Tanpa Sengaja Non Duduki?" Sindir Fatma kembali.


Membuat Kinan Merasa Jengkel dan marah pada Fatma.


"Dasar kamu wanita Tua Tukang Fitnah! Kamu itu hanya sekedar Pembantu hina Di Rumah ini. Jadi jangan Sekali-kali Kamu Mengotori rumah ini Dengan KebohonganMu!"


"Cukup Kinan!! Sekarang juga kemasi barang-barang kamu. Dan Segera Tinggalkan Rumah ini! Kamu tidak pantas berada di Tengah-tengah Rumah tangga Dion dan Istrinya, Apa kamu Tidak merasa malu Menjadi Seorang Pelakor di dalam Rumah Tangga Anakku?? Ujar Yudianto Dengan sangat marah


"Jadi om Mengusir Aku, Om Mengusir aku dari Rumah Ini? Apa om Lupa Bahwa rumah ini adalah Milik Dari Tante dan Om, Aku?" Balas Kinan melotot pada Yudianto.

__ADS_1


"Siapa bilang ini Rumahnya Om Sama TanteMu! Ini adalah rumah Saya! Yang sudah saya belih Sejak Beberapa tahun yang Lalu, Dan om Sama Tante Kamu itu. Hanya saya Tugaskan untuk Menjaga Rumah ini Dan Akhirnya Mereka Juga Tinggal di sini!" tegas Yudianto.


"Aku tidak perduli Ini Rumah siapa! Yang penting aku akan Tetap tinggal di Sini. Sampai Wanita itu Benar-benar Pergi Dari Rumah ini!"


"Kamu yang seharusnya pergi dari rumah ini Wanita Licik!" Bentak Dion Yang sudah tak Tahan dengan Perlakuan Kinan pada Keluarganya.


"Aku tidak akan pernah Pergi Dion!!


"Baik, Jika kamu ingin memaksa aku untuk berbuat yang lebih kejam Sama kamu. Aku pastikan Kamu tidak akan pernah bisa Kembali ke sini lagi!"


"Lakukan saja apa yang kamu Mau, Aku tidak perduli! Karena aku ingin tetap di sini!" Bentak Kinan Menatap tajam pada Dion.


Karena merasa kesal Dion pun Segera masuk ke dalam kamarnya Kinan. dan Ia kembali sambil membawa Semua Barang-barang Milik Kinan hingga ke luar sana. Lalu ia Kembali lagi ke dapur untuk mengambil Minyak Dan juga korek api. Lalu Dion pun Segera membakar semua Barang-barang Berharga Milik Kinan Termasuk Semua pakainya.


"Apa yang kamu lakukan Dion!" Apa kamu Sudah tidak waras lagi? Kenapa kamu membakar semua Barang-barang ku!" Teriak Kinan Sambil berusaha Memadamkan api yang sudah Hampir Membakar semua pakaiannya. namun Dion juga terus Menyiramkan Minyak Sebanyak-banyaknya. sehingga Api itu sangat sulit untuk di padamkan oleh kinan.


"Gimana? Apa kamu masih tetap ingin tinggal di rumah ku?" Ucap Dion Menatap wajah gadis itu.


"Kamu pikir dengan cara kamu membakar semua Barang-barangku Seperti itu. Aku bakalan Pergi dari sini? tidak Dion! Sampai kapanpun aku Tidak akan pernah pergi!"


Dion pun segera memanggil Verry untuk segera Membawah Kinan Keluar dari rumah itu. Dan Verry Menuruti Perintah Majikannya itu.


Dion Mengambil Sebuah tali Di dalam sana Lalu ia mengikat tangan dan kaki Kinan. Dengan bantuan Verry dan pak Yanto yang sedang memegangi Tubuh dari wanita itu.


"Lepaskan aku, Dion! Aku tidak mau pergi dari sini!" Teriak Kinan Lalu Dion Segera Menutup Mulutnya dengan Sehelai kain. agar wanita itu tidak Ribut lagi.


"Dengan cara seperti ini Kamu bisa pergi dari rumahku. Karena aku Tidak ingin melihat kamu Berada di sini lagi!" Ucap Dion.


Pak Yanto dan Verry segera mengangkat Kinan Dan memasukkannya ke dalam mobil.


"Cepat bawah dia dari tempat ini. Usahakan Jangan sampai dia menginjakkan Kakinya lagi Di dalam Rumah ini Verry!" Pinta Dion

__ADS_1


Segera di anggukkan oleh Verry. Kini Verry pun Segera Membawah Wanita itu dari kediaman Yudianto pranata. ke tempat yang sudah Dion Kirim alamatnya di Ponselnya.


Caca Hanya bisa menatap Kepergian Mobil Yang Sedang membawah Kinan keluar dari rumah itu. Ia sama sekali tidak Berkata Apa-apa lagi ketika melihat Kemarahan Suaminya pada Kinan.


__ADS_2