
Setibanya di rumah pemuda itu langsung Masuk.
Dan mencari kedua orangtuanya.
"Dion. Kamu sudah datang?" Tanya Yudianto
yang sedang duduk di ruang tamu bersama Siska.
"Iya. Pa," Singkat Dion Lalu ia Duduk di samping Mereka.
"Apa Istri dan anakmu baik-baik saja di Sana?" Tanya Siska.
Dan di anggukkan Oleh Dion.
"papa mengundang kamu ke sini. Karena ingin menyampaikan Hal penting sama kamu, Ini Mengenai perusahaan milik kita." Ucap Yudianto. Menatap Anaknya.
"Apa yang sudah terjadi pa, Ma," Tanya Dion Penasaran.
"Perusahaan milik kita mengalami Masalah yang cukup besar. Dan saat ini Sangat kecil harapan Kita, untuk mengembalikan Semuanya dalam waktu yang Cepat."
"Maksud papa?" Merasa Bingung.
"Mila telah mencuri uang milik perusahaan Dan karyawan kita. Bakan ia Juga sudah merusak nama baik Perusahaan ini Di depan Perusahaan Yang Lainnya." Jawab Yudianto Menatap Dion Dengan Serius.
"Kok bisa pa! Kenapa dia bisa masuk ke perusahaan kita? Dan Bagaimana bisa semua ini Terjadi!"
"Ini salah papa, Karena papa sudah mempercayai Dia Dalam Sebuah kerja sama Bisnis yang tidak di Ketahui oleh Papa Sebelumnya."
Dion merasa Geram Dengan apa yang sudah di lakukan oleh Wanita itu. Ia juga merasa Bingung harus berbuat apa untuk bisa Mengembalikan Apa yang sudah hilang dari Perusahaan Milik keluarganya.
"Aku harus bisa mencari tahu Tempat tinggal wanita itu. Dan akan ku pastikan Dia akan Menyesali semua perbuatannya." Ucap Dion dalam Hatinya.
Lalu ia mengambil Ponselnya dan Menghubungi Nomor Istrinya.
"Sayang, Aku ada urusan penting di sini. Apa Aku boleh ijin Untuk Tinggal beberapa hari di sini? sampai urusan ini selesai saja kok sayang," tanya Dion.
("Iya, mas. Nggak apa-apa Kok, Yang penting kamu Tetap jaga kesehatan disana.") Balas Caca
"Iya sayang. Aku janji setelah Semua urusan pekerjaan dengan papa Selesai. Aku akan Segera Kembali ke Rumah." Ucap Dion.
("Iya mas,") Singkat Caca.
Usai Bercerita dengan Istrinya di Telepon. Pemuda itu Keluar Mencari Verry di Halaman rumahnya. Ia ingin mengajak Verry untuk mencari tahu Tentang Wanita itu di kota ini.
__ADS_1
"Bos!" Kapan datangnya?" Tanya Verry Saat melihat Dion Sedang Berjalan Mendekatinya.
"Baru saja Ver, Apa kamu sibuk?" Kembali bertanya.
Dan pemuda itu hanya menggelengkan Kepalanya Dengan Pelan.
"Memangnya ada apa bos?" Menatap anak Majikannya.
"Apa kamu bisa Menemaniku untuk Mencari tahu Tempat tinggal Mila?"
Verry pun mengangguk dengan cepat
"Baik Bos. aku Siap-siap Dulu!" Ucap verry Lalu ia Segera Pergi Membersihkan dirinya di kamar mandi.
Sedangkan Dion Kembali ke ruang tamu dan Mengambil Laptopnya.
"Apa rencana Kamu Dion?" Lirik Siska saat melihat Putranya tengah sibuk Menatap layar Laptopnya.
"Aku akan Mencoba mencari tahu tempat tinggalnya Mila. ma, Setelah itu akan Membuat Sebuah rencana agar apa yang sudah ia Curi dari kita akan Segera bisa kembali sama Kita lagi." Ucap Dion. tanpa Menatap Wajah ibunya.
Siska hanya Menautkan Alisnya
"Sebaiknya Kamu harus berhati-hati Sama Wanita licik itu. Karena ia sangat Pintar untuk mengelabuhi Kita." Sambung Yudianto.
"Permisi! Om, Tante," Teriak Kirana dari sebrang sana. membuat Dion dan Kedua Orang Tuanya Menoleh ke arah luar.
"Kirana?" ucap Siska. Lalu ia segera pergi membukakan pintu Pagar halaman rumahnya. karena saat Itu Pak Yanto tidak ada di rumah.
"Tante, Apa kabarnya?" Ucap Kirana Memeluk Siska dengan Erat.
"Kabar Baik Ran, Kamu sendiri gimana kabarnya. kok Udah jarang main ke sini lagi!" Ucap Siska. tersenyum menatap wanita muda itu.
"M'mm. Tante kangen ya sama aku, Hehehe. Becanda Tante, Aku dan Mas Dito Jarang ke sini Karena kami sangat Sibuk menanam Di kebun Tante," Jawab Kirana. Tersenyum Hangat pada Siska.
"Wah. Ternyata kamu sudah Banyak berubah Sejak kenal sama Dito, Ya." Ucap Siska Melirik pada Pemuda yang sedang berdiri di samping Kirana.
"Iya tante, Aku pengen Berusaha Menjadi wanita yang baik-baik lagi Tante. Agar aku bisa Menemukan Seorang Lelaki yang benar-benar Tulus sama aku,"
"Hmm. Kan sudah ada Nak Dito, Kenapa masih Berpikir untuk mencari yang lainnya?"
"Tante bisa aja Dhe," Tersenyum malu.
"Kirana, Kenapa kamu baru keliatan?" Tanya Kembali Yudianto.
__ADS_1
"Aku Sibuk om," Balas Kirana. Dengan lembut
"Mas Dion, Dimana Caca dan Ponakanku?" Tanya Kirana pada Dion yang masih sibuk menatap layar laptopnya.
"Mereka di kampung, Ran." Jawab Dion dengan singkat. tanpa menatap Dito dan juga Gadis itu.
"Kamu terlihat sangat sibuk?" Ucap kembali Kirana.
"Iya, Perusahaan Milik papa Kena tipu sama Mila." Ucap Dion.
"Kena Tipu? Kok bisa. Mas,"
"Aku juga tidak tahu, Kenapa bisa Seperti ini. Ya udah Kamu sama Dito temani papa sama mama dulu, Aku dan Verry harus ke Kantor." Ucap Dion
"Iya mas, Hati-hati di jalan."
Dito menatap Dion yang sedang Berjalan itu. lalu ia Mengikuti Dion dan Verry hingga ke mobil. Kirana Merasa Terkejut ketika dito pergi mengikuti Kedua pemuda itu.
"Dito, Kamu kenapa?" Tanya Dion
lalu pemuda itu kembali Mengambil Pena dan buku kecil yang sudah ia bawah setiap ia pergi.
"Bolehkah aku Ikut Bersama kalian?" Aku Hanya Ingin Membantu Kalian, Lagi pula Wanita itu belum mengenal Aku," Ucap Dito Di dalam Kertas itu.
Dion dan Verry saling bertatapan dan Mereka Langsung mengijinkannya Dito untuk ikut Bersama mereka. Sementara Kirana Hanya bisa menatap Kepergian Ketiga Pemuda itu.
"Biarkan saja Dito Ikut Sama Verry dan dion, Tante Yakin Dito pasti punya Niat baik Untuk Membantu Dion." ucap Siska. Sembari tersenyum pada Wanita muda itu.
"I--iya. Tante, aku hanya Bingung saja Kenapa Mas Dion bisa mengajak mas Dito ikut bersama mereka. Sementara Mas dito kan Tidak bisa Ngomong," Ucap Kirana. Dengan Sedikit Malu
"Walaupun dito tidak bisa Bicara. Akan tetapi kemampuan dito sangat besar untuk Bisa membantu Dion dan Juga verry, Jadi kamu Tidak usah khawatir lagi ya,"
"Iya tante." Singkat Kirana. Lalu mereka segera masuk ke dalam rumah.
"Non Kirana?" Sapa Bi Fatma dengan lembut ketika Bertemu Kirana di dapur.
"Iya Bi, Bagaimana Kabarmu Bi? Sehatkan?" Tanya Kirana. Dengan Ramah pada Wanita tua itu.
"Iya non. Sebaliknya Kabar Non Dan Den Dito Gimana?" Tersenyum hangat.
"Kami juga Baik Bi, Oya Bi. Kapan Caca dan Geral mau Kesini lagi, Aku Udah kangen sama Ponakanku yang Ganteng itu deh." ucap Kirana Bermanja-manja di depan Fatma.
"Bibi juga tidak tahu Non, Pada hal Sudah Hampir Lima bulan mereka belum juga berkunjung ke Sini." Jawab Fatma
__ADS_1