Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 87: Ikut ke kota


__ADS_3

Drink Drink! Suara Ponsel Milik Dion berbunyi nyaring di Atas Nakas. Membuat Dion Segera bangun dan meraih ponselnya itu dengan cepat.


"Halo." Sapa Dion. dengan harapan ada kabar Baik tentang Istrinya.


("Tuan. Kami menemukan Ponsel milik istri Tuan di Jalan menuju Pantai Citra lestari indah Tuan.") Jawab Seseorang dari sebrang sana.


"Apa? Kenapa ponselnya bisa ada di sana. Lalu Apa kalian menemukan Sesuatu yang mencurigakan di tempat itu?" kembali bertanya.


("Belum tuan. Kami masih mencari tahu Keberadaan Istri tuan di sini") timpal orang itu kembali.


"Baiklah. Kabari aku, jika kalian menemukan Sesuatu di sana." Ujar Dion. lalu ia pun mematikan sambungan Panggilan itu.


"Bagaimana bisa Ponselnya Caca Berada di Pantai itu, Bagaimana dia bisa kesana." Gumam Dion Dengan sangat khawatir.


Tok Tok. Suara ketukan pintu di kamarnya Dion.


Ceklek! Suara Pintu di buka.


"Den, Ada Tamu mencari Kamu," ucap Bi Fatma.


"Siapa Bi? Perasaan hari ini aku Tidak Ada janji dengan siapapun." Menatap Bi Fatma.


"Itu den, Non Mila. Katanya dia mau Bertemu dengan den Dion. ada yang harus ia sampaikan."


"Ada-ada saja Wanita licik itu!" Ucap Dion Lalu Segera pergi Menemui Mila. yang sedang duduk di ruang tamu.


"Mau apa lagi kamu datang ke sini!" Cetus Dion Menatap Tajam pada Mila.


"Duduklah dulu Dion, Kenapa kamu terlihat sangat marah seperti itu, aku kan cuma mau Menyampaikan Sesuatu sama kamu. Dan ini sangat penting loh," Ucap wanita itu dengan Rayu manisnya.


"Apa lagi yang ingin kamu sampaikan Mila! Memangnya kita ada urusan apa lagi? apa kamu Tidak Punya urat malu ya Setelah apa yang sudah kamu perbuat sama Keluargaku?"


"Iya. aku minta maaf, Lagian Aku melakukan hal itu karena aku Sangat Benci sama kamu."


"Sudahlah. jangan banyak bicara Sekarang apa yang ingin kamu sampaikan sama aku," Menatap Mila.


"Dimana Istrimu, apa dia sudah kembali?"


Maaf Dion, tadi aku melihat istrimu Bersama dengan seorang pria. aku berusaha mengikuti mereka tapi aku Tidak berhasil karena mereka kabur setelah mengetahui mobilku di belakang mereka." ucap Mila. mempengaruhi Dion.

__ADS_1


"Oya? Lantas kenapa kamu Tidak ikuti mereka saja sampai kamu tahu kemana perginya mereka," balas Dion. Dengan sangat Geram Menatap Wanita itu.


"Jadi kamu tidak mempercayai aku Dion, Aku berkata jujur loh."


"Benarkah? Lalu siapa yang Kamu Perintahkan untuk mencelakai Kirana?"


mendengar perkataan Pemuda itu. Mila menjadi salah Tingkah dan Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mulutnya Terasa berat untuk mengatakan sesuatu setelah Dion Mencurigainya tentang penabrakan Kirana beberapa hari yang lalu.


"Kenapa kamu diam? Apa aku salah bicara atau menyakiti perasaanmu, Mila?"


"Maaf Dion. Itu buka aku, dan aku tidak pernah melakukan kejahatan seperti yang kamu tuduh itu!" menatap Dion


"Benarkah, Tapi kenapa aku merasa kalau pelakunya Memang kamu ya. dan Rekaman CCTV di jalan itu nggak mungkin bohong juga kan?"


"Sebaiknya kamu berhati-hati. Jika sampai terjadi apa-apa Sama Kirana dan Istriku. Maka Orang yang pertama akan aku Penjarakan adalah kamu!" tegas Dion.


Membuat wanita muda itu semakin Gugup Dan ketakutan.


Ia pun segera Berpamitan pulang pada Dion. Setelah Dion Mengancamnya


"Kenapa dia bisa tahu semua itu adalah Ulahku, Apa Memang Benar kalau Di jalan Itu ada Cctv-nya?" Gumam Wanita muda itu.


Sekembalinya Bu Rosa dari pasar. Caca Langsung Memasak Dan menyiapkan semua Makanan di Atas Meja makan. wanita itu terlihat sedikit murung Karena Ia selalu memikirkan suami dan anaknya.


"Nak Caca, kenapa wajahmu Terlihat Lesu Seperti itu, Apa kamu sakit nak?" tanya Bu Rosa. Dengan pelan.


"Tidak kok Bu, hanya saja aku sangat Merindukan Anakku, Bu." ucap Caca Menundukkan kepalanya di depan wanita itu.


Melihat Kesedihan Di raut wajah gadis itu. Rosa Merasa Kasihan.


"Gimana kalau kamu ikut dengan Tuan muda, Ke kota saja. Siapa tahu dari sana kamu bisa mencari tempat tinggal Suami dan anakmu," Ucap Rosa Sembari Tersenyum dan membelai rambut gadis itu.


"Tapi Bu, Bagaimana dengan kalian di Sini. Aku tidak bisa membiarkan bapa sama ibu, tinggal sendirian di sini." Menatap Rosa.


"Kami sudah terbiasa hidup Sendiri di sini nak, Jadi kamu tidak Usah terlalu memikirkan kami, Sebaiknya kamu Pikirkan Suami dan anakmu Saja," Ucap Kembali Bu Rosa.


"Tapi apa pemuda Sombong itu mau mengajak aku Ikut bersamanya Bu, Sementara dia sangat Membenciku." Gerutu Caca. sambil menatap Pemuda yang sedang duduk bersama pak Ramli di luar sana.


"Dia pasti mau. Biar nanti Ibu yang Menjelaskan semuanya sama dia, Sebaikanya kita makan Saja dulu. Setelah itu baru kita bicarakan Hal ini dengan tuan Muda." Ucap Rosa.

__ADS_1


Dan di anggukan oleh Caca.


Hari itu Mereka Menikmati makan Siang bersama. Caca masih terlihat murung saat sedang makan. Membuat Ramli dan Rosa Merasa sangat Kasihan.


"Apa tuan Muda bisa Mengajak Nak Caca, bekerja di rumahnya tuan? Dia sangat membutuhkan pekerjaan Tuan," Ucap Rosa. menatap Pemuda yang sedang menikmati makanannya.


pemuda itu Menatap Bu Rosa dengan sangat Terkejut Dan Hampir saja ia Tersedak dengan makanan yang di mulutnya. ketika mendengar permintaan Wanita dewasa itu.


"Tapi Bi, Di rumahku kan sudah ada pelayan. Bagaimana bisa Aku membawah dia dan memperkerjakan dia disana juga, bisa-bisa Bi Nita salah paham sama aku Bi," jawab Pemuda itu dengan Sedikit Sensi.


"Iya bibi tau tuan. Tapi tolonglah dia, tuan. Dia sangat mengharapkan Pekerjaan," Rosa memohon pada pemuda itu agar Caca bisa di ajak kerumahnya.


"Lihatlah Dia tuan, dia sangat Mengharapkan Pekerjaan yang bisa membuat dia Kembali bertemu dengan keluarganya. Bibi Tahu tuan tidak Bisa menambah Pembantu di rumah tuan lagi. Anggap saja ini Permintaan bibi yang terakhir pada tuan," ucap wanita dewasa itu dengan penuh permohonan.


Stefan pun menghela napasnya dalam-dalam. Dan dengan sangat terpaksa ia memenuhi permintaan Wanita itu. Walaupun sebenarnya ia tidak terlalu suka dengan Gadis itu. akan tetapi demi Menyenangkan hati Rosa. ia menerima Caca untuk ikut bersamanya.


"Baik Bi. Aku akan mengajak dia untuk tinggal di rumahku, Semoga saja dia bisa segera menemukan keluarganya," ucap pemuda itu. kembali Menelan makanannya dengan pelan.


Rosa dan Ramli Merasa tenang ketika pemuda itu ingin mengajak Caca ke kota bersamanya.


"Terimakasih. Tuan, Kami janji akan selalu Memenuhi Keinginan tuan,"


Ucap Ramli dengan senang.


"Iya. sama-sama Paman," Singkat Pemuda itu. Sambil menatap caca yang sedang makan sendirian di Tepi pantai.


Usai makan siang bersama Stefan pun Segera berpamitan kepada Rosa dan Ramli. Mengingat hari sudah mulai sore. ia harus segera pulang ke rumah dengan tepat waktu.


Caca pun Mengikuti permintaan Kedua Orang tua itu. untuk Ikut bersama Stefan ke kota agar ia bisa bertemu kembali dengan Keluarganya.


Walaupun hatinya terasa berat untuk meninggalkan Kedua Orang tua itu. namun ia juga harus tetap ikut bersama Stefan ke kota. untuk mencari suami dan anaknya.


"Pak, Bu. Aku janji aku akan kembali lagi ke sini. dan aku tidak akan pernah lupa Dengan kebaikan kalian sama aku," ucap Caca Sambil Memeluk Kedua Orang tua itu dengan perasaan yang Sangat Berat untuk berpisah dengan mereka.


"Iya Nak. Datanglah ke sini jika kamu Sudah menemukan mereka. Kami akan selalu menunggu kedatanganmu nak," Balas Ramli.


Caca Mengangguk dengan cepat sambil Melepaskan Pelukannya dari kedua orang tua itu.


Lalu Stefan pun mengajak Caca Untuk Segera pergi. Dan keduanya langsung meninggalkan Rumah Ramli dan Rosa.

__ADS_1


__ADS_2