Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 128: Mencari Dion


__ADS_3

Kinan Terus mengikuti Mobil yang Telah Membawah Dion. Dan Akhirnya Mobil itu berhenti Di depan rumah kontrakan Milik Keluarganya Mila. yang berada Di daerah yang Cukup jauh Dari Kota. Setelah melihat Mobil itu Sudah terparkir Kinan Terus mengawasi Mereka yang Sedang menarik Dion Keluar Dari dalam mobil Dengan seorang Pria bertubuh besar Dan tinggi itu. Kinan Merasa Penasaran dengan Wanita yang Membawah Dion itu Sehingga ia Tidak Merasa takut untuk Mengikuti mereka hingga ke rumah Wanita itu.


"Aku Harus mencari tahu permasalahan Di antara Dion dan Wanita itu," Gumam Kinan yang masih di dalam Mobilnya.


"Lepaskan Aku Mila! Jangan coba-coba Mencari Masalah dengan Aku!" Ucap Dion. Namun Pria Di Sampingnya Mila Langsung mengikat Tangan Dion dengan sebuah tali Agar Dion tidak bisa Kabur dari mereka.


"Ini Balasan Yang Telah keluargamu Perbuat padaKu Dion. Jika kamu ingin Pergi dari sini Sebaikanya kamu siapkan Uang Terlebih dahulu, Agar Aku Dan Anak buah Ku. tidak akan Mengganggumu lagi!" ucap Mila Tersenyum Tipis Menatap Dion.


"Persetan Denganmu Kinan!! Kamu memang wanita Yang tidak pernah Puas Mengincar Harta keluargaku. Mau Sampai Kapan pun aku Tidak akan pernah Mengikuti kemauan Busuk Mu itu!"


"Baiklah. Jika Memang itu kemauan kamu Dion, Aku tidak bisa menjamin Keselamatan Istri dan anakmu," Ucap kembali Mila.


"Jangan pernah kamu Coba-coba Menyentuh Mereka Mila! Jika sampai terjadi Apa-apa dengan Istri dan anakku, maka aku Akan Membalas Semua Ini Dengan Tanganku Sendiri!" Tegas Dion.


"Oya? Lalu bagaimana caranya Kamu bisa lepas dari sini? kamu pikir aku mau melepaskan kamu?! Menatap Dion Sambil Meludahi Wajah Dion.


"Sialan Kamu! Aku bersumpah tidak akan pernah mengampuni kamu Dan keluargamu, Mila. Aku akan membuat Kedua Orang tuamu Menderita Seperti apa yang sudah kamu perbuat pada ku Ini!" Dion berusaha mengancam Mila. Namun wanita itu sama sekali tidak Merasa Takut dengan Ancaman dari Dion.


"Kamu Pikir saya Juga Takut Dengan ancaman Kamu? Terserah kamu saja mau apakan kedua orang tuaku. Aku juga tidak perduli!"


"Ternyata kamu memang wanita berhati iblis. terhadap kedua orang tuamu saja kamu tidak ada rasa kasihannya, Tapi aku bersyukur karena tidak Jadi menikah dengan kamu sejak Dulu. kalau tidak aku pasti sangat menyesal menikahi wanita sepertimu!" ucap Dion.


Membuat Kinan tercengang dari luar sana Ketika Mendengar Perkataan Dion pada wanita itu.


"Jadi Wanita itu namanya Mila, Dan Dia Juga pernah ada hubungan dengan Dion?" Gumam Kinan.


"Kamu Pikir aku Mau menikah denganmu


Dion? Aku memang pernah ingin Menikah Dengan kamu, Tapi Itu semua itu hanyalah demi harta. Bukan semata karena cinta, Jadi Sebaiknya Kamu Segera Siapkan uang Agar kamu bisa selamat dariku Dion!"


"Lebih baik aku Mati. Dari pada Harus menyerahkan Uangku pada Wanita Seperti kamu Mila!" Tegas Dion kembali.


Seorang wanita berparas cantik Sedang Gelisah Di Dalam Rumah. wanita itu Mondar-mandir Di dalam Rumah Sambil terus menatap ke arah Luar sana. Berharap Suaminya segera kembali Karena waktu Sudah Menunjukkan pukul Sepuluh Hampir Tengah malam.


Sesekali ia menoleh Ke arah Ponselnya yang Terlepas di atas meja di ruang tamu.


"Bagaimana Ini? Kenapa mas Dion belum juga kembali? kenapa Aku jadi takut Seperti ini," Ucap Caca Dengan Sangat Tidak tenang. lalu ia kembali duduk Di sofa Dan Mengambil Ponselnya Yang berada di atas meja. lalu ia Segera Menghubungi Verry.


("Halo, Non.") Terdekat Suara Verry dari sebrang sana.

__ADS_1


"Halo Mas Verry, Apa Kamu sudah Bertemu dengan Mas Dion?" Tanya Caca. di balik ponselnya.


("Belum Non, Aku masih dalam perjalanan menuju ke Rumah,") Timpal Verry dari sebrang sana.


"Baiklah Mas Verry, Cepat kabarin aku, jika Sudah bertemu dengan Mas Dion, ya."


Lalu Caca Segera Mematikan Sambungan Teleponnya dan kembali meletakkan Ponsel itu di Atas Meja.


"Kenapa tiba-tiba perasaan aku, Menjadi tidak tenang seperti ini, Apa mas Dion Baik-baik Saja?" Gumam Caca Terus Menoleh ke arah luar.


"Ca?" Kamu Belum tidur nak?" tanya Siska. Yang juga Belum Merasa Ngantuk.


"Iya, ma. Aku masih menghawatirkan Mas Dion Ma, Aku Merasa Telah terjadi sesuatu sama Mas Dion," Jawab Caca.


"Apa Verry Belum Juga Sampai di rumah?"


"Belum ma, Katanya Mas Verry Baru dalam Perjalanan Menuju ke rumah Ma," Timpal Caca. sambil menundukkan wajahnya.


"Semoga saja tidak terjadi Sesuatu hal yang buruk terhadap Dion," Ucap Siska dalam hatinya.


Lalu Siska Kembali kedalam kamarnya Untuk mengambil Ponsel Miliknya. Dan ia Menghungi Seseorang dari ponselnya.


{"Halo, Bu. Maafkan saya Bu, Saya tidak menemukan Keberadaan Bos Dion Bu, Saya sudah pergi ke kantor Namun Kata mereka Bos Dion, sudah kembali Sejak Sore tadi. Tapi setelah aku Mengecek ke rumah, Bos Dion Juga tidak Berada di sana bu." Timpal Verry. Dari sebrang sana.


Membuat Siska Bertamba Gelisah dan tidak tenang. ketika Mendapatkan Kabar dari Verry.


"Ada apa Bu?" tanya Yudianto.


"Dion Tidak di temukan Pa, Verry juga sudah mencarinya ke Kantor, Hingga ke rumah. Akan tetapi dia tidak ada Di sana, Kata para Karyawan Di kantor. Dion Sudah Pulang sejak Sore tadi. Tapi kenapa dia belum juga Sampai di rumah Ya pa, perasaanku Merasa tidak tenang," Jawab Siska. menatap Suaminya


"Jangan terlalu berpikiran yang berlebihan Bu, Siapa tahu Dion dia Punya urusan yang lainnya. Atau dia lagi ke Rumah temannya, kan Dion Itu Sudah Lama tidak bertemu dengan Teman-temannya." Ucap Yudianto.


"Semoga saja Memang Begitu pa,"


\*\*\*\*\*\*


Malam semakin larut Mila Dan Pria bertubuh besar Masih duduk sambil Menatap Dion. Yang sejak tadi berpura-pura Tidur Karena Dion Tidak Ingin berbicara Dengan Mereka.


"Bos. Apa Dia Itu Baik-baik Saja bos? Kelihatannya Dia Sangat lemah Jika Terjadi Sesuatu terhadapnya Maka Kita Tidak mendapatkan apa Yang kita inginkan Dari Dia bos," Ucap Pria Besar itu.

__ADS_1


"Coba kamu cek dia! kalau memang dia Sudah Tidak sadarkan diri maka Segeralah Ambil air dan Siram Ke Wajahnya. Biar dia Segera Bangun!" Pinta Mila.


"Baiklah Bos!" Lalu pria itu segera pergi memeriksa Dion. Namun Dion Segera Meludahi Wajah pria itu hingga Pria bertubuh besar itu menjadi sangat marah dan Langsung Memukuli Wajah Dion Berulang-ulang kali.


"Hentikan!"


"Apa yang terjadi padamu Wanto?? Kenapa kamu Memukulinya. Jika Sampai dia Mati apa kamu mau bertanggung jawab?! Bentak Mila pada Anak Buahnya.


"Lebih baik aku tidak Mendapatkan apa-apa Dari Dia Bos. Ketimbang Harga diri saya Di Injak-injak Oleh Pria Sialan Itu!" Tegas Wanto Dengan sangat Marah.


"Kamu Ini Kenapa si. Dengar Wanto, Masala harga Diri Itu tidak ada gunanya lagi. Terpenting Sekarang Kita bisa Mendapatkan apa yang kita Mau, Mengerti Kamu?!


Menatap Pria itu Dengan Tatapan yang sangat tajam.


"Lebih baik kamu Kembali ke Tempat duduk mu. Biar aku yang mengurus dia!" Ucap Mila Lalu ia segera mendekati Dion


"Aku Tegaskan Sekali lagi sama kamu Dion, Cepat Hubungi keluargamu, Karena aku Tidak ingin lagi berlama-lama Menahan kamu di Sini!" ucap Mila Menatap Dion


"Phiiii..Dion Meludah ke arah Mila.


"Aku tidak akan pernah mengabari mereka. Hanya demi kepentingan Wanita Seperti kamu!" Tegas Dion.


Membuat Mila Bertamba Geram dan ia Langsung Mengambil Sebuah kayu Kecil dan Memukuli Tubuh Dion Berulangkali. Namun itu tidak membuat Dion merasa ingin Menyerah. karena ia tidak ingin Caca Menghawatirkannya Dan Wanita itu menemukan Kebenaran Istri dan anaknya.


"Apa kamu masih tidak mau Menghubungi Mereka!" Bentak Mila Kembali.


Sambil terus Memukuli Dion.


"Aku tidak akan pernah Menuruti Perintah Kamu. Walaupun nyawa saya menjadi taruhannya Tapi saya tidak akan pernah Menuruti kemauan mu!"


Dion berusaha kuat Demi Istri dan anaknya. Karena jika ia Harus mengikuti kemauan Wanita itu Maka Hal yang terburuk adalah Mila Akan Lebih Menyiksa Istri dan anaknya.


Di tempat Lain Verry masih mencari Anak majikannya Hingga ke Rumah lama Milik Keluarga Yudianto. namun Setibanya di Sana Verry juga tidak Bertemu dengan Dion.


"Kemana perginya bos Dion, ya? Ponselnya juga tidak bisa di hubungi," Ujar Verry. Merasa Kebingungan harus mencari Dion kemana Lagi. Karena waktu sudah menunjukkan Pukul Dua belas tengah malam. Namun ia belum juga Menemukan Dion.


"Sebaiknya aku Mencoba Mencari Lokasi Bos Dion yang terakhir kalinya. Siapa tahu aku Bisa Menemukan Petunjuk dari Sana." ucap Kembali Verry Berbicara Sendiri di dalam Mobil.


Setelah mengacak-acak Ponselnya. akhirnya Verry Menemukan Lokasi Terakhir Yang Di kunjungi Oleh Dion.

__ADS_1


"Ini kan di Minimarket Samping Perusahaan Milik Keluarga pak Yudianto? Lalu kemana perginya bos Dion ya?" Gumam Verry. Yang tidak Mengerti dengan apa yang sudah terjadi pada Dion


__ADS_2