Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 18: Menyatakan cinta


__ADS_3

Setelah Yudianto bersama istrinya tiba di rumah Mereka amat terkejut ketika melihat Keadaan Rumah yang sudah di acak-acak oleh Dion. Siska menjadi histeris melihat keadaan Rumah mereka yang sudah Berantakan.


"Kenapa dengan rumah kita pa? apa rumah kita sedang kemalingan?" Menatap Suaminya dengan Ketakutan.


"Tidak Bu. Menurut bapa ini bukan Maling Yang Masuk kedalam Rumah kita, Karena Semua barang-barang Kita masih Utuh dan tidak ada yang Hilang," Jawab Yudianto Sambil Melihat Seluruh ruangan Didalam rumah itu.


Sesaat Siska Langsung berteriak ketika Melihat Caca Yang sudah tergeletak Di Lantai sambil Mengelus-elus perutnya.


"Caca!" Suara Siska sontak membuat Yudianto Terkejut dan Segera Berlari ke arah Sumber suara itu


"Ada apa Bu? kenapa dengan Caca?"


Setelah melihat keadaan Caca Yang Berlumuran Gincu merah yang Sengaja Dion siramkan ke seluruh Lantai dan Pakaian Caca. Yudianto Tersungkur lemah tak berdaya Di Samping Istrinya.


"Siapa yang melakukan Ini Padamu nak? Apa ini Perbuatan Dion? Tanya Yudianto Serius menatap Caca.


Namun dengan cepat Caca Menggelengkan Kepalanya.


"Kalau bukan Dion, lalu siapa Nak? kenapa mereka bisa Setega ini sama kamu." Ujar Siska


"Kirana. Ma, pa. Tadi dia kesini dan mencari Mas Dion. Karena dia tidak menemukan mas Dion di sini akhirnya dia Mendorong aku hingga aku jatuh. itu Ponsel milik mba kirana yang sengaja aku buang Karena ia hampir Memukuli aku ma," ucap Caca Dengan sedikit Gugup karena ia tidak terbiasa berbohong pada siapapun. Namun karena keadaanlah yang membuat dirinya harus berbohong pada kedua Mertuanya itu.


Setelah mendengar semua penjelasan Caca. Yudianto Langsung Mengambil Ponselnya Dan hendak menghubungi Polisi. namun Caca melarang Ayah mertuanya agar tidak melaporkan dulu pada pihak yang berwajib. karena alasan Caca ia ingin menjebak Kirana dengan caranya sendiri.


Yudianto bersama istrinya pun mengabulkan permintaan Caca untuk membalaskan dendamnya pada gadis itu.


Yudianto menyimpan barang bukti Milik Kirana Yang tertinggal di Rumahnya. Sementara Siska Membantu Caca Membersihkan Dirinya di kamar mandi.


Suasana Malam itu Menjadi hening tanpa ada suara apapun. Yudianto dan Istrinya yang pagi tadi Masih Cerah Ceria. kini Saling Diam Tanpa Berkata apapun. Mereka sangat Sedih karena Kehilangan Janin Yang berada di dalam Perut Caca.


Melihat kesedihan Dari Kedua orang tua itu. Caca Merasa Sangat bersalah pada Mereka Berdua.


Kini ia jadi serba salah dengan apa yang sudah ia perbuat.


"Kasihan Bapa sama ibu, Jadi Sedih Karena Ulahku." gumam Caca Yang sedang memperhatikan Kedua Mertuanya itu

__ADS_1


"Ca!" panggil Dion. Dengan nada suaranya yang Sangat pelan


Caca Pun Menoleh ke belakangnya


"Ada apa tuan?" tanya Caca


"Kamu kenapa sedih? harusnya kamu Senang karena Sudah terbebas dari Kandung Abal-abal itu." Ujar Dion Tertawa Mengejek Caca


"Harusnya memang begitu Tuan, Tapi Kasihan Bapa sama Ibu. Sejak tadi hanya Diam." jawab Caca


"Sejak lama Mama dan papa ku selalu Meminta aku Untuk segera menikah dan bisa Memberi Cucu untuk mereka. Namun aku tidak pernah Bisa memenuhi Permintaan mereka, Kini Saat mereka sudah berharap bisa memiliki seorang cucu, mala aku Yang Membuat mereka Kecewa."


"Lalu kenapa tuan tidak berencana untuk mencari Wanita dan segera menikahi wanita itu, agar Bapa sama ibu bisa segera menimang cucu."


Dion Menatap Istrinya Dengan sedikit Bingung. Karena perkataan istrinya itu membuatnya merasa aneh.


"Gimana aku bisa nikah? kan aku udah punya Istri. nggak mungkin kan Aku nikah lagi," Cetus Dion Tersenyum Menatap Caca.


"Tapi tidak lama lagi kita akan bercerai." Ucap Caca Kembali Menatap Suaminya dengan serius


Caca Mengangguk Pelan.


"Iya. Aku sudah yakin karena aku mau Merawat ayahku di kampung," jawab Caca


"Apa kamu tidak pernah berpikir Untuk Kebahagiaan Papa dan mamaku?"


Caca Pun termenung dengan perkataan Dion yang seakan-akan Membuat hatinya Tidak bisa berbohong tentang Perasaan yang Sebenarnya. Namun ia juga sudah terlanjur Berjanji untuk tidak Jatuh cinta pada Suaminya itu.


"Aku tahu kok Isi hati kamu, Sebenarnya kamu itu Tidak bisa Pergi dari Kehidupan papa dan mamaku. karena kamu Sangat menyayangi mereka," Sambung Dion


"Aku memang Sangat menyayangi Kedua orang Tua kamu tuan, Tapi hanya Sebatas Antara majikan dan pembantunya." ujar Caca Berusaha Membuat hatinya tenang


"Apa kamu masih marah sama Aku?" Tiba-tiba pertanyaan itu Keluar dari Mulut Pemuda itu. Membuat Caca jadi Salting di Depan Suaminya


"Aku tau Kamu mencintaiku, Tapi kamu Sudah terlanjur mengatakan Semuanya di depanku." Dion Terus membuat Caca Agar Mengakui perasaannya

__ADS_1


Dan Dion Sudah mulai Mendekati Wajah Gadis itu dengan sangat dekat. Dan Ia merangkul Wajah Gadis itu Hingga Menatap matanya.


Membuat Gadis itu menelan salivanya dengan sangat Sulit. Mata Caca seakan tidak bisa Berpaling dari tatapan Mata Indah milik Sang suami. ia Bakan tidak bisa berkata apapun saat Ditatap oleh Suaminya.


"Katakan sama aku, kalau kamu Memang Mencintaiku." ucap Dion Sambil Menciumi Jenjang leher Sang Istri. membuat Caca Semakin tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia membiarkan Suaminya Menciumi Jenjang lehernya dan Dion Meninggalkan Tanda Kepemilikannya di sana.


"Sekarang aku tau jawabannya apa, walaupun kamu tidak memberitahu sama aku. Tapi aku sudah tau. dan sampai kapan pun aku Tidak akan Pernah Menceraikan kamu," Ucap Dion Kembali Menciumi dahi kening sang istri.


Entah apa yang sudah terjadi pada Caca. ia hanya Diam tanpa berkedip Ketika pemuda itu Meninggalkan tanda kepemilikannya di sana


"Dan mulai sekarang Kamu Tidak akan Pernah Kabur dariku lagi, atau pun menuntut aku untuk Bercerai." ujar Dion


"Apa alasan Tuan Kalu aku tidak akan menuntut Cerai," Sambung Caca


Lalu Dion Mengajak Istrinya ke depan Cermin.


"Lihatlah itu. Tanda itu Adalah tanda kepemilikan Saya Untuk kamu. Dan Siapapun tidak bisa menghilangkan Tanda itu." ujar Dion Menunjukkan Bekas Tanda merah di leher Istrinya.


Caca Melotot Menatap suaminya. Ia Bakan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk Menghapus Bekas merah yang menempel Di lehernya itu. Dion hanya tersenyum Menatap Istrinya yang berusaha untuk Menghapus Tanda merah itu.


"Walaupun semua sabun Di dalam Situ habis kamu gosok tapi itu nggak akan pernah hilang," Ucap Dion Menertawai istrinya.


"Kenapa tuan Melakukan ini sama aku? Kenapa?? Apa tuan pikir Dengan cara ini Saya tidak akan Menuntut Cerai sama tuan!" Caca Merasa marah dengan cara yang sudah di perbuat Oleh Dion terhadapnya.


"Kamu kan istri aku, dan aku juga mencintai kamu. Memangnya salah?? Ujar dion Mengungkapkan Isi Hatinya.


Namun caca Sama sekali tidak Mau mendengarkan Apapun dari Suaminya itu. Tangisannya semakin tak terbendung lagi


"Buat tuan itu baik, tapi Buat aku tidak. Karena aku tidak pernah mencintai tuan!"


"Dan perluh tuan ketahui, Dulu aku memang Suka sama tuan. Tetapi rasa itu berubah Menjadi benci ketika tuan, selalu menghinaku di depan Pacar tuan. Dan Mulai saat itu aku berusaha untuk tidak Mencintai tuan lagi, Hingga akhirnya tuan memberikan Selembar kertas sama aku. Untuk tidak saling jatuh cinta di antara kita berdua, Lalu kenapa sekarang tuan tidak mengikuti Janji kita itu. kenapa tuan?? ujar Caca Sambil Menangis


Dengan cepat Dion Memeluk tubuh istrinya dan Ia meminta maaf pada Caca. Akan tetapi Caca Masih dalam pendiriannya.


Karena ia tidak pernah mengingkari janjinya. walaupun hatinya yang akan terluka

__ADS_1


__ADS_2