Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 89: Merasa bingung


__ADS_3

Nita merasa Gugup ketika Menatap wajah Stefan yang terlihat sangat marah kepadanya. ia Bakan tidak berani menatap wajah Pemuda itu.


"Kenapa kamu hanya diam saja Bi Nita!! Apa kamu Tidak mendengarkan apa yang saya Ucapkan sama kamu?" Bentak Stefan dengan suaranya yang Sudah semakin kuat. Sehingga membuat Mahendra ayahnya Stefan Terkejut dari dalam kamarnya.


"Stefan!" Teriak Mahendra dari dalam kamarnya.


Lalu pemuda itu pun Menatap Nita Dengan tatapan yang sangat marah. Lalu ia pergi menemui ayahnya yang sedang terbaring lemah di dalam kamar.


"Ada apa ayah." Jawab Stefan.


"Kenapa Suaramu sangat kasar seperti itu Fan? Apa kamu sedang memarahi Pembantu baru itu?"


"Dengarkan ayah, Fan. pembantu baru itu Sangat Baik dan rajin. Ia sudah Menyuapi Makanan ayah, Bakan dia juga sudah Mencuci semua Pakaian ayah yang di penuhi oleh Kotoran ayah." Tutur Mahendra. Sambil menatap Anaknya.


Stefan pun tertegun ketika mendengarkan Penjelasan Ayahnya itu. Entah apa yang harus ia katakan sama ayahnya. jika ayahnya Tau Pembantu baru itu sudah di usir olehnya.


"Apa itu benar ayah? Apa ayah tidak sedang membelahnya kan?" Kembali bertanya.


"Untuk apa ayah Berkata bohong kepada kamu Fan, Sejak subuh tadi Caca sudah bangun dan Membuatkan bubur pada ayah. Selama ini dialah yang selalu merawat ayah saat kamu keluar kota," Ucap kembali Mahendra.


"Dimana Dia fan, apa dia sudah makan?" menatap Putranya.


pemuda itu Terdiam tanpa berkata apapun lagi di depan ayahnya. Ia merasa Sangat bersalah kepada wanita itu. karena sudah mempercayai Perkataan Nita.


"Stefan?" Ada apa denganmu, Kenapa kamu terlihat gelisah seperti itu."


"Tidak apa-apa Ayah. hanya saja aku merasa Bangga pada Caca, Aku pikir Selama ini dia tidak bisa mengurus ayah dengan baik. Tapi nyatanya dia bekerja dengan sangat baik,"


"Aku mau ke kantor dulu ayah, Ada Beberapa Pekerjaan yang harus aku kerjakan di sana." Ucap Stefan.


dan di anggukan oleh mehendra.


"Ayah harap kamu bisa memperlakukan Caca dengan baik Anakku," ujar Mahendra.


Seketika membuat Stefan tertegun dan ia pun segera Keluar dari kamar ayahnya dengan sangat Terburu-buru.


"Bi Nita! Bi Nita!" Teriak pemuda itu dengan Kesal.


"Iya Tuan. Ada apa?" Tanya wanita itu Sambil Berlari pelan ke Arah Stefan.


"Ambilkan kunci mobilku di atas Meja ruang Tamu!" pinta Pemuda itu.

__ADS_1


"Baiklah tuan." Singkat Nita. lalu ia segera pergi mengambil kunci mobil milik Stefan. dan tidak lama ia kembali Sambil membawahkan apa yang di perintahkan Oleh Stefan kepadanya


"Ini tuan." Memberikan kunci mobil itu.


"Awas kamu jika berani macam-macam lagi! Saya tidak akan segan-segan memecatmu!" ancam pemuda itu Menatap sinis pada Nita.


Sementara Nita hanya menundukkan kepalanya Dengan perasaan yang takut.


Kini Pemuda itu mencari Caca Kemana-mana agar bisa membawanya kembali ke rumah.


Mobil Pemuda itu berhenti tepat di depan sebuah restoran Mewah yang sangat terkenal di kota itu.


Pemuda itu melihat seorang wanita Muda sedang Duduk Di luar restoran Sambil Menundukkan kepalanya. siang itu Cuaca sedang hujan Deras Membuat Caca merasa Kedinginan. Walaupun hari masih siang namun ia merasa Kedinginan Seluruh pakaiannya terbasah oleh air hujan Saat ia berjalan Menuju ke restoran itu.


Seseorang telah berdiri tepat di depannya. Membuat Caca Perlahan Menoleh ke atasnya.


Sesaat Wanita muda itu menatap Aneh pada Pemuda yang sedang berdiri di Depannya itu.


"Mau apa kamu ke sini! Apa kamu mau Mengusirku lagi?" menatap Stefan.


Namun tangan pemuda itu langsung Meraih tangan Caca yang sejak tadi berada di Dadanya.


Lalu pemuda itu Membawah Caca ke mobilnya.


Namun pemuda itu tidak menghiraukan Perkataan Gadis itu. Ia memaksa Caca agar segera masuk kedalam mobilnya. dan akhirnya Caca pun segera masuk kedalam mobil milik Stefan. Walaupun Caca tidak mengerti dengan tujuan Pemuda itu ia tetap merasa Bingung dengan sikap Stefan yang tiba-tiba Menjadi Aneh Seperti itu.


Kini Mobil Berhenti di sebuah Toko yang sangat Besar. Pemuda itu kembali Membukakan Pintu mobil Dan ia kembali mengajak Gadis itu untuk keluar dari mobilnya. Caca semakin bertambah Bingung dengan apa yang sedang terjadi pada Pemuda itu.


"Kamu mau bawah aku kemana! Lepaskan aku! Aku kan sudah bilang aku Tidak mau Ikut sama kamu lagi!" Ucap Caca Berusaha untuk lepas dari genggaman Pemuda itu.


Lalu Stefan Mengajak Caca Keliling Di dalam toko besar itu. hingga Stefan Menemukan pakaian yang sangat cocok untuk gadis itu.


Setelah mengambil Dres pendek Berwarna Pink. pemuda itu kembali menarik tangan Caca.


"Tolong Buat dia Berubah." pinta Stefan pada seorang wanita di tempat itu.


"Baiklah pak." Jawab wanita itu. Lalu mereka pun segera melakukan pekerjaan mereka sesuai perintah Pelanggan.


Kini Caca Terlihat Lebih cantik dan Seksi dengan Pakaiannya Yang Sangat Berbeda dari sebelumnya. Wajah yang dulunya Kusam dan juga kotor. kini berubah menjadi cantik Dan menawan. Membuat Stefan melongok ketika melihat Perubahan Caca yang kini baru saja di makeover oleh mereka.


Stefan Menatap gadis itu dari kaki hingga Ujung rambutnya. Ia terkesima dengan penampilan Terbaru Gadis itu. Caca Terlihat Sangat cantik Dan Seksi. Membuat Stefan Tidak bisa Mengalihkan pandangannya dari Gadis itu.

__ADS_1


"Istri Bapak sangat cantik." Bisik Seorang Wanita di samping Stefan.


Membuat Stefan Menoleh ke arah sampingnya


"Makasih Mba," Ujar Stefan. lalu ia segera Mengajak Caca Keluar dari tempat itu. dan mereka pergi ke Restoran untuk makan Bersama di sana. Namun Caca merasa tidak nyaman dengan pakaian barunya itu. Sehingga membuatnya Tidak terlalu Tenang saat berjalan Dan di tatap oleh beberapa pria di sekitar mereka.


"Kenapa mereka terus menatapku seperti itu, Memangnya apa yang terjadi sama aku ya?" gumam Caca dalam hati.


Sementara Stefan terus menggandeng tangan Caca. Ia sama sekali tidak menyadari kalau sedang menggandeng tangan Wanita Muda itu.


"Kita mau ngapain di sini. Aku mau pergi dari sini." ujar Caca yang merasa tidak nyaman dengan pakaiannya itu.


"Memang kenapa, Apa kamu tidak merasa lapar? Ini kan udah jam Makan siang Sebaikanya Kita makan dulu baru pulang ke rumah." Menatap Caca.


Caca Kembali Menatap Pemuda itu dengan Penuh Kebingungan. Karena pagi tadi ia baru saja mengusirnya dari rumah itu. Namun kini pemuda itu kembali mengajaknya Kembali ke rumahnya.


"Kenapa menatapku seperti itu? Apa aku kelihatan Jahat?" tanya Stefan.


Dan Caca langsung Mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kamu mau makan apa, Biar nanti aku pesan." Ucap Kembali Stefan.


"Terserah kamu saja!" singkat Caca. dengan sedikit Cuek.


Lalu Pemuda itu segera memanggil pelayan di restoran itu dan memesan beberapa makanan yang sangat lezat.


Sementara Menunggu Pelayan datang membawakan pesanan mereka. Stefan Mengambil ponsel di saku celananya. Dan Ia mengarakan Ponselnya ke arah Wanita muda itu. tanpa sepengetahuan Caca. Pemuda itu langsung Mengambil fotonya dan menyimpannya Di galeri ponsel miliknya.


Beberapa menit kemudian pelayan itu kembali Sambil Membawahkan Pesanan makanan untuk mereka berdua.


"Selamat menikmati Pak, Bu." ucap pelayan itu dengan ramah.


"Makasih." Singkat Caca Sembari Tersenyum kepada pemuda itu. Membuat Stefan Harus berdeham dengan kuat agar pelayan itu segera pergi dari meja mereka.


"Ngapain masih bertatapan si? Makanlah dulu!" Ucap Stefan Dengan sedikit Tegas.


"Saya permisi dulu Bu," ucap pelayan itu. Dan Caca Kembali Tersenyum pada pelayan itu Sambil Melambaikan tangannya.


"Sejak kapan kamu kenal sama dia, Kayaknya kamu Sangat Menyukainya?" ucap Stefan Menatap Caca.


"Memangnya Kenapa?" Tanya Caca kembali.

__ADS_1


"Bukan apa-apa Si. Hanya saja tatapan kalian itu sangat berbeda tidak seperti biasanya, Hati-hati Loh. Dia itu hanya pelayan biasa di restoran ini." sindir Stefan.


Caca hanya mengerutkan dahinya dan segera mencicipi Makanan yang sudah tersedia di Meja Mereka.


__ADS_2