Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 13: Kedapatan bersama Wanita lain


__ADS_3

Sebulan Sudah Usia pernikahan Caca Dengan Dion. Namun Sampai saat ini Caca Sama Sekali tidak Mendapatkan Perhatian dan Kasih sayang dari Sang Suami. Setiap hari Caca Hanya berpura-pura Bahagia di depan Mertuanya Dan Ayah kandungnya. Mereka sama Sekali tidak Melihat Penderitaannya.


"Selamat pagi Pa,ma." Sapa Caca Pada kedua Mertuanya.


"Pagi. Juga Caca, Bagaimana Kabarmu Di sini? apa Kalian Baik-baik Saja?" Tanya Siska Menatap Menantunya


"Iya Pa,ma. Kabar kami di sini Sangat baik Kok ma,Pa." jawab Caca. Dengan Sedikit Gugup. Karena Ia Sangat Takut jika Siska Mengetahui Kirana Sedang berada di dalam kamar bersama Dengan Dion.


"Dion Mana Ca?" Lirik Siska Saat melihat Dion Tidak berada di Rumah itu.


"Mas Dion, Mas Dion Masih tidur ma!" ucap Caca


"Tidur?" ini kan Sudah jam Sepuluh Pagi. Kenapa Dia Belum bangun juga?


"M'mm. Mungkin Dion Kelelahan Bu, Kan Mereka Adalah Pengantin Baru," Sambung Yudianto. Melirik Istrinya


"Oh iya. Aku lupa," Singkat Siska Tertawa kecil Menatap Suaminya


Sementara Caca Hanya Tersenyum Melihat Kedua mertuanya yang terlihat sangat Bahagia itu.


Setelah Berbicara cukup lama Dengan Kedua Mertuanya. Gadis itu kembali ke dapur untuk membuat Sarapan mereka. Karena kirana Sangat Membenci Caca Jika belum ada makanan yang Masak Di atas meja makan.


Yudianto Bersama Istrinya merasa Kecapean Dan Mereka Pergi beristirahat di Kamar Depan.


Caca merasa Bingung harus berbuat apa lagi Agar Dion Bisa Segera bangun Karena Kedua Orang Tuanya Sedang berada Di rumah mereka itu.


"Gimana caranya aku Membangunkan Tuan Muda ya?" Gumam Caca Sambil Mengaduk Masakannya yang Hampir Masak.


Karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya Gadis itu sampai lupa Membuatkan Susu untuk Kirana. Setiap bangun pagi Kirana meminta Caca Untuk menyiapkan Susu di atas meja makan bersama Makanan Yang Ada. Namun saat ini Caca Benar-benar Sudah lupa Dengan Tugasnya itu.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan Pukul Sebelas Lewat Lima Menit. Kirana Pun Segera bangun Dan Ia Menuju ke dapur Karena Perutnya sudah terasa Kosong. Wanita Muda itu berjalan Lurus tanpa Menyadari bahwa di rumah itu Sedang ada Orang Tuanya Dion. Setelah melihat Meja makan Yang Masih terlihat kosong tanpa berisi Apa-apa Wanita Itu langsung berteriak Dan Marah-marah Terhadap Caca.


"Caca!! Suara Kirana Hinggap ke telinga Dion yang masih Tertidur di Kamarnya. dengan cepat pemuda itu bangkit dari Tempat Tidurnya dan Pergi Menemui Kedua Wanita yang berada di Dapur Sana.


"Ada apaan Si sayang? Pagi-pagi Sudah Ribut." Ujar Dion. yang merasa hari Masih pagi. Bahkan Ia Juga Belum Menyadari Kalau Ayah Dan Ibunya Sedang Tidur di kamar Sebelah.


"Ini Lo sayang, Masa Pas aku bangun Pembantu Sialan itu belum Bikinin Aku Susu? Rengek Kirana. Bermanja-manja Di Depan Dion.


Caca Hanya Menundukkan kepalanya Tanpa Menatap Dion Yang sudah terlihat marah Itu.


"Kok kamu sampai lupa si Ca? Kan Sudah tugas Kamu setiap pagi Membuatkan Susu Untuk Kirana." Menatap Istrinya dengan tatapan yang amat Tajam.


"Maafkan saya tuan, Saya lupa." Jawab Caca


"Ala. bilang saja kamu memang Sengaja Karena kamu Tidak suka ada aku di sini kan?? Bentak Kirana Sambil Mendorong Caca Hingga Terjatuh.


"Makanya lain Kali jangan Sampai lupa lagi ca!! Kamu ini Gimana si? Udah Sebulan kamu Bekerja di Rumah ini tapi Kenapa kamu bisa Lupa dengan apa Yang Kirana Butukan setiap bangun pagi."


"Mendingan kamu Pergi de dari rumah ini. Biar Tante Siska dan Om Yudianto tau Kalau kamu itu Wanita Yang tidak mempunyai Tanggung jawab pada Suami!" Ujar Kirana sambil Mengambil Segelas air dan menuangkan Ke Wajah Caca.


Yudianto yang sejak tadi sudah berdiri di Belakang mereka menjadi Sangat marah Dan Tak tahan dengan Perlakuan Putranya Selama sebulan ini Terhadap Caca.


"Dion!!! Suara Yudianto memarahi Putranya.


Dion Dan Kirana Terkejut ketika melihat Yudianto Sudah Berdiri di belakang mereka.


"P--papa? Sejak kapan papa Datang ke sini?" Tanya Dion Dengan Sangat Cemas.


Namun Tatapan Lelaki dewasa itu Sudah sangat Benci kepada Dion dan Wanita itu.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Apa papa tidak boleh datang ke rumah ini? Dan Kenapa Rumah ini menjadi Penampungan Wanita jalan Dion? Ujar Yudianto dengan sangat marah


mendengar Suaminya yang sedang marah-marah Di Dapur sana. Siska pun Bangun dan Pergi Melihat Keadaan di Dapur sana.


"Ada ini pa? Tanya Siska Namun Matanya Melotot ketika Melihat Kirana sedang Berada di Dalam Rumah ini.


"Kenapa Kamu Bisa Berada Di sini Kirana?? Apa kamu Mau Menjadi Pelakor di dalam Rumah tangganya Dion Dan Caca? Berjalan Mendekat Kirana Dengan Tatapan mata yang Di penuhi oleh Amarah.


Dion Bertambah Gugup Ketika melihat Ibunya Yang Juga berada di Rumah mereka ini.


"Dan Kamu Dion. mama Benar-benar Kecewa Sama kamu. Selama ini mama pikir kalian Hidup bahagia dan bisa memberikan Seorang Cucu sama Mama dan Papa, Tapi nyatanya apa Kamu Mala Menjadikan Istrimu sebagai pembantu di rumah ini."


"Tante. Dengarkan penjelasan aku Dulu tante, Gadis Yang Tante pilih ini Bukan Wanita yang Baik Tante. buktinya Saat suaminya bangun Pagi Belum ada sarapan kan Tante, Apa Seperti ini Menantu Idaman Tante?"


"Diam kamu!! Saya tidak sedang berbicara Denganmu. dan apa kamu pikir ini Masih pagi? Lalu apa kamu pikir saya akan Merestui Hubungan Kamu dengan Dion?"


"Ma. Apa yang di bilang Oleh Kirana Itu semua benar ma! Mama juga sudah melihat Sendiri Di meja makan Ini belum ada makanan yang Masak ma. Pada hal Pagi ini aku mau Ke kantor," Bela Dion


"Cukup Dion! Sekarang kamu Lihat ini sudah pukul berapa?


Dengan cepat Dion Menatap Jam dinding yang Tergantung di dinding atas Kepala mereka.


"Apa? Ini Sudah Hampir mau Jam Dua belas?" Batin Dion Terancam Ketika Semua kebohongannya di Ketahui oleh kedua orangtuanya.


Kini Dion Hanya bisa diam Karena ia sudah Tertangkap basah Bersama Kirana.


"Mama Sangat kecewa Sama kamu Dion? Mama pikir Kamu Bisa Membuat Mama Senang. Tapi ternyata kamu Mala membuat mama Malu dengan Cara kotor kamu ini!" Ucap Siska Sambil Bercucuran air mata.


Caca Hanya bisa Menunduk Di depan Mereka karena ia Sama sekali tidak punya keberanian untuk Melakukan apa-apa Di depan Siska.

__ADS_1


"Caca. Papa minta Kamu Ikut dengan Kami Ke rumah Lama." Ujar Yudianto Dan Hanya di angguki Oleh Caca.


"Dan Kamu Dion. mulai Saat ini Dan Seterusnya, Kamu Bukanlah bagian dari Keluarga Kami." Menatap Dion dengan Serius Lalu Yudianto Mengajak Menantunya Pergi Dari Rumah terkutuk itu


__ADS_2