
Kini Bima bersama istrinya sudah berada di Rumah sakit Di Jakarta. Dan Bima Menemani Sang istri yang masih dalam Penanganan Para Medis.
Sementara Yudianto sudah kembali ke rumahnya Sejak Tadi Siang. Dan yang tersisa di rumah sakit bersama Bima Dan Istrinya, Hanya Verry Dan Juga Pak Yanto. Mereka di Perintahkan Oleh Yudianto untuk menemani Bima Di rumah sakit.
Malam itu Caca Bersama Anaknya Sudah Tertidur Dengan sangat nyenyak Karena seharian ini Caca merasa Sangat capek sehingga ia langsung tertidur bersama sang anak. Dion Yang Menemukan Istri dan anaknya sudah tertidur Langsung Mendekati mereka. dan Menutupi Selimut pada Istri dan anaknya.
Lalu ia kembali ke luar untuk Menemui Kedua orangtuanya yang berada di Ruang tamu.
"Bi, Apa Caca Udah Makan?" Tanya Dion Kepada Bu Fatma.
"Belum Den, Sepulangnya Dari Rumah sakit Non Caca, Langsung masuk kamar." Jawab Fatma.
"Kasihan Caca, Dia pasti Sangat kelelahan," Ucap Dion. Lalu ia Segera pergi ke ruang tamu.
"Dimana Istri dan anakmu, Dion?" Tanya Yudianto Menatap Putranya.
"Mereka sudah tidur pa, Mungkin Karena terlalu kelelahan," Jawab Dion sambil memainkan Ponselnya.
"Bukankah mereka belum makan Malam, Kenapa mereka sudah tidur." sambung Siska.
Sementara mereka sedang mengobrol Tiba-tiba Terdengar Suara klakson Mobil dari luar sana. Yudianto segera Bangkit dari tempat duduknya dan Melihat Ke luar sana.
"Apa itu Pak Yanto bersama Anaknya?" ucap Yudianto.
"Mungkin saja Pa," Timpal Dion sambil terus Memandangi layar ponselnya.
Karena melihat mobil itu terus membunyikan klaksonnya. Yudianto segera keluar untuk membukakan Gerbang Pagar di luar sana.
Namun Yudianto merasa Bingung ketika melihat Mobil berwarna hitam Yang sudah memasuki halaman rumahnya Tanpa Menghiraukan Dirinya yang masih berdiri di samping pagar yang terbuat dari besi.
"Mobil Siapa itu? kenapa Masuk begitu saja. Tanpa mempedulikanku di sini!" Ucap Yudianto. menatap ke arah mobil yang sudah terparkir di depan rumahnya.
Lalu ia kembali Menarik gerbang Besi itu dan Segera pergi Menghampiri Sang pemilik mobil yang masih berada di dalam Mobilnya.
__ADS_1
Sepasang Suami-istri keluar dari dalam Sana. Sambil menatap ke arah Yudianto yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.
"Dimana Pemilik Rumah ini? Apa mereka Sedang ada di rumah?" tanya Seorang Wanita yang Berpakaian Hitam Dan Bawahannya rok Pendek Selutut berwarna Putih.
Wanita itu terlihat sangat Egois dan angku. Sehingga ia Tidak Mengetahui Pemilik Rumah adalah Orang yang berdiri di depan Mereka.
"Ada kepentingan apa kalian mencari Mereka?" Tanya Yudianto. tanpa Mengatakan Siapa Dirinya Kepada mereka.
"Bukan urusanmu. Cepat Bawah kami untuk menemui pemilik Rumah Ini. Karena kami harus Membicarakan hal yang penting bersama mereka!" Ujar Lelaki dewasa yang berusia sekitar Lima puluh tahun Lebih.
"Saya bisa saja membawah kalian masuk ke dalam rumah ini. Akan tetapi Kalian ini Siapa, Dan Ada Urusan apa datang malam-malam Begini." Ulang kembali Yudianto. Menatap serius kepada kedua orang itu.
"Kamu ini Terlalu banyak Mencampuri urusan orang lain Juga ya, Saya kan sudah bilang sama Kamu. Ini Urusan kami, Dengan Pemilik Rumah ini. Bukan Dengan Satpam Seperti kamu!" Ujar Lelaki kembali dengan Tatapan Matanya yang Tajam.
"Baiklah. Kalau begitu Silakan kalian masuk kedalam, Mereka sedang duduk didalam Sana." Ucap Yudianto.
Lalu kedua Orang itu segera masuk tanpa Mengucapkan salam Ataupun mengetuk pintu Rumah.
Setelah masuk kedalam sana Mereka Langsung duduk di samping Siska dan Dion. Membuat Siska Merasa terkejut dengan kehadiran orang yang Tidak di kenali olehnya. Sementara Dion Hanya menatap kedua orang itu. dan Kembali Menatap Ibunya.
"Apa Kamu Pemilik rumah ini? Di mana Suamimu?! kembali bertanya Dengan Penuh Ke angkuhan.
Sementara Yudianto yang sudah berdiri di depan pintu hanya Menggelengkan kepalanya menatap ke arah Istrinya.
"Hei Kamu," Cepat kesini! panggilkan BosMu!" Pinta Wanita itu kepada Yudianto. yang ia Sangka adalah Seorang Satpam yang bekerja Di Rumah itu.
Tanpa Menghiraukan Perkataan mereka. Yudianto segera masuk dan Duduk di samping Istrinya. Membuat Kedua orang itu Merasa Kebingungan.
"Kenapa kamu Mala Duduk. Kan aku Perintahkan untuk memanggil Bos Kamu yang tinggal di rumah ini!" Ujar Kembali Wanita itu dengan Sangat Kesal.
"Ada kepentingan apa kalian mau Bertemu denganku!" Ucap Yudianto. Menatap Tajam Pada kedua orang itu
Sepasang suami-istri itu merasa Terkejut ketika mengetahui lelaki itu adalah Pemilik Rumah ini.
__ADS_1
Mereka pun segera tertawa terbahak-bahak Seakan mereka merasa lucu dengan Perkataan Dari Yudianto pada mereka.
"Bicara apa kamu Ini, Bukannya kamu Hanya seorang satpam yang bekerja di rumah ini? kenapa bisa kamu mengaku Sebagai Pemilik Rumah ini!" Ujar Kembali Pria Yang sedang duduk di samping Dion. Sambil tertawa dengan penuh ejekan menatap Yudianto.
"Apa maksud kalian berkata seperti itu kepada ayahku, Dan kalian ini siapa? Kenapa Masuk begitu saja Kedalam Rumah kami?! Sambung Dion dengan penuh Kebingungan
"Hahaha.." Ayah? maksud kamu Dia Ini adalah Ayahmu? dan Wanita ini juga ibumu? Jadi kalian ini Hanya Pembantu di rumah ini yang Mengaku sebagai tuan Rumah di Sini?! ujar Kembali Lelaki itu sambil terus menertawai Dion.
Dion merasa Geram Dengan Sikap kedua orang itu.
"lalu kalian Siapa? Apa kalian juga mengenal pemilik Rumah ini!" Ujar Dion Kembali.
"Kami Memang Belum pernah bertemu dengan Mereka. akan tetapi kami Sangat Tahu bagaimana sikap Keluarga itu, Mereka sangat Sombong dan Tidak memiliki etika. Jadi kedatangan kami ke sini, hanya untuk Meminta Mereka agar mempertanggung jawabkan atas apa Yang sudah mereka perbuat pada Anak kami, Yang baru saja mereka usir dari rumah ini!" Menatap Dion Dengan Tajam.
"Siapa nama anak kalian?" Timpal Siska.
"Kinan Gunawarman. Dia adalah Anak kami satu-satunya, Yang sekarang ini dalam keadaan Hamil Yang sudah Majikan kalian Usir dari rumah ini." Ucap Wanita yang Mengaku sebagai ibunya Kinan.
Mendengar Tuturan Kedua Orang itu. Yudianto bersama Siska hanya Saling bertatapan penuh Kebingungan. Selama ini Mereka Tidak Pernah Bertemu dengan orang tua kandung dari Kinan. Dan sekarang mereka baru Bertemu. Namun Sikap Kedua orang itu sama sekali tidak Memiliki Sopan Santun dan Tata Krama terhadap Orang lain. Sikap mereka sama saja dengan Anak mereka, yang tidak pernah perduli dengan Orang lain'
Kinan Sengaja Menyuruh Kedua Orang Tuanya untuk datang kerumahnya Yudianto dan Siska. Agar bisa meminta mereka untuk bertanggung Jawab Atas Apa yang sudah keluarga itu perbuat padanya. Ia sama sekali tidak perduli dengan apa yang sudah di katakan oleh dokter pada Mereka. Karena Terpenting bagi Kinan. hanyalah bisa menguasai Semua Harta milik Keluarga Dion.
"Jadi kalian ini adalah Orang Tuanya Kinan Ya?" ulang kembali Yudianto. Sembari tersenyum
"Iya. Dan Tolong segera Telepon majikan kalian Agar segera Menemui kami. Karena kami Harus menuntut anak mereka atas apa yang sudah Di perbuat oleh Anaknya pada Putri kami." Tegas Irwansyah Gunawarman. ayahnya Kinan.
"Sebaiknya kalian Kembali besok Siang saja. Agar kami bisa Menghubungi mereka Secepatnya pada Esok pagi, Dan tolong ajak Putri kalian kesini Agar Kalian bisa bicarakan permasalahan Kalian dengan baik pada Pemilik Rumah ini!" Ujar Yudianto. Menatap serius pada Kedua orang tuanya kinan.
"Baik. Tapi ingat Jangan sampai kalian tidak mengabari Mereka. karena besok siang kami segera kembali ke sini!" Ujar Irwansyah. Menatap tajam pada Yudianto. Sementara Yudianto hanya mengerutkan dahinya Sambil Tersenyum pada mereka.
Setelah Melihat mobil orang tuanya Kinan.. Sudah pergi Meninggalkan Halaman Rumah mereka. Siska dan Dion Merasa Kebingungan Dengan apa yang di katakan oleh ayahnya pada mereka.
"Pa, Kenapa papa tidak jujur saja sama mereka. Kalau Papa adalah pemilik rumah ini, Kenapa harus Membohongi mereka?" Tanya Dion.
__ADS_1
"Percuma Kita Mengatakannya. Karena mereka sama sekali tidak akan percaya, Dengan mereka mengajak Kinan ke sini. Itu akan Lebih Membuat mereka Malu!" Jawab Yudianto.