Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 107: Ancaman perceraian


__ADS_3

Dion berusaha Untuk Mengeluarkan wanita itu hingga ke Jalanan Depan rumah mereka. Akan tetapi Kinan Sama sekali tidak ingin melepaskan Tangannya dari Pakaian Dion. Dari arah Jalan yang berlawanan Sebuah mobil melaju dengan kecepatan Tinggi Ke arah Jalan Menuju Kantornya Stefan. Mobil itu sedikit di pelan kan Oleh Stefan ketika melihat Sepasang Kekasih yang sedang ribut di Pinggir jalan.


"Itu kenapa sampai Ribut di jalanan seperti ya? memangnya mereka sudah tidak punya rumah apa?" Ucap Stefan.


Kemudian Caca menoleh ke arah Dua orang yang sedang berdiri di depan pagar di dekat jalan yang hendak mereka lewati itu.


Wajah Caca Pun Tertanam ketika melihat Wajah Dari kedua orang tersebut.


"Itu kan, Suami kamu dan Wanita selingkuhannya?" Ucap Stefan Menatap tajam ke arah Dion dan Kinan.


Namun Kinan Mengenali wanita yang sedang berada di dalam mobil yang sedang terparkir di arah jalan bawah. ia pun berpura-pura Lemas dan menjatuhkan Tubuhnya ke tanah. Membuat Dion dan Verry Kebingungan saat melihat Drama Wanita itu.


"Hei bangun! drama apa Lagi yang ingin kamu perankan di depanku!" ucap Dion


Namun Kinan Terus Melirik ke arah mobil yang sudah mulai berjalan mendekati ke arah mereka.


"Bos. Sepertinya dia pinsan bos! mungkin karena Bos terlalu kasar sama dia, Sehingga Kondisi tubuhnya Menurun. Apa lagi dia sedang hamil muda Itu sangat menggangu mental mereka bos!" Ucap Verry terus menatap Wajah Kinan.


"Tolong Berhenti!" Pinta Caca Pada Stefan. Lalu Stefan pun segera memberhentikan Mobilnya di depan Dion dan Verry, juga Kinan.


Dion dan verry Bersamaan menatap ke arah mobil yang tengah berhenti di dekat mereka.


"Itu siapa ya bos? kok Mereka berhenti di sini?" Bisik Verry dengan sedikit pelan


Lalu Dion Menatap sebuah kaki seorang wanita yang keluar dari dalam mobil itu. wanita itu Memakai Rok Pendek berwarna Hitam dan atasnya Kaus lengan pendek berwarna Pink. Keluar sambil berjalan ke arah Dion dan Verry.


"Ca--caca?" Ucap Dion dengan sangat terkejut. ketika yang keluar dari mobil itu adalah istrinya. Namun kini Penampilan Caca sangat jauh berbeda Ketimbang saat bersamanya dulu.


Caca yang kini sudah berpenampilan Dan juga sangat terlihat cantik. membuat Dion merasa ingin memeluk istrinya itu.


"Sayang, Dari mana kamu tahu alamat rumah yang baru ini sayang?" Tanya Dion dengan sangat Senang. ketika melihat istrinya sedang berada di depannya.

__ADS_1


Lalu Dion segera berteriak memanggil kedua orangtuanya. Namun Caca melarangnya sehingga Dion pun berhenti Memanggil orangtuanya untuk menemui Caca.


"Jangan Panggil mereka ke sini! Karena saya tidak ingin berlama-lama di sini!" ucap Caca Menatap Dion dengan tajam.


Sementara Verry menepis ke arah samping agar ia tidak mencampuri urusan pasangan suami-istri itu.


"Sayang. Maafkan aku, Aku menyesal Sudah membuat kamu Terluka. Aku bersumpah akan Memperbaiki semuanya seperti dahulu lagi sayang," Ucap Dion


Namun Caca Menggelengkan Kepalanya.


"Oya? Lalu bagaimanakah dengan wanita ini! Apakah kamu juga akan Mengecewakannya Setelah kamu menidurinya? Kelakuan macam apa Sama kamu ini Dion! Apa kamu pikir Setelah apa yang sudah kamu perbuat sama aku dan juga Dede, akan membuatku Bisa memaafkan kamu? Itu tidak akan pernah terjadi Dion!" Tegas Caca.


"Kenapa kamu sudah berubah seperti itu sayang? Cara kamu Berbicara sama aku sudah sangat bedah, Nggak seperti dulu lagi. sekarang kamu terlihat sangat kasar sama aku, Apa salah ya, Jika aku meminta maaf sama kamu dan Juga Dede. Apa menurut Kamu Aku ini Manusia yang sempurna? Yang takkan luput dari masalah? Ca, Aku tahu aku salah. Dan tidak seharusnya aku Melakukan hal itu sama kamu, Tapi jika kamu memberikan kesempatan yang kedua Sama aku, aku pasti akan Memperbaiki semua kesalahanku dan aku juga akan bersumpah tidak akan mengulanginya lagi!"


Ujar Dion. menatap Istrinya dengan berlinang air matanya di depan Caca.


Stefan hanya menatap dari dalam mobilnya saja. Ia tidak keluar untuk merusak Suasana dan menambah masala.


Caca berusaha untuk bisa berkata kasar pada suaminya agar ia bisa merasa lega dengan apa yang sudah ia katakan pada suaminya itu.


Mendengar perkataan Caca dan Dion. Kinan segera bangun dan Berdiri di depan Dion


"Baguslah jika kamu sudah mau Mengajak Dion untuk segera bercerai, Lagian untuk apa Dion Bertahan sama kamu. Sementara kamu Sudah tidak mencintainya lagi!" Sambung Kinan Menatap Sinis pada Caca.


"Diam kamu! jangan pernah mencampuri urusan kami berdua!" Bentak Dion kepada Kinan.


"Ok. Baiklah, Aku akan diam. tapi aku akan tetap berada di sini." Ucap Kinan Sambil Menggandeng Lengan tangan Dion. Sehingga membuat Caca Mengalihkan Tatapannya ke arah lain.


Saat melihat Caca Mengalihkan Tatapan matanya Ketika melihat tangan Kinan. Dion Tersenyum lega Karena ia tahu Caca Masih mencintainya. Sehingga ia merasa cemburu Ketika Kinan Menggandengnya.


"Lepas tanganku!" Pinta Dion lalu ia segera mendorong Kinan menjauh darinya.

__ADS_1


"Aku tahu Kamu masih mencintai aku, Dan aku juga tahu kamu terpaksa mengatakan itu sama aku. karena kamu masih marah sama aku kan?"


"Sayang, tolong maafkan aku. dan kembalilah Denganku, Aku tahu kamu marah ketika melihat Kinan masih di rumah ini. Tapi sumpah sayang, barusan yang kamu lihat ini Bukan Seperti yang Kamu pikirkan. aku baru saja mau mengusir dia dari rumah ini. Kalau kamu tidak percaya coba kamu lihat Semua barang-barang Miliknya Di samping sana." Berusaha meyakinkan Istrinya.


"Itu tidak benar! justru sebaliknya. Aku mau Pulang tapi Dion melarang ku. Karena katanya dia tidak bisa jauh-jauh dari aku!" Timpal kembali Kinan. membuat Dion benar-benar Merasa marah pada wanita itu.


Dion pun segera mendekati Kinan dan menampar pipi wanita itu dengan sangat Kuat. sehingga membuat Kinan merasa kesakitan


"Cukup! Aku sudah bilang Jangan pernah mencampuri urusan kami!! bentak Dion


"Sudahlah Dion. Jangan kamu sakiti dia! karena itu tidak akan membuatku percaya sama kamu lagi. Dan Satu lagi, Aku Sudah tidak pernah mencintai kamu. Jadi Sebaiknya kamu Segera urus perceraian kita Minggu ini. Atau Besok, Karena aku Sudah tidak bisa bertahan dengan kamu lagi!" Ulang Caca Dengan Ekspresi wajahnya yang sedikit Di Buat Seperti sedang marah.


Dion pun merasa Kecewa karena Istrinya tidak mau percaya dengan apa yang sudah ia perbuat saat ini.


"Aku tidak mau! Dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah Mengikuti semua permintaan kamu itu! Jika kamu ingin bebas dari aku, Silahkan saja. Aku tidak akan Keberatan Tapi aku tidak akan pernah menceraikan kamu. Titik!" ungkap Dion Menatap Caca.


"Terserah kamu saja! Yang jelas aku tidak ingin Kembali sama kamu lagi, Oya. Sebaiknya kamu Harus perhatikan Kesehatan Bayi dalam kandungannya itu. jangan sampai kamu kehilangan anakmu lagi!" Sindir Caca lalu ia segera kembali ke mobil milik Stefan.


"Kita jalan saja tuan!" pinta Kembali Caca. Dengan Wajahnya yang terlihat sangat sedih karena ia baru saja Memarahi Suaminya. Namun semua yang ia lakukan agar Apa yang selama ini ia Pendam bisa segera di tumpakan pada suaminya itu. namun kenyataannya ia sama sekali tidak merasa Tenang melainkan ia lebih sakit hati ketika melihat Kinan terus bersama Dion.


"Kenapa kamu lakukan itu jika hatimu berkata lain," Ucap Stefan Menatap ke samping Caca.


"Mungkin memang itu Pilihan untuk kami tuan, Lagi pula dia Sudah bahagia dengan Pilihannya itu." Balas Caca


"Tapi menurutku Dion tidak sedang bahagia, Mala sebaliknya. Dia Tidak Ingin Kehilangan kamu dan juga anaknya, Apa kamu tidak kasihan melihat dia seperti itu?"


"Tidak tuan. Aku Mala senang melihatnya seperti itu!" Tegas Caca Menatap Stefan


"Baiklah. aku tidak akan lagi mencampuri urusan kalian berdua, Tapi saran ku. jangan pernah melakukan hal Yang nantinya akan membuat kamu Menyesalinya di kemudian hari."


Caca Kembali Termenung dengan ucapannya tadi kepada Dion. Akan tetapi jika memang Dion menyetujui perceraian mereka. ia juga harus siap dengan apa yang akan terjadi pada mereka nanti.

__ADS_1


__ADS_2