Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 16: Salah Menduga


__ADS_3

"Kenapa dia lama Sekali Perginya ya? apa memang Benar dia Sudah Jatuh Cinta pada Rehan?" Batin Dion Merasa tidak tenang.


Pemuda itu terlihat Mondar-mandir Di dalam Kamarnya. Karena ia Merasa mulai Menghawatirkan Istrinya.


Tidak lama kemudian Suara Pintu depan Di buka Oleh Seseorang. Namun Dion masih Ragu untuk Keluar dari dalam Kamarnya. Karena ia masih Takut untuk bertemu dengan Kedua orang tuanya.


Dion membuka pintu kamarnya dengan Sangat Perlahan agar bisa melihat Orang di Luar sana.


Setelah melihat Itu adalah Caca. Pemuda itu dengan cepat Membuka Lebar Pintu Tersebut Dan Ia Segera Keluar dari dalam Kamarnya.


"Kenapa kamu Lama Sekali perginya!" Cetus Dion Menatap Istrinya Penuh kecurigaan.


"Kan aku harus keliling dulu tuan, Kan Nggak mungkin Aku Langsung belih Saja tanpa Mencari tahu Terlebih dahulu Kualitas dari Bahan Yang aku Mau Belih." jawab Caca Dengan Santai.


Caca sama sekali tidak mengetahui bahwa Suaminya itu sudah mulai cemburu Padanya.


"Bilang saja kalau kamu habis Bertemu dengan Rehan." Singgung Dion kembali.


Caca pun Menghela napas Panjang Ketika Melihat Dion yang masih saja mencurigainya


"Maaf ya tuan, Memang masalah ya buat tuan. Jika Saya bertemu dengan mas Rehan? kan kita Tidak ada hubungan apa-apa kan?" lirih Caca Menatap Suaminya dengan Tajam


"Ya. Bisa saja kan, Kalian Memang Sengaja Janjian di pasar? Kita memang tidak punya hubungan apa-apa. Tapi ingat kamu itu masih istri Sahnya aku, Jadi Sekali kamu terlihat oleh Orang-orang Jalan sama Pemuda lain. Maka Mereka akan Menganggap kamu wanita Jalan."


Caca Kembali Menatap Wajah Suaminya itu dengan tatapan yang sangat Kesal.


"Oya? Lalu kenapa Tuan bisa Jalan Berduaan dengan Mba Kirana. Lagian Selama Tuan Jalan Sama mba kirana, Orang-orang Nggak pada komen Kok,"


"Aku kan Lelaki. Jadi Mereka tidak akan Curiga Berlebihan sama aku,"


"Sama saja Tuan. Dan Aku tidak akan pernah Mendengar Perkataan tuan lagi. Karena kita hanya Sebatas nikah Kontrak, Dan aku juga tidak punya perasaan apapun sama tuan."


Dion Kembali Terdiam dan Tidak Berkata apa-apa Lagi. Karena Istrinya Tidak akan pernah memaafkan Semua kesalahannya.


"Setelah ini apa rencana mu? Tanya Dion Mengalihkan pembicaraan Lain agar Caca tidak Marah lagi.


"Maksud Tuan? rencana apa ya?" Kembali bertanya


"Maksud aku, Rencana Kamu untuk Mengatasi Masalah aku sama Papa dan mamaku."


"Oh. Nanti aku pikirkan lagi, Oya tuan. Setelah urusan kamu selesai Dengan bapa sama Ibu, Aku mau Kita segera bercerai!" Menatap Dion


Lelaki muda itu Menatap Caca dengan serius.


"Kenapa tiba-tiba kamu Ngomong seperti itu." ungkap Dion.


"Karena aku Ingin Menikmati Masa hidup aku Bersama ayahku," Jawab Caca

__ADS_1


"Memangnya Sekarang kamu tidak bebas Jika masih Dalam Ikatan Pernikahan?"


Caca Mengangguk.


"Iya. Karena Selama aku Masih istri Tuan, Maka Aku belum bisa Kemana-mana." Ungkap Caca Kembali


"Kalau kamu memang ingin Bercerai denganku. Maka Kamu Harus Bicara sama papa dan mama Terlebih dahulu."


"Iya Tuan." Singkat Caca


****


Di tempat Lain Seorang Gadis sedang duduk di sebuah cafe ternama Di kota itu. Gadis itu terlihat sangat cantik memakai Dres Berwarna Biru Muda Dengan Bermotif bunga.


Kirana Merasa senang karena Ia berhasil Membawah ATM milik Dion.


Sambil tersenyum Kecut wanita itu Memainkan ATM Milik Dion itu.


"Akhirnya aku Bisa menguasai Uang Kamu Dion, Dan Mungkin saat ini Kamu benar-benar Berpikir kalau aku Masih dalam Urusan pekerjaan." ucap Kirana tertawa kecil Dengan Keberhasilan nya.


Karena hari Ini Ia memiliki janji Dengan Sahabat Lamanya Kirana Harus Menunggu lama Di cafe Tersebut.


Namun Sudah Hampir Dua jam lebih ia Menunggu Sahabatnya itu akan Tetapi Tidak kunjung datang juga. Membuat Kirana Merasa Bosan dan Ia segera Meninggalkan Cafe tersebut


Seketika kepikiran untuk Mengambil Sebagian uang Mulik Dion Untuk Ia pakai


"Sebaiknya aku pergi Mengambil uang dulu." gumam Kirana. Lalu ia Pergi Ke salah Satu ATM Terdekat Di situ.


Ia pun Merasa Marah ketika melihat ATM Itu Sudah Terblokir dan Tidak bisa Di pakai lagi.


"Sialan!! Ternyata ATM milik Dion Sudah Di blokir. Jadi Selama ini Aku yang Ketipu Sama Dia?" Ucap Kirana Yang Sudah Kembali ke dalam Mobilnya.


Wanita itu Kemudian Menyusun Sebuah Rencana agar Bisa kembali Menghubungi Dion. Ia Ingin membalas Semua yang sudah Dion perbuat


"Gimanapun Caranya Aku harus bisa kembali Menghubungi Dion, Agar aku bisa Mengambil apa Yang ku mau Darinya."


***


Sepulangnya dari Kantor Yudianto bersama istrinya langsung pulang ke rumah. Tidak seperti biasanya mereka pergi ke restoran terlebih dahulu. Karena malam Ini Mereka berencana untuk Membicarakan hal penting dengan Caca.


Melihat mobil Milik Yudianto dan Istrinya sudah memasuki Halaman rumah. Dengan cepat Caca Menyuruh Dion untuk bersembunyi di dalam Kamarnya. Agar Yudianto tidak mengerti Dion Yang Sedang berada di dalam Rumah itu.


"Selamat Malam Pa, ma." Sapa Caca Yang Tidak Seperti biasanya Menyambut Kedua Mertuanya itu


"Malam Juga Caca, Kamu belum tidur ya nak?"


"M'mm. Belum pa, Masih Belum ngantuk." Jawab Caca Dengan Cepat

__ADS_1


"Apa kamu sudah makan?" tanya Kembali Siska Sembari Tersenyum Menatap Menantunya itu.


"Sudah ma. Baru saja Aku Selesai makan,"


Siska merasa curiga melihat Beberapa Gelas yang Berada di atas meja.


"Apa hari ini kita sedang kedatangan Tamu?" lirik Siska pada Caca.


Caca Menatap ke arah Gelas yang berada di atas meja itu.


"Mati aku. Kenapa aku bisa lupa membawah Ke Dapur si," Ucap Caca Dalam Hatinya.


"Tidak kok Ma, Itu punya aku Sehabis minum lupa Bawah ke dapur. entah Kenapa belakangan Ini Aku sering haus Ma," Ucap Caca Berusaha meyakinkan Mertuanya


Namun Siska dan Yudianto Mala Tersenyum Bahagia Menatap Caca. Mereka Bakan Menjadi Sangat Berbeda mendengar perubahan pada Diri Caca


"Apa kamu Sering Buang air kecil?"


Karena memang Caca tidak mengerti dengan apa Yang sedang di maksudkan oleh Mertuanya itu. Ia pun mengangguk Pelan


"Akhirnya Calon mantu kita hamil pa."ucap Siska Bahagia Memeluk Caca. Hingga Dion yang Berada di dalam kamarnya merasa Terkejut ketika mendengar Pembicaraan mereka di luar sana.


"Hamil? Caca Hamil sama siapa?" gumam Dion


"Mulai besok kamu nggak boleh kerja yang Terlalu Berat Karena mama tidak mau Calon Cucu mama kenapa-kenapa di dalam sana." Ucap Siska yang masih Berdiri Menatap Caca.


Sementara Caca Menjadi bingung harus berkata apa. karena ia melihat kedua orang tua itu terlihat sangat bahagia. namun ia tidak bisa terus-terusan Seperti ini.


"Kenapa aku bisa salah ngomong si? Kalau Mereka tau aku nggak hamil pasti mereka akan Kecewa," Gumam Caca. berjalan Mendekati kamarnya. Karena siska sudah Menyuruhnya untuk beristirahat agar kandungannya Sehat bersama Bayinya.


"Ini gimana mau kasih tau Ibu sama bapa, Kalau Sebenarnya aku tidak hamil."


Setelah Caca Masuk ke dalam kamarnya. Dion Segera Menarik lengannya Dan Menatap Caca Dalam-dalam.


"Apa yang aku dengar barusan itu benar?" tanya Dion yang menatap Caca Penasaran.


"Apaan si tuan? Caca Berusaha Melepaskan Tangannya dari pemuda itu.


Namun Dion Tidak ingin melepaskannya Karena Ia butuh jawaban yang pasti dari isterinya.


"Jawab Dulu! kamu hamil sama Siapa? tegas Dion


"Gimana Aku bisa hamil si Tuan? Tidur sama Lelaki saja belum pernah." Keluh Caca Dengan ekspresi wajahnya yang cemberut


"Lalu? Kenapa mama Bisa Menduga kalau kamu Itu sedang hamil?"


"Semua itu karena Gelas yang tuan pakai dari minum aku lupa membawahnya ke dapur. dan aku Bilang sama Ibu dan bapa kalau itu milik aku, Karena aku sering haus Tapi melahan ibu sama bapa Menganggap aku Hamil.

__ADS_1


Aku juga merasa Bingung harus bilang apa karena mereka berdua sangat bahagia,"


Mendengar Cerita Caca Dion baru Bisa bernafas dengan lega. Namun ia juga akan kena masala jika ibunya akan Mencarinya Untuk Bertanggung jawab atas Kehamilan Caca Yang tidak pernah ada.


__ADS_2