
Pagi hari ini Mentari bersinar Hangat dan bersahabat. Sang Surya Menyapa Bumi ini. Dan Sinar mentari pagi Bersinar menembus celah-celah kacah Jendela yang ada di Sudut kamar. Pagi itu Dion Membuka Matanya perlahan ia merasakan Kalau Caca Masih Tertidur di sampingnya Sambil Memeluk Dirinya. Sementara Anaknya juga masih Tertidur dengan sangat nyenyak di samping Ibunya.
Perlahan Dion Melepaskan Tangan sang istri yang sedang melingkar di Bawah Perutnya. Lalu ia mengusap rambut Caca Dengan pelan.
"Aku mencintaimu sayangku," Ucap Dion Sambil terus mengusap kepala Istrinya.
Dan Caca Mulai membuka matanya saat merasakan Suamiku sedang mengusap kepalanya. Wanita muda itu Tersenyum ke arah Suaminya.
"Selamat pagi Sayang," Dion Menciumi Bibir sang istri Sekilas.
"Pagi juga mas," Balas Caca. Lalu ia Kembali Memeluk Suaminya.
"M'mm.. masih ngantuk ya?" Ucap Dion. Membalas pelukan sang istri.
"Mas, Maafkan aku ya, Jika selama Ini Sikap Aku Terlalu egois Sama Mas," ucap Caca. Yang masih Memeluk Suaminya.
"Iya sayang, Aku Juga minta maaf Sama kamu Dan Juga Dede, Mungkin Aku belum menjadi Suami Dan Ayah yang baik Untuk Kalian Berdua, Maafkan aku ya Sayang,"
Caca Mengangguk Pelan Lalu Ia segera berbalik Ke Samping Anaknya yang masih tertidur di sampingnya.
"Bangun yuk, Aku Udah Lapar," ucap Dion sambil mencium Jenjang leher sang istri.
"Iya Sebentar mas, aku mau Periksa popoknya Dede Dulu," Ujar Caca.
"Ya udah, aku Mandi dulu ya Sayang," Lalu Dion Segera masuk ke dalam kamar mandi. dan Suara Gemericik Air dari dalam sana Sudah Terdengar hingga ke luar kamar. Caca Hanya bisa Tersenyum Ketika sang suami Mulai Memanjangkannya. usai Menggantikan Popok Anaknya. Caca Mencarikan Pakaian untuk Suaminya. dan menaruhnya di atas Tempat tidur. Dan Tidak lama Kemudian Dion Keluar dari kamar Mandi.
"Sayang, Sebaiknya kamu mandi dulu, Biar Segar." Ujar Dion Tersenyum pada Istrinya.
"Iya mas, tolong Jagain Dede ya, aku Mandi dulu." Lalu Caca Pun segera masuk ke kamar mandi Dan membersihkan dirinya di dalam sana.
Setelah usai dari Membersihkan Dirinya dan berganti pakaian. Caca Segera membangunkan Anak Semata wayangnya yang masih tertidur nyenyak di atas kasur yang empuk.
"Selamat pagi. Opa dan Oma," Ucap Dion. Sambil menggendong anaknya.
"Eh, Cucunya Opa Sama Oma, Udah bangun. Sini Sama Oma sayang," ucap Siska. Lalu Dion Segera Memberikan Anaknya pada Siska.
"Ma, Tolong Jagain Dede ya, Aku mau Sarapan Dulu," ucap Dion
Dan di anggukkan Oleh Siska
\*\*\*\*
Di tempat lain Mila kembali Ke Rumahnya untuk Mengambil sebagian Barangnya yang masih Tertinggal Di rumah Mereka.
Setibanya di sana Wanita muda itu merasa Bingung ketika melihat Pintu Rumah Sedang di gembok dari luar.
"Kemana Mereka? Kenapa Rumah ini terkunci!" ujarnya Sambil Menatap Sekeliling rumah itu.
__ADS_1
"Aku tahu, Pasti mereka sedang berada di rumahnya Om Yudianto. Kan Kemarin Mereka Datang ke sini." Gumam Kembali Mila. Lalu ia Kembali Masuk ke dalam Mobil Yang masih menunggunya.
"Jika Benar ayah dan Ibu, Ada di rumah itu. Maka aku harus berpura-pura Baik, di depan Mereka. Karena aku harus mengambil harta mereka Kembali," Ucap Mila dalam hatinya.
Namun ketika ia Sampai di halaman rumah Yudianto yang lama. Ia sama sekali tidak menemukan Siapapun di luar sana. Dan Kelihatannya Rumah itu juga sudah lama Di tinggalkan. Mila bertamba kebingungan untuk mencari kedua orangtuanya yang Kini Tidak berada di rumahnya.
"Pindah kemana mereka, Kayaknya rumah ini sudah tidak ada orangnya lagi Deh," Gumam Mila. penuh Kebingungan
Waktu sudah menunjukkan Pukul Sepuluh Siang. Caca Dan Fatma Baru tiba di rumah. Mereka habis Dari minimarket mencari Keperluan Yang sudah habis. Setelah usai Mengantarkan Barang-barang di dapur. Caca Segera masuk ke kamar untuk menemui anaknya. Akan tetapi Setelah ia Sampai di kamar. Ia tidak menemukan Geral di dalam kamar itu.
"Kemana Mereka ya? Kok tidak ada di kamar?" Ucap Caca. Kembali Ke luar untuk mencari Anak dan Suaminya.
"Ma, lihat mas Dion dan Dede, Nggak ma?" Tanya Caca.
"Mereka sedang bermain di Halaman Belakang bareng Pak Yanto," Jawab Siska. Sembari Tersenyum
"Oh. Makasih ma, aku Ke Belakang dulu," Ujar Kembali Caca. lalu ia segera Pergi ke halaman Belakang Rumah.
"Lihat Tu, siapa yang datang," Ucap Dion Sambil Menatap Caca.
"Halo Dede Sayang, Sedang ngapain di sini Sama Ayah, Sayang?" Tanya Caca. Sambil Menggendong anaknya.
"Cepat amat Belanjanya Sayang? Memang kamu Sama Bibi, tidak jalan-jalan Dulu gitu?" Lirik Dion Tersenyum pada Istrinya.
"Nggak mas, Kami Hanya ke Minimarket.. Setelah itu kami langsung pulang," Jawab Caca.
"Mas, Tadi aku Melihat Kinan di Minimarket, Dia Sedang Belanja." Ujar Caca. menatap ke arah Suaminya.
"Biarin saja Dia. Terpenting dia Tidak Menyakiti kamu kan?" Tanya Dion. Dan hanya di anggukkan oleh Caca.
"Ya udah, kita masuk Kedalam saja. Sini Udah Panas, Pak Yanto. Kami Masuk duluan ya," Ujar Dion.
"Iya den," sahut Yanto. yang masih Membersihkan Halaman Belakang Yang di penuhi oleh Rumput kering.
"Ma, Mau kemana?" Tanya Dion. Ketika melihat Ibunya yang sudah terlihat rapih sedang duduk Di Sofa ruang tamu.
"Nggak, Memangnya Kenapa Dion?" Menatap Dion.
Sementara Dion Merasa Bingung melihat Ibunya yang Nampak Terlihat sangat rapi.
"Nggak apa-apa Si, Aku pikir mama mau Keluar bareng papa," Ucap Dion Kembali.
"Mama sengaja berdandan seperti ini. Agar Kedua Orang Tuanya Kinan, Tahu kalau Mama Memang Pemilik Rumah ini. Dan Bukan Pelayan." Jawab Siska kembali menatap Dion bersama Caca.
"Ca, Sebaikanya kamu Mandi dulu. dan Pakai Pakaian yang Mewah Dan Jangan Lupa berdandan, Agar kamu juga harus terlihat lebih cantik Ketika Keluarga Sombong itu tiba ke Sini," Pinta Siska pada Menantunya.
Dan Hanya di anggukkan oleh Caca Dengan Pelan.
__ADS_1
"Ya udah Sebaikanya kalian segera Bersiap-siap. Mungkin tidak lama Lagi mereka akan Segera datang," Ucap Siska Kembali.
"Baik Ma," singkat Caca. Lalu mereka Segera Masuk ke dalam kamar.
"Mas. Ada apa Dengan Mama, Ya? Kok, Sikapnya Sangat berbeda seperti itu?" Merasa penasaran.
"Udah sayang, Sebaikanya kamu turutin saja apa Yang Mama minta ya," ucap Dion Tersenyum pada Istrinya.
Akan tetapi Caca masih tidak mengerti Dengan apa Yang terjadi Pada Mertuanya itu.
Melihat Dion Sudah Berganti Pakaiannya Dengan rapi. Caca Segera Masuk ke kamar mandi.
Dari luar sana Sudah Terdengar Suara klakson mobil. Dion pun mengintip dari Jendela kamar
"Akhirnya mereka datang juga," Gumam Dion Dalam hatinya.
Tok, Tok! Suara ketukan pintu.
"Iya Sebentar ma." Ucap Dion Lalu ia segera pergi membukakan pintu kamar.
"Mereka sudah datang. Sebaiknya Kalian segera Keluar Untuk Menemui mereka," Ujar Siska.
Dan di anggukkan oleh Dion.
"Baik ma, Nanti aku Nyusul." Ucap Dion.
Lalu ia kembali menutup pintu Kamarnya.
"Sayang, Aku Sama Dede, Duluan saja Ya, Nanti kamu Nyusul," Ucap Dion. Dari depan pintu.
"Iya mas," sahut Caca Yang masih Di Dalam kamar mandi.
Lalu Dion Segera Keluar Untuk Menemui Orangtuanya kinan. yang sudah berada di Ruang tamu.
"Bagaimana, Apa Kalian sudah menghubungi Pemilik Rumah ini?" Menatap dion.
"Sudah. Tunggu saja Sebentar," Sahut Dion Sambil Duduk di depan mereka.
"Itu anakmu? Atau Anaknya Majikan kamu?" Tanya Della. ibunya Kinan.
"Ini Anak saya. Memang ada apa? Tanya Dion
"Wah. Ternyata Pemilik Rumah ini Sangat Baik Ya, Buktinya saja Pelayan seperti kalian bisa Di ijinkan Tinggal bersama Keluarga kalian di Rumahnya." Ucap Kembali Della.
"Lalu dimana Anak Kalian? kenapa dia Tidak datang." Menatap Kedua Orang Tuanya Kinan.
"Dia masih dalam perjalanan Ke sini. Sebentar lagi pasti dia Akan Segera Tiba," ujar Della.
__ADS_1
Dengan Penuh Keangkuhan Menjawab pertanyaan Dion.