Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 84: Menghilang Tanpa kabar


__ADS_3

Mobil itu kini Sampai di suatu tempat yang sangat Jauh dari Kota dan juga keramaian. kedua Pria itu langsung keluar dari mobil dan Melihat Ke bawah. Mereka berencana ingin melemparkan Caca ke dalam jurang itu. Namun Pria yang bertubuh besar melarangnya karena ada Kemungkinan saat Wanita itu sadar ia bisa saja selamat. Keduanya pun kembali ke dalam mobil dan Kemudian Pergi Meninggalkan Tempat itu. dan Mencari Tempat yang jauh lebih aman dari sebelumnya.


"Bagaimana kalau di sini saja. Aku yakin dia tidak akan pernah selamat atau pun Ia bisa kembali ke kota lagi," Ujar Pria itu.


Dan di anggukan Oleh temannya itu.


Lalu kedua pria itu pun segera mengangkat tubuh Caca dari dalam mobil itu. dan Mereka Menatap Kesana kemari. lalu Langsung melemparkan Caca ke bawah laut yang tidak terlalu dalam. setelah memastikan Keadaan wanita itu Mereka Segera pergi meninggalkan tempat itu dengan sangat cepat


Usai mengadakan pertemuan dengan rekan kerjanya. Pemuda itu langsung Bergegas Ke rumah sakit untuk menjemput istrinya. karena mengingat Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas Siang.


Namun setibanya di rumah Sakit Dion tidak bertemu dengan Istrinya Karena Caca sudah Pergi Sejak tadi dari tempat itu.


"Apa kamu yakin kalau Caca sudah pulang ke rumah Dito?" Tanya Dion Pada lelaki bisu itu. Dan Dito Mengangguk Pelan.


"Bagaimana keadaannya, Apa dia baik-baik Saja?" Kembali bertanya.


Pemuda bisu itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dan menuliskan Apa yang ingin ia sampaikan pada Dion.


"Dia tidak mengingat Siapa dirinya dan Juga orang-orang di sekitarnya." Jawab Dito dalam Lembaran kertas putih.


"Kok Bisa? Apa yang terjadi sama dia. Kenapa Kirana bisa Lupa sama kita Semua. Bakan Sama Dirinya pun Ia Tidak ingat," Menatap Ke arah wanita yang sedang terbaring lemah.


"Saya juga tidak Tahu. Dokter tidak memberitahu apa-apa Kepadaku," Ungkap Dito kembali.


Dion hanya bisa Menatap Kertas yang berada di Depannya itu. Ia Bakan Merasa Kasihan melihat Kirana yang saat ini Tidak bisa mengingat apapun Tentang dirinya.


"Kamu yang sabar ya, Aku yakin Dia akan kembali Seperti dulu lagi," Ucap Dion.


Dan Pemuda bisu itu Mengangguk Pelan.


Dring Dring.. Suara ponsel Dion.


"Ada apa Ma?" Tanya Dion


("Kamu dimana Dion, Apa kamu bisa ke rumah sekarang?") Balas Siska dari sebrang telepon itu.

__ADS_1


"Aku sedang di rumah sakit Ma, Memangnya ada apa?"


(Apa istrimu Juga berada di sana? Sebaiknya ajak dia ke sini Dion, ada yang harus kita bicarakan. ini Tentang Kirana.") Timpal kembali Siska.


"Baiklah. Ma," Singkat Dion.


Dion Menatap Wajah Dito. lalu ia Segera Mematikan Sambungan Teleponnya itu.


"Aku Ke rumah dulu, Kamu Tolong Jagain Kirana Nanti kami Balik sebentar malam." Ucap Dion Berpamitan kepada lelaki Muda itu.


Dito kembali Mengangguk dan Tersenyum.


Setelah Dion pergi Dito Kembali duduk di samping kirana. Sambil terus menatap wajah gadis yang sedang tertidur nyenyak itu.


"Aku Mencintaimu. Aku tidak perduli apa yang akan terjadi nanti, aku akan selalu ada di sampingmu." Gumam Dito dalam hatinya.


Setibanya di rumah orangtuanya. Dion segera masuk dan Menemukan Kedua Orang Tuanya Sedang duduk di ruang tamu.


"Dimana Istrimu, Dion?" Tanya Siska Menatap ke arah Luar.


"Apa yang terjadi sama Kirana pa, Kenapa Dito tidak boleh tahu?" menatap kedua orangtuanya.


"Kata dokter Kirana akan kehilangan ingatannya. karena benturan yang sangat kuat di kepalanya. sehingga mengakibatkan pendarahan yang cukup banyak di otaknya." jawab Yudianto Menatap serius pada putranya.


"Lalu kenapa Dito tidak di beritahukan saja pa, Kasihan dia." Ujar Dion


"Biar nanti kami, yang akan kasih tahu dia. sebaiknya kamu segera pulang karena hari sudah mulai sore." Ucap Siska Kembali.


"Baiklah ma," Singkat Dion Lalu ia pun berpamitan kepada kedua orangtuanya.


Di tengah perjalanan pulang Dion Mendapatkan telepon dari ayah mertuanya. Ia pun Mencari Tempat untuk memarkirkan Kendaraannya.


"Halo Ayah. Ada apa?" Tanya Dion. dengan lembut


("Apa Caca bersamamu? Dede sudah menangis sejak tadi Mungkin dia haus,") Balas Heru

__ADS_1


"Memangnya Caca Belum sampai di rumah. Ayah?"


("Belum Nak. Memangnya kalian tidak bertemu?")


"Nggak ayah. saat aku Tiba di rumah Sakit. Kata Dito dia sudah pulang sejak Jam Sebelas siang tadi, tapi kemana dia perginya ya?"


("Mungkin di kerumah orang tuamu. Cepat susul dia dan ajak pulang, kasihan Dede sudah nangis-nangis Sejak tadi.") Ucap kembali Heru dari sebrang sana.


Lelaki Muda itu pun menutup Panggilan Teleponnya dan Merasa Bingung harus mencari istrinya kemana.


"Kamu di mana sayang, kok Kamu tidak ngabarin aku dulu. jika mau ke tempat lain," Gumam Dion lalu ia kembali memutar balik mobilnya dan mencari Caca Di Sepanjang jalan.


Sudah hampir tiga jam Berlalu Dion menyusuri sepanjang jalan raya di kota itu. Namun ia tidak menemukan istrinya dimana-mana. Dion merasa Khawatir dengan Caca karena Caca tidak mengabarinya dan juga ponselnya tidak aktif.


"Kamu dimana sayang? aku sudah tidak tahu harus mencari kamu kemana lagi. Atau kamu sudah tiba di rumah?" Ucap Kembali Dion. Berbicara sendirian Di dalam mobilnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Dion Akhirnya tiba di rumah mertuanya dengan harapan Istrinya sudah kembali ke rumah.


"Apa Caca Sudah kembali ayah?" tanya Dion. ketika melihat ayah mertuanya sedang menyuapi susu pada putranya.


"Dia belum kembali Dion, Memangnya apa yang sudah terjadi nak Dion, Kenapa caca belum pulang juga," Menatap Menantunya.


"Aku juga tidak Tahu ayah. Aku sudah kebingungan harus mencari dia kemana lagi, Hampir semua jalan Dan Rumah orang-orang yang ia kenal aku sudah datangi. Namun kata mereka Caca tidak pernah datang Kesana," Ujar Dion. dengan wajahnya yang sedikit Khawatir.


"Tolong temukan Dia Nak, Ayah Takut terjadi sesuatu hal yang tidak baik padanya," Ungkap Heru Dengan sangat khawatir.


"Iya ayah. Aku akan kembali mencarinya, Sebaiknya ayah dan Dede ikut sama aku saja. Biar Bi Fatma bisa membantu ayah untuk menjaga Dede di sana," ujar Dion.


Dan dengan cepat di anggukan oleh lelaki dewasa itu


Setelah Mengantarkan Ayah mertuanya dan juga Anaknya. Dion Kembali mencari Caca


Mendengar Berita kehilangan Caca. Yudianto Langsung memerintahkan Beberapa Orang untuk membantu Dion mencari Caca. Kekhawatiran Dion Kini semakin membuat dirinya tidak bisa Berbuat apa-apa Lagi. Ia Bakan tidak bisa menghubungi Ponsel Istrinya. karena sejak tadi Tidak pernah aktif.


"Kemana lagi aku harus mencari kamu, Sayang. Sebenarnya apa yang sudah terjadi sama kamu," Ucap Dion Terus Menatap seluruh jalan Yang ia lalui.

__ADS_1


__ADS_2