Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 125: Cuaca Yang Dingin


__ADS_3

"Mas, Mau sampai kapan Kita terus Menghindar dari Kinan? Aku sudah capek Kayak Gini Terus mas," keluh Caca. Sambil Melepaskan anaknya di Kasur.


"Sayang, Aku minta maaf jika Selalu membuat kamu Seperti ini. Tapi Semua ini demi Kebahagiaan kita sayang," Jawab Dion


"Apa Setelah ini masala Kita akan segera selesai, Mas. Jika kita terus-terusan Menghindar Dari Kinan. maka Yang ada Bukannya Selesai Mas, Tapi Bertamba Rumit." Ucap Caca


Dion Hanya bisa Menatap Istrinya ia Juga merasa Bersalah karena terus Membuat Caca Seperti ini. Namun jika Ia terus membiarkan Caca Tinggal di rumah itu. Maka Kinan Akan Semakin Menyakitinya.


"Sabar sayang, Kita pasti bisa Menemukan Jalan Keluar Untuk semua ini." ungkap Dion Dengan pelan.


"Aku Hanya Ingin Bertemu dengan mba Kirana, Tapi Sampai saat ini Aku masih belum bertemu dengannya. Entah bagaimana kabarnya sekarang Aku Sudah tidak pernah tahu lagi,"


"Nanti aku Ajak Kamu ke rumah Kirana, Tapi untuk saat ini Kirana Sedang menjalani pengobatan Di Singapur. Karena akibat kecelakaan itu Matanya mengalami Gangguan. Sehingga ia Harus di bawah kesana." Tutur Dion


"Kasihan Mba Kirana, Semua ini Gara-gara ulahnya si Mila. Coba saja Mas Dion bisa menyelesaikan Masalah dengan Mila. Mungkin Semua ini tidak akan terjadi. Entah Sekarang ini Siapa Lagi yang akan Menjadi Korban dari Kinan Dan mila." Caca Menyalahkan Suaminya Atas semua Yang terjadi pada Kirana.


\*\*\*\*


Malam itu Dion Keluar Untuk mencari Udara Segar di luar sana. Sementara Caca Dan Juga anaknya sudah Tidur. Di tengah malam yang Sunyi Dion Berjalan Sendirian di pinggir Jalan Raya. Ia berjalan sendirian Tanpa tujuan Hingga akhirnya ia Bertemu dengan mobil Verry Yang Baru Saja Kembali dari Mencari Keperluan Dapur bersama Bu Fatma.


"Bukannya itu den Dion? Tapi sedang apa Malam-malam Begini den Dion, Jalan sendirian Seperti itu ya?" Ucap Bu Fatma Pada Verry.


"Iya betul Bi. Itu Bos Dion," Jawab Verry Lalu ia segera Menghentikan mobilnya. Lalu verry segera keluar Dari mobil Dan Pergi Menemui Dion Yang sedang berjalan sendirian.


"Bos, Bos!" Panggil Verry dari arah jalan sebrang sana.


Dion pun Menoleh ke arah Verry Yang Tengah Berlari ke arahnya.


"Bos Sedang apa jalan sendirian Di sini! Memangnya bos Tidak takut Dengan Suasana Disini ya?" ucap Verry Yang baru saja tiba di depan Dion.


"Aku sedang mencari Udara Segar Ver, aku merasa Hidupku tidak ada Gunanya lagi. Aku Tidak pernah bisa Membahagiakan Istri dan anakku," Ujar Dion Menatap Verry


"Apa bos sedang bertengkar lagi dengan non Caca Ya?"


Dion menggelengkan Kepalanya.


"Nggak, Ver. Aku hanya merasa Selama ini aku Tidak pernah Bisa Menyelesaikan Masalaku, Dengan baik. Sehingga harus Kabur ataupun menghindar Dari rumah."

__ADS_1


"Kan Semua itu Bos lakuin untuk Ketenangan Non Caca, dan Juga Den Kecil Bos, Jadi apa Salahnya bos Dion, Menghindari Mereka."


"Iya kamu benar Ver, Semoga saja Caca Tidak Akan Mengerti Dengan keadaan ini," Ungkap Dion.


"Kita pulang ke rumah saja bos. Lagi pula Ini Udah Larut malam, Tidak baik untuk kesehatan Bos dion, Tetap Berada di tengah jalan seperti ini." Ajak Verry


Dan Dion Pun Segera mengikuti Verry ke Mobil. Dan akhirnya mereka pulang bersama-sama Ke Rumahnya.


Suasana malam itu Memang Sangat dingin Karena udara di sana lebih dingin Dari Tempat Tinggal Mereka Yang sebelumnya. Dion dan Verry Masih Duduk di luar Sambil Menyalahkan Api Unggun untuk Menghangatkan tubuh mereka.


"Kenapa di sini Udaranya sangat dingin Ya bos," Ujar Verry.


"Karena di sini Kita berada Di atas Puncak. Jadi Udaranya Memang Dingin. Jika Kamu Sudah terbiasa di sini Mungkin Sudah tidak akan Kedinginan lagi," Ucap Dion


Verry hanya Mengerutkan Dahinya.


"Tapi pemandangan dari sini Sangat Indah Jika Malam hari ya Bos, Sayang Sekali non Caca udah Tidur,"


"Mungkin dia Lelah, Karena Dia Tidak terlalu Terbiasa dengan perjalanan yang Cukup jauh Seperti ini."


"Ini kopinya Den, Biar Sedikit menghangatkan Tubuh." Ujar Fatma. Sambil melepaskan dua Cangkir kopi Di Samping Dion dan Verry.


"Makasih Bi," Singkat Dion.


"Sama-sama Den, Apa non Caca udah makan den?" Tanya Fatma.


"Belum Bi, Kelihatannya dia Sangat kelelahan." Jawab Dion.


"Kasihan non Caca, Belakangan ini Non Caca Sering Murung, Jika Bibi Tanyakan Dia Hanya Diam Saja den, Apa Non Caca Lagi ada Masala?"


"Aku juga tidak tahu Bi, Aku merasa Caca Sedang marah sama aku. Karena Aku tidak bisa Menyelesaikan Masala Di Antara aku dan Kinan,"


"Sabar Den, Mungkin ini Cobaan untuk keluarga Aden."


"Iya Bi," singkat Dion Lalu ia Meneguk Kopinya.


Waktu sudah menunjukkan Pukul Sebelas Tengah malam. Caca Terbangun dari tidurnya. Ia menatap Sekelilingnya Dan Melihat Dion Tidak ada Di Samping mereka. Wanita muda itu segera bangun dan Masuk ke Dalam kamar Mandi.

__ADS_1


"Kemana mas Dion Ya, Kenapa dia tidak ada di kamar," Gumam Caca. lalu ia Keluar mencari Suaminya di Luar sana.


"Eh, Non Caca. Ada non? Kelihatannya Non Sedang mencari Sesuatu?" Tanya Fatma.


"Mas Dion Kemana ya Bi?" Balik bertanya pada Wanita tua itu.


"Oh. Den Dion Sedang Duduk Di halaman Sama Nak Verry. Mereka sedang Menghangatkan Tubuh mereka di luar sana. Katanya Mereka sangat Kedinginan," Jawab Fatma.


"Oh. Kirain Mereka Balik Ke kota Bi, Apa Mereka udah makan Bi?" Ulang Caca. Menatap Fatma.


"Kelihatannya Belum Non, Karena sejak tadi mereka Duduk Di luar sana."


Ketika mendengar bahwa Suaminya belum makan Malam. Caca Segera Pergi Memanggil mereka Untuk makan malam Bersama.


"Mas," Panggil Caca Dari sebrang pintu.


Dan Dion Menoleh ke belakangnya.


"Sayang?" Kamu Udah Bangun ya?" Ucap Dion Langsung Berdiri dan Berjalan Mendekati Istrinya.


"Makan Yuk mas, Aku lapar," Ajak Caca.


Dan Dion Tersenyum tipis Ketika melihat istrinya.


"M'mm. Yuk Sayang, Aku Juga lapar." Lalu mereka segera pergi ke dapur untuk makan bersama.


Kini Di meja makan Dion, Dan Verry sudah duduk sambil Menunggu Caca Dan Fatma. Membawahkan Makanan ke meja makan.


Setelah semua makanan sudah tersedia di Atas Meja makan. Caca dan Fatma segera Duduk dan mereka bersama-sama Menikmati Makan malam Mereka. Walaupun Hanya Ada Telur mata Sapi dan Juga Nasi. Yang di sediakan Oleh Fatma. Namun mereka menikmati makanan itu dengan sangat Lahap


"Bi, Apa Papa dan mama Tidak Menghubungi Bibi?" Tanya Dion.


"Tidak Den, Mungkin Bapa sama Ibu, masih ada urusan Yang harus mereka Selesaikan dulu. Baru mereka bisa ke sini." Jawab Fatma Tersenyum Menatap Dion.


"Iya mas, Lagi pula Papa sama Mama, Tadi Ke rumah sakit untuk menjenguk Tante Arista, Mungkin saja Sekarang mereka masih Di Rumah sakit," Sambung Caca.


"Mungkin saja sayang," Singkat Dion Lalu Ia segera Menyelesaikan Makanannya. Sementara Caca Langsung Membawah Segala Piring kotor Ke dapur untuk Di Cuci.

__ADS_1


__ADS_2