
Kini Berita penangkapan Mila Dan juga anak Buahnya Sudah Terdengar Hingga ke Telinga Bima dan Arista. Sepasang suami-istri Itu Hanya Bisa Menerima Kenyataan Bahwa Anak mereka Sudah di Tangkap oleh Pihak Kepolisan. Bima Sangat berharap Agar Suatu saat nanti Putrinya Bisa Sadar Dan Kembali Menerima mereka Sebagai Orang Tuanya.
Sementara Di tempat Lain. Kinan juga sudah berhasil Di ringkus oleh Para petugas Di Sebuah Restoran Bersama Dengan kedua orangtuanya. Kinan Merasa Sangat marah ketika ia harus Di tangkap tanpa sebab Dan Bukti Yang pasti dari keluarganya Dion.
"Awas Saja Jika Aku Sudah Keluar dari Dalam Penjara Ini. Aku pasti akan Membalas Semua Ini pada kalian Dion!" Ucap Kinan Dalam Hatinya.
Sedangkan Kedua Orang Tuanya Masih Penasaran dengan Penangkapan terhadap putri mereka yang tanpa Sebab itu.
"Kenapa Putri kami bisa Di Tahan Seperti ini. Memangnya apa Salah Dia Pak." Ucap Della Ibunya Mila
Akan tetapi Para petugas hanya Menatap Della.
Membuat Della Seakan Merasa Gugup ketika Di tatap Oleh Mereka seperti itu.
****
Mentari pagi hari Ini masih malu-malu menampakkan Sinarnya. Dan mendung Hitam Masih menghiasi langit di pagi Hari ini. Suara Rintik hujan Perlahan mulai terjatuh Hingga ke atap Rumah.
Sepasang suami-istri masih tertidur pulas Bersama anak Mereka. Dion Masih Memeluk Istrinya dengan Penuh Kehangatan.
Dan kini mata Caca mulai terbuka Dan menatap Kesamping Kirinya Ia mulai mengusap Bulu alis Suaminya dengan perlahan. Dan Akhirnya Dion pun Segera Membuka Kedua Matanya dan Tersenyum Menatap Pada Caca.
"Sayang, kamu Sudah Bangun?" Tanya Dion Seketika menatap wajah istrinya yang sedang tersenyum padanya.
"Iya, mas." Singkat Caca.
"Apa Dede Juga udah bangun?"
"Belum mas. Dia masih Tidur," Jawab Caca.
Karena Melihat Putra mereka masih tertidur dengan pulas. Dion Segera mencium Kening istrinya lalu Ia Segera bangun dan berjalan ke arah Jendela. lalu ia segera membuka jendela kamar mereka dengan Perlahan.
"Pantasan Saja Sejuk. Ternyata lagi hujan," Gumam Dion dalam Hatinya. sambil memandangi Air Hujan.
"Ada apa Mas?" Tanya Caca lalu ia berjalan mendekati Suaminya.
"Nggak Sayang." Ucap Dion lalu ia menarik tangan Istrinya agar mendekat padanya.
"Coba Lihat kedua burung itu sayang. Mereka sedang berteduh di Pohon itu Dan mereka juga Saling melindungi Walau Air hujan Sudah Membasahi bulu dan Sayap mereka."
Lalu Caca Menatap ke arah Kedua burung yang sedang berteduh di pohon yang tidak jauh dari Jendela kamar Mereka.
__ADS_1
"Apa kamu sudah Melihat Mereka sayang, Mereka Berdua Saling Melindungi Walaupun Sayapnya sudah basah kuyup dengan air hujan. Akan tetapi Dia masih setia melindungi pasangannya."
Caca terus menatap Dua ekor burung yang telah di tunjukkan oleh suaminya itu. Dan Seketika Caca Menatap wajah Suaminya yang Terlihat Sangat serius Itu.
"Dan aku Selalu berharap Kita berdua juga akan Seperti kedua burung itu. walaupun apa yang akan Terjadi pada kita nanti, Tapi Kita harus tetap saling melindungi dan Saling percaya Satu dengan Yang lainnya."
Caca merasa Bingung kepada suaminya Yang tiba-tiba terlihat begitu serius dengan Ucapannya itu.
Lalu Dion Segera menangkup wajah istrinya.
"Apa Kamu percaya sama Aku, Sayang?" Tanya Dion. Membuat Caca Semakin Bertambah Bingung dengan sikap suaminya itu.
Kini Caca hanya bisa mengangguk Pelan Agar Tidak Menyakiti Perasaan suaminya. Karena Dion tidak Biasanya Berbicara serius seperti itu Kepadanya.
"Apa kamu baik-baik Saja mas?" Tanya Caca. Membuat Dion merasa Heran.
"Memang ada apa sayang, Apa aku terlihat sedang Tidak serius dengan Perkataanku ya?" Menatap istrinya.
Caca hanya menggelengkan kepalanya.
"Lalu. Kenapa kamu Tanya kayak gitu?" ulang Dion Kembali
"Bukan Apa-apa si mas, Hanya Saja Aku Merasa Bingung saja. Karena mas Sangat serius dengan Kedua burung itu." Ujar Caca Sembari Tersenyum.
"Drink. drink! Suara Ponsel Dion bergetar di atas Nakas.
Dengan Cepat Dion pergi mengambil Ponselnya yang berada di atas Nakas. lalu ia segera Menerima Panggilan itu.
{"Halo, Bos."] Suara Verry dari Sebrang sana.
"Ada apa Ver?" Tanya Dion. di balik Ponselnya.
["Apa sudah Tahu Tentang berita Penangkapan Kinan, Bos. Semalam Para petugas Berhasil menangkap Kinan Di sebuah Restoran bersama Kedua Orang Tuanya."] Balas Verry.
"Oya? lalu bagaimana Keadaannya Sekarang. Apa Dia Masih Berlagak Seperti Tidak memiliki kesalahan apapun?" Tanya Dion Kembali.
["Sepertinya ia si bos. Karena Dia mengancam akan Membalas Semua yang Sudah bos lakukan padanya."]
"Dasar Wanita Gila. Masih saja dia Nggak mau Menerima Kesalahannya." ucap Dion lalu ia Segera Mematikan Sambungan Panggilan itu.
"Siapa Mas?" tanya Caca Penasaran.
__ADS_1
"Verry. Sayang, Dia bilang kalau sekarang ini Kinan Juga Sudah di Tangkap." Menatap istrinya.
Lalu Caca Menundukkan kepalanya.
"Kenapa Kamu sedih sayang? Harusnya kamu Bahagia Karena Kinan dan mila. Sudah di Tahan." Ucap Dion
"Bukan gitu mas, Hanya saja aku Merasa bersalah sama Kamu mas. Karena selama ini aku Selalu Tidak mempercayai kamu," Ungkap Caca.
"Aku yang harusnya minta maaf sama kamu. karena semua itu adalah salah aku Sendiri hingga Semuanya bisa terjadi."
"Iya mas." Singkat Caca.
"Aku mandi dulu ya Sayang," Caca Mengangguk Pelan.
"Yuk Kita mandi bareng," Goda Dion.
"Aku bisa mandi Sendiri tau mas, Lagian ngapain harus Mandi bareng." Balas Caca
"M'mm. Memangnya Kamu nggak mau Mandi Bareng Sama Suamimu yang tampan Ini." Rayu Dion kembali. Membuat Caca Menjadi Salting Didepan Suaminya.
"Kita mandi barengan ya, Biar nanti aku yang Mandikan Sayang. Biar Enak," Ujar Dion Lalu ia Segera Mengangkat Tubuh Istrinya ke dalam kamar mandi. Dan Kini mereka Mandi Bersama-sama di dalam kamar Mandi. Suara gemericik Air mulai terdengar Di seluruh ruangan itu.
Setelah Beberapa menit kemudian Caca keluar dari kamar mandi Dengan Memakai handuk Putih Untuk menutupi tubuh Polosnya yang indah itu.
Sementara Dion Masih berada di dalam Sana.
Setelah usai Berganti pakaian Caca kembali mencari Pakaian untuk Suaminya dan meletakkannya Di Atas kasur Tempat tidur mereka.
tidak lama kemudian Dion juga Keluar dari dalam kamar mandi. sambil tersenyum Hangat pada Istrinya yang sedang menyisir rambutnya di Depan cermin.
"Kamu Cantik sayang. Aku makin Cinta dan sayang sama Kamu," Ujar Dion. Yang sudah Memeluk Caca dari Belakang.
"Udah gombalnya. Sana Pakai Baju kamu Dulu, Setelah itu Kita keluar Untuk Sarapan." Ucap Caca. Melotot pada suaminya di depan cermin.
"Galak amat Si Istriku Ini, Memangnya aku Tidak boleh Bermanja-manja Dulu Sama kamu Ya." Ucap Dion Kembali. sambil Mencuci Jenjang leher Caca. Membuat wanita muda itu Merasa Gelisah Di buat Suaminya.
"Aku Mau Kita Carikan Adik buat Dede, Apa Kamu mau?" Bisik Dion Dengan sangat pelan
Caca semakin Dibuat Tidak berdaya oleh sang Suami.
"Hentikan mas. Aku Udah lapar," Ucap Caca.
__ADS_1
Namun Dion Terus Menciumi jenjang Leher Sang istri. Hingga Caca tidak bisa Menahan godaan Dari Suaminya itu.