Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 41: Merasa bahagia


__ADS_3

Hari semakin Siang Dion bersama istrinya sudah Siap untuk Pergi ke luar kota. Sambil menunggu Seseorang yang Sudah di hubungi oleh Yudianto. Dion Dan Istrinya duduk sambil Memainkan Ponsel mereka.


Tidak Lama Seorang Pemuda datang Dengan Motornya. Ia langsung memarkirkan Kendaraannya itu Di Halaman Rumah Yudianto. lalu ia Langsung masuk Untuk Menemui anak Bos yang sudah memanggilnya ke Rumah itu.


"Selamat Siang." Sapa Pemuda itu dengan Lembut.


Dion dan Caca. Menatap Bersamaan ke arah Pintu dimana Seorang Pemuda yang Sudah Berdiri di depan sana.


"Siang juga. Ternyata kamu, yang ayah panggil ke Sini." Ujar Dion. Yang sudah mengenal lama Pemuda itu.


"Iya Bos. Tuan Besar Memerintahkan saya, Untuk Menjaga kalian Di luar kota." Sahut Verry. Dengan Pelan.


"Ok. Kamu memang sudah menjadi kepercayaan Papa Sama mamaku, Juga ya." Ujar Dion.


"Hehehe..


Pemuda itu itu hanya tertawa Pada Dion.


"Ya udah. Tolong kamu bawakan koper Ini ke mobil Ya." pinta Dion.


"Siap. Bos," Lalu Pemuda itu langsung pergi Mengantarkan Koper Kecil milik Dion Dan Istrinya itu.


Sedangkan Dion Bersama Caca Sudah berjalan Keluar Menuju halaman Rumah.


setelah tiba di Mobil. Dion Membukakan Pintu Mobil Untuk istrinya.


"Sayang, Masukla dulu." Ucap Dion, Sembari Tersenyum Menatap Istrinya.


Caca Mengangguk Pelan.


"Iya. Mas,"


Lalu Tak lama kemudian Verry Datang Dan Ia Langsung masuk kedalam mobil itu. Sambil menunggu Dion yang Kembali Ke dalam Rumah. Karena Ia lupa Membawah Laptop miliknya yang Masih berada di Atas Meja kerjanya.


Setelah Dion Sudah Kembali. pemuda itu langsung Masuk ke mobil. dan duduk di samping Istrinya.


"Apa kita berangkat Sekarang bos?" tanya Verry. Menatap Dion dan Istrinya. Yang duduk di Belakangnya.


Dion hanya mengangguk Pelan.


Dan akhirnya mobil itu Keluar dari halaman Rumah Yudianto. Verry Mengemudikan Mobil itu dengan Kecepatan Yang Sedang. karena mengingat istri Dion Sedang hamil Jadi ia Tidak Melajukan mobil itu dalam kecepatan yang Tinggi.

__ADS_1


Dion Tersenyum Menatap Istrinya. sambil terus Menggenggam Tangan sang istri.


"Apa Hari ini Kamu Bahagia sayang?" Tanya Dion. Sambil menarik Kepala istrinya agar bersandar di Bahunya.


"Iya mas. Aku sangat senang dan bahagia Banget, Karena bisa Pergi jalan-jalan Ke luar Kota." Jawab Caca.


Verry Hanya bisa melirik sepasang suami-istri itu. Sambil Tertawa sendiri di depan sana.


"Kamu kenapa Tertawa? memangnya ada yang lucu," ujar Dion. ketika melihat Verry sedang tertawa sendiri.


"Nggak kok bos. Aku hanya ikut bahagia saja, Melihat Keromantisan kalian berdua bos." Jawab Verry.


"Makanya. Cepetan cari Istri, Biar Kamu juga bisa Romantis kayak kami." Singgung dion,


"Aku masih pengen menjalani Masa muda ku Dulu bos. Jadi belum kepikiran untuk mencari Pendamping hidup."


"Memangnya kenapa? Apa kamu Takut Pacaran?"


"Nggak Juga Si bos. Hanya saja Aku Lebih nyaman Sendiri saja."


Setelah beberapa jam Melewati Perjalanan yang Cukup jauh. kini mobil Itu sudah Memasuki Halaman Apartemen milik Keluarga Yudianto.


Setelah Memarkirkan mobil. Verry Langsung turung Dan Membukakan Pintu mobil untuk Pasangan Suami-istri Itu.


Setelah Semua Barang-barang milik Dion Dan Istrinya di bawah masuk. Kini Verry Kembali Mengambil Tas Pakaiannya yang masih berada dalam Mobil.


Caca Tersenyum Bahagia Saat mereka sudah tiba Di apartemen itu.


"Sayang. Aku Ke kamar kecil dulu ya, Kamu tetap duduk di sini dan jangan kemana-mana." ucap Dion. Lalu pemuda itu berjalan Menuju Kamar kecil yang berada di belakang sana.


Tidak terasa ternyata waktu sudah hampir mau Malam. Caca merasa Lapar Dan ia Tidak tahu harus Mencari makanan di mana.


Gadis itu pun Berjalan Ke arah dapur untuk mencari sesuatu yang bisa di makan Di dalam Sana. Namun karena suasana di apartemen itu Tidak ada penghuninya. maka Tidak ada satu pun yang bisa di makan olehnya.


"Mas Dion!" Panggil Caca. Dari Arah dapur.


Membuat Dion Langsung Bergegas Menemui Istrinya.


"Ada apa Sayang?" Tanya Dion.


"Aku lapar. Mas," Rengek Caca.

__ADS_1


"Sabar Sayang. Verry Udah aku Suruh untuk membelikan Makanan untuk kita bertiga."


"Lama nggak mas. Soalnya aku Udah Lapar Banget." Gerutu Caca kembali.


Tak lama Kemudian Verry datang sambil membawah Beberapa bungkusan makanan Untuk mereka malam Ini.


Dengan cepat Dion Mengambil bungkusan makanan itu dan Memberikannya pada Caca.


"Ver. makanlah dulu," Ucap Dion. Mengajak Pemuda itu makan bersama mereka.


Akan Tetapi Verry merasa malu.


"Makan Duluan Saja bos. Aku masih Kenyang," Ujar Verry.


"Kenyang? Memangnya kamu Makan Di mana? Kan Kita baru saja tiba tadi Sore." Melirik Verry.


"Tenang saja bos. Aku memang belum lapar kok, Nanti kalau aku Sudah benar-benar Lapar pasti aku akan Makan."


Dion Hanya Mengerutkan dahi keningnya. Lalu ia bersama istrinya kembali melanjutkan Makan malam mereka.


*****


Malam itu Kirana Duduk dengan sangat Gelisah Di pinggir ranjang tempat tidurnya. Wanita itu masih Memikirkan Kepergian Leon dan kedua orangtuanya Yang Hingga saat ini Belum Ia Ketahui.


Kirana Merasa takut jika Leon, Mengakui Semua Perbuatannya pada Dion.


"Kemana Lelaki Itu! Kenapa dia Tiba-tiba Kabur?"


"Apa sebaiknya aku Minta Bantuan Dari Sandro Saja ya?" ucap wanita itu.


"Tapi Jika aku Minta Bantuan sama Sandro. Maka Sandro akan Tahu kalau aku Ingin Merebut Dion. Dari Wanita kampung itu."


"Lalu aku harus gimana, Aku sendiri tidak bisa mencari tahu Keberadaan Leon Hingga saat ini." Gumam Kirana.


****


Di tempat lain. Kedua suami-istri Itu Tengah Berbaring Sambil Menatap langit-langit Kamar Mereka. Caca Yang Sudah mulai tertidur di samping Dion. Sementara Dion masih Asik ngobrol dengan Istrinya yang sudah Hampir Tertidur itu.


Karena merasa tidak ada sahutan dari sang istri Pemuda itu langsung Menatap Ke arah Istrinya. Dan Ternyata Caca Sudah Tertidur pulas Di sampingnya. mungkin karena ia Terlalu Lelah Di perjalanan tadi. Lalu pemuda itu Mengambil selimut untuk menutupi tubuh istrinya yang sudah Tertidur. Dion Merasa bahagia karena bisa Menemukan seseorang yang benar-benar Mencintainya. Selama ini ia Selalu hidup dalam Keegoisanya. Hingga Lupa ada wanita yang Sangat mencintainya.


"Maafkan aku, Sayang. Karena dulu aku Selalu kasar sama kamu, Mulai sekarang aku akan selalu Sayang dan Cinta sama kamu." Ucap Dion. Lalu ia mengecup kening istrinya dan Segera Berbaring di samping sang istri dan kini mereka Tertidur Dengan Sangat Nyenyak.

__ADS_1


Sementara Verry masih duduk di luar. Karena ia belum marasa ngantuk. Pemuda itu Sangat Di percayai oleh Keluarga Yudianto. Di Karenakan Dulunya Ibu Verry pernah bekerja di rumah Yudianto. Namun karena Penyakit yang Sedang Ibunya Derita. Verry Menjadi kehilangan Ibunya, Dan mulai saat itu Verry bersama Ayahnya Berpamitan pulang ke kampung halaman. Karena mereka sudah tidak bisa lagi Bekerja di rumah Yudianto. Namun walaupun mereka Sudah tidak lagi bekerja di Rumah Keluarga itu. Verry sangat menghormati Keluarga Yudianto. Karena Budi baik Keluarga itu Sangatlah besar pada Mereka.


__ADS_2