Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 53: Kesedihan Dion


__ADS_3

Dion masih setia menemani istrinya yang masih terbaring lemah di rumah sakit. Sementara verry Datang Sambil membawahkan Makanan untuk Dion.


"Bos, Makanlah dulu. nanti bos bisa sakit, Jika bos Sakit. Kasihan Den Geral Bos," Ucap Verry. Menghawatirkan Keadaan Dion. Yang Sejak pagi tadi Belum memakan apapun.


"Iya. Ver, Nanti saya akan makan. Bagaimana kabar anakku. Ver? Apa dia Tidak Rewel?" Tanya Dion. dengan penuh kesedihan.


"Nggak kok bos. Seharian ini den geral Tidur dengan sangat nyenyak," Jawab Verry. Sembari tersenyum menatap Dion.


"Tolong jagain Anak kami ya Ver, Saya janji Setelah Istriku pulih Kami akan segera kembali Ke rumahmu."


"hehehe.. bos, Tenang saja. Saya dan Ayah, akan Selalu menjaga Den Geral dengan baik. jadi Bos, nggak usa cemas lagi." Ucap Verry. tertawa Kecil Menatap Dion.


"Makasih ver," singkat Dion. kembali menatap istrinya.


"Lalu bagaimana kabar Non Caca, Bos?"


"Kata dokter, Dia tidak apa-apa. hanya saja saat ini Dia mengalami Depresi. akibat Kecelakaan itu." jawab Dion.


"Kasihan non Caca, Semoga non Caca. segera pulih Dan bisa kembali kumpul dengan kita," Ucap Verry. Menatap Istri Bosnya itu dengan penuh Rasa kasihan.


*****


Di Tempat Lain di dalam sebuah kamar yang besar dan luas. seorang gadis Tertawa-tawa.


Ia merasa sangat senang dan bahagia. karena sudah Berhasil mencelakai istrinya Dion.


"Akhirnya aku berhasil membuat kamu Menderita. Dan mungkin saat ini suamimu sedang bersedih karena sebentar lagi, Kamu akan mati. atau Cacat!" ucap kirana. Melebarkan senyumnya Sambil menatap langit-langit kamarnya.


Wanita itu sangat puas. karena ia bisa melakukannya dengan Sendiri. namun ia tidak Menyadari kalau Sekarang Dirinya Sudah di laporkan oleh keluarganya Dion. ke pihak yang berwajib


"Sebentar lagi. Dion akan Merengek-rengek Untuk mengemis cinta sama aku, karena Istrinya kan udah mau mati atau segera cacat."


Di luar sana terdengar suara kendaraan berhenti tepat di Depan Rumah Kirana. Dengan cepat Gadis itu Mengintip dari Sela-sela Jendela kamarnya. Dan ia sangat terkejut ketika melihat Beberapa petugas Yang sudah datang di depan rumahnya. Gadis itu merasa Kebingungan karena Jam sudah menunjukkan pukul Sepuluh Hampir Tengah malam.

__ADS_1


"Mau apa mereka ke sini! apa mereka sudah tahu kalau aku sudah Menabrak wanita kampung itu?" Gumamnya dengan Sedikit cemas.


Di luar sana sudah terdengar suara ketukan pintu berulang-ulang kali. membuat Kirana Bertambah Gelisah dan Cemas. karena Jika Memang mereka sudah mengetahui kalau ia adalah pelaku tabrak lari itu. maka sebentar lagi Ia akan segera menekam ke dalam penjara.


"Aku nggak boleh Tertangkap! aku harus segera kabur dari sini. apa pun yang akan terjadi aku harus segera lari." Ucap Kirana. mencari Cara agar ia bisa kabur dari para petugas itu.


akhirnya Kirana menerobos melalui pintu samping Yang ada di ujung belakang. Dengan cepat Gadis itu berlari agar tidak ketahuan oleh mereka. Yang masih berdiri di depan pintu rumahnya.


Kirana berhasil kabur dari para petugas itu. dan ia pergi ke rumah temannya yang tidak jauh dari Jalan menuju Rumahnya.


Sementara di rumah Kirana. suara ketukan pintu masih berlangsung. Allan yang Merasa curiga akhirnya ia meminta untuk mendobrak pintu tersebut hingga kini pintu sudah di buka secara paksa oleh mereka. Setelah masuk ke dalam rumah itu mereka tidak menemukan Kirana di dalam rumahnya. Allan Melihat Pintu samping sudah terbuka.


"Ternyata wanita itu sudah melarikan diri dari sini." ucap Allan menatap Para petugas itu.


karena kirana sudah tidak berada di rumahnya. mereka memutuskan untuk kembali. namun Allan sengaja meninggalkan Kamera tersembunyi agar di Saat wanita itu kembali mereka bisa mengetahui keberadaan Gadis itu di saat ia datang ke rumahnya.


Kini Kirana merasa cemas dengan keberadaannya yang sudah menjadi buronan para petugas.


Ia Bakan tidak Mengerti jika mereka bisa mengetahui bahwa kejadian itu adalah ulahnya sendiri.


"Aku harus tetap tenang. dan Bisa kabur dari kota ini, Karena aku tidak ingin di penjara." ucap Kembali Kirana. Menatap langit-langit kamar.


wanita itu sengaja menginap di rumah sahabatnya. dengan alasan ia merasa Bosan di rumahnya.


"Bagaimana kabar kedua orang tuamu. Kirana?" Tanya Anita. sahabatnya Kirana


"Mereka masih di luar negeri, biasalah sibuk sama urusan pekerjaan." Jawab Kirana. dengan santai


"Hebat juga Kedua orang tua kamu," Ucap Anita. Dan Kirana hanya mengerutkan dahi keningnya Menatap Sahabatnya itu.


"Lalu apa rencana kamu Setelah Putus dengan Mantan Tunangan kamu itu, Ran?" Kembali bertanya. membuat Kirana Tercengang dengan pertanyaan Sahabatnya itu.


"Aku juga belum tahu. Tapi aku, akan mencoba pergi dari kota ini. agar aku bisa melupakan Dion." menatap Anita.

__ADS_1


"Kenapa harus pergi?" kamu kan Masih bisa memulai Aktifitas kamu yang baru di sini. tanpa harus Mengingat Dion, lagi kan?"


"Aku nggak bisa terus menatap kebahagiaan mereka itu. Karena aku benar-benar Sakit hati sama Mereka." Ujar kirana. Melotot pada Anita


Anita hanya tersenyum menatap Wajah sahabatnya itu. yang terlihat sangat Benci pada Mantan tunangannya.


Setelah berbincang dengan Cukup lama. Kedua wanita itu Langsung masuk ke dalam kamar dan mereka segera tidur.


Sementara di Ruangan Yang tidak terlalu luas. Seorang pemuda sedang duduk di samping Istrinya. sambil terus membelai Rambut Istrinya. dengan harapan Caca bisa Segera pulih.


"Aku harap kamu bisa Segera sembuh sayang, Kasihan Anak kita." Ucap Dion. dengan penuh kesedihan menatap istrinya.


"Mas?" suara Caca tiba-tiba terdengar oleh Dion. Pemuda itu langsung menatap istrinya


"Sayang, Apa kamu sudah Sadar? apa kamu sudah sehat sayang?" Tanya Dion dengan Sangat Bahagia. ketika melihat istrinya yang sudah Sadarkan diri.


"Iya. mas, Dimana Anak kita mas, Kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Caca. dengan Pelan


"Dia di rumah sayang, Paman dan verry. Menjaga anak kita dengan baik, Kamu harus cepat sehat agar kita bisa segera Pulang untuk menemui anak kita." jawab Dion. Menciumi Pipi Istrinya dengan sangat bahagia.


"Tapi aku pengen pulang mas, aku pengen ketemu dengan Geral. mas," Memaksakan dirinya untuk bangun. namun Dion masih melarangnya untuk bergerak lebih.


"Sabar sayang. Besok saja kita pulang ya, Kan ini sudah malam. Dan Dokter Masih mau memeriksa Keadaan kamu sayang," Berusaha untuk membujuk Istrinya.


Wanita muda itu tidak lagi memaksa. ia hanya bisa Berdiam diri sambil bercucuran air matanya. Karena ia sangat merindukan putra semata wayangnya yang Sejak Pagi ia tinggalkan bersama Yanto. Karena kecelakaan Yang menimpa dirinya Hingga ia harus menelantarkan anaknya.


"Apa kamu Lapar?" tanya Dion. Dengan lembut pada Istrinya.


Namun gadis itu hanya menggelengkan Kepalanya.


Karena yang ia Inginkan saat ini hanyalah Anaknya.


"Sayang, Aku janji. Besok Kita akan Minta pulang Agar kita bisa bertemu dengan Geral." Bujuk Dion. kembali

__ADS_1


Dan hanya di angguki oleh Istrinya.


__ADS_2