
Karena sudah Lima tahun lebih Mereka tidak bertemu. Mila Merasa sangat merindukan Dion. Hingga ia Terus Memeluk Dion tanpa melepaskan tubuh pemuda itu.
Kirana yang melihat akan hal itu langsung terkejut ketika melihat seorang wanita Memeluk Dion.
"Itu siapa ya Tante, kenapa dia Memeluk mas Dion Seperti itu?" tanya Kirana dengan Penasaran.
"Memeluk Dion? Dimana!" Tanya Siska lalu mereka langsung Keluar Menemui Dion dan wanita yang sedang Memeluk putranya itu.
Saat Mila melihat Siska sedang berjalan mendekati mereka. Wanita muda itu langsung melepaskan pelukannya dari Dion. Dan ia menyapa Siska.
"Halo. Tante, Masih ingat dengan saya?" Ucap Mila. Melirik pada Siska.
"Astaga. M--mila? Kamu Amelia kan, Putrinya Bu Sela dan Pak Lukman!" ucap Siska. terkejut ketika melihat Mila sudah kembali ke Indonesia.
"Iya Tante. aku Mila, Tante apa kabarnya? Aku udah lama nggak pernah ketemu Tante. ternyata Tante makin Cantik saja." Puji Mila. Pada ibunya Dion.
Membuat Dion dan Kirana. saling bertatapan Dengan Penuh kegelisahan. karena Kini Mereka kedatangan masalah yang baru lagi.
Kirana hanya mencemaskan Keadaan Caca. jika mengetahui Tentang Mila. gadis yang pernah menjadi Pacarnya Dion Waktu mereka masih kuliah dulu.
"Kamu bukannya Kirana?" Kembali melirik Kirana yang sedang berdiri di samping Dion dan juga Siska.
"I--iya. aku Kirana, Kamu kapan datangnya Dari Afrika. Mila?" Tanya Kirana.
"Kemarin pagi. Tapi aku sengaja tidak mengabari Kepulangan aku sama kamu, dan Calon Suamiku ini. biar nanti jadi Suprise buat Mas Dion." Menatap Dion dengan tatapan yang sangat Menggoda.
"Calon suami? Memangnya kamu belum menikah juga ya, Mila." Kirana merasa Bingung.
Lalu Gadis itu hanya menggelengkan Kepalanya.
__ADS_1
"Belum. Karena aku kan udah janji Akan kembali Menuntut janji aku sama mas Dion," Jawab Mila. kembali Menggandeng Lengan tangan Dion.
Sehingga membuat Dion Merasa Kesulitan untuk melepaskan dirinya dari Wanita itu. Kini Dion merasa Bingung harus berbuat apa lagi. Karena saat ini Mila sudah kembali dan Mungkin akan menjadi masalah yang baru lagi buat rumahtangganya.
"lalu kamu sedang apa di rumah calon mertuaku, Kirana?" menatap datar pada Kirana.
Kirana merasa terkejut dengan pertanyaan dari Gadis itu. ia hampir kehilangan Akal untuk menjawabnya.
"Aku kesini Hanya mampir sebentar kok, dan tidak lama lagi aku udah mau pulang." Jawab Kirana dengan Cepat.
Kini Siska merasa khawatir dengan kedatangan Gadis itu. Bakan ia merasa lebih Takut jika Mila tidak bisa menerima kenyataan kalau Dion sudah menikah dan mempunyai seorang anak.
"Tante, Tante sakit ya? Kok wajah Tante Terlihat Sangat pucat gitu?" tanya Mila. saat melihat wajah siska yang sedikit memucat.
"Eh. I--iya, Tante memang Sedikit Tidak enak badan. Mungkin karena faktor usia sudah mulai Tua." Jawab Siska. Melirik Pada Kirana
"Kasihan juga Tante, Harusnya Tante itu sudah Duduk sambil menggendong Cucu. Tapi Mala Tante masih kerja, Tenang saja Tante. aku dan mas dion. Akan segera menikah dan akan memberikan Seorang Cucu yang tampan dan Cantik buat Tante, dan om." tersenyum menatap Siksa.
"Mas Dion! kenapa Mala Meninggalkan aku si," Cetus Mila. lalu ia mengikuti Dion yang sudah masuk kedalam rumah.
"Ini gawat Kirana. Bagaimana jika Dia Akan tahu hal yang sebenarnya." Menatap Kirana
"Sebaikanya kita beritahu saja sama dia, Kalau sebenarnya Dion sudah menikah Tante. Biar Nggak ada lagi kesalahpahaman di antara Mereka." Jawab Kirana.
"Kamu benar Kirana. Sebaiknya kita cepat susul mereka ke dalam,"
kedua wanita itu segera masuk ke dalam Rumah untuk mencari Mila yang sudah mengikuti Dion hingga ke dapur.
"Mas Dion, Dia Siapa? Kenapa bisa Mengikuti mas Dion kayak Gitu?" tanya Caca. kebingungan saat melihat wanita muda yang sedang mengejar Suaminya hingga ke dapur.
__ADS_1
"Kamu yang siapa! Kenapa kami bisa panggil Calon Suamiku, Dengan Sebutan mas. memangnya kamu Siapa?" menatap Caca Dengan sinis.
"Calon suami?" Caca Menatap Suaminya dengan penuh Tanda tanya. Karena selama ini Yang ia ketahui hanya Kirana. wanita yang selalu Berusaha Mendapatkan cintanya Dion.
"Caca. Jangan dulu salah paham ya, Nanti aku Jelaskan semuanya sama kamu." ucap Dion ketika melihat wajah istrinya Sedikit Marah.
"Jelaskan apanya Si mas Dion? jelas-jelas aku di sini mau Menemui kamu. untuk menanyakan soal hubungan kita. Lalu kenapa Mala Mas Dion, mau Menjelaskannya sama Wanita ini!" melirik Caca.
"Maaf ya mba. Kalau saya boleh tahu Mba ini Siapa, dan ada keperluan apa Datang ke sini!" Ucap Caca. yang sudah merasa kesal dengan wanita itu.
"Saya Mila. Calon istrinya mas Dion, kamu tu yang siapa. Sok Pintar Di depan aku, Atau kamu Adalah Pembantu di rumah ini ya?" Jawab Mila Menatap Caca.
"Cukup Mila! dia ini adalah istriku. dan kamu tidak berhak Mengatai istriku seperti itu!" sambung Dion. lalu ia segera Mengajak Caca ke dalam kamar.
Wanita muda itu terkejut saat mengetahui kalau Dion sudah menikah. Bakan ia menjadi sangat marah saat melihat Kirana dan Siska Berada di Belakangnya.
"Apa maksud dari semua ini Tante! Mas Dion tidak lagi main-main kan Sama aku, Karena aku Bisa Melakukan apa saja yang ku mau Jika Memang benar mas Dion Sudah Menikah." menatap Kirana dan Siska Dengan sangat marah.
"Apa Yang dikatakan oleh Dion itu benar. Mila, Dan Sebaikanya kamu tidak Usah datang ke sini lagi. Karena Dion sudah menikah dan mereka sudah mempunyai seorang anak." Jawab Kirana
"Nggak mungkin!! Dion tidak boleh di miliki oleh siapapun! Aku akan membuat perhitungan dengan Wanita itu. Karena dia sudah merebut kebahagiaanku!" Ancam Mila menatap tajam pada Kirana dan juga Siska.
Lalu Wanita itu segera Berjalan mencari kamarnya Dion. Dengan cepat Kirana dan Siska mengikuti langkah kaki wanita itu.
"Oh. Ternyata ini kamar kalian ya, Bagus juga. Kamarnya cukup luas di tempati untuk tiga orang!" Menatap Dion Sambil Tersenyum
"Maksud mba, apa ya? Di tempati untuk tiga orang?"
"Memangnya Mba mau Tidur di sini juga, Maaf mba. kamar ini Hanya untuk aku, Mas Dion, dan juga anak kami." jawab Caca Dengan Santai
__ADS_1
"Iya. Memang kenapa! Kamu yang sudah merampas kebahagiaan aku, jadi sudah seharusnya kamu berbagi suami dan kamar ini Sama aku. dan aku, tidak akan pernah berhenti Mengusik Hubungan Kalian." Ujar Mila Mengerutkan keningnya Menatap Caca.
"Mila! Cukup!! aku tidak bisa menerima kamu Tinggal di rumah ini. Karena kamu tidak berhak Berada dalam satu kamar dengan kami!" ujar Dion. dengan marah Menatap wajah Mila.