
Suasana Terlihat canggung Saat Caca dan Dion. Membawah Seorang dokter ahli kandungan ke rumah itu. Kinan Terlihat Sangat gelisah Ketika melihat dokter yang menangani Kandungan Caca Sejak ia masih Hamil.
Sementara Caca terus memperhatikan Gerak-gerik Kinan yang sangat mencurigakan itu.
"Ada apa denganmu, Kinan? kenapa kamu terlihat tidak tenang begitu. Harusnya kamu Bahagia Karena Mas Dion, mencarikan Dokter untukmu." Ucap Caca Dengan Pelan.
"Siapa yang tidak tenang? Kamu saja kali yang berpikiran Seperti itu. Aku Baik-baik Saja kok," Jawab Kinan. yang berusaha menutupi Ketakutannya itu.
"Baguslah, Jika memang kamu tidak apa-apa. Agar Dokter bisa segera memeriksa Kandungan kamu," Ucap Caca Kembali.
"Tapi Saya lebih suka Di rumah Sakit. Ketimbang harus Di periksa di rumah seperti ini, Lagi pula menurut saya, Dokter Mila Tidak terlalu Ahli dalam Pemeriksaan seperti ini." Ujar Kinan. Yang Tidak ingin Diketahui semua kebohongannya.
"Dokter Kinan Sangat bijak Dalam Menjalankan Tugasnya. Apa salahnya jika Di periksa Di rumah atau di rumah sakit, Itu sama saja kok, Terpenting sekarang mas Dion Udah berusaha Perhatian sama kamu, Dan Calon anak Kalian. Kenapa kamu Mala Bersikap aneh seperti itu?" ungkap Caca Kembali.
"Atau mungkin Dia memang Tidak Hamil! Makanya wajahnya terlihat Gelisah Seperti itu!" timpal Siska. yang sedang duduk Bersampingan dengan Kinan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? mereka sangat ingin aku di periksa oleh dokter Itu, gimana kalau sampai mereka tahu aku memang benar-benar tidak hamil?" Batin Kinan. merasa tidak tenang
"Bagaimana Bu Kinan? apa Bu Kinan, sudah siap untuk di periksa?" Tanya dokter Mila Sembari Tersenyum pada Kinan.
Namun Kinan masih Melamun sehingga ia tidak mendengar apa yang sedang di katakan oleh Dokter itu.
"Kinan!" Suara Siska Mengejutkan Kinan Dari lamunannya.
"I--iya. ada apa Dokter?" Tanya Kinan.
"Apa Bu Kinan sudah siap untuk Di periksa? Kalau sudah siap Bu Kinan, Bisa berbaring di Sini." ulang kembali dokter Mila penuh ramah.
"Memang harus di sini ya Dok? Apa Tidak sebaikanya di kamar atau di tempat lainnya?" Protes Kinan. Semakin membuat Caca Dan Siska Mencurigainya.
"Kamu ini terlalu Banyak Protes. Memangnya kenapa jika kamu di periksa di sini? Apa Sedang ada yang kamu sembunyikan dari kami Kinan?" Tanya Kembali Siska. yang sudah benar-benar tidak tahan dengan Perilaku Wanita itu.
"Kinan, Saya minta Kamu Segera di periksa. Karena saya tidak ingin terjadi apa-apa Dengan Calon anak Saya, Apa kamu Ingin Anak Kita Mengalami Gangguan Didalam Sana?" Sambung Dion.
"Itu benar Kinan, Sebaikanya kamu segera Berbaring agar dokter bisa Segera Memeriksa kandungan kamu Dengan baik." ucap Caca. Menatap Suaminya Sambil Tersenyum.
__ADS_1
Kinan Semakin Bertambah Gugup. Saat ini ia benar-benar sudah tidak bisa Berbuat apa-apa lagi. Karena Sekarang Ia sudah terjebak dalam Permainannya Sendiri.
Dengan keadaan terpaksa Dion Mendekati Kinan. Dan Mengangkat Kinan Ke Sofa yang Panjang di samping Yudianto. Lalu Dion Berusaha tetap Terlihat Tenang saat Ia Sedang berusaha untuk Memaksa Kinan agar segera berbaring.
Kinan merasa Sangat Senang ketika Dion bisa Memperlakukannya dengan baik.
"Sekarang kamu Berbaring di sini ya, Jangan Bergerak Biar Dokter Mila bisa memeriksa kamu Dengan baik," ucap Dion. Sembari memaksakan Senyumannya pada Kinan.
Sementara Kinan terlena Dengan tatapan Pemuda itu Ia bahkan tidak menyadari kalau dokter Mila Sedang memeriksanya Saat ia sedang Menatap Dion.
Setelah beberapa menit kemudian Dokter Mila sudah selesai dari memeriksa perutnya Kinan. Dan Dokter itu langsung menatap Dion Sambil Menggelengkan kepalanya di depan Dion.
Dion yang masih tidak paham dengan maksud Dokter Mila. segera melepaskan tangannya Dari genggaman tangan Kinan.
"Bagaimana dok, Kondisi kandungannya? Apa Calon anak Kami, baik-baik Saja di dalam sana?" tanya Dion. Seketika membuat Kinan Tercengang Karena ia sama sekali tidak menyadarinya kalau dokter itu sudah memeriksa perutnya.
"Memangnya Dokter sudah memeriksa aku ya?" Gumam Kinan Dalam hatinya.
"Maaf Pak Dion, Bu Kinan Tidak sedang hamil!" jawab Dokter mila. Menatap Dion Dan semua orang yang berada di situ.
"Apa? Jadi Kamu Hanya Membohongi kami Semua ya?! Bentak Siska Dengan sangat marah.
"Saya sudah Memeriksa Kandungan Bu Kinan Dengan Baik dan Teliti. Jika Bu Kinan Masih keberatan atas pemeriksaan ini
Maka Kita bisa Periksa kembali ke rumah sakit, Agar di sana Bu Kinan Bisa di Periksa dengan benar dan Teliti!" Jawab Dokter Mila. Sembari tersenyum
"Bagaimana Kinan? Apa kamu Setuju kita ke rumah sakit sekarang?" Sambung Dion.
"Aku tidak mau!" Bentak Kinan melotot pada Dion. Lalu ia segera Keluar dari rumah itu.
"Tunggu Kinan!" teriak Siska Dengan Kuat.
Lalu Kinan Menoleh Ke arah Belakangnya Dan menatap Siska yang sedang berdiri di depan pintu.
"Mau apa lagi Tante?! Melotot pada Siska.
__ADS_1
"Kebohongan kamu kini sudah terbongkar, Dan saya harap kamu tidak lagi muncul dalam keluarga kami. Jika itu Sampai terulang kembali Maka Saya tidak akan Segan-segan Memenjarakan kamu!" Ujar Siska.
Sementara Kinan Hanya Menatap Siska Sambil Tersenyum Tipis pada Siska.
"Kita lihat saja Nanti Tante! Siapa yang akan segera tersingkirkan!" Ancam Kinan. Lalu ia segera pergi meninggalkan rumah itu.
Setelah melihat Kinan sudah pergi dari halaman rumahnya. Siska kembali masuk kedalam rumah.
"Terimakasih banyak Dokter Mila. Karena sudah Membantu kami untuk Mencari tahu Kebenaran dalam Diri Wanita jahat itu," Ucap Yudianto. Dengan ramah.
"Sama-sama Pak Yudianto," Jawab dokter Mila. Lalu ia segera berpamitan pulang.
Semenjak Caca Dan Dion. kini Hanya Saling bertatapan. Caca masih Merasa Dingin pada suaminya itu. Walaupun ia Sudah mengetahui kebenarannya, Namun Perasaan Caca Masih berat untuk bisa Mempercayai Suaminya lagi.
\*\*\*\*
Malam harinya Di sebuah cafe. Sepasang suami-istri sedang duduk sambil menikmati Secangkir Kopi Hangat Mereka Berdua duduk berhadapan Sambil Menikmati alunan musik yang sedang Di nyanyikan oleh Band Virnie.
Caca Terlihat Sangat Berbeda malam itu Dengan Dres berwana Merah yang Sudah Menjadi warna Kesukaannya.
"Sayang, Kenapa Perasaan aku Berkata Kalau Sekarang kamu Udah Berubah ya?" Tanya Dion. Seketika membuat Caca Kembali Menatap wajah Suaminya itu.
"Maksud Mas Dion, Gimana?"
"Maksudku, Sekarang kamu Tidak Seperti dulu lagi, Cara kamu Memperlakukan Aku, sangat berbeda dengan saat ini sayang, Apa Kamu Udah Tidak Cinta sama aku Lagi ya?" ulang kembali Dion Yang masih menatap Istrinya.
Namun Caca hanya tersenyum Seakan ia tidak Menghiraukan Apa yang sedang Dion bicarakan padanya.
Dion Merasa Sangat Merindukan Sikap dan perhatian Istrinya yang dulu. Ia selalu berharap Caca bisa kembali Seperti dulu lagi, Namun sikap Caca kini Sudah berubah Saat Dion Menyakiti Perasaan Istrinya.
"Sayang?" Kenapa Sejak kita tiba di sini kamu hanya diam Saja, Apa kamu Sedang tidak Enak badan Ya?" Tanya kembali Dion.
"Aku mau pulang saja mas. Lagian aku Tidak bisa berlama-lama di sini, Kasihan Dede Nanti bisa Rewel." Mengajak Dion untuk segera kembali ke rumah.
"Kan Dede Bareng mama sayang, Lagi pula ini Baru saja jam tujuh Lewat Lima menit, Masa kita Udah mau Pulang?"
__ADS_1
"Aku Capek mas. Jadi aku harus Segera tidur." Jawab kembali Caca.
Lalu Dion pun segera Berdiri dan Mengajak Istrinya pulang. Kini Dion hanya bisa Bersama Istrinya. namun Hati dan Perasaan Caca Tidak Seperti dulu Lagi.