Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 29: Permasalahan Di antara Dion Dan Caca


__ADS_3

Sejak Kejadian Saat itu Sikap Caca Mulai Dingin Pada Suaminya. Namun Jika Di Depan Kedua Mertuanya Caca Memperlakukan Dion Dengan Baik Layaknya Tidak Bermasalah. namun Jika Hanya Tinggal mereka berdua. Caca Tidak mau Di ajak ngobrol oleh Dion. Caca Selalu Menghindari Suaminya. Karena ia Sudah Terlanjur Sakit Hati dan Kecewa terhadap Dion.


"Sayang, Mau sampai kapan Kamu tidak mau Bicara Denganku. Ini Sudah Seminggu Kamu Selalu Menghindar dariku." Keluh Dion. Saat melihat Istrinya sedang Duduk Di Depan Cermin.


Akan Tetapi gadis Itu memang Sudah Benar-benar Kecewa. Ia Tidak memperdulikan Suara Dion Yang Sedang Berbicara Dengannya.


Usai Menyisir Rambutnya Gadis itu langsung Berdiri dan Hendak Pergi ke dapur Untuk Membantu Bi Fatma. Namun Dion Segera Menarik Lengan Tangannya Dan Memeluk Caca.


Membuat Caca Harus meronta-ronta Untuk Di Lepaskan. Karena ia masih belum Siap untuk Memaafkan Dion.


Dengan Kuat Caca Mendorong Suaminya Hingga Dion Terbentur Ke dinding kamar. Melihat Suaminya Yang Sedikit kesakitan Karena ulahnya. Caca merasa bersalah Namun Ia tetap tidak mempedulikan Dion. Ia langsung keluar Dari Kamar itu dan pergi menemui Bi Fatma yang Sedang Memasak Di dapur.


Sementara Dion Masih mengusap Kepalanya Yang terbentur Itu.


"Kenapa bisa Ada darah yang keluar Dari Kepalaku?" Tanya Dion. berbicara sendiri lalu Ia pergi bercermin Dan Ternyata Kepalanya Terluka Mungkin karena Dorongan Caca Terlalu Kuat.


Di dapur sana Caca Sudah Membantu Bi Fatma untuk Menyelesaikan Semua Pekerjaan mereka. Lalu Caca melihat Dion Sedang Berjalan Mendekati Dapur Dengan cepat Gadis itu memalingkan Wajahnya dan Pergi Mengambil Beberapa Jemuran pakaian di luar sana. Melihat Dion yang Terluka Di Kepalanya. Bi Fatma Langsung histeris karena melihat Darah yang Menetes Di Wajah Pemuda itu.


"Den. Ada apa dengan kepalamu? kenapa bisa Keluar darah Banyak seperti itu den?" Ucap Bi Fatma yang Ketakutan ketika melihat anak Majikannya Terluka.


"Non Caca!" Cepat kesini Non. Den Dion, Terluka di Kepalanya." Ucap Bi Fatma memanggil Caca.


Mendengar Teriakkan Bi Fatma Caca Langsung Bergegas Masuk ke dalam Rumah. Dan Ia menemui Dion Sudah duduk Di Kursi dengan wajahnya yang Berlumuran Darah Segar yang Menetes dari Kepalanya. Caca Menjadi Ketakutan Ketika melihat Wajah Suaminya yang Sudah berlumuran darah itu. Ia Bakan Tidak tau harus Berbuat apa untuk Mengobati Luka Di Kepala Dion.


"Semua ini karena ulahku. Hingga Dia terluka Seperti itu." Gumam Caca Dalam Hatinya. lalu Ia pergi mengambil Obat Untuk Menghentikan Darah Yang masih keluar dari kepala Suaminya.


Sementara Bi Fatma sudah mengambil Air hangat untuk Membersihkan Wajah Dion.


"Kenapa bisa jadi Seperti ini Den, Apa den Tadi Kena Benturan dari Benda Tajam?" Tanya Bi Fatma Sambil membersihkan Wajah pemuda itu.


"Iya Bi. Tadi aku kepeleset di kamar mandi. Mungkin karena terlalu licin Jadi aku Jatuh." Ungkap Dion. Yang tidak menceritakan hal Yang Sebernanya pada Wanita dewasa itu.


Mendengar Tuturan Dion. Caca Merasa Sangat Bersalah Ia Bakan Tidak Menyangka kalau Ternyata Dion Tidak Menceritakan hal yang Sebenarnya Pada Bi Fatma.

__ADS_1


Setelah melihat Darah Sudah Tidak ada Yang Keluar lagi. Caca dan Bi Fatma Langsung Menenteng Dion Untuk masuk ke dalam Kamar.


"Sebaiknya den Dion jangan dulu Bergerak. Lebih Baik den Dion Beristirahat dulu." Ujar Fatma


Dan Di angguki Oleh Dion. Sementara Caca Hanya Berdiri di samping Suaminya Tanpa berkata apa-apa lagi.


Setelah Dion Sudah Berbaring Fatma meminta Caca Untuk menemani Suaminya Di kamar.


"Non, Kamu Temani Den Dion Dulu di sini. Biar Nanti bibi yang Melanjutkan Pekerjaan kamu Di dapur." Ujar Fatma Seraya Tersenyum Menatap Caca.


"I--iya Bu. Makasih," Singkat Caca.


Setelah wanita dewasa itu Pergi dari Kamar Mereka. Caca Hanya Duduk tanpa Mengeluarkan Sepata kata apapun. Begitu juga Dengan Dion, Pemuda itu pun Hanya Diam Tanpa menyalahkan Istrinya. Karena semua Itu memang Kesalahannya Sendiri.


"Sebaiknya kamu Pergi Bantu bibi Saja. Biar aku bisa Istirahat di sini." Pinta Dion Tanpa menatap Ke arah Istrinya.


"Nggak Apa-apa. Lagian kerja di Dapur udah Selesai." Jawab Caca.


"Pergilah. Saya Tidak apa-apa Di sini." Desak Dion yang sudah Merasa Malu karena Selalu Memohon Maaf pada Istrinya.


Karena melihat Sikap Suaminya yang sudah Tidak Ingin Di temani Olehnya. Gadis itu pun Keluar Dari kamar itu.


"Apa mas Dion Sudah marah sama aku ya?" Batin Caca.


Sementara di dalam kamar Dion juga merasa Bersalah karena sudah Mengusir Istrinya dari Dalam Kamar itu.


"Maafkan aku ca, Mungkin dengan cara Seperti Ini Kamu tidak akan Pernah merasa Kecewa lagi." Ungkap Dion. Lalu ia segera memejamkan matanya dan Tidur.


Hari sudah mulai Sore. Caca Masih Duduk Di Teras Rumah Sambil Menikmati Secangkir Kopi Panas Buatan bi Fatma. Wanita muda itu Terlihat Sangat Menikmati Kopinya itu Bersama Gorengan Yang Sudah Tersedia Di sampingnya.


Dion yang Melihat Istrinya Sedang duduk sendirian di halaman Rumah merasa kasihan. Akan tetapi Ia akan Membuat Caca Untuk Tidak memperdulikannya Lagi. Karena selama ini Ia selalu menyakiti Hati Caca.


"Non. Kenapa non Mala minum Kopi di Sini? Kenapa tidak masuk dengan Den Dion Saja?" lirik Bi Fatma

__ADS_1


"Dia masih tidur bu." Singkat Caca.


"Waduh. Ini kan Sudah mau Gelap Sebaikanya Non bangunkan Den Dion, Biar dia Bisa makan." Pinta bi Fatma.


"I--iya Bu. Aku masuk ke dalam Dulu." Ucap Caca Lalu ia Segera masuk ke dalam rumah Untuk Membangunkan Suaminya yang masih tertidur sejak Ia masuk tadi.


"Semoga saja Mas Dion Udah Nggak marah lagi." Gumam Caca Lalu Segera membuka Pintu kamar mereka. Dan Ia berjalan Mendekati Suaminya Yang Sudah duduk Di Ranjang Tempat Tidur.


"Bagaimana Keadaan kamu Mas? Apa kamu Mau makan, atau minum kopi?" Tanya Caca Dengan Lembut.


Namun Dion hanya menggelengkan Kepalanya. lalu mengambil Ponselnya yang Berada Di atas Nakas Samping tempat tidur mereka.


Dion Sengaja Menghubungi nomor yang salah Agar Caca tidak lagi memperdulikannya.


"Halo. Kirana, Apa kamu Ada waktu? Bisakah kamu Menemui aku Sebentar di Cafe Tempat kita biasa Bertemu?" Ucap Dion Berbicara dengan sendirinya di Ponselnya itu.


Membuat Caca Menunduk Dan Hanya Bisa Diam. Karena mungkin saat ini Dion Memang sudah Marah Dan Tidak ingin Bicara Dengannya lagi. Karena melihat Kecuekan Suaminya. Caca Pun Segera Pergi dari Hadapan Dion. Wanita muda itu Merasa Dion sudah tidak lagi Mengharapkan Kehadirannya Saat ini.


Ia pun Kembali Menemui Bi Fatma yang Sedang Duduk di dapur. Dengan wajahnya yang Terlihat Sedih Caca Duduk di samping Bi fatma. membuat Wanita dewasa itu Merasa Bingung ketika melihat Wajah Caca yang terlihat Murung.


"Bagaimana Dengan keadaan den Dion, Non? Apa dia sudah bangun?" tanya Bi Fatma


"Sudah bu. Tapi Sepertinya dia Sudah tidak Mau Bicara sama aku bu, Mungkin karena aku sudah membuat Mas Dion Terluka Jadi dia marah sama Aku Bu."


"Apa non?? Jadi Non Caca yang Sudah membuat Den Dion Seperti itu?" Merasa terkejut dengan Tuturan Caca.


Caca pun mengangguk Pelan dengan rasa Bersalah. Wanita dewasa itu hanya bisa Diam Dan Menghibur Hati Caca Yang Mungkin lagi ada masalah.


"Sebaiknya Kalian Coba Bicara dengan baik-baik. Agar masalah di antara kalian bisa Terselesaikan dengan baik Juga non." ucap Bi Fatma menasihati Caca.


"Tapi bu, mas Dion mungkin nggak bisa memaafkan aku lagi bu."


"Bibi Tau apa yang Saat Ini Sedang non Alami. Dan Bibi juga paham Dengan permasalahan Di antara kalian berdua. Tapi kalian harus bisa menyelesaikan Masalah kalian ini dengan Hati dingin dan Tenang. Biar kalian bisa saling Paham Satu dengan yang lainnya."

__ADS_1


Caca Pun Memeluk Wanita dewasa itu Dan Tangisannya Pun Pecah saat berada di Pelukan Fatma. membuat wanita dewasa itu merasa Kasihan dengan apa yang sudah terjadi di antara Dion dan Istrinya.


__ADS_2