Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 76: Mencari teman lama


__ADS_3

"Kenapa Dia bisa berada di daerah ini, Apa yang sedang ia cari Di sini." Ucap Dion Terus Menatap Wanita yang Sedang Berdiri di samping Mobilnya.


"Mungkin dia sedang menunggu seseorang bos. Atau mungkin saja dia Sudah Menyadari kalau Dokumen itu sudah hilang dan dia Sedang mencari Dito?" menatap Dion


"Apa menurut kamu memang seperti itu Ver? Tapi kalau memang dia sedang mencari Dito. Maka kita harus segera Memberi Tahu kepada Kirana agar Dito tidak di Biarkan kemana-mana Dulu." Sahut Dion.


"Iya bos. Sebaiknya segera Hubungi mba kirana Sebelum wanita itu menemukan Mereka,"


Dion Mengangguk Pelan Lalu ia segera Mengambil Ponselnya dan Menghubungi Kirana.


("Halo. Mas Dion, Ada apa mas?") Tanya Kirana dari Sebrang sana.


"Kirana. Dito dimana? Apa dia sedang bersama kamu?" Tanya Dion kembali.


("Mas Dito lagi Ke kebun mas, Memangnya ada apa Mas?"


"Tolong Sampaikan sama Dito, Agar dia tidak berjalan sendirian Dulu. Karena Mila sedang mencari dia, dan aku yakin wanita itu Ingin Segera Menemukan Dito secepatnya." Ujar Dion.


("Baik mas, Nanti aku Sampaikan sama Mas Dito. Agar dia tidak pergi Kemana-mana Dulu,")


"Makasih Kirana. Aku sangat khawatir Dengan Dito."


("Iya mas Dion. Nanti aku akan berusaha Agar mas Dito tidak Keluar rumah dulu, hingga Keadaan membaik.")


"Baiklah Kirana. Nanti kabari aku jika terjadi sesuatu sama Kalian,"


("Iya mas Dion.") Singkat Kirana. Lalu Sambungan Panggilan itu Segera Di matikan oleh Dion.


"Sepertinya dia sedang mencari Sesuatu bos, Lihat saja Raut wajahnya sangat Terlihat Marah Seperti itu." Ucap verry kembali.


"Aku sangat yakin kalau dia sedang mencari Dito, Kita harus tetap mengawasi dia."


"Lalu bagaimana dengan Pekerjaannya Bos Di kantor, apa Kita Tunda saja?" Tanya verry.


"Jangan dulu. Aku Hanya Ingin memastikan Wanita itu." Jawab Dion.


"Baik Bos." Singkat Verry. Lalu mereka terus mengawasi Gerak-gerik Wanita itu.

__ADS_1


"Itu seperti Mobilnya Dion? tapi sedang apa dia Di sana? apa dia Bertemu dengan seseorang?" Gumam Mila Ketika melihat Mobil Dion Sedang Terparkir di Arah jalan yang tidak jauh Darinya.


Perlahan wanita itu mulai berjalan Menuju ke Arah mobil Dion dan verry. Hingga membuat Verry dan Dion Merasa Bingung harus berbuat apa Karena wanita itu sudah mendekati Mobil mereka.


"Gila! Ternyata dia bisa mengenali mobil Kita," Ujar Dion.


"Iya bos, Sebaikanya kita menunduk saja. Agar dia tidak melihat kita." Ucap Verry. Lalu mereka segera merebahkan tubuh mereka ke Bawah agar Wanita itu tidak melihat mereka di dalam mobil.


"Benarkan, Ini Memang mobilnya Dion. Tapi kemana dia?" ucap Mila Yang sudah berada di Samping mobil Dion.


"Apa sebaiknya aku cari lokasinya saja ya? Siapa tahu Aku bisa menemukan Dia." ujar Mila


Sementara di dalam mobil Kedua pemuda itu segera mematikan ponsel mereka agar tidak Di temukan oleh wanita licik itu.


"Kenapa Lokasinya tidak bisa Di temukan Si! Memangnya dia Tidak Membawah ponselnya Apa?" Cetus Mila dengan sangat Emosi.


"Sebaiknya aku tunggu dia di mobilku saja. sampai dia kembali." Ucapnya Kembali. lalu ia menuju ke mobilnya.


"Gawat Bos. Jika wanita itu tahu kalau kita Sedang Berada di dalam mobil ini." Ucap verry


Sementara Mila Melihat Mobil milik Dion sudah pergi ia langsung berlari menuju mobilnya dan berusaha mengejar mobil Dion dan Verry. Namun Verry mengemudi dengan sangat cepat hingga membuat Wanita itu Kehilangan jejak mereka.


"Sialan!! Kenapa mereka bisa Secepat itu perginya! Jadi sebenarnya mereka sedang berada di dalam mobil ya!" ujar Mila bertamba Emosi karena ia sudah tertipu.


Kini mobil milik Dion dan verry akhirnya tiba di kantor Dengan Selamat dari kejaran wanita licik itu. Kedua lelaki itu segera keluar usai Memarkirkan mobil mereka di tempat parkir.


"Apa dia Mengikuti kita?" Tanya Dion Menatap seluruh jalan Raya.


"Sepertinya Dia tidak Mengejar kita Bos. Mungkin dia kehilangan Jejak Kita," Jawab Verry Sembari Tersenyum Tipis


"Baguslah. Sebaiknya kita segera masuk Karena aku harus kembali Menemui Noldy." ucap Dion


Dan dianggukan oleh asisten pribadinya itu.


Karena merasa Sakit hati Wanita muda itu Pergi Ke Teman lamanya yang berada Di daerah yang Tidak terlalu jauh Dari Kampungnya Caca. Sejak dulu Mila Selalu datang berkunjung ke rumah Sahabat lamanya itu bersama Kedua Orang Tuanya Karena Ayah Dari Temannya itu adalah seorang dukun sakti yang bisa Mengabulkan semua Apa yang mereka inginkan. Walaupun kini Ia Hanya Datang seorang diri Namun wanita itu Masih Mengingat rumah temannya itu dengan baik.


"Mila!" Sapa Aurelia Winata Dengan sangat gembira ketika melihat Sahabat lamanya itu.

__ADS_1


"Aurel. Bagaimana kabarmu? udah lama sekali kita tidak pernah Ketemu ya?" Ucap Kembali Mila.


"Iya Mila, Udah sekitar Enam tahunan lah Tapi Kamu Terlihat sangat Cantik deh," Puji Aurel


"Iya dong, Kan Ini udah jaman moderen Jadi Kita harus terlihat cantik Biar banyak Yang naksir." Jawab Mila Dengan Sikap angkuhnya.


"Wah hebat kamu, Lalu Kenapa Kamu bisa kesini?" Lirik Gadis itu.


"Aku Mau ketemu sama Papa kamu, apa dia Ada."


Saat Mila Menanyakan ayahnya. Gadis itu Langsung tertunduk dan Wajahnya nampak Sedih.


"Kamu Kenapa? Apa papamu lagi Sakit, Atau papamu lagi di luar kota?" Tanya kembali Mila.


Namun gadis itu Menggelengkan Kepalanya.


"Papaku, Sudah Meninggalkan Setahun yang lalu Mila," Jawab Gadis itu dengan Sangat Sedih.


"Meninggal! Kok bisa Si? Memangnya dia sakit apa dan Kenapa dia tidak mengobati Dirinya sendiri Aurel?" Ucap Mila Dengan Raut wajahnya yang sedikit Kesal karena Mendengar Ayahnya Aurelia sudah meninggal.


"Dia Terkena DBD dan Papaku tidak mau di bawah ke Rumah sakit,"


"Kenapa si Papa kamu itu terlalu egois, Kan Aku Nggak bisa Apa-apa tanpa Bantuan papa kamu Rel," Ucap Mila dengan kasar.


Membuat aurelia menatap gadis itu dengan sangat tajam.


"Kenapa kamu Ngomong seperti itu Mil? Memang apa yang kamu inginkan dari Papaku?" Kembali bertanya


"Kedatangan aku kesini Karena ingin bertemu dengan papa kamu. Tapi Mala Udah mati Duluan!" Jawab Mila


aurelia hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan Bakan ia tidak pernah menyangka Sahabatnya itu bisa Seperti itu kepada ayahnya.


"Ternyata kedatangan kamu ke sini Hanya untuk Meminta Sesuatu dari papaku ya?" kembali menatap Mila


Dan di anggukan oleh Mila dengan santai.


"Memangnya apa yang kamu mau Minta dari Papaku, Mila. Apa kamu menginginkan Seseorang?"

__ADS_1


__ADS_2