
Di dalam kamar Yudianto berusaha untuk Meyakinkan Istrinya. Agar memaafkan Kirana Walaupun kini Siska tidak mau Bicara dengannya. namun Yudianto tetap berusaha agar Siska bisa Kembali Memberi kesempatan untuk Wanita itu.
"Bu. Bapa Tahu, Ibu sangat membencinya. Tapi Apakah sudah tidak ada Ruang yang kosong di hati ibu Untuk bisa memaafkan Kirana, Bu?" Ucap Yudianto. Menatap istrinya
"Pa! Mau sampai kapanpun. Ibu, Tidak akan pernah memaafkan dia pa!" tegas Siska. menatap Suaminya dengan sangat Kesal.
Yudianto hanya menggelengkan kepalanya Saat menatap sikap Sang istri yang kini sudah Sangat Membenci Kirana.
"Berarti ibu siap untuk Kehilangan Cucu dan menantu kita, Dari rumah ini." menatap serius pada Istrinya.
Siska pun Melotot pada Yudianto
"Maksud bapa apa? Kenapa harus bawah-bawah Cucu dan menantu kita pa? Apa hubungannya dengan mereka berdua."
"Semua ini terjadi karena ulah Ibu, Yang tidak bisa Memaafkan Kirana. Sampai-sampai ibu harus Menghujat Keluarga Dito. Bu, Apapun yang Mereka Bawah ke sini. Itu bukan Berarti Hasil dari Curian atau pun Rampasan dari orang lain Bu, Tetapi ibu Mala Mempermalukan mereka dengan apa yang mereka bawakan ke sini. Itulah yang membuat hati menantu kita Kecewa Karena ibu sudah menghina apa yang sudah Kirana dan Dito bawakan ke rumah ini."
"Jadi Caca dan cucu kita akan pergi meninggalkan rumah kita ini Bu, Jika ibu masih menginginkan mereka tetap bersama kita. sebaiknya Temui mereka di luar sana. Dan Minta maaflah sama Mereka Bu. Sebelum ibu kehilangan Semuanya!"
Siska Merasa Terpukul dengan apa yang sudah Ia dengar dari suaminya itu. Ia tidak ingin kehilangan cucu kesayangannya. tetapi ia juga tidak bisa Memaafkan Kirana begitu saja Setelah apa yang sudah Wanita itu perbuat pada Menantunya.
"Baik pa. Ibu akan menemui mereka, Tapi dengan satu syarat. Jika Kirana mengulangi semua perbuatannya sama Caca. Maka ibu bersumpah akan Segera melenyapkannya!" Ucap Siska Menatap Suaminya Dengan tatapannya yang Tajam.
"Baik Bu." Singkat Yudianto. Memaksakan senyumannya.
"Jika kamu Akan tetap pergi dari rumah ini. maka aku juga akan ikut dengan kalian berdua, Kemanapun kalian akan pergi aku akan selalu ikut sayang," Ujar Dion. Yang tidak bisa Membiarkan Istri dan anaknya pergi dari rumahnya.
Verry dan ayahnya, Bersama Fatma. hanya bisa menatap apa yang sudah terjadi pada keluarga Yudianto saat ini. Fatma merasa Kasihan melihat Caca dan Anaknya yang Sudah tidak ingin Tinggal di rumah itu lagi.
__ADS_1
"Mas. Maafkan aku mas, Aku nggak mungkin tinggal di rumah ini lagi. Karena aku juga Merasa diri mas, Atas semua kekurangan yang ada sama aku, Jadi jika Orang tua mas Dion. menghina Keluarganya Dito. itu sama saja menghina aku dan ayahku, mas." ucap Caca Menatap Canggung pada suaminya.
"Tapi itu bukan aku yang melakukannya sayang, Kenapa kamu Membenciku, atas apa yang tidak aku perbuat." Balas Dion.
Namun Caca hanya menatap Suaminya dengan Tatapan yang amat dingin. Kini Caca merasa Kalau Keluarga Dion. hanya menyukai orang yang berwibawa dan berpendidikan tinggi. Baginya Dion. Adalah anak yang tidak bisa Membuat orang tuanya Sadar atas kekurangan orang lain Walaupun Caca anak dari Keluarga sederhana. namun Ia sangat menghormati orang-orang Yang Sama derajatnya dengan dirinya. Karena ia tidak ingin melihat Kesusahan orang lain di remehkan begitu saja.
"Mari kita pergi Mba!" ajak Caca. Menarik Koper kecil yang berisikan Pakaiannya dan anaknya.
"Tunggu Caca!" Suara Siska dari dalam sana.
Membuat Caca dan Kirana juga Dito. Berpaling ke arah sumber suara itu.
"Saya minta maaf. Atas segala perkataan saya tadi. Saya Tidak bisa Mengontrol setiap kata yang sudah membuat hati kalian Kecewa. Maafkan Mama, Caca. Mama janji Tidak akan pernah membeda-bedakan Derajat orang lain. Dengan keluarga kita," ucap Siska. menatap Menantunya dengan wajah permohonan.
Sementara Kirana Bersama dengan Dito. hanya Berdiri tanpa menatap wajah Siska.
"Kirana, Maafkan Tante Ya. Tante terlalu egois sehingga tidak bisa melihat kebaikan kamu dan Juga Dito. Tante minta maaf sama Kamu Kirana, Dito."
Kirana Pun Mengangkat wajahnya dan menatap Siska.
"I--iya. Tante, Aku juga minta maaf. karena selama ini Aku selalu membuat Keluarga Tante bermasalah." Ucap Kirana. lalu kedua wanita itu saling berpelukan.
Dito merasa bahagia melihat Siska yang sudah Membuka Pintu hatinya untuk memaafkan Wanita yang sangat ia cintai itu. Walaupun kini ia masih merasa Malu untuk mengungkapkan Isi Hatinya pada Kirana. Namun Dito sangat mencintai Kirana dengan setulus hatinya.
Akhirnya Keluarga Yudianto Bisa Menerima Kirana dengan baik di dalam rumah mereka. Siska menyesali apa yang sudah ia Perbuat pada keluarga Dito. sehingga ia meminta Dito dan Kirana untuk mengajaknya ke rumah Kediaman Keluarga Dito. Namun Kirana merasa malu Jika harus Membawah Siska ke rumahnya Dito.
"Tante, Apa sebaiknya Tante nggak usah ikut kami Saja ya, Masalanya Rumah Keluarga Dito. tidak Terlalu baik untuk Tante dan Om," Ucap Kirana. Dengan Kejujuran Hatinya.
__ADS_1
"Memangnya Kenapa Kirana, Tante sudah membuat Malu Pada Dito. Apa salahnya Tante juga mau Ikut untuk meminta maaf pada Ayah dan ibunya Dito," Menatap kirana. Sembari tersenyum
Gadis itu hanya tersenyum tipis tanpa bisa Berkata apa-apa lagi. Karena kini Siska dan juga Yudianto Memaksanya untuk Kesana.
"Baiklah Tante, Om. Jika memang Tante sama om, mau memaksa Kesana, Ya nggak apa-apa." Jawab Kirana.
Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang Di ruang tamu. Kirana melihat Seorang Gadis Berpakaian Tipis Berwarna Putih Sedang Berdiri Didepan Pintu pagar halaman rumah keluarga Yudianto. Kirana merasa Mengenali wajah wanita itu. namun ia Masih merasa Belum yakin.
"Ada apa Kirana? Kenapa wajah Kamu Seperti Bingung?" Lirik Siska Menatap Kirana
"Di Depan sana ada Tamu Tante, Mungkin itu Temannya Tante. Atau Caca kali," Jawab Kirana. Kembali menatap ke arah luar.
Siska pun Ikut Menoleh ke arah luar. dan ternyata memang benar di luar sana memang ada seorang wanita sedang berdiri Mengenakan pakaian tipis berwarna putih dan bawahannya Celana Jeans panjang berwarna hitam.
"Itu siapa ya? Kok Tante merasa tidak pernah melihat wanita itu Sebelumnya?" menatap Kirana Dengan kebingungan.
"Ada apa ma?" tanya Dion.
"Itu. di luar sana ada Seorang Wanita, Tapi mama nggak kenal siapa dia," Jawab Siska. mengerutkan keningnya.
"Bagaimana mau kenal, Kalau mama nggak bukain pagarnya." Cetus Dion. lalu ia berjalan ke luar halaman untuk membukakan pintu pagar itu
Setibanya di depan pagar tersebut. Pemuda itu langsung Menarik pintu Besi itu dengan cepat. Hingga wanita yang sedang berdiri di luar sana. langsung menoleh ke belakangnya.
"Mas Dion!" Ucap Wanita Muda itu dengan sangat Senang karena ia bisa bertemu dengan pemuda impiannya sejak dulu.
"Kamu? kenapa kamu bisa tahu alamat rumah saya?" tanya Dion dengan sedikit canggung.
__ADS_1
"Buat aku, tidak terlalu sulit untuk menemukan Alamat rumah kamu sayang," Ucap Mila. Atau yang Sudah di kenal sebagai Amelia Pratama. Anak dari seorang Sahabat Yudianto yang Juga terkenal kaya raya. selama ini Mila dan keluarganya tinggal Afrika sehingga mereka tidak pernah bertemu lagi. Namun kini Mila Kembali Mencari Dion untuk Menagih janji mereka saat masih kuliah dulu.