Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 72: Rencana Dito


__ADS_3

"Apa Sebaiknya kita menunggu Mila di Depan kantor Saja Bos?" Tanya Verry.


"Memang kamu yakin dia akan Kesana?"


"Yakin bos. Lagian wanita licik Seperti dia Pasti akan Kembali lagi ke kantor Pak Yudianto." Jawab Verry.


"Ok. Kalau begitu kita ke kantor saja!"


Lalu mereka segera Memutar Balik mobil mereka Menuju Jalan ke Arah kantor milik Yudianto.


Dalam perjalanan Tidak Sengaja Dito Mengenali wajah Mila Yang Sedang Berdiri di Depan Sebuah Apartemen Yang tidak jauh dari Arah jalan itu. Walaupun Mila belum bertemu dengan Dito. akan tetapi Dito sudah melihat wajah Gadis itu saat pertama ia datang ke rumahnya Dion.


Dito berusaha Menahan tangan Verry Agar segera menghentikan mobil mereka di Jalan itu.


Verry dan Dion Merasa Kebingungan saat Dito Memaksa untuk memberhentikan Mobil mereka.


"Ada apa Dito? Kenapa kita harus berhenti di sini, Kan Kantor ayahku di Sebrang sana." Ucap Dion Kebingungan.


Lalu Dito menunjukkan Jari tangannya menuju ke arah wanita yang sedang berdiri memakai Dres Hitam polos Selutut.


Setelah melihat Wajah Gadis itu Dion Langsung Keluar dari Dalam mobil Ia hendak pergi menemui Gadis itu. Akan tetapi Dito melarangnya Karena jika Dion mendekati Gadis itu maka Mereka tidak akan pernah tahu Tempat tinggalnya.


"Lalu aku harus bagaimana Dito?" Tanya Dion


Kemudian pemuda itu Memberikan isyarat pada kedua Lelaki muda itu agar Menunggunya di mobil saja.


"Apa kamu yakin Kamu bisa Melakukannya Sendirian?" kembali Bertanya pada Dito. Dan Dengan cepat pemuda bisu itu Menganggukkan Kepalanya.


"Baiklah. Tapi kamu harus hati-hati sama Dia Dito, Aku tidak ingin terjadi apa-apa sama Kamu." Ujar Dion. menepuk Pundak Dito Dengan pelan.


Dito kembali mengangguk.


"Kita awasi saja dari sini Ver, Jika Terjadi Sesuatu sama Dito Baru kita pergi." Ujar Dion Langsung Masuk ke mobilnya.

__ADS_1


Dito Berjalan Perlahan Menuju arah Wanita yang sedang berdiri itu. Ia Sudah memiliki Sebuah rencana untuk Mengatasi Wanita licik seperti Mila.


Sesampainya di depan Mila. Pemuda bisu itu Langsung Menatap wajah Mila dengan Berpura-pura Kagum dan sangat tertarik. Membuat Gadis itu Merasa Aneh ketika melihat pemuda yang sedang berdiri di depannya itu.


"Kamu Siapa! Kenapa kamu bisa berada disini dan Menatap aku seperti itu!" Ucap Mila dengan Kesal.


Namun pemuda itu sama sekali tidak menghiraukan Perkataan Mila. ia terus Tersenyum Menatap Wajah Cantik dari gadis itu.


"Hei. Kamu Siapa! Cepat pergi dari sini!" Mila Berusaha mengusir Dito dari tempat itu. akan tetapi dito Langsung Berpura-pura Pinsan Di Depan Mila. Membuat gadis itu merasa bertambah Kesal dan marah. Namun ia Juga Merasa takut jika Ada yang melihat kalau Pemuda Itu Pinsan Karena ulahnya.


"Ini Gimana si! Kenapa bisa Pinsan di sini!" Ucap Mila Menatap wajah Dito.


"Mba. Kenapa tuh pacarnya Di biarkan tidur di Jalanan. Kasihan loh Mba." Ucap Seseorang yang lewat dari depan mereka.


"He. Ini Bukan pacarku!" Jawab Mila dengan Kesal.


"Kalau bukan pacarnya mba, Lalu siapa? atau mba yang sudah Mencelakai Dia ya?" Ucap kembali Lelaki muda Itu.


Mila Merasa Kesal dengan Ucapan lelaki itu. Namun jika ia Tidak bisa menjelaskan semuanya maka ia sendiri akan Kena Masalah dari para Warga di situ.


"Oh Begitu. ya sudah Sebaikanya cepat mba bawah dia kedalam Sebelum para warga lain Melihatnya. Bisa-bisa Mba dituduh membunuh lagi!'' Ucap Lelaki itu


"I--iya. Pak, Tapi apa Bapa bisa membantuku untuk Mengangkat Sepupuku ke dalam?"


Hanya di anggukan oleh lelaki itu lalu mereka Bersama-sama Mengangkat Dito dan Membawahnya Ke dalam apartemen milik Keluarga Mila.


Setelah melihat lelaki itu sudah pergi. Mila Langsung Mendekati Pemuda itu Sambil terus menatap Wajahnya.


"Siapa dia? kenapa aku Merasa pernah bertemu dengan Dia ya? tapi Dimana?" Gumam Mila dalam hatinya.


Dito pun segera Membukakan Kedua Matanya dan Menatap Kembali wajah Mila.


"Siapa kamu? Kenapa kamu Bisa pinsan Di depan aku! apa kamu Sengaja ya!" Ujar Mila Dengan sangat kesal pada Pemuda itu.

__ADS_1


Namun Dito hanya menggelengkan kepalanya. Memberikan isyarat untuk Mila.


"Kamu ini Mau Bersandiwara apa apa lagi Si! Tadi kamu pura-pura pinsan. Sekarang kamu Berpura-pura bisu. Apa Si mau Kamu!" Menatap Dito dengan sangat dekat.


Dito Hanya tersenyum Menatap Wajah Mila. Ia ingin agar Mila Merasa Kasihan Kepadanya dan Memberikan waktu untuknya agar bisa mencari tahu Keberadaan di Dalam Apartemen itu.


"Jujur ya Aku Nggak paham Dengan Apa yang sedang kamu bicarakan Ini. Terpenting bagi Aku sekarang Kamu harus segera pulang sebelum Orang tuaku Tau kalau ada lelaki di Apartemen ini." Menatap Dito


Namun Dito sama Sekali tidak mempedulikan Perkataan Gadis itu. Ia Bakan Ingin membuat Mila agar mempercayainya kalau Ia Bisu dan juga tuli.


Tidak lama kemudian Kedua Orang Tuanya Segera Keluar dari Kamar dan mereka Sangat Terkejut ketika melihat Seorang Lelaki muda Sedang duduk di sofa bersama Mila.


"Siapa lelaki Itu Mila? Kenapa dia bisa Berada di Apartemen ini?" Tanya Arista.


"Aku juga tidak tahu Ma, pa. Tiba-tiba Pemuda ini Sudah ada di halaman depan sana." Jawab Mila. Sedikit menjauh dari Dito.


"Siapa namamu? Dan mau apa kamu Di sini!" Ujar kembali Bima. dengan Sedikit Curiga.


"Papa sama mama Tenang Dulu, Sepertinya dia ini Tuli dan Bisu deh. Sejak tadi aku Ajak Bicara dia Hanya Diam Dan Menatap aku," Ucap Mila Tersenyum Pada kedua orangtuanya.


"Apa kamu yakin Mila? Sepertinya Lelaki ini Baik-baik Saja Deh," Cetus Arista Kembali.


Namun Sudah beberapa kali mereka Mencoba Bicara dengan Dito. Akan tetapi Dito sama sekali tidak memperdulikan Setiap Perkataan mereka. Karena ia Akan Tetap Berusaha Menjadi Tuli di Depan mereka. agar Semua Rencananya berjalan dengan baik.


Sementara di luar sana Dion dan Verry Sangat mencemaskan Keadaan Dito. Yang hingga Saat ini belum juga keluar dari Dalam sana. Dion merasa khawatir Karena Dito Lelaki yang Bisu dan tidak bisa Bicara


"Kenapa Dito lama Sekali ya? Apa dia baik-baik Saja Didalam sana?" Ucap Dion Terus Memandangi Luar apartemen


"Aku juga tidak tahu Bos. Semoga saja Dito baik-baik Di sana," Jawab Verry.


Kedua pemuda itu Merasa tidak tenang Karena Dito masih Ada di dalam apartemen itu.


"Apa sebabnya kita masuk Saja kedalam sana!" Ucap Dion Kembali

__ADS_1


"Jangan dulu bos! Gimana kalau kita Tunggu Sejam lagi di sini Sampai Dito keluar. Jika memang Dalam waktu sejam Dito masih belum juga Keluar dari apartemen itu Baru kita masuk ke sana." usul verry.


Dan di anggukan oleh Dion


__ADS_2