Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 75: Mencari Dito


__ADS_3

Pagi itu Dion Terlihat tidak Memiliki semangat Untuk Pergi ke kantor. Lelaki Muda itu Hanya Duduk Sambil Menatap Sarapan Di Meja makan Yang sudah di siapkan oleh Bu Fatma.


"Kenapa sarapannya cuma Di lihatin saja Den?" Tanya Fatma.


"Aku nggak nafsu makan Bi," Jawab Dion.


"Apa den Dion punya masalah, Cerita saja Sama Bibi. Siapa tahu Bibi bisa membantu." Ucap Fatma.


Lelaki Muda itu hanya menatap Wajah Fatma.


"Aku Merasa bersalah sama Caca Dan Geral, Bi. Sejak kemarin Aku Tidak Mengabari mereka berdua. Hingga semalam Caca Juga menelepon aku, Tapi aku Mala Ngga tau." ujar Dion.


"Lalu kenapa den Dion tidak menghubunginya Non Caca Kembali?"


"Sudah Bi, Tapi nomornya Caca Sudah tidak aktif. Mungkin Caca Sudah Benar-benar marah sama aku Bi,"


"Sabar den, Mungkin ponselnya non Caca Lagi kehabisan Baterai. Hingga Tidak bisa di hubungi."


"Masa iya Bi, Sejak Pagi tadi aku Udah Menelpon dia. Tetap saja nggak bisa." keluh Dion.


Lalu wanita Itu mengambil ponsel miliknya dan Menelpon Caca. Namun Apa yang dikatakan oleh Dion Memang benar. Ponsel milik Caca Tidak bisa di hubungi lagi.


"Sebaiknya Den Berangkat ke kantor dulu, Setelah urusan di kantor Selesai baru Den Pergi kerumahnya Caca." Bujuk Fatma.


Dan Hanya di anggukan oleh Dion dengan pelan


\*\*\*\*


"Apa pun yang akan terjadi Kita harus bisa mengambil ahli Semua perusahaan Milik Yudianto. Dan kamu harus bisa Membuat Semua Rekan Kerjanya Yudianto percaya sama Kita. Mila," Ucap Bima. Menatap tajam pada Putrinya.


"Tenang saja pa! Semua Bisa Ku lakukan tanpa harus menunggu perintah dari papa!" Balas Mila Tersenyum tipis pada ayahnya.


"Baik. Papa pegang Ucapan kamu! Tapi Jika kamu Gagal. Maka Jangan pernah berpikir Kalau kamu akan Mendapatkan Bagian dari apa yang kamu sudah dapatkan beberapa hari yang lalu." Ancam Bima kembali.


Gadis itu menatap ayahnya dengan Sangat Percaya Diri. Karena ia merasa Dirinya tidak pernah gagal Dalam melakukan apapun.


"Mana Dokumen penting milik Keluarga Yudianto, Yang sudah aku Kasih sama papa. aku mau Menyalinnya biar aku bisa Merubah tanda tangan Lelaki Tua itu!" menatap ayahnya.

__ADS_1


"Dokumen itu ada di dalam lemari." Jawab Bima.


Lalu dengan cepat Mila Berjalan menuju kamar Orang Tuanya. untuk mengambil dokumen milik Keluarga Yudianto,


"Kenapa tidak ada Ya, Apa papa menyimpannya Di lemari Ruang kerjanya Ya?" Gumam Mila. Lalu ia kembali Menuju ke ruang kerja Bima. Namun disana ia juga tidak menemukan Dokumen itu.


"Dokumen itu tidak ada pa! Apa papa yakin Sudah menyimpannya di lemari?" Tanya Mila Menatap ayahnya dengan sangat serius.


Bima Terkejut ketika Mendengar Ucap Putrinya.


Lalu lelaki itu Berjalan Memasuki Kamarnya.


Dengan Wajah yang di penuhi amarah. Lelaki itu mengacak-acak isi lemari Pakaian sampai Berhamburan ke lantai.


"Kenapa Dokumen itu tidak Berada di lemari ini! Pada hal aku sangat yakin telah menyimpannya Di Sini!" Ujar Bima. Dengan Emosi


"Gimana pa, Apa Sudah ada?" Lirik Mila.


"Dokumen penting milik Yudianto itu sudah tidak ada! Siapa yang sudah berani mengambil Dokumen itu!" Menatap Putrinya


"Mana aku Tahu. Kan Papa yang sudah menyimpan Dokumen Itu. Lagian Siapa Juga yang mau Mengambilnya." Cetus Mila.


Mila hanya Mengangguk Pelan. Lalu ia kembali ke kamarnya untuk Bersiap-siap menyusun rencananya.


Sedangkan Bima masih Sibuk mencari dokumen penting itu. Ia Bakan Merasa Bingung Harus mencarinya kemana lagi. Karena Hampir seluru Ruangan Di Situ sudah ia Cari namun Tidak Menemukan dokumen milik keluarga Yudianto.


Setelah melihat istrinya sudah kembali. Lelaki itu langsung Menemui Arista yang Sedang Berada di dapur.


"Apa ibu yang memindahkan Dokumen penting Milik Keluarga Yudianto, dari Lemari?" tanya bisa Tergesa-gesa Di depan Istrinya.


Arista Menatap Bima Dengan tatapan yang Sangat tajam.


"Dokumen Penting yang mana pa? Perasaan dokumen itu kan bapa yang Sudah menyimpannya. Kenapa Mala Tanya ke Ibu?" Jawab Arista.


"Iya, Bapa Memang menyimpannya di lemari Di bawah Pakaian kita. Tapi sekarang dokumen itu sudah tidak ada Di sana."


"Kok bisa hilang Pa? Memangnya bapa Yakin sudah menyimpannya di Lemari itu!"

__ADS_1


"Iya Bu. Bakan Bapa juga sudah mencari kemana-mana tapi Dokumen itu memang tidak ada."


"Apa bapa sudah Menanyakannya Sama Mila? Siapa tahu saja Mila Yang sudah mengambilnya."


"Sudah, Tapi Mila Juga tidak mengambilnya."


"Lantas, bagaimana bisa Dokumen itu bisa Hilang," Ucap Kembali Arista.


"Sejak Ada lelaki itu, bapa Sudah merasa curiga. Dan bapa Sangat yakin kalau dialah yang sudah mencurinya pada Saat kita sedang tidur."


"Mila!" Suara Arista Terdengar cukup kuat Saat memanggil Putrinya.


"Ada apa Ma, Kenapa Harus teriak-teriak Si!"


Jawab Mila. Sambil berjalan keluar menuju Ruang tamu.


"Dimana Kamu menemukan Lelaki bisu yang kamu ajak masuk ke dalam apartemen kita?" Menatap Mila dengan Tajam.


"Di luar sana Ma, Memangnya Kenapa? Apa dia Kembali lagi?"


"Dia sudah mencuri Dokumen penting Yang Tersimpan di Lemari kamar. Dan Sekarang tugas kamu Harus Menemukan Lelaki itu kembali, Karena Kalau sampai dokumen itu Sampai ke tangan Yudianto. maka Rencana kita Tidak Akan Pernah berhasil lagi." pinta Arista.


"Kemana aku harus mencari dia ma, Kota ini Sangat Luas dan besar. Bagaimana bisa aku menemukan Lelaki bisu itu!" Pangkas Mila


"Pokoknya Mama Tidak mau Tahu! Kamu harus bisa menemukan dia! Bila perlu cari orang untuk Menghabisi dia!"


"Jika Kita Langsung menghabisi dia. Maka Bagaimana bisa kita Menemukan dokumen itu?" Pangkas Bima. menatap Istrinya.


"Mila. Sebaiknya kamu cari tahu Keberadaan Lelaki itu, Setelah kamu menemukan dia Maka Segeralah kamu Menghubungi Papa." Ucap Bima.


Dan Di anggukan oleh Mila.


Kini Mobil Milik mila. Sudah Melaju dengan kecepatan tinggi Membelah Sepajang Jalan Raya Di kota itu. Pikiran Gadis itu Semakin Bertambah Emosi karena ia Sama sekali tidak melihat Sosok lelaki Yang sudah mencuri Dokumen Penting itu.


"Kemana lagi Aku harus mencari Lelaki Bisu Sialan itu! Hampir seluruh pelosok jalan Di kota ini sudah Aku susuri Akan Tetapi aku Sama Sekali tidak Bertemu dengannya!" Gumam Mila Dalam Hatinya.


Wanita muda itu memarkirkan mobilnya di Samping Sebuah warung kecil Di Pinggiran jalan. karena ia merasa sangat Kehausan. Setelah Membeli Sebotol air mineral Gadis itu kembali masuk ke dalam Mobilnya. Dan ia duduk sambil Meminum Air mineral yang sudah ia Belih.

__ADS_1


"Tunggu! Bukankah Itu mobil milik Mila, Sedang apa dia Di jalan ini?" Tanya Dion Meminta Verry untuk tidak melanjutkan Perjalanan mereka. Karena ia ingin Mencari tahu Tentang Apa yang sedang Mila lakukan di daerah itu


__ADS_2