Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 123: Kedatangan Tamu


__ADS_3

"Dimana Majikan kalian? Kenapa Belum juga Datang," Ucap Della Menatap Pada Yudianto dan Juga Siska.


"Anak Kalian sendiri dimana, Kenapa Juga belum Tiba Di sini. Biar kalian bisa tahu Siapa sebenarnya kami Ini," Balas Siska.


"Hahaha" memangnya Kalian ini Siapa? untuk apa Anak kami harus menghormati Pelayan Seperti kalian!" cetus Della kembali Dengan kesombongannya.


"Kita lihat saja nanti," Ujar Siska. Menatap Sinis pada Della Dan Suaminya.


Setelah Beberapa menit kemudian Sebuah Mobil Terparkir di halaman rumah Kediaman Yudianto. Della menatap Ke arah luar


"Itu putriku. Dia sudah datang, cepat Hubungi Majikan kalian agar segera datang ke sini!" ujar Della.


Setelah Melihat Kinan sudah keluar dari mobil. Della segera pergi Menemui Putrinya yang masih berdiri Di luar sana.


"Cepat rapikan Rambut dan wajah kamu, biar keliatan Cantik Di depan mereka nanti." pinta Della.


"Iyaa, Mam." Jawab Kinan.


"Apa mereka Sudah ada di dalam Mam?" Tanya Kinan Kembali.


"Mereka belum Ada. Di dalam sana hanyalah Para pelayan yang sok-sokan jadi Bos di rumah Ini." Jawab Della.


"Maksud mam, Bi Fatma?" Dia itu memang seorang pelayan Yang paling bikin aku kesal Mam, Jadi tidak usah perdulikan dia!" Ujar Kinan. Lalu mereka segera masuk ke dalam Setelah usai merapikan pakaiannya dan Juga rambutnya.


"Halo. Kinan," Sapa Siska


"Cantik kan anak saya? Pasti Majikan kalian juga akan sangat Menyukainya," Ucap Della Terus memuji putrinya di depan Siska dan juga Yudianto.


"Mam, Cukup mam. Mereka ini Bukan Pelayan, Tapi mereka adalah Om Yudianto dan itu istrinya." Bisik Kinan.


Della Pun tercengang ketika mengetahui Yang duduk di Depan mereka itu adalah Yudianto Pranata.


"Maksud kamu, Mereka ini adalah Keluarga pranata? Dan Yang itu adalah Pemuda yang kamu Sukai itu?! Ucap Della Dengan sedikit pelan.

__ADS_1


Dan Hanya di anggukkan Oleh Kinan.


"Apa kalian masih mau menunggu Majikan Kami Datang? Atau langsung membicarakan Tujuan kedatangan kalian ke sini!" Ucap Yudianto Menatap mereka.


"M'mm" Maafkan kami, Pak, Bu. Ternyata kami sudah salah paham Pada Keluarga pak Yudianto," Jawab Della. Dengan pelan


"Minta maaf? Memangnya kalian Punya salah apa Sama kami?? Timpal Siska. melotot pada Della.


"Sudahlah Ma, Kita langsung saja Tanyakan apa Maksud kedatangan mereka ke sini. Masalanya aku Juga masih punya urusan pekerjaan yang harus Aku Kerjakan di kantor," Sambung Dion.


"Mungkin Kamu Sudah tahu Tujuan kami Kesini. Saat ini Putri Kami Sedang Hamil, Jadi kami Harus Minta pertanggung jawaban dari Kamu!" Ujar Irwansyah. Dengan sedikit tegas Menatap Dion.


"Hamil? Memangnya Kalian sudah membawahnya ke Rumah sakit Apa belum?! Timpal Caca Yang baru saja keluar dari dalam kamar.


Dan Semua Mata memandang Ke arah Caca.


Kinan Bertambah Geram Ketika melihat Caca Yang Terlihat Sangat Cantik Dengan Dres Pendek selutut.


Dion Menatap Istrinya tanpa Berkedip sedikitpun. Ia Tercengang dengan kecantikan Istrinya Saat ini.


"Siapa Wanita itu! Kenapa dia bisa Tinggal Serumah Dengan kalian?" Tanya Della Penasaran


Lalu Dion Segera Berdiri dan Menggandeng Tangan Caca.


"Dia Adalah Istriku. Dan Dia wanita yang paling aku cintai Di Dunia ini," Jawab Dion. Sambil Menciumi Punggung Tangan Istrinya di depan Keluarga Kinan.


Irwansyah Dan Istrinya saling bertatapan Dengan Penuh Kebingungan. Sedangkan Kinan Merasa Kesal pada Caca.


"Lalu bagaimana Pak Irwansyah, Apa kalian masih ingin Menuntut Pertanggung jawaban Untuk Anakmu? Sementara Dion Dan Istrinya tidak bisa Di pisahkan Oleh siapapun!" ujar Siska Tersenyum sinis pada Kinan dan kedua orangtuanya.


"Ya, Itu harus. Kinan Harus segera di nikahkan dengan Dion, Sebelum aib ini Di ketahui Oleh Banyak orang!" ucap Della.


"Aib? Maksud kamu aib Apa! Apa Kamu ingin Dion Bertanggung jawab atas apa yang tidak Pernah Ia lakukan pada Putri kalian!" Tegas Yudianto.

__ADS_1


"Jika kalian masih ingan Menuduh anak Kami Menghamili Putrimu. Maka Sekarang juga kita Harus ke rumah sakit, Biar semua Permasalahan ini Segera terselesaikan!" Menatap Irwansyah.


Kinan Merasa Cemas ketika Yudianto Ingin membawahnya ke Rumah sakit. Karena sebelumnya Dia memang sudah di periksa oleh Dokter. Namun Semua kebohongannya Terbongkar Karena ternyata ia tidak sedang hamil.


Dan jika Saat ini Yudianto Kembali Membawahnya Ke Rumah sakit Pastinya ia Akan Di permalukan oleh keluarganya Dion di depan Semua Orang.


"Ada apa Denganmu Kinan? Apa kamu merasa takut Jika kembali di periksa di Rumah sakit?" Lirik Siska.


"Aku tidak pernah Takut pada siapapun Tante, Sebaiknya Kalian yang Mestinya Berhati-hati Dengan apa yang sedang kalian Perbuat saat ini Sama aku Karena aku, Akan Membuat kalian Bertekuk lutut di Depan ku!" Ujar Kinan. Menatap Tajam pada Siska.


"Memang apa yang ingin Kamu lakukan pada Keluarga Kami, Kinan? Apa kamu ingin mempermalukan Keluarga ini, karena Tujuan dan RencanaMu, Tidak Berjalan sesuai dengan Keinginan Kamu Kinan?" Sambung Caca. yang masih berdiri dengan Dion.


"Itu bukan Urasan kamu! lagi pula Wanita Sepertimu Itu Tidaklah pantas tetap berada di Disini. Karena Kamu sama saja dengan Sampah yang sudah Di buang yang tidak mempunyai Harga diri lagi. apa kamu Tidak merasa malu dengan apa yang pernah kamu ucapkan pada Dion Dulu, Kalau kamu akan menceraikan Dion? Tapi nyatanya kamu Mala Kembali lagi ke sini. Apa Kamu juga Sama seperti Aku, yang Hanya ingin memenuhi Keinginanmu? Ataukah kamu Ingin balas Dendam pada Dion?" Ujar Kinan. tersenyum Tipis pada Caca.


"Sampai kapanpun Aku tidak akan pernah perduli dengan Apa yang kamu ingin Katakan tentang aku, Kinan. Karena menurut aku, Apa pun yang ingin aku lakukan Di sini itu juga bukan Hak kamu kan? lagi pula Aku masih Istrinya Dion!" Tegas Caca.


"Ternyata Kamu lebih mementingkan Keinginanmu dari pada Harga dirimu Ya, Sungguh memalukan!" Ucap Kinan sambil Tertawa Pelan.


"Setidaknya apa yang ada Di dalam Pikiranku. Tidak Seperti Dalam pikiranMu. Yang hanya berusaha Membohongi Keluarga ini, Apa Sebaiknya kita segera membawa Dia ke rumah sakit Saja mas? Agar wanita Ini segera di periksa dengan teliti Di sana!" Ucap Caca Menyindir Kinan.


"Boleh saja sayang, Lagi pula aku tidak mau Di tuduh terus oleh Wanita itu!" jawab Dion


Kinan Bertambah Marah Seakan ia ingin Memukuli Wanita yang sedang bersama Dengan Dion.


"Gimana Kinan? Apa Kamu sudah siap untuk pergi ke rumah sakit?" ulang kembali Yudianto. Dengan serius Menatap pada wanita itu.


"Untuk apa kita harus ke rumah sakit. Memangnya Bukti Kalau anakku sedang hamil saat ini Belum Cukup ya, Untuk Membuat kalian Percaya!" Timpal Della.


"Kami Masih ragu Dengan Kehamilan Kinan, yang tiba-tiba mendadak seperti ini. Makanya kami harus Segera Membawah dia Ke rumah sakit!" Jawab Siska.


kini Irwansyah dan Della Hanya saling bertatapan Karena Mereka Juga masih tidak tahu Apakah Kinan Benar-benar sedang hamil Atau Tidak. Karena mereka hanya ingin menuntut Tanggung jawab dari Dion.


"Pokoknya aku tidak setuju Jika Aku harus di periksa ulang di rumah sakit!" Bentak Kinan. kembali Menatap tajam Pada Kedua Orang Tua Dion.

__ADS_1


"Baiklah. Jika kamu memang tidak mau di periksa Maka kami tidak Ingin Melakukan apapun untukmu!" Ujar Yudianto Kembali Dengan Raut wajahnya yang sudah marah pada Kinan.


__ADS_2