
Kirana Semakin Menjadi Stres Karena Ia selalu gagal Untuk Mendapatkan Apa yang ia mau. Selama ini Ia sudah berusaha untuk bisa menjauhkan Dion Dan Istrinya itu. akan tetapi Setiap usahanya selalu gagal. Sekarang semua bertambah Sulit dengan kehadiran Buah hati Antara Dion dan Caca.
"Kenapa aku Selalu gagal Untuk Menyingkirkan Wanita kampung itu bersama anaknya! Sebenarnya apa kelebihan mereka." Cetus Kirana.
Wanita muda itu terus Memukuli stir mobilnya dengan sangat Kuat. Karena ia sudah benar-benar kehilangan Segalanya Dari Dion.
Tiba-tiba Tatapan wanita itu Teralihkan ke pada Seorang Wanita yang sedang berjalan Santai di Depannya. Wanita Jahat itu pun melebarkan senyumnya Menatap pada Gadis muda yang sedang berjalan.
"Rupanya kamu Di sini wanita kampung! Sekarang waktunya aku Membuat perhitungan dengan kamu!" Geram Kirana. Lalu dengan cepat Ia Melajukan mobilnya hingga Menabrak Caca yang Sedang berjalan Di Pinggiran jalan Itu.
"Rasain kamu!! ucap Kirana. tersenyum Bahagia.
Setelah melihat istrinya Dion Sudah cedera. Dengan cepat Kirana Meninggalkan Tempat itu.
Sementara Caca sudah tidak sadarkan diri Tergeletak di Jalan. Beberapa orang sudah datang untuk menolong Caca yang sudah tak sadarkan dirinya. Bakan Beberapa kendaraan pun berhenti untuk melihat Keadaan di Jalan itu.
Salah satu Yang datang ke tempat itu. mengenali wajah korban tabrak lari itu. ia pun Mendekati Caca dan Segera Merai ponselnya di saku celana. Ia hendak Menghubungi Dion Untuk Memberi tahukan kejadian itu. akan tetapi ia Kembali membatalkannya niatnya. karena ia harus segera Membawah Gadis itu ke rumah sakit yang tidak jauh dari Tempat Caca di tabrak.
Dan setelah ia Sudah Membawah Caca ke rumah sakit. pemuda itu kembali mengambil Ponsel Miliknya dan Menghubungi Dion Sahabatnya itu.
"Halo. bro! Kamu dimana?" Tanya Allan dengan Tergesa-gesa.
("Ada apa Allan?") Kembali bertanya.
"Istrimu...." Alan tidak bisa menyampaikan hal itu pada Dion.
(Istriku. kenapa? Kamu kenapa si, Lan!") Merasa Bingung
"Istrimu,,, Istrimu Kecelakaan Bro! ada yang sengaja menabrak dia di jalan depan toko Vanessa Bro!" ucap Allan. Dengan Sedikit Gugup
Mendengar cerita dari Allan. Ponsel milik Dion Langsung terjatuh ke lantai. pemuda itu merasa Lemas mendengar Berita dari Allan. Ia pun segera berlari ke luar dan menuju mobilnya.
Setelah tiba di rumah sakit dimana istrinya di rawat Dion Langsung Mencari Allan.
"Dimana istriku. Allan?" Tanya Dion Dengan sangat cemas.
"Dia sedang di dalam sana Bro. Dokter sedang memeriksanya." Jawab Allan.
__ADS_1
"Siapa yang sudah berani Mencelakai istriku, Aku aku bersumpah tidak akan pernah memaafkan dia!" ujar Dion. menatap allan.
"Aku juga tidak tahu bro. Karena setibanya aku Disana. Istrimu sudah Dalam kondisi yang tak Sadarkan diri,"
"Apa selama ini kalian mempunyai musuh?" Menatap Dion.
"Kalau dalam Masala pekerjaan, Perasaan saya tidak memiliki musuh. tapi aku Tahu Siapa yang sudah mencelakai Istriku."
"Sebaiknya kita cari tahu di rekaman cctv di jalan Itu. Kan disana Ada cctv-nya." Usul Allan.
"Bisakah kamu membantuku? untuk mencari hasil cctv di jalan itu."
"Ok. Saya akan segera Kesana untuk mencari tahu langsung pada Keamanan di sana." ucap allan. lalu ia segera pergi
Setelah beberapa jam kemudian. Dokter yang menangani Caca sudah keluar dari ruangan Dimana Caca di periksa.
Dion langsung Mendekati dokter itu.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" Tanya Dion.
"Istrimu Tidak apa-apa. Ia hanya Terluka Sedikit di bagian wajahnya, Dan mungkin hal ini akan membuat Istrimu Sedikit syok Dengan kecelakaan yang menimpa dirinya." ucap dokter itu.
"Jangan biarkan dia Merenung Sendiri Karena itu akan membuat dia semakin Depresi dengan Keadaannya."
Dion Mengangguk Pelan.
"Iya. dok, Sekali lagi terimakasih banyak."
Setelah dokter itu sudah pergi. Dion Segera masuk Menemui Istrinya yang masih dalam Ruang pemeriksaan. ia sangat Sedih Melihat kondisi istrinya yang Terluka di bagian wajahnya.
"Maafkan aku. Sayang, Kalau Saja tadi aku menemani kamu ke supermarket. Mungkin kamu tidak akan mengalami Hal seperti ini." gumamnya Penuh penyesalan.
Setelah mendengar kabar dari Allan. Bahwa Menantu mereka mengalami kecelakaan Yudianto bersama istrinya segera pergi menemui Dion yang sudah berada di Rumah Sakit Sejak tadi. Yudianto merasa sangat khawatir dengan keadaan Caca Yang Hanya Terbaring lemah di dalam rumah sakit.
"Apa yang sudah terjadi pada istrimu, Dion? kenapa Kamu Membiarkan dia Berjalan sendirian." Menatap Dion.
"Aku juga tidak tahu pa. Tadinya aku memang mau Menemani dia, Namun Caca melarangku untuk tidak pergi bersama Dengannya," Ucap Dion.
__ADS_1
Yudianto hanya menghembuskan napas kasar Menatap putranya.
"Siapa yang sudah mencelakai dia? Apa ini ada hubungannya dengan Kirana!" sambung Siska.
"Mungkin saja, ma. Allan Sedang menyelidiki Kecelakaan itu."
"Kasihan Caca, Jika ia Seperti ini. siapa yang akan Merawat geral?" Tangis Siska Tak terbendung mengingat Cucu mereka yang masih kecil
"Cepat cari tahu siapa yang sudah membuat Caca Seperti ini. Jika memang pelaku tabrak lari itu adalah Kirana, Maka papa minta kamu segera Melaporkan dia ke pihak yang berwajib. agar wanita Jahat itu Segera mendapatkan Hukuman yang setimpal atas perbuatannya."
Dion hanya bisa mengangguk. Sampai Allan Menemukan bukti yang kuat.
"Semoga nak Caca, cepat pulih." Ucap Siska. Mengusap rambut menantunya.
"Apa Ayahnya Caca, Sudah di beritahu tentang kecelakaan ini. Dion?" Tanya Yudianto.
Dan Pemuda itu Menggelengkan Kepalanya. Karena ia memang Sengaja tidak memberitahukan kecelakaan istrinya pada ayah mertuanya. Dion tidak ingin ayah mertuanya Merasa cemas dengan kondisi Caca yang seperti ini.
"Kenapa kamu tidak Memberitahu Ayah mertuamu, Dion?" Kembali bertanya.
"Saya tidak ingin Ayahnya Caca. bertambah cemas ayah." Ucap Dion. menatap ayahnya
Tidak lama kemudian Allan Datang menemui Dion yang masih berada di rumah sakit.
Pemuda itu sangat terkejut ketika melihat Yudianto dan Istrinya Sudah berada di ruangan itu.
"Siang. Tante, om." Sapa Allan. dengan ramah pada kedua orang tua Dion.
"Siang juga Allan. Bagaimana, Apa kamu sudah mendapatkan bukti tentang kecelakaan Menantuku?" menatap Allan. Dengan Serius
"Iya. Om, Dan ternyata pelaku tabrak lari itu memang mobil milik Kirana." Jawab Allan. dengan cepat pada Yudianto.
Wajah Yudianto berubah menjadi marah Ketika Mendengar Kabar itu. Ia benar-benar sudah marah pada Gadis itu. karena kali ini Kirana sudah benar-benar kelewatan.
"Segera laporkan dia. Dan jangan sampai ada yang membebaskan dia!" menatap tajam pada Dion dan Allan.
"I--iya. Om, Saya akan bawah bukti-bukti ini. Agar Kirana bisa segera di tangkap." balas Allan.
__ADS_1
Dan diangguki oleh Yudianto