Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 114: Kejahatan Nita.


__ADS_3

Kini Keluarga Yudianto kembali Seperti sedia kala hidup tenang dan Damai. Tanpa adanya masalah atau pun Wanita pengganggu Di dalam Rumah mereka.


****


Di kediaman Mahendra Ariyanto Kusuma. Seorang wanita Sedang menyiapkan Sarapan Pagi untuk Majikannya. Wanita itu terlihat Sedang Melirik kesana dan kemari Seperti seorang pencuri di dalam rumah itu. Nita Merasa Takut jika Rencananya Kali ini akan Benar-benar Di ketahui oleh Stefan. anaknya Mahendra. ia sangat berhati-hati Mencampurkan Ramuan Pelemas Saraf Ke Makanan Mahendra.


Namun di balik tembok Stefan Sedang Mengintip Apa yang sedang Pembantunya Itu Campurkan di Makanan Ayahnya. Setelah melihat Nita Membawahkan Napan Yang berisikan Makanan untuk Ayahnya. Stefan Langsung Menghampiri Wanita itu.


"Tunggu!" Suara Stefan. membuat Nita Terkejut Dan ia pun Menoleh ke arah Sampingnya.


"Ada apa Tuan Stefan?" Tanya Nita dengan Sedikit Gugup.


"Apa yang Sedang kamu Bawah untuk ayahku? Apa itu Makanan yang biasa ayah Makan? atau Kamu Sudah Mengganti Dengan makanan yang Lainnya?" Menatap Nita.


"Ini Sop ayam tuan, Yang sering Tuan Mahendra Makan." ujarnya Kembali.


"Oh. Sop ayam Ya, Apa Aku bisa melihatnya?"


Wanita itu seperti Ketakutan Ketika Stefan Memintanya untuk melihat Makanan itu. Namun ia mencoba agar tetap terlihat biasa-biasa Saja di Depan Stefan.


"Iya. Boleh tuan," Singkat Nita Lalu ia Meletakkan Napan itu di atas meja Di Samping Stefan.


Setelah Melihat Isi makanan itu. Stefan pun Tersenyum ke arah Nita, Dan Nita Hampir Di buat Layu oleh senyuman Pemuda itu.


"Bi Nita, Apa Bisa Bi nita Mencicipi Sop ayam Ini Di depan saya? Saya hanya ingin memastikan kalau isi Sop Ayam ini Tidak Keasinan atau Lain Sebagainya. Bibi kan tau, ayah tidak boleh makan Yang terlalu asin Dan Juga terlalu Pedas," Ucap Stefan.


Nita Menjadi Serba salah di depan pemuda itu. Karena ia tidak mungkin mencicipi sop Ayam yang sudah ia campurkan dengan Ramuan itu.


"Ini tidak Keasinan kok Tuan, Mana mungkin aku Salah membuat makanan untuk tuan Mahendra." Jawab Kembali Nita dengan Gugup.


"Tapi aku maunya Bi Nita mencicipi Terlebih dahulu makanan ini Di Depan saya. Apa itu tidak boleh ya Bi? atau Bibi Sudah mencampurkan Sesuatu pada makanan Ini. Sehingga Bibi Tidak ingin mencicipinya,"


"Mana Mungkin Tuan Aku Setega itu Sama Tuan Mahendra, Itu sama saja saya Membunuh orang Tuaku sendiri Tuan," ujar Nita


"Kalau begitu Bibi Bisa dong Mencicipinya, Jika Memang tidak ada apa-apa di dalam Sop ayam Ini!"

__ADS_1


"Tuan, Aku harus segera Membawahkan Makanan Ini kekamarnya tuan Mahendra. Takutnya Tuan Mahendra Sudah Menunggu makanannya Tuan,"


"Tidak bisa! Bibi tetap di sini Dan Turuti apa yang saya perintahkan sama Bibi! Memangnya apa susahnya Mencicipi makanan itu? jadi Memang benar dugaan saya, Selama ini kamu berusaha meracuni ayahku!" Bentak Stefan.


Membuat Nita Gemetar dan Ia tidak bisa Berkata Apa-apa karena Stefan Sudah Memergokinya saat Ia mencampurkan Ramuan tersebut ke Makanan Mahendra.


"T-tidak Mungkin tuan, Saya tidak pernah Berniat Sedikit pun untuk melakukan hal itu kepada Ayahnya Tuan, Sumpah tuan," Jawab Nita bertele-tele di depan Stefan.


"Lalu apa ini Bi Nita? Apa rekaman ini Tidak Terlihat Buram Atau rekamannya Bohongan! Saya Tegaskan Sekali lagi sama Kamu. Cepat makan makanan itu, Jika tidak saya akan Menyeret kamu ke kantor polisi!!


Setelah Mendengar Ucapan Stefan. Dengan cepat Nita Membuang Napan yang berisi makanan itu Ke lantai. dan ia pun berlari menuju ke arah pintu Depan. namun Stefan Sudah mengunci Semua Pintu yang berada di dalam Rumahnya.


"Mau kabur Kemana kamu Bi? Apa kamu pikir Kamu bisa kabur dari sini?!"


lalu Stefan Mengambil Ponselnya dan segera menghubungi Pihak kepolisian Untuk Datang kerumahnya.


Sementara Nita Masih berusaha mencari tempat untuk bisa ia Keluar dari sana.


"Jangan pernah berharap kamu bisa Lari dari sini. Kamu dan Tio Pacarmu itu. Sudah saya laporkan, dan Sebentar lagi kalian Berdua akan menekam di dalam Penjara!"


Dan tidak lama kemudian Para petugas datang kerumahnya Stefan. Dan Stefan segera Menarik keluar wanita itu Dengan paksa.


"Bawah Dan penjarakan Dia! saya minta Berikan hukuman yang Setimpalnya Atas Kejahatan Mereka sama ayahku!" pinta Stefan.


"Siap. Pak!" lalu mereka pun segera Membawah Wanita itu. dan Stefan hanya tersenyum melihat Nita yang sudah Berhasil Di Bawah oleh petugas.


"Terimakasih Ca, Berkat kamu Aku bisa lebih Teliti untuk mencari tau Kejahatan Mereka. pada ayahku, Semoga kamu Bahagia Bersama suamimu," gumam Stefan. Lalu ia kembali Ke dalam rumah.


Pagi itu Dion Bermain bersama Putranya di Dalam rumah. Sedangkan Caca Sudah Membantu Bi Fatma Di dapur untuk Menyiapkan Sarapan untuk mereka.


"Ajaklah anak dan Istrimu. Jalan-jalan Dion," Ucap Siska yang sedang duduk sambil menikmati Secangkir Kopi panas.


"Kemana Ma? Ini kan Hari minggu." Sambung Dion Membuat Siska tercengang Menatap ke arah putranya itu.


"Memangnya apa salahnya jika ini Hari libur Mengajak Istri dan anakmu, Jalan-jalan Dion?" Ulang kembali Siska.

__ADS_1


Dion Hanya Tertawa Kecil Menatap ibunya.


"I--iya, Ma. Nanti aku Ajak mereka jalan-jalan ke Pantai atau ke Tempat Bermain anak-anak." Jawab Dion. Tersenyum menatap ibunya.


"Lalu kapan Rencana papa Ingin membuka kedok Om Bima Dan Istrinya, Ma?" Tanya Dion.


"Mereka masih memantau Keberadaan Bima dan Istrinya. Mungkin tidak lama lagi mereka juga akan segera di tangkap." Jawab Siska.


"Baguslah. Biar Penipu-penipu itu segera Menekam ke dalam penjara!"


Siska hanya mengerutkan Dahinya Lalu Kembali Meneguk kopi yang sudah hampir dingin.


"Ma, Sarapannya udah di siapkan," ucap Caca Sambil Membawah makanan Untuk Anaknya.


"Iya Nak, Lalu kamu Kenapa tidak makan duluan?" Tanya Siska Kembali.


"Nanti saja ma, Setelah habis Menyuapi makanan Dede." jawab Caca.


"Biar aku saja yang Kasih makan Dede, kamu makan saja bareng mama dan papa," ujar Dion.


"Aku belum Lapar mas, Nanti aku Makan Bareng Bu Fatma saja," Ucap Caca Kembali. Dan Dion Sudah tidak memaksa kemauan Istrinya itu. Karena Walaupun Kini Caca Sudah bersamanya Dengannya kembali. Namun Hati Dion merasa Caca sudah tidak seperti dulu lagi


Rasa kepedulian Istrinya kini Sudah Tidak Seperti Biasanya.


"Baiklah Sayang, Kalau gitu aku makan Dulu." Ujar Dion.


Dan hanya Di anggukan oleh Caca.


Suara bel Berbunyi di depan Caca. Membuat Caca Terkejut dan ia pun langsung Menggendong anaknya untuk membukakan Pintu Gerbang Di luar sana.


"Halo. Caca! Kenapa? Apa Kamu Terkejut melihat aku Kembali ke sini lagi!" Ucap Kinan Yang tiba-tiba Muncul di depan Caca.


"Halo Baby Ger, Dimana ayahmu? Tante bisa kan Bertemu dengan ayah Kamu?" Tersenyum Sinis Menatap Anaknya Caca.


"Cukup Ya Kinan. Jangan pernah menyentuh anakku!" Ucap Caca Menegur Kinan.

__ADS_1


"Kenapa? apa aku tidak boleh Menyentuh anakmu yang Jelek ini!" Bentak Kinan lalu ia berusaha Merebut Geral dari pelukan Caca. Namun Caca Tidak membiarkan Wanita itu Menyentuh tubuh anaknya.


__ADS_2