
Pagi hari Mentari bersinar dengan sangat cerah. Dion Masih tertidur nyenyak di dalam Kamarnya Sedangkan Caca Sudah Bangun sejak pagi Tadi. Di luar sana Verry Terus mengawasi Istri Bosnya yang sedang Mencari sesuatu di Tempat sampah Depan Jalan.
Kali ini Pembawaan Caca Sangat aneh membuat Verry Dan Dion Kewalahan untuk mengikuti Kemauan Dari Caca.
Caca masih Mengacak-acak Tempat sampah di Dekat jalan Sana. Ia merasa sangat Tidak Senang karena Tidak menemukan Makanan sisa Di tempat sampah itu.
"Kenapa tidak ada Makanan Sisa di sini. Aku harus Cari kemana lagi," Keluh Caca Sambil Berjongkok dengan penuh Kesedihan karena ia tidak bisa menemukan apa yang ia Inginkan.
Ketika melihat Caca Sedang Murung Verry Langsung Berjalan mendekati Wanita muda itu.
"Non Caca, Apa yang terjadi non?" Tanya Verry
"Mas Verry, Aku tidak menemukan makanan di Sini mas. Pada hal aku sangat Lapar," Ucap Caca.
"Di sini tidak ada makanan non, Kalau non Mau makan Biar saya Pesan Saja." Bujuk Verry. Namun Caca Menggelengkan Kepalanya.
Karena ia tidak mau Makanan yang masih baru.
"Nggak usah mas Verry, Aku Tidak Ingin makan Makanan Yang Seperti itu." ujar Caca.
"Iya baiklah Non." Singkat Verry
"Lebih baik Mas Verry Bantuin aku Untuk mencari Sisa Makanan Di Sekitar sini Mas," Pinta Caca. Membuat Verry Merasa terkejut Karena takutnya Dion akan marah besar kepadanya.
"Kok diam mas. Mas Verry Nggak mau membantu aku untuk mencari makanan di sini ya!" menatap verry.
"Bukan Non, Aku lagi berpikir dimana tempat Makanan yang paling banyak Di sekitar sini Non,"
"Memangnya Mas Verry tahu di mana Tempatnya."
Verry Menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tau non. Kan aku lagi berpikir," Ucap Verry Tersenyum pada Caca.
Tidak lama kemudian Dion Bangun Dan Berjalan Ke arah Verry dan Caca Yang Sedang berada di luar sana.
"Sayang, Kenapa pagi-pagi Gini sudah berada di luar sini si. Memang lagi Pada ngapain Ni," ucap Dion.
"Ini mas, Aku sama mas Verry Sedang mencari makanan Di Dekat sini mas. Tapi kami tidak menemukan apa-apa di sini." Rengek Caca.
Dion Menatap Verry
"Memangnya Makanan apa yang kalian Cari di sini. Kan Di dapur sana Masih banyak yang bisa Masak sayang,"
"Aku tidak mau Makanan di Dapur mas. Aku Pengen makan Makanan Sisa Yang Ada di Sekitar sini." Protes Caca.
Dion Kembali Tercengang Dengan permintaan Istrinya yang semakin aneh-aneh.
"Sejak tadi non Caca Memaksa untuk pergi mencari makanan di Tempat Sampah sekitar sini. Tapi saya Tidak bisa bos," Bisik Verry.
"Kenapa Kali ini keinginan Caca Sangat Aneh Seperti ini ya. Aku Menjadi Bingung sendiri." Ucap Dion Menatap Verry Dengan Serius.
"Aku juga tidak Terlalu paham bos."
Ketika melihat istrinya yang Sudah Mulai rewel Dion Langsung Mengajak Caca untuk keliling Daerah itu. Agar Caca bisa Mencari apa yang ia Inginkan. Walaupun sebenarnya Dion tidak tega melihat sang istri Memakan makanan sisa Namun Ia Juga tidak Bisa membantah kemauan Istrinya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Mereka Selalu Mampir ke Tempat sampah di depan halaman rumah Orang lain. agar bisa menemukan makanan sisa yang mereka sudah buang.
Tanpa Sengaja Verry melihat seorang Wanita sedang membuang sisa makanan di tempat pembuangan sampah dekat rumah mereka. Dengan cepat Verry Berlari ke sana. agar sisa makanan itu tidak di buang.
"Bu. Bu!" Teriak Verry
Membuat wanita dewasa itu Menoleh ke arah pemuda yang sedang berlari ke arahnya.
"Ada apa." Ucap Wanita itu
"Bu. Bisakah saya meminta sisa makanan itu?" Tanya Verry.
Wanita dewasa itu merasa Kebingungan Dengan pemuda itu.
"Ini sudah Busuk nak, Kenapa kamu Mala mau Minta makanan yang sudah Tidak bisa di makan." Menatap pemuda itu
Seketika Caca Datang sambil merampas Piring yang Berisi makanan Busuk itu. Dan Ia Merasa Sangat Senang Ketika bisa menemukan makanan yang sejak tadi ia cari. Dion Hanya Tersenyum Malu Menatap pada wanita dewasa yang sedang Berdiri di depan mereka.
"Itu sudah Busuk nak, Janganlah di makan." Ucap Wanita itu.
Namun Caca Sangat Menikmati Makanannya itu dengan sangat baik.
"Maafkan dengan Sikap istri saya Bu, Aku sendiri juga tidak tahu kenapa dia bisa ngidam Seperti itu." Tutur Dion. Menjelaskan semuanya pada Wanita itu.
"Jadi Istrimu sedang Ngidam. Kasihan dia, Kok ngidam Makanan yang sudah bau Busuk," Ucap wanita itu Dengan penuh Rasa kasihan menatap ke arah Caca.
"Apa makanan itu sangat Enak Nak?" Tanya Wanita itu dengan Pelan.
Caca Mengangguk.
"Betulkah Bu, Kalau Begitu Aku Akan Tiap Hari Kesini Jika ibu mau Memberikan Makanan Seenak ini sama aku," Ucap Caca Dengan wajahnya yang sangat senang.
Wanita dewasa itu mengangguk Pelan. sambil Mengusap Kepala Caca.
"Makasih Bu. Besok aku kesini lagi," Ujar Caca.
Wanita itu kembali mengangguk.
Dion dan Verry hanya bisa Mengikuti apa yang Caca inginkan saat ini. Mereka tidak berani membantah.
Setibanya di Rumah Caca Langsung ke kamar untuk Beristirahat Karena ia merasa sangat Lelah Dari berjalan mencari apa yang ia inginkan.
"Kamu Ngantuk ya sayang?" Mendekati Istrinya yang sedang Berbaring di tempat tidur.
Caca Mengangguk
"Ya Sudah. Kamu tidur saja Aku Sama Verry mau Sarapan dulu Udah lapar," ucap Dion. Sembari mencium Dahi kening istrinya Yang sudah tertidur.
"Aku Mencintaimu. Dan Selamanya kamu adalah wanita yang akan Selalu ku cintai," Ucap Dion.
lalu ia segera keluar dan meninggalkan Caca di dalam kamar.
Suara Ponselnya tiba-tiba berdering di dalam Saku celananya.
("Halo.") Suara Yudianto dari sebrang sana
__ADS_1
"Iya pa. Ada apa," Balas Dion.
("Bagaimana Kabar kalian di sana. Apa semuanya berjalan dengan baik?")
"Iya pa. Semuanya sudah berjalan Dengan baik,"
ujar Dion Dengan Sangat Pelan.
("Baguslah. Papa senang jika kamu bisa mengurus semuanya dengan baik dan Benar, Lalu di mana caca.")
"Dia Sedang tidur pa, Mungkin dia Kecapean Habis keliling pabrik," Balas Dion kembali.
("Ya sudah Sebaiknya kamu Temani Istrimu saja,") Timpal Yudianto. Lalu Sambungan Panggilan itu segera berakhir.
"astaga. Aku Lupa kasih tau papa kalau Caca Sedang hamil," Gumam Dion.
"Bos. Sarapan Yuk," Ucap Verry dari sebrang dapur.
Dion Mengangguk Lalu berjalan ke meja makan. untuk sarapan bersama dengan Verry.
"Aku kasihan melihat non Caca Menjadi Seperti itu bos, Rasanya ini sangat tidak adil untuk non Caca," Ucap Verry.
"Iya Ver, Aku juga tidak tega melihat dia Seperti itu. Tapi harus bagaimana lagi Karena cuma itu yang ia Inginkan,"
Verry Mengerutkan Keningnya. dan mereka kembali Menikmati sarapan siang mereka.
Kini Dion Lebih bersemangat Dari Sebelumnya. Setelah Caca mengandung anak Kedua mereka. Pemuda itu terlihat lebih Bersemangat dalam Menjalankan setiap pekerjaannya di kantor ataupun Pekerjaan Rumah.
Setelah malam tiba Dion mengajak Verry ke Sebuah Rumah mewah yang tidak terlalu jauh dari daerah itu. Dion Sengaja tidak mengajak Caca. Karena takutnya Caca tidak akan Suka dengan Apa yang ia Inginkan itu. Dion Berencana untuk membeli rumah itu Untuk Caca Dan Kedua anaknya. Ia akan berusaha membahagiakan Istri dan anaknya dengan Hasil kerjanya sendiri.
"Bos. Memangnya bos Sudah yakin ingin membeli Rumah Besar itu." Menatap Dion
"Menurut kamu Bagaimana. Apa kau Terlihat Sedang Bermain-main?" Kembali menatap Verry
Dan verry hanya Tersenyum
"Bukan Seperti itu Bos, hanya Saja aku Merasa Bingung saja. Kenapa bos Mau Belih rumah lagi Sementara Rumah Milik Keluarga bos sangat banyak," Ucap verry.
"Semua itu kan milik Papa dan mamaku. Sebagai Anak aku Hanya bisa Menuruti kemauan kedua Orang tuaku. Sementara aku kan sudah Memiliki keluarga Dan Mestinya Itu sudah menjadi Tanggung jawabku sendiri." Ucap Dion dengan sangat serius.
"Hebat kamu bos. Aku sendiri jadi Terharu dengan Kedewasaan bos Dion saat ini," Ucap verry.
"Kita masuk saja yuk," Ajak Dion Lalu mereka segera masuk Melihat-lihat Isi dalam Rumah itu.
Rumah itu terlihat sangat besar dan Mewah. Suasananya juga sangat Baik untuk Istri dan anak-anaknya Nanti.
Dion sangat menyukai rumah itu Dan ia akan berusaha untuk bisa Memberikan Yang Terbaik Untuk Istri dan anak-anaknya.
Setelah Berhasil Membelikan Rumah Mewah itu Dion merasa Lega Dan kini Ia Akan mengajak Istrinya datang ke rumah itu.
"Akhirnya rumah ini menjadi milikku Ver, Aku sangat senang." Ucap Dion.
"Lalu bagaimana dengan non Caca Bos. Apa Kita akan segera memberitahukan hal ini pada Non Caca?"
"Belum. akan Membawah dia kesini di hari ulangtahunnya." Ucap Dion. Tersenyum menatap Sekeliling Ruangan di dalam rumah itu.
__ADS_1
"Bos. Ini sudah hampir Jam Sembilan Malam. Sebaiknya kita Segera Pulang, Kasihan non Caca Sendirian di rumah," Ujar Verry. Lalu mereka segera Kembali ke mobil dan Pulang ke rumah.