Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 48: Tiba-tiba mules.


__ADS_3

Suara ayam Berkokok Menandakan hari Sudah pagi. Caca Yang Masih Berbaring di Tempat tidur Kini mulai membuka Kedua Matanya dengan perlahan. Sambil menatap Ke samping Kiri dan Kanannya. Ia merasa sangat terkejut ketika melihat Suaminya sudah tidak ada Di Sampingnya lagi.


"Kemana Mas Dion? Kenapa udah Nggak ada Di Sini?" Menatap Sekeliling Kamar.


lalu dengan Perlahan ia mulai berusaha untuk bangkit Dari Tempat Tidurnya. ia berjalan Sambil terus Memegangi Punggung Perutnya.


"Mas Dion, Kamu Dimana Mas?" Panggil Caca.


Namun belum ada Sahutan dari Suaminya.


Membuat Caca Merasa Khawatir Karena Pagi ini Dion Tidak terlihat di Dapur ataupun dihalaman Rumah. Bakan Ia Juga tidak melihat Verry di rumah itu.


"Kemana Mereka ya, Kok Tidak ada di rumah." Dengan Perlahan Gadis itu terus berjalan Mencari suaminya Di Sekitar halaman Rumah. Namun Tidak ada Satu orangpun berada di luar sana. Membuat Caca Semakin Bertambah panik Dan Cemas.


Ia terus memanggil Suaminya dan Juga Verry. Karena sudah tidak ada Jawaban dari mereka. Gadis itu pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah Saja.


Beberapa menit kemudian. Pak Yanto datang Sambil Membawah Cangkul. Pria Tua Itu Terlihat Sangat Lesu Mungkin ia baru saja Dari Kebun. Caca langsung Menghampiri Pria tua itu. Sambil Menanyakan Dion da Verry.


"Paman Dari Mana? kok Wajah paman Terlihat Capek, Apa paman Dari kebun Ya?"


Tanya gadis itu. Sembari Mengambil Minuman Untuk Pak Yanto.


"Iya. Nak, Paman Baru saja Menanam Cabe Di kebun. Dan Kini Suami mu Juga Sedang bersama Verry. Mereka sedang membantu Menyelesaikan Pekerjaan Paman Di kebun." Jawab Yanto. sambil Duduk Kursi.


"Ini Pak. Diminum dulu," ucap Caca. Sambil memberikan Segelas air Hangat untuk Pria Tua itu.


"Jadi Mas Dion, Sama Mas Verry. Lagi Di kebun Ya Paman,"


Pria itu mengangguk Pelan.


"Iya Nak, Suamimu Sangat hebat. Paman Sangat bangga Pada Pemuda Seperti suamimu Itu." ujar Yanto. tersenyum menatap Caca


Sementara Caca Merasa Kebingungan Dengan suaminya yang kini Sudah mulai Berubah. Bakan Ia Rela masuk ke kebun untuk bertanam bersama Verry dan Ayahnya.


"Iya paman. Aku, juga merasa senang Karena kini Mas Dion, Sudah benar-benar Berubah. Bakan Aku, Hampir nggak percaya Dengan perubahan Mas Dion," Menatap Yanto.

__ADS_1


"Semua Ada waktunya Nak, Mungkin saat ini Adalah Waktu dimana Suamimu Akan Memulai hidup baru Denganmu, Dan Anak Kalian nanti. Saran dari paman, Jangan pernah Terpengaruh Dengan Perkataan orang Lain. Karena Urusan Rumah tangga kalian Adalah hak Kalian Berdua, Bukan Hak Orang lain." Ujar Pak Yanto. Menasihati Caca.


"Iya, Paman. Aku juga berterima kasih. Sama Paman, Dan juga mas Verry. Karena sudah membantu Mas Dion, Mengajarkan Berbagai macam pekerjaan yang Belum pernah Mas Dion Kerjakan."


"Kami yang Seharusnya Berterimakasih Kepada kalian berdua. Berkat kalian Rumah kami ini Bisa Menjadi Rumah yang Jauh Lebih baik dari Sebelumnya," Ucap Yanto. Sambil Menundukkan Kepalanya Penuh dengan Kesedihan.


"Paman, Bagi kami. Terpenting adalah Kebaikan paman dan Mas Verry, Yang sudah menerima kami tinggal di rumah paman Ini. Jadi Sudah menjadi kewajiban kami, Untuk membantu paman Dan Juga Mas Verry. walaupun bantuan kami tidak Seberapa Tapi kami Sangat Bahagia. Karena paman Sudah menganggap kami Sebagai bagian dari Keluarga paman."


"Terimakasih Banyak Nak. Paman, akan Selalu berdoa untuk Kebaikan kalian berdua. Semoga kedepannya kalian Makin sukses Dan Selalu menjadi Contoh yang baik Terhadap anak-anak Kalian Di hari yang akan Mendatang."


"Amin. Makasih paman,"


Tidak lama Kemudian dua pemuda itu datang Dan mereka terlihat sangat senang. Apalagi Dion, Ia merasa sangat bahagia karena bisa membantu Pekerjaan Pak Yanto, hingga selesai.


"Selamat Pagi. Menjelang siang, Sayang." Sapa Dion. Dengan raut wajahnya yang terlihat sangat Bahagia.


"Pagi. Juga mas, Tumben Wajahnya terlihat senang begitu." Ucap Caca. Menatap Suaminya.


"Iya dong sayang, Kamu tau nggak. Aku tu, Sangat senang, Karena Aku bisa Belajar menanam Cabe." Ucap Dion. Sambil tersenyum menatap Istrinya.


Dan Yanto bersama verry, Ikut Bahagia dengan apa yang sedang Dion Rasakan itu.


"Pasti dong sayang. kan Aku mau belajar jadi suami yang Biasa-biasa saja Buat kamu, Dan Anak Kita nanti." Mengerutkan Dahi keningnya


"Idiii. Sombong nya Suamiku,"


"Aku mandi dulu Sayang, Udah Gatel."


"Iya. Mas," singkat Caca. Kembali tersenyum menatap punggung suaminya yang Pergi ke Kamar.


"Sekarang mas Dion, Benar-benar Sudah berubah. Makasih banyak Mas," Gumam Caca. Lalu Gadis itu Berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan Sarapan pagi untuk mereka.


Namun tiba-tiba Perutnya terasa Sakit dan rasa mules.


Gadis itu Langsung pergi Ke Kamar kecil. karena ia merasa Kesakitan, Setelah kembali dari Kamar kecil Gadis itu mengalami hal yang Sama Juga. Ia Bakan tidak mengerti dengan apa yang Sudah Terjadi pada Dirinya saat ini.

__ADS_1


"Kenapa, aku tiba-tiba Mules gini Ya? Apa karena aku Terlambat Sarapan pagi?" Caca Merasa Bingung terhadap dirinya sendiri.


Sudah hampir Lima kali gadis itu keluar masuk Kamar kecil. namun perutnya masih saja Terasah Sakit. Kali ini Ia Benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya. hingga ia pun memanggil Suaminya yang masih berada di Sungai.


"Mas, Mas Dion!" teriak Caca. Yang sudah tidak bisa menahan Sakit lagi.


Mendengar teriakkan Caca. Pria tua yang sedang duduk di depan Langsung datang menghampiri Gadis itu


"Ada apa nak, Apa yang terjadi sama Kamu?" tanya Yanto. sedikit cemas.


"Entahlah paman. tiba-tiba Perutku sakit dan Mules-mules Terus paman." Ucap Caca. Dengan raut wajahnya yang Sudah Terlihat Pucat.


Karena Yanto sudah berpengalaman dalam Hal Seperti itu. Ia pun segera pergi memanggil Dion dan Verry. Yang masih berada di sungai.


Dengan tergesa-gesa Kedua pemuda itu langsung Berlari ke rumah.


Setelah mereka tiba di rumah Dion Langsung membantu Istrinya untuk Duduk Namun Caca masih saja Merasa mules dan Perutnya semakin terasa sakit. Gadis itu kini Benar-benar Sudah kesakitan.


"Sayang, mana yang sakit. apa mungkin kamu Terlambat makan ya?" Tanya Dion. yang masih belum paham tentang apa yang terjadi pada Istrinya.


Tidak lama kemudian Lelaki tua itu Membawah Segelas air berwarna Merah. lalu ia langsung memberikannya pada Caca. untuk segera di minum.


"Minumlah obat itu nak, Jika setelah obat yang kamu minum itu akan Bertambah sakitnya di perutmu. itu tandanya kamu akan Segera lahiran Dan kalian harus secepatnya Ke Rumah sakit." ucap Yanto. dengan sangat tenang


"Cepat di minum sayang, Biar Kamu Cepat baikan." Ucap Dion. Menghawatirkan Istrinya.


Lalu dengan cepat Gadis itu meminum Obat yang Sudah di berikan oleh Yanto Kepadanya.


Setelah air obat itu sudah Selesai ia minum. Caca Kembali duduk Untuk Mencari Kesenangannya. Namun gadis itu merasa Lebih bertamba Sakit setelah usai Meminum Ramuan obat itu.


"Kamu kenapa sayang? Apa perut kamu bertambah sakit ya?" Tanya Dion. ketika melihat wajah istrinya yang Sudah Terlihat sangat kesakitan.


Gadis itu Hanya Mengangguk. Karena ia Sudah tidak mampu untuk Berucap kata lagi.


"Cepat bawah dia ke rumah sakit. Ini adalah tanda Bahwa Istrimu akan Segera lahiran." Pinta Yanto. Sambil membantu Caca Untuk Berdiri

__ADS_1


Dion menjadi Serba Bingung. karena mereka belum mencari keperluan untuk bayi mereka.


Sementara Verry sudah Menunggu Dion Dan Caca di mobil.


__ADS_2