
Setelah kedua orangtuanya pergi Dion Segera Keluar dan Menemui Kinan yang masih saja Berada di luar sana. Dion Sengaja tidak ikut bersama Dengan Kedua orang tuanya. karena ia Harus Menyelesaikan Semua Masala Yang terjadi dalam rumah Tangganya.
"Dion, Ternyata kamu Ada di dalam ya. Lalu Kenapa orang tuamu mengatakan sama aku, kalau kamu Tidak ada di rumah." Ucap Kinan. Berjalan Ke arah Dion.
"Saya minta sama kamu. Untuk tidak lagi Mengganggu Rumah tanggaku. Karena sampai kapanpun Aku Tidak akan pernah Menikah Denganmu!" Menatap Kinan.
"Aku tidak akan pernah berhenti Sampai Kamu dan istrimu itu Bercerai. Karena kamu Yang yang sudah membuat aku seperti ini. Dan sekarang kamu Seenaknya Menyuruh aku, untuk Berhenti Mencintai kamu?!
"Aku tidak perna Menjanjikan apapun terhadap kamu. Dan aku, Juga tidak pernah Mencintai kamu. Jadi sudah waktunya kamu Pergi Dari kehidupanku dan Juga Keluargaku." Tegas Dion.
"Lalu apa yang kamu perbuat sama aku, pada malam itu Sama sekali tidak Membuat Kamu Merasa Bersalah Sama aku? apa menurut kamu, Aku wanita Murahan yang bisa kamu Pakai dan Lalu Kamu buang?! Ujar Kinan Dengan sangat Marah.
"Semua itu terjadi Karena ulah mu sendiri. Bukan karena Aku! Lagi pula Kamu sendiri yang Menjebak Aku hingga Aku mabuk kan!" Menatap tajam pada Kinan.
"Cukup Dion!! kamu sendiri yang meminta aku untuk menemani kamu, Karena kamu merasa Kesepian Saat itu. Dan sekarang kamu Mala Menuduh aku Penyebab semua ini?"
"Kinan. Aku meminta Kamu untuk menemani aku, Bukan Karena aku Ingin Tidur bersama Kamu. Yang aku minta sama kamu adalah bisa membantu aku, untuk menemukan istriku. Tapi kamu Mala Menjebak aku, Lalu apa itu masih juga Salahku!"
"Wanita mana Yang mau Membantu kamu untuk Menemukan Istrimu!! Jika Kenyataannya Wanita itu juga menyukai kamu Dion? perlu kamu tau. Sejak pertama Aku melihat kamu Di Rumah Tanteku aku sudah Tertarik sama kamu, Tapi kamu tidak pernah merasa peka dengan Perasaan Kamu.!
"Itu Salahmu. bukan Salahku, Memangnya aku Pernah Mengatakan cinta sama Kamu?!
Plak.. Sebuah tamparan Hinggap di Pipi Kanan Dion, Membuat Dion Merasa marah dan membalas Tamparan dari Wanita itu.
"Ingat!! Istriku tidak pernah Melakukan hal ini Padaku. Jika Kamu Ingin aku melakukan Hal Yang lebih jahat lagi sama kamu. maka Teruslah kamu Memaksaku untuk Menikah Denganmu!" Bentak Dion.
Sementara Kinan masih memegangi Pipinya yang juga Di tampar oleh Dion.
"Aku bersumpah akan membuat Rumah tanggamu Hancur Dion!! Dan aku juga Akan membalas apa yang sudah Kamu perbuat sama aku ini, Kepada istri dan anakmu!" Ancam Kinan.
__ADS_1
"Silakan saja. Kamu Pikir aku takut dengan ancaman Gilamu itu?!
"Kita lihat saja nanti Dion! kamu pasti akan menyesalinya." Ucap Kinan lalu ia Segera masuk ke mobilnya dan Meninggalkan Dion.
Kinan memang Pergi Dari Sana Namun ia Masih Menunggu Kemana perginya Dion. Dan Akhirnya ia melihat Mobil Dion Keluar dari rumahnya. Dengan cepat Kinan Mengikuti Dion Dari belakang Tanpa Dion Ketahui wanita itu sudah mengikutinya secara Diam-diam.
Namun di tengah perjalanan Dion Merasa ada yang Mengikutinya Sehingga Ia Memutuskan Untuk Kembali Dan melajukan Mobilnya Dengan sangat Cepat di sepanjang jalan raya.
Membuat Kinan merasa kewalahan karena mengikuti mobil Dion Yang sudah melaju dengan sangat Cepat.
"Kemanapun kamu pergi Aku akan Mengikuti kamu Dion! aku harus bisa membalas Apa Yang sudah Kamu perbuat padaku!" Geram Kinan. Yang masih mengikuti Mobil Dion.
Drink. Drink.. Suara getaran Ponsel Dion.
"Halo. Pa, Ada apa?" Tanya Dion dari balik Ponselnya.
("Kamu dimana Dion, Kenapa Belum juga kembali?") timpal Yudianto dari Sebrang sana.
("Baiklah. tapi Kamu harus tetap berhati-hati Dengan wanita itu. Karena dia Sangat licik.") Ucap Yudianto.
"Iya. pa," singkat Dion. Lalu ia Segera Mematikan Sambungan Teleponnya. dan kembali Melanjutkan Perjalanannya menuju ke kantor.
Matahari sore ini Masih bersinar sangat cerah. Jam Dinding sudah menunjukkan pukul tiga Sore. Namun Dion belum Juga Kembali Membuat Caca Merasa Cemas Dengan Suaminya.
"Sabar Ca, Mungkin Dion masih mengurus beberapa pekerjaannya di kantor." Ucap Siska Ketika melihat Menantunya sedang menunggu Dion di luar rumah.
"Iya ma, aku merasa cemas saja sama Mas Dion, aku takut terjadi apa-apa sama Dia Ma." Ungkap Caca. Sesaat menoleh pada Mertuanya.
Siska Juga merasakan hal yang sama Seperti yang dirasakan oleh Caca. Namun ia tetap terlihat baik-baik Saja agar Caca tidak bertambah Cemas.
__ADS_1
"Sudahlah. Sebaiknya kita masuk Saja, Biarkan Nanti Verry yang pergi menyusul Dion Disana." Ucap Kembali Siska.
"Iya ma," singkat Caca. lalu ia segera masuk bersama Siska ke dalam rumah.
Dion Menatap jam Di tangannya Sudah Menunjukkan Pukul empat sore. Dengan cepat lelaki itu bergegas keluar dari kantor Untuk segera pulang Ke Rumah. Karena Caca Pasti sudah menunggunya. Setibanya di Parkiran mobil. Dion Segera masuk dan Kembali Melajukan Mobilnya Dengan kecepatan yang Sedang. Karena ia harus mampir ke Minimarket yang tidak jauh dari Sebrang jalan itu.
Sesampainya di Depan minimarket. Dion Kembali Memarkirkan Mobilnya dan Langsung keluar. Laki-laki itu berjalan Pelan Menuju Minimarket yang tidak terlalu jauh dari tempat ia Memarkirkan Mobilnya.
Buk!!!
Tiba-tiba Dion Jatuh dan Tersungkur Ke bawah Lantai yang sudah berada di Halaman Minimarket.
Lalu Dion Mendongakkan Wajahnya Perlahan. Dan Ia Merasa terkejut ketika melihat Seorang Pria bertubuh Besar dan Tinggi sedang berdiri di depannya Di Temani oleh seorang wanita Muda memakai Dres Hitam yang sedang berjalan ke depannya.
"Kamu!" apa Yang kamu inginkan sama aku Mila!" Ucap Dion. Menatap ke arah Mila.
Namun Lelaki Bertubuh besar itu kembali Melayangkan Pukulannya ke arah Pipi Dion. Sehingga membuat Dion kesulitan untuk berdiri.
"Apa-apaan kalian ini! Kenapa tiba-tiba Memukuliku!" Bentak Dion. Dengan Suaranya yang sangat Kuat. Membuat beberapa orang yang berada di halaman Minimarket itu berjalan mendekati Ke arah Dion.
"Tolong Saya Pak, Segera Panggilkan Petugas ke sini. Mereka ini Sudah Hampir membunuhku!" Ucap Dion Pada Seorang Lelaki yang hendak membantunya untuk berdiri.
"Coba saja Kalau berani! jika kamu mau melaporkan Kami pada pihak Kepolisian. Maka Senjata ini akan Segera melayang Di Kepalanya!" Bentak Mila. Membuat Lelaki Dewasa itu Merasa Takut dan Kembali mengurungkan Niatnya untuk Menghubungi Pihak Kepolisian.
"Apa Maumu Mila?! Kenapa kamu Melakukan ini padaku!" Ucap Dion Menatap tajam pada Wanita itu.
Sedangkan Kinan merasa terkejut ketika melihat Seorang wanita bersama pria Bertubuh besar sedang menghadang Dion Di depan minimarket. Kinan merasa Bingung dengan Wanita itu karena mereka tiba-tiba Memukuli Dion dengan Sangat Kasar Seperti itu
"Siapa Wanita itu? dan kenapa dia bisa Melakukan hal Itu pada Dion?" Ucap Kinan yang Masih Menatap mereka dari dalam Mobilnya.
__ADS_1
"Cepat Masukkan dia kedalam Mobil! Dan Segera tinggalkan tempat ini. Sebelum ada yang Melihat kita di sini!'' Pinta Mila. pada Lelaki Bertubuh besar itu.
"Lepaskan aku! Kalian mau bawah aku kemana!" Teriak Dion. berusaha melepaskan dirinya. namun Cengkraman Tangan Pria berotot itu lebih kuat darinya. sehingga membuat Dion kesulitan untuk melepaskan dirinya dari pria itu