Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 36: Naik Ke atas pohon


__ADS_3

Pagi hari ini Caca Meminta Dion untuk menemaninya jalan-jalan Ke pantai. Karena sudah lama Caca Tidak pernah Jalan-jalan ke pantai. Dion pun Hanya bisa Mengangguk Pelan untuk Mengikuti Semua kemauan Dari istrinya itu. Bi Fatma Membuatkan Bekal Untuk Caca Dan Dion Yang akan Berpergian Untuk liburan. Walaupun Mereka hanya Pergi sehari Namun Bi fatma tidak ingin Caca Kelaparan di perjalanan nanti.


"Bibi Sedang apa?" Tanya Dion.


"ini den, Bibi lagi Nyiapin Bekal untuk Non Caca. Biar Non Tidak lapar dalam Perjalanan nanti." Jawab Wanita dewasa Itu Sembari Tersenyum


"Wah Bibi Sudah Repot-repot Buatin Sarapan Untuk istri saya, Makasih ya Bi," ujar Dion Kembali


Dan Hanya Di Angguki oleh Fatma.


"Mas Dion. Kamu di mana? Teriak Caca Dari Seberang Sana. Membuat Dion Langsung Berlari Ke arah Sumber suara Caca.


"Ada apa sayang?" Ucap Dion.


"Ambilin Aku Buah Mangga Itu mas! Aku pengen makan itu." pinta Caca Menunjuk Ke arah Pohon Mangga Di Rumah Tetangga Sebelah rumah Mereka.


"Tapi sayang, Mangga itu milik Orang. Bukan Milik Kita."


"Tapi aku suka makan Mangga Itu mas!"


"Gimana kalau kita mampir Di Supermarket saja. Disana Kan banyak." Bujuk Dion.


"Aku nggak mau mas! Aku maunya yang Itu."


Dion merasa Kehilangan Akal Untuk membujuk Istrinya. kali ini ia memang sudah di buat Gila oleh Caca. Dengan sangat terpaksa Dion Pergi ke Rumah tetangganya Untuk Meminta Buah Mangga itu.


"Permisi! Pak, Bu." Panggil dion, Dari Luar Pagar halaman Rumah Salah satu Tetangga Mereka.


Tidak Lama Kemudian seorang Pemuda Keluar dari Dalam Rumah itu. Sambil menatap ke arah Dion Yang Sedang Berdiri di Depan Sana. Pemuda itu pun pergi Membukakan Pintu Jeruji yang Tinggi itu.


"Maaf. Apa ada yang Bisa saya bantu?" Lirik Pemuda itu.


"M'mm. Gini Bro, Saya Bisa minta buah Mangga Itu Nggak?" Masalanya Istriku lagi ngidam. Dan Dia pengen makan Buah Mangga itu. Aku juga Sudah berusaha membujuknya Untuk Mencari di Supermarket saja. tetapi dia Tidak Mau." Tutur Dion

__ADS_1


Pemuda itu Hanya Mengerutkan Dahinya Lalu Tersenyum ramah pada Dion.


"Ambil Saja. Lagian saya Tidak Suka Makan Mangga." Ucap Pemuda itu Dengan Lembut.


"Terimakasih banyak Bro. Sekali lagi saya Minta maaf Karena sudah merepotkan Kamu."


"Iya. Tidak apa-apa." Sahut Pemuda itu.


Namun mereka sama Sekali tidak menyadari Kalau Caca Sudah Berada di Atas pohon Mangga itu. Caca Sengaja mengambil Tangga yang terbuat dari kayu agar ia bisa naik Dari Sebrang sana.


Setelah melihat Pohon Mangga Sedang Bergerak Dion Merasa terkejut Lalu ia dan Pemuda itu langsung Mencari tahu Seseorang yang sedang di atas Pohon Mangga itu.


"Astaga. Sayang!" Cepetan turun sayang! Itu terlalu Berbahaya untuk kamu." Pinta Dion. Dengan Sangat Cemas. Karena melihat Istrinya Sudah Di atas Pohon Mangga.


Dion Bersama Erlangga, Pemuda Yang Memiliki Pohon Mangga tersebut. Menjadi Sangat Cemas Ketika melihat Caca Yang Sudah Duduk di atas sana.


"Mba. Turun Dari sana mba, Itu sangat berbahaya untuk Keselamatan Kamu dan Bayi Yang Sedang kamu Kandung itu mba!" Pinta Erlangga. Sambil mendekati Pohon Mangga itu.


Setelah mendengar Teriakkan Dari bawah sana. Caca Langsung Mengalihkan Pandangannya Pada Kedua pemuda itu. Dan Ia hanya Tersenyum Hangat ketika melihat Dion Sedang Melihat ke arahnya. Sementara Erlangga Merasa Terkejut Ketika melihat Wajah Gadis itu. Bakan Menatap Caca Tanpa berkedip Sedikit pun. Karena Wajah Gadis itu Mengingatkannya Pada Sosok Gadis yang sangat ia Cintai dulu. Namun Nasip Berkata lain. Wanita yang Ia Cintai itu Tertimpa kecelakaan maut saat mengendarai Mobil Pada Saat Ia mau pulang ke rumahnya.


"Bro!" Ada apa denganmu? Kenapa kamu menatap Istriku seperti itu?" tanya Dion. Penasaran.


"Oh. Maaf, Bukan Apa-apa. Saya hanya Merasa Khawatir dengan Kondisi Istri kamu. Yang ternyata kandungannya udah Besar. Tapi Mala Di atas pohon." Jawab Erlangga. Berbelit-belit


"Ya. Mau Bagaimana lagi, Dia Memang tidak mau Mendengarkan Perkataan aku. Jadi Aku juga merasa Cemas dengan Kondisi dia yang Seperti itu." ungkap Dion, Kembali Menatap Ke pada Istrinya.


"Sayang, Cepetan turun dari sana. Aku takut jika mama Melihat kamu Di atas sana, Mama bisa Marah besar sayang," Dion Berusaha untuk Membujuk Istrinya agar segera turun.


Dengan Sangat Kesal Gadis muda itu Menuruni anak tangga Satu Persatu. Ia sangat berhati-hati Agar tidak Salah Menginjak.


"Bro. aku Ke depan dulu ya, mau Bantuin dia." ucap Dion. Berpamitan pada Erlangga.


Dan Erlangga hanya Mengangguk Pelan Sambil terus menatap Wajah Gadis itu.

__ADS_1


"Kenapa wajahnya sangat mirip dengan Tania?" Gumam Erlangga.


"Mas. Maafin aku ya, Karena sudah Membuat Mas Cemas." Ujar Caca, Dari Sebrang sana.


"I--iya. Tidak apa-apa." Singkat Erlangga. lalu ia langsung Masuk ke dalam Rumah Dan Menutup Pintu.


Caca Merasa aneh dengan sikap pemuda itu.


Lalu ia Mengambil Buah Mangga yang Sudah ia Petik Tadi. dan Membawahnya Ke dalam.


Melihat istrinya sudah masuk ke dalam Rumah. Dion Langsung Pergi Menemui Caca.


"Sayang, Aku mohon Sekali ini Saja Sama Kamu. Jangan pernah lakuin hal Seperti tadi lagi ya, Karena itu Sangat berbahaya untuk Kamu Dan Calon Anak Kita sayang." Ungkap Dion. Menatap Istrinya dengan sangat serius.


"Iya mas. Aku juga minta maaf, Karena aku Tidak bisa menahan Kemauan aku." ungkap Caca. Merasa bersalah pada Suaminya.


"Iya Sayang," Singkat Dion.


"Terus bagaimana rencana kita mau Ke pantai. apa Kamu Masih pengen jalan-jalan ke pantai?" Lirik Dion.


Namun Caca Menggelengkan Kepalanya Dengan cepat. Membuat Dion Semakin Bingung Pada Istrinya itu.


"Lah. kok nggak jadi Si sayang, kasihan bibi. Udah Nyiapin bekal untuk Kamu." ujar Dion


"Abis Mau Gimana lagi mas, Aku memang Udah Nggak mau Pergi ke pantai kok," Keluh Caca. Sambil Cemberut.


Melihat wajah istrinya yang sudah Cemberut Seperti itu. Dion Sudah tidak Memaksakannya lagi. Karena ia sangat tahu Jika Kemauan Caca Di Banta Maka Yang terjadi hanyalah keributan di antara mereka berdua.


"Mas, aku Heran deh. Sama Pemuda di Rumah itu, Kenapa dia sangat egois seperti itu ya?" Ucap Caca. Sambil mengunyah Mangga Muda.


"Egois gimana sayang? Perasaan aku, Dia baik Deh. Bakan Ia Sudah Membiarkan Istri aku Mengambil Buah Mangga miliknya. Tanpa Meminta ijin Sama Pemiliknya terlebih dahulu."


Caca Menatap Dion dengan sangat malu. Karena ia baru sadar sikapnya itu Sudah Membuat Dion malu Di depan Erlangga.

__ADS_1


"Iya aku memang salah. Tapi aku janji akan segera minta maaf pada Pemilik mangga ini." Ucap Caca,


Dion hanya mengangguk Sambil Tersenyum. karena Ia sangat bersyukur memiliki istri yang berhati Baik Seperti Caca. Walaupun kadang Selalu membuatnya Cemas dan Khawatir Dengan Ulah Istrinya sendiri. Namun Dion selalu Menyayangi Caca Dengan setulus Hatinya.


__ADS_2