Derita Istri Kontrak

Derita Istri Kontrak
Ep 94: Merasa kehilangan


__ADS_3

Suasana Rumah Mertuanya Terlihat sangat sepi Seperti tak ada penghuninya. wanita itu terus menekan tombol bel Yang ada di sampingnya terus menerus. Akan tetapi Tidak ada satu orangpun yang keluar dari dalam sana. Membuat Caca merasa Kebingungan karena Tidak biasanya rumah Besar itu tak ada orangnya. Ia terus berusaha memanggil Suaminya dan juga wanita yang bekerja di rumah itu. Akan tetapi masih sama saja. tidak ada satu orang pun Yang Keluar.


"Kemana mereka. Kenapa rumah ini terlihat kosong, Apa mereka sedang berpergian ya. Tapi kenapa Bi Fatma juga tidak ada di Rumah?" Ucap Caca. Berbicara sendiri di luar sana.


Tidak lama kemudian Sebuah Mobil mewah Datang Dan Berhenti tepat di depannya.


Caca Menatap Dua orang yang berada di dalam mobil itu.


"Kamu siapa?" Tanya Lelaki Dewasa yang Berada di dalam mobil putih itu.


"Aku Istri Dari Anak pemilik rumah ini Pak, Bapak Dan ibu Sedang apa di sini?" kembali bertanya pada dua orang itu.


"Kami Pemilik Rumah yang baru di sini." Jawab Lelaki dewasa itu.


Caca pun terkejut. dan ia Kembali Menatap Lurus ke arah rumah besar yang berada di dalam sana.


"Memangnya Kamu tidak tahu Kalau rumah ini Sudah di jual Oleh Pemiliknya?" Lirik Istri dari Lelaki itu.


Dan Caca Hanya Menggelengkan kepalanya.


"Aku sama sekali tidak tahu Bu." Ucap kembali Caca. dengan penuh kesedihan.


"Semalam Pemilik Rumah ini sudah menjualnya kepada kami, Usai Acara ulang tahun cucunya Yudianto langsung menjual rumah ini beserta Isinya kepada kami Berdua." Tutur Lelaki itu kembali.


"Apa bapak Tau kemana mereka pindah? Masalahnya aku Tidak tahu alamat rumah mereka yang lain."


"Saya sendiri juga tidak tahu. Karena Yudianto tidak memberitahu Kemana mereka akan pergi," Jawab Lelaki itu. lalu Ia segera keluar dan membuka pintu pagar halaman rumah Yudianto.


dan mereka Segera masuk tanpa Menghiraukan Caca yang sedang berada di luar sana.


Wanita muda itu merasa Kebingungan harus mencari Suaminya kemana. karena ia Tidak tahu alamat rumah Dion yang baru.


"Kenapa mereka menjual rumah Ini ya, Apa mereka Mengalami Masalah setelah aku Tidak ada di rumah itu lagi," Ucap Caca. Berjalan tanpa arah dan tujuannya.


Kini ia merasa Sendirian Dan Ia juga sudah kehilangan Suami dan anaknya.


"Sebaiknya aku kembali ke rumah ayah saja. Siapa tahu ayah ada di sana." Ujarnya lalu dengan cepat ia berjalan Untuk mencari Kendaraan untuk ia tumpangi.


Setelah beberapa jam Melewati Perjalanan yang sedikit Jauh. kini mobil yang Caca tumpangi itu Segera tiba di Halaman Tempat Tinggal orang tuanya.


"Ayah. Ayah!" Teriak Caca dari luar namun Tak ada Suara ayahnya dari dalam sana. Rumah masih terlihat sama seperti ia tinggalkan dulu.


"Ya Tuhan. Kemana lagi aku harus mencari mereka," Gumam Caca Dan ia segera Duduk di teras rumahnya.


Ia merasa putus Asa dengan apa yang sudah terjadi kepada keluarga kecilnya saat ini. Bahkan ia sendiri tidak tahu tempat tinggal Suaminya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan agar bisa menemukan mereka." Batin Caca merasa tidak Tenang.


Ia kembali berjalan Meninggalkan Rumah kediamannya. untuk mencari Suami dan anaknya. Sepanjang perjalanannya Hanya Air mata yang menetes Menemani langkah kakinya saat ini.


Sebuah mobil Berhenti tepat di belakangnya.


Dengan cepat wanita itu Menoleh ke belakang


"Tuan Stefan?" Ucap Caca.


"Kamu sedang apa di sini Ca, Kenapa kamu tidak Ke rumah Suamimu saja." Tanya Stefan penuh Kebingungan saat menatap gadis itu.


"Aku tidak tahu harus mencari mereka kemana lagi, mereka sudah tidak tinggal di Rumah itu. Bakan ayahku juga tidak ada di rumahnya." Ucap Caca Dengan Bergelimang air matanya.


"Kok bisa? Memangnya selama ini Kamu tidak tahu kalau mereka Tinggal di mana?"


"Tidak tuan. yang aku Ketahui hanya itu rumah mereka, Akan tetapi kata penghuni baru itu. Ayah mertuaku sudah menjual rumah itu kepada mereka, Tapi saat aku Tanya alamat tempat tinggal Suamiku. bapak itu juga tidak tahu Aku Bingung Tuan, harus mencari mereka kemana lagi," Ucap Caca Sambil terus menangis.


Membuat Pemuda itu merasa Kasihan kepada Caca. Ia pun segera Mengajak Caca Kembali ke mobil.


"Tapi kenapa tuan bisa Berada di sini? memangnya tuan Ada keperluan apa di Sekitar Sini." Menatap Stefan.


"Tadinya aku Udah mau pulang, Tapi Aku lupa Memberikan Hadiah dari ayah sama kamu. Tapi pada saat aku Kembali kamu Sedang Berbicara dengan Dua orang itu. Lalu aku terus mengikuti kamu hingga ke sini." Jawab Stefan Sembari Tersenyum.


"Oh Gitu ya." Singkat Caca Lalu ia kembali terdiam.


Namun Caca Hanya Menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu tidak punya tujuan lagi selain Mencari alamat rumah suamimu?"


"Tidak ada Tuan. Aku masih Bingung harus mencari mereka kemana."


Tertunduk lemah.


Membuat Stefan semakin bertambah kasihan melihat gadis itu.


"Baiklah. Sekarang kita kembali ke rumahku dulu, Agar kamu bisa beristirahat di sana." Ucap Stefan Lalu mereka Segera pergi Meninggalkan Tempat itu dan Meninggalkan Semua Kenangan Saat bersama Orangtuanya dan juga suami dan anaknya.


Setibanya di rumah Wajah Caca Terlihat sangat Sedih tak ada Senyuman terpancar dari wajah cantiknya itu. Kini yang ada hanyalah kesedihan yang ada dalam pikirannya.


"Kamu mandi dulu setelah itu kita makan bersama ya," Ucap Stefan.


Dan di anggukan oleh Caca.


"Aku Sangat Merindukan kalian mas. Sebenarnya kalian pergi kemana, Kenapa kamu tidak Memberitahu Alamat yang lainnya kepada mereka, Kenapa mas? Apa kamu sudah marah sama aku, Sehingga kamu tidak Meninggalkan Alamat rumah kalian yang baru?" Ucap Caca. tersedu-sedu di dalam kamarnya.

__ADS_1


"Selamat Malam Ayah." Sapa Stefan kepada ayahnya.


"Malam Juga Nak, Kamu sudah kembali ya. Lalu bagaimana Dengan Caca, Apa Dia Sudah bertemu dengan Suami dan anaknya?" Tanya Mahendra.


"Belum ayah. Suami Dan anaknya sudah tidak tinggal di rumah mereka itu lagi. Katanya rumah itu sudah di jual oleh ayah mertuanya." Jawab Stefan. menatap Ayahnya Dengan Serius.


"Lalu bagaimana dengan Caca? Apa dia Kembali Bersama kamu?"


"Iya ayah. aku kembali mengajak dia ke rumah ini,"


"Baguslah. Jangan biarkan dia Sendirian Selalu Temani dia Sampai ia bertemu dengan Suaminya." Ujar Mahendra.


Dan Kembali di anggukan oleh Pemuda itu.


"Apa ayah Sudah makan malam?"


"Belum Fan," Jawab ayahnya.


"Memangnya kemana Bi Nita. Kenapa sudah jam Segini ayah belum juga makan malam,"


"Mungkin dia sudah Ketiduran. Biarkan saja Ayah masih belum lapar kok,"


"Tapi ayah. Ini Udah jam berapa, Kenapa dia Tidak Membawahkan makanan untuk ayah. Biar aku Cari dia dulu ayah." tegas Stefan merasa Geram Dengan perbuatan Wanita itu.


"Stefan! Biarkan saja Nak. Mungkin dia sedang tidur!" Teriak Mahendra. akan tetapi Stefan sudah tidak menghiraukan perkataan ayahnya. ia segera mencari Bi Nita di kamarnya.


Namun setelah ia sampai di kamarnya Nita. Stefan tidak menemukannya di dalam kamarnya. sehingga ia kembali Mencari ke dapur. dan ternyata Nita sedang Duduk sambil Mengangkat kakinya di atas meja makan. Dengan sangat Kesal dan marah pemuda itu Segera Mendekati Wanita itu dan Memberikan Sebuah Tamparan di kakinya.


"Hebat kamu ya! Di saat aku tidak ada di rumah kamu bisa Seenaknya Berbuat seperti ini. Sementara di dalam sana ayahku Belum juga kamu kasih makan!" bentak Stefan.


membuat wanita itu Merasa Gugup dan Hampir ketahuan kalau ia sedang Video call dengan Tio Kekasihnya itu.


Dan dengan cepat ia mematikan ponselnya Saat Melihat Stefan sudah memarahinya.


"Maafkan Saya Tuan. Saya Baru saja Menelpon Orang tuaku di kampung, Soalnya Mereka sedang Kurang sehat tuan. Maafkan saya!" Ucap Nita dengan penuh kebohongannya.


"Saya tidak perduli dengan alasan kamu ya! Yang Saya pentingkan adalah Ayah saya. Kenapa kamu tidak kasih makan ayahku dulu Baru kamu Teleponan dengan orang tuamu!" Bentak kembali Stefan.


"Jika kamu lalai dalam pekerjaan mu, Maka saya tidak akan Segan-segan Memecat kamu dari Sini. Paham!!


"Iya tuan. Saya berjanji tidak akan terulang kembali."


"Jangan hanya di Mulut saja. tapi kamu harus buktikan!" Tegas Stefan.


Nita Memanyunkan bibirnya Ketika melihat Pemuda itu sudah pergi dari Dapur.

__ADS_1


"Hampir saja. Aku ketahuan sama Dia!" Gumam Nita lalu ia mengambil Nasi dan telur rebus yang Sudah menjadi makanan tiap saat untuk ayahnya Stefan Dan tidak lupa ia mencampurkan ramuan pelemas Tubuh agar Lelaki dewasa itu tidak akan pernah Pulih kembali.


__ADS_2